Persicaria maculosa Gray, Antara Gulma Berdaun Indah, Tanaman Hias, dan Harganya yang Mahal

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

persicaria

Tumbuhan berdaun cantik ini di berbagai negara belahan dunia boleh dikategorikan sebagai gulma karena memang masih banyak dijumpai di alam liarnya, dan menjadi tumbuhan pesaing dalam memperebutkan zat-zat hara pada tanaman budidaya yang tumbuh di lahan basah, seperti padi. Namun, boleh juga dikategorikan sebagai tanaman hias karena memiliki warna bunga yang cantik, pink atau pinkish. Tentu saja kecantikan utama terletak pada daunnya yang memiliki motif indah. Boleh juga dikategorikan sebagai tanaman ekonomi karena memang di beberapa negara sudah mulai diperdagangkan sebagai tanaman hias. Harganya juga tak tanggung-tanggung. Pada salah satu situs jual beli dari LN tanaman ini dibrandol setara 100K Rp. Persicaria maculosa lah namanya. Banyak sebutan/nama internasionalnya, antara lain Redshank, Red Leg, Lady’s thumb, Spotted Lady’s thumb, Lady’s-thumb Smartweed, Adam’s Plaster, Jesus plant, Gambetta, Willow Weed atau Persicaria. Berada dalam genus Persicaria yang dikenal sebagai Smart Weed atau Knotweed dari Familia Polygonaceae (Dock Family). BPG belum menemukan namanya dalam bahasa Indonesia atau daerah.

Beberapa nama sinonimnya antara lain: Polygonum persicaria, Polygonum maculata, Polygonum maculosa, Polygonum ruderalis, Polygonum ruderalis, Polygonum vulgaris, Polygonum dubium, Polygonum fusiforme, Polygonum minus dan Polygonum puritanorum.

Seperti saudara-saudaranya yang lain, Redshank habitatnya pada area basah, seperti aliran air, area berlumpur (rawa-rawa/swam land), kolam-kolam alami (danau) atau pada area tertutup air/tergenang lainnya. Karenanya ada yang merekomendasikannya sebagai tanaman dekor akuarium atau aquascape. Karakter dan sosoknya memang mirip dengan Kangkung, yang juga memiliki kemampuan untuk tumbuh di darat dan air. Tetapi pada area yang basah pertumbuhannya jauh lebih bagus.

Sebaran alamiahnya mulai dari Rusia, Armenia, Azerbaijan, Georgia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Indian dan sekitarnya (Nepal, Pakistan,), Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, dan juga Indonesia. Namun kini, telah berekspansi hampir ke seluruh dunia, baik daerah tropis Amerika maupun sub tropis Eropa dan Amerika. Memang, walaupun sudah dibudidayakan dan dibuat hibrydnya, namun sebagian besar genus ini menjadi gulma yang serius. Di dataran Eropa, seperti Belgia, Finlandia, dan Inggris, Persicaria ini telah tersebar luas dan biasa ditemukan hampir di semua tempat. Begitu pula di Australia. Bahkan di negara ini, tumbuhan ini dimasukkan ke dalam daftar gulma serius/Red List Weed. Di Indonesia, walau dianggap sebagai tumbuhan liar, namun belum terdengar dampak negatif yang serius dari tumbuhan ini.

Walaupun beberapa situs menyebut bunganya biasa saja (regular/actinomorphic), namun menurut BPG bunganya yang berwarna pink atau pink pucat itu, yang berbentuk seperti lonceng (campanulate) dengan ukurannya yang kecil-kecil (diameter sekitar 3,5 mm) itu tampak indah dan unik. Dalam satu tangkai terdapat puluhan kuntum yang berderet-deret tak beraturan/crowded. Keseluruhannya nampak seperti gada. Tangkai bunganya bercabang-cabang, minimal 2 cabang yang tumbuh pada ujung batang dan ketiak daun. Mekarnya termasuk awet, karenanya dapat digunakan sebagai bunga potong.

Tinggi tanaman musiman ini relatif pendek, di bawah 60 cm. Batang kemerahan, bercabang-cabang, tumbuh agak tegak hingga benar-benar rebah. Terdapat rambut-rambut pada sekujur batangnya.

Daun bentuk lanceolate hingga lonjong, berwarna hijau muda dengan tepiannya berambut. Terdapat corak kehitaman seperti huruf V terbalik atau malahan tidak berbentuk sama sekali/noktah. Orang barat menyebutnya mirip cap jempol wanita. Karenanya tumbuhan ini dikenal dengan nama Lady’s thumb atau Spotted Lady’s thumb. Tangkai daun sangat pendek bahkan hampir tak kentara.

Secara umum, tumbuhan dari genus Persicaria sangat sulit dibedakan dengan genus lainnya, seperti Alternanthera, Hygrophila, atau Murdannia, karenanya dapat membuat kita bingung dan terkecoh akibat kemiripannya tersebut. Dari sesama genus, Persicaria ini hampir serupa dengan Persicaria lapathifolia (Amphibious Bistort, Pale Persicaria, Water Pepper), Pennsylvania Smartweed (Polygonum pensylvanicum), atau Tufted Knotweed (Polygonum caespitosum var. longisetum)

Persicaria ini memiliki fungsi herbal untuk diarrhoeah dan luka infeksi. Sedangkan daun dan pucuk tangkainya dapat dijadikan urap-urap /salad.

1
<< Pengontrolan >>

Pengontrolan secara biologi melalui serangan virus Mozaik Arabis atau fungi dan kuman belum menampakkan hasil seperti yang diharapkan. Belum diketahui bangsa serangga yang mengontrol populasinya. Jadi pencabutan merupakan cara yang paling efektif. Tapi ingat jangan mencabut dengan tangan telanjang karena dapat menyebabkan serangan terbakar/pedih. Cara yang paling ringan adalah dengan menutupinya dengan plastik hitam yang akan menyebabkan biji dan tanamannya bisa mati. Semakin lama perlakuan ini dilakukan, tentu akan semakin baik hasilnya. Para petani di Indonesia biasa membakar gulma di sekeliling area tanaman budidaya. Dapat juga dengan menyiramnya dengan asam asetat. Penggunaan herbisida memang bisa dilakukan, namun harus digunakan secara cermat dan ketat agar tak merugikan kelestarian ekosistem secara keseluruhan. Pemakaian zat-zat kimia atau asam asetat tersebut merupakan langkah terakhir apabila cara-cara pencabutan dan pembakaran tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Murraya paniculata, Bunga Kemuning yang Bersahaja

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2

Bunga yang berbau wangi rupanya didominasi oleh tumbuh-tumbuhan yang memiliki bunga berwarna putih. Hampir semuanya menjadi bunga-bunga yang masyhur. Bisa disebut di sini Melati, Kamboja, Sedap Malam (yang berumbi), Sedap Malam (sejenis pohon), Gandasuli, Carnation (Ceplok Piring), Lily/Bakung-bakungan, Camelia, dan masih banyak lagi, termasuk bunga yang kita bahas saat ini.

NAMA DAN SINONIM

Di Indonesia, Murraya paniculata dikenal sebagai Kemuning, Kemoning, Kamoning, Kamuning, Kumuning, Kamuri, Kamuni, Kamoni, Kamone, Kajeni, Palopo, Eseki, Tanasa, dan masih banyak lagi Saking termasyhurnya, namanya pun dijadikan sebagai nama tempat atau desa. Khalayak dunia mengenalnya sebagai Chinese Box, Orange Jasmine atau Lime Berry. Mengapa dinamakan Lime? Yap, memang tanaman perdu ini masih sekerabat dengan jeruk dan berada dalam family yang sama (Rytaceae). Sosoknya juga semirip tanaman jeruk-jerukan.

Sedangkan nama sinonimnya:

  • Chalcas exotica
  • Chalcas paniculata
    Etteriya paniculata
  • Murraya exotica

1

BUNGA

Bunganya memang bersahaja. Tiada tahtahan warna di sana, hanya putih. Sederhana memang, namun memiliki daya pesona yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi uaran keharumannya memanjakan penciuman kita. Ukuran bunganya memang kecil, kurang lebih 2 cm. Helaian mahkotanya ada 5 (terkadang 6). Muncul dari ketiak daun atau ujung ranting. Sangat kontras dengan daunnya yang berwarna hijau mengkilap yang mirip daun jeruk. Dapat berbunga sepanjang tahun atau tidak tergantung musim.

daun

DAUN

Daun majemuk (satu tangkai terdiri dari beberapa anak daun), bersirip ganjil dengan anak daun 3 – 9, letaknya berseling. Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata atau agak beringgit, panjang 2 – 7 cm, lebar 1 – 3 cm, permukaan licin, mengkilap, berwarna hijau. Daun tidak berbau bila kita remas. 

HABITUSbuah

BUAH

Buahnya kecil-kecil (buni) berbentuk bulat telur atau bulat memanjang dengan warna yang menyala/oranye, yang lama-lama akan berubah menjadi merah. Meski sangat menggoda, namun kita tidak bisa memakannya. Buah dapat tersebar ke area yang luas/jauh karena hanyut oleh air hujan yang deras.

habitus1

TUMBUHAN PERDU

Batangnya keras, beralur dengan diameter yang termasuk kecil. Meski termasuk tumbuhan perdu, namun ukuran habitusnya relatif pendek atau di bawah < 7 m), bahkan sangat jarang mencapai 5 m, sehingga cocok ditanam pada pot. Apalagi pertumbuhannya super lambat, sehingga kita pun tidak ribet untuk selalu repotting. Hebatnya, saat masih kecil pun (kurang lebih 10 cm), sudah mampu berbunga, dan ada juga yang menjadi buah. Jadi memang gak perlu nunggu lama untuk menikmati kecantikan dan keharuman bunganya.

 

HABITAT

Dataran rendah hingga 950 m dpl, tumbuh liar pada daerah lembab dengan cahaya cukup. Misalnya semak-semak, ladang, tepian hutan. Sekarang dapat dijumpai tanaman hias di pekarangan rumah atau pot.

PERSEBARAN
Tiongkok dan Taiwan, India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Sri  Lanka, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailan, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Philipina, dan Australia.

BUDIDAYA

Sangat mudah. Untuk perbanyakannya cukup hanya menebar buah/bijinya di atas media atau langsung di tanah. Boleh juga dengan sedikit ditanam dengan kedalaman hanya beberapa cm saja dari permukaan tanah (± 2 cm). Tingkat perkecambahannya termasuk tinggi atau hampir semua biji akan menjadi individu baru. Setelah dewasa tidak memerlukan perawatan yang berarti, hanya dilakukan penyiraman saja. Dapat juga diberikan pupuk organik atau pabrikan. Namun pemberian dedaunan kering di atas media sudah cukup sebagai suplemen nutrisinya. Dapat juga disiram dengan air cucian (beras, daging, ikan, kecambah, kacang-kacangan, dan lain-lain) atau minuman basi seperti bekas teh, susu, atau kopi.

gu1

KANDUNGAN KIMIAWI

Efek farmakologisnya memiliki rasa pedas, pahit, dan hangat yang berguna sebagai pemati rasa dan penenang atau berkhasiat analgesik, diuretik, dan stomakik. Mengandung alkaloid atau hiosamin (atropin) dan skopolamin yang bersifat racun sehingga pemakaiannya terbatas pada bagian luar saja. Terdapat juga glukosida murayin, minyak atsiri, kadinena atau senyawa golongan kumarin seperti murrmeranzin, isopropylidene murrangatin, murralonginal dan pranferin, serta yang lainnya.

KEGUNAAN

  • Manfaat Herbal: obat diare, disentri, radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkhitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, sakit gigi, melancarkan haid, pelangsing, nyeri tukak (ulkus), kulit kasar, memar-memar, rematik, keseleo, ekzema, bisul, koreng, epidemik encephalitis B, luka kulit, digigit serangga atau ular. Hampir semua bagian tanaman dapat digunakan sebagai obat herba, mulai dari daun, ranting, akar, maupun kulit batangnya.

  • Akar kemuning untuk tangkai pisau atau ladiang (golok) – Minangkabau. Urat kemuning warnanya bagus dan kayunya liat, sehingga tidak mudah pecah jika digunakan.
  • Kayu kemuning juga bisa digunakan untuk sempoa, tangkai kuas dan juga untuk tongkat

DSC04629

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Maranta leuconeura var. kerchoveana, Maranta Pendo‘a atau Tumbuhan yang Berdo‘a

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2

Asalnya dari hutan-hutan hujan/tropis Brasil. Berada dalam family Marantaceae dan Order Zingiberales. Tak mengherankan apabila postur plantnya mirip jahe-jahean. Tanaman memiliki rhizome tahunan. Tingginya hanya 30 cm saja. Cocok memang untuk tanaman indoor yang memang tidak begitu memerlukan banyak tempat. Daunnya oval dengan panjang 12 cm. Memiliki motif seperti jamrud. Cantik memang.

Di dunia internasional, Maranta leuconeura disebut dengan the Prayer Plant. Tahu g kenapa disebut demikian?

Beberapa jenis tumbuhan akan mengatupkan daunnya apabila telah datang waktu sore/petang, seperti Lamtoro, Petai, Putri Malu, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan Maranta yang berdaun cantik ini. Saat datang sore hari, daun (beserta) tangkai daunnya akan berdiri dan menutup. Posisinya mirip tangan yang sedang ditangkupkan. Dari sinilah sebutan the Prayer Plant berasal. Jikalau demikian tidaklah mengapa kita sebut Maranta Pendo‘a karena dalam agama Islam pun percaya bahwa semua jenis tumbuhan dan juga ikan-ikan di luat bertasbih memuji Allah SWT, Sang Maha Pencipta. Namun posisi daun yang mengatup tersebut sebenarnya tidak hanya pada sore hari saja, tetapi juga saat mendung dan gelap daun juga akan mengatup. Apabila cuaca kembali cerah, daun juga akan ‘mekar’ kembali.

Seringnya sih disebut the Rabbit Track Plant, sebab corak coklat pada daunnya seperti jejak kelinci. Sayangnya BPG belum menemui nama Indonesianya.

teduh

Dulu tanaman hias daun ini dimasukkan dalam genus Calathea, namun sekarang sudah dipisah dan memiliki genus tersendiri, Maranta. Namun, masih saja banyak yang kecele jikalau tanaman hias daun cantik ini dari bangsa Calathea. Perbedaan yang mendasar ada pada ukuran tanamannya. Tanaman Maranta lebih kecil sosoknya (< 90 cm, umumnya kurang lebih 30 cm) dibanding Calathea, pun lebih variatif motif daunnya dibandingkan Calathea yang didominasi motif garis itu.

Ada dua variannya, yakni:

  • Maranta leuconeura var. kerchoveana (Rabbit’s Foot), seperti pada artikel ini, dan
  • Maranta leuconeura var. erythroneura (Herringbone Plant), tulang dan urat daunnya berwarna merah tua

gu
Daunnya cantik dengan hiasan bundaran-bundaran yang tak sempurna, mirip permata. Saat muda warnanya kecoklatan, dan akan berubah menjadi hijau tua saat daunnya kian menua. Namun di tempat yang terang dan terkena sinar langsung, warna kecoklatan tersebut lebih dominan masanya (berumur lebih panjang).

Bunganya berwarna putih berbintik ungu. Tak begitu menarik memang. Namun kelemahan ini dapat tertutupi oleh tampilan daunnya yang indah. Di kebun BPG, tanaman ini belum pernah berbunga.

5

## Perawatan

Cukup mudah. Cukup disiram saja dan diletakkan pada keteduhan. Namun kalau sobat BPG ingin memiliki tanaman hias ini tampilannya bagus dapat diberikan pupuk, boleh organik maupun non.

Bila daun sudah nampak tua/mengering sering-seringlah mengeceknya, karena semakin tua batangnya akan merebah dan kemudian membusuk atau mengering. Sebelum terjadi yang demikian, potong batang dan kemudian tanam di lokasi/pot baru agar dapat tumbuh lebih lama lagi yang akhirnya tanaman akan mengeluarkan tunas anakan baru. Seperti inilah perkembangbiakannya secara vegetatif, selain dengan pemisahan rumpun. Atau dapat juga dengan stek batangnya.

Media tanamnya sama seperti tumbuhan tanah lainnya. BPG hanya memakai campuran tanah + seresah + ranting-ranting yang dipotong kecil-kecil. Ketiganya boleh dicampur/diaduk atau dipisah. Pada dasar pot diletakkan seresah dan cacahan ranting kemudian baru ditutup dengan tanah gembur/humus. Bila punya, boleh juga dicampur dengan pupuk kandang.

Relatif bebas hama dan penyakit. Meski begitu kita tetap dianjurkan untuk senantiasa mengadakan pengecekan.

3

## Kandungan Kimiawi

Asam rosmarinic. Asam ini juga dikandung oleh seluruh jenis dari familia Marantaceae lainnya, termasuk Calathea.

1

## Sinonim

  • Calathea leuconeura (E.Morren) G.Nicholson
  • Maranta massangeana E.Morren
  • Calathea kerchoveana (E.Morren) André
  • Maranta kerchoveana E.Morren
  • Maranta kerchovei Van Geert
  • Maranta leuconeura var. kerchoveana E.Morren
  • Maranta leuconeura var. massangeana (E.Morren) Planch
  • Calathea massangeana (E.Morren) G.Nicholson
  • Maranta massangeana atrata G.Nicholson
  • Maranta massangeana florentina G.Nicholson
  • Maranta massangeana metallica G.Nicholson
  • Maranta leuconeura var. erythroneura G.S.Bunting

4

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Aku Cinta Anggrek Indonesia: Appendicula anceps Blume

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

101

Sekilas memang nampak seperti anggrek Dendrobium. Tampilannya sama persis, sehingga tak jarang membuat kita terkecoh. Apabila kita perhatikan secara seksama, batang/pseudobulb anggrek ini mulai pangkal hingga ujungnya ukurannya hampir sama. Jadi, kita dapat mencoretnya dari daftar anggrek Dendrobium. Perbedaan akan semakin terlihat saat knop bunganya muncul. Mirip knop Vanda-vandaan. Ya inilah deskripsi sekilas dari anggrek Appendicula anceps dari seksi Appendicula yang diidentifikasi oleh Karl Ludwig von Blume. Meski direkomendasikan diletakkan pada area yang terpapar sinar matahari, namun di kebun BPG, anggrek hanya mendapatkan sinar langsung sekitar 3 jam saja, selebihnya situasinya sangat terang. Pada keadaan seperti ini anggrek masih dapat tumbuh baik bahkan berbunga.

3

The Double Edged Appendicula termasuk rajin berbunga, namun ukuran bunganya yang super mini (teeny weeny) ≤  4 mm menjadikannya anggrek yang tidak banyak dilirik, padahal sebenarnya bunganya termasuk cantik. ‘Kelemahan’ dari segi bunganya tersebut pun dapat tertutupi oleh sosok tanamannya yang cantik, semirip ganggang laut atau pakis-pakisan.

11

Selain Thailand, Malaysia, Philipina, anggrek ini juga terdapat di Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara/Bali, Sumatra dan Sulawesi mulai dataran rendah hingga ketinggian 2500 m dpl pada hutan-hutan hujan tropis. Terkadang didapati berkoloni dengan genus Appendicula atau anggrek lainnya yang setipe karakternya. Terdapat 2 varian, yakni anceps dan celebes (Sulawesi) dan dimasukkan ke status perlindungan CITES Appendix II.

1324

Bunganya yang kecil imut berwarna putih dengan corak ungu tua pada bagian dalamnya itu tumbuh pada cincin ruas batang, berpasangan dengan helai daun. Pada tangkai bunga yang panjangnya sekitar 4 cm tersebut terdapat ± 5 kuntum bunga atau kurang yang mekar berurutan mulai kuntum terbawah hingga paling ujung.

98

Batangnya pipih mulai dari pangkal hingga ujungnya hingga seakan-akan seperti sayap. Panjangnya mencapai 50 cm yang terdapat puluhan helai daun yang tumbuh berselang-seling (berhadapan).

12

Sinonim

Appendicula anceps var. anceps

Appendicula anceps var. celebica Schltr

Appendicula complanata Ridl.

Appendicula lewisii Griff.

Metachilum cyathiforme Lindl.

Podochilus anceps Schltr.

gu

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dendrobium linearifolium Teijsm.& Binn., si Anggrek Udang Bungkuk

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

9

Lebar bunganya sekitar 2 cm, namun panjangnya mulai ujung sepal hingga pangkal bunga dapat mencapai 4 cm dengan bentuk yang sangat unik, mirip udang bungkuk jikalau dilihat dari samping, baik saat masih kuncup maupun mekar sempurna. Jadi tak berlebihan kiranya jika BPG menyebutnya Anggrek (Dendrobium) Udang Bungkuk. Ada juga yang mengatakan Anggrek Garis atau Anggrek Lidi. Lama mekarnya memang relatif singkat, kurang lebih 1 minggu. Namun berbunganya tidak mengenal musim, serta rajin berbunga maupun menumbuhkan keiki. Bunganya juga wangi seperti aroma (sirup) pandan. Berwarna putih dan terdapat garis-garis warna ungu atau ungu kemerahan pada sisi dalam bunga. Pada varian ini garisnya tidak tembus atau tidak tampak dari sisi bawah. Labellum disapu warna hijau saat baru mekar yang akan berubah menjadi kuning sampai menjelang gugur, pada tengahnya. Pangkal bunga berwarna hijau dan tidak berubah warnanya. Timbul pada cincin-cincin ruas, antara 1 – 3 kuntum per ruasnya. Seperti Anggrek Merpati, pada tempat yang sama, bunga akan muncul kembali di kemudian hari apabila kondisinya terpenuhi.

Menyukai sinar langsung, walau disarankan diletakkan pada tempat yang terang (agak ternaung). Habitatnya pada pohon-pohon pinggir jalan dan juga hutan-hutan tropis yang berada pada dataran rendah hingga menengah antara 0 – 1800 m dpl. Termasuk anggrek simpodial epifit. Ada yang memasukkanya ke dalam section Diplocaulobium, ada yang menggolongkannya ke seksi Rhopalanthe, namun IOSPE memasukkannya ke dalam seksi Crumenata (merpati-merpatian).

8

Seperti dendrobium lainnya, anggrek ini juga memiliki ciri khas, yakni pseudobulb nya terdiri dari dua type batang, lurus dan membengkak (swollen stems). Bentuk umbinya mendekati bulat atau membola, namun kebanyakan agak lonjong/oval dengan permukaan batang kemerahan. Terdapat alur-alur. Batang lurusnya berukuran sangat kecil dan memanjang. Ukurannya tidak lebih besar dari rumput. Panjangnya dapat mencapai 70 cm hingga 1 m. Sekilas memang nampak seperti rumput yang lagi menclok di pohon. Jarak antar ruasnya berkisar 2,75 cm. Umumnya tumbuh tegak, tapi BPG mendapatkan anggrek ini sudah ditempel pada papan pakis, jadi tumbuhnya menggantung.

 6

IMG_20171216_164518

IMG_20171216_164543

Daun bentuk linear / garis / lidi, ukuran 6 cm x 6 mm yang tumbuh di sepanjang batang. Jumlahnya puluhan helai.

Akar seperti mayoritas dendrobium lainnya, berwarna putih dengan ujung hijau dengan diameter kecil. Tipe akar seperti ini tahan menerima sinar langsung.

5

Secara bahasa Dendrobium linearifolium berasal dari kata linear = linier dan folium = daun, karenanya disebut The Linear Leafed Dendrobium. Sebelumnya dinamakan Ceraia linearifolia Teijsm. & Binn. dan Dendrobium gracile Kranzl.

1

Daerah persebaran meliputi Jawa, Sumatera, dan Bali. Jadi memang Indonesia banget. Populasi in-situ masih dapat dijumpai pada beberapa titik di wilayah Jawa Timur. Meski perkembangbiakannya sangat bagus, namun populasinya terus terancam. Dan menurut kabar sudah menjadi anggrek langka.

3

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Asplenium nidus Linn., Paku Sarang Burung, Kadaka, Bird Nest Fern

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

bakul

Penampilannya mirip sarang burung, nampak cantik dan eksotik. Sejatinya tajuk/bakul tersebut berfungsi sebagai perangkap dedaunan kering atau kotoran hewan-hewan pohon untuk mendapatkan nutrisi dan juga sebagai penyimpan air (hujan), serta dapat ditumbuhi/ditumpangi tumbuhan epifit lainnya. Nutrisi dan kelembaban juga dibantu oleh lumut-lumut yang tumbuh di sekitarnya.

Dikenal dengan sebutan Bird Nest Fern (internasional), Paku Sarang Burung (Indonesia), Kadaka (Sunda), Kedakah atau Simbar Merah (Jawa), Lokot (Kalimantan), Tato Hukung (Maluku), Bunga Minta Doa (Ujung Pandang/Bugis).

 

 

Sinonim:

  • Asplenium antiquum Makino
  • Asplenium australiasicum (J.Sm.) Hook.
  • Asplenium filicifolium
  • Asplenium pachyphyllum
  • Neottopteris maritania Fée
  • Neottopteris musaefolia Sm.
  • Neottopteris nidus (L.) J.Sm.
  • Neottopteris rigida Fée
  • Phyllitis arborea
  • Thamnopteris nidus
  • Thamnopteris pachyphylla

4

Meski herba epifit, paku ini dapat ditanam pada pot dengan media tanah dicampur seresah. Tampilannya akan membundar laksana shuttlecock terbalik atau tidak membusur seperti apabila menempel pada pohon.
Di alam sering dijumpai menempel pada pohon-pohon tinggi, utamanya yang dekat dengan sumber air, seperti sungai, danau, laut (mangrove), atau rawa di dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian antara 0 – 2.500 m dpl dan tersebar di seluruh daerah tropis, mulai wilayah sabuk tropis Dunia Lama (Afrika Timur, India tropis, Indocina, Malesia) hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik, termasuk Indonesia.

Tahan terhadap sinar matahari langsung. Namun umumnya tumbuh subur pada tempat ternaung atau yang masih mendapatkan sinar dari sela-sela dedaunan.

Daun lanset tersusun roset (melingkari rizhome) membentuk semacam keranjang. Panjangnya antara 50 – 150 cm dan lebarnya 10 – 20 cm. Warna hijau muda, berkerut atau berombak, tepiannya rata. Peruratan daun menyirip seperti susunan tulang ikan. Pada sisi bawah daun fertil (penghasil spora) terdapat garis-garis coklat yang merupakan deretan sporangium, tersusun sepanjang anak tulang.

Tangkai daun kokoh, warna hitam dengan panjang sekitar 5 cm. Pelepah atau tulang daun juga berwarna hitam dan kaku.

Daun fertil (penghasil spora) memiliki kesamaan bentuk dan warna dengan daun steril (daun mandul). Perbedaannya, selain ukurannya lebih besar dan panjang, pada daun fertil terdapat deretan sporangium yang tampak seperti garis-garis coklat.

 

Rhizome pendek ditutupi sisik-sisik coklat, akar, dan rambut pada sepanjang batangnya.

5

Daur Hidup (Metagenesis)

Fase Spora

Spora merupakan perkembangbiakan generatif dari pertemuan antara gamet jantan (anterozoid) dengan gamet betina (sel telur) dengan bantuan air.

6

Fase Gametofit (gametophyte)

Spora yang jatuh di tempat yang tepat akan tumbuh menjadi individu baru yang disebut protalus (prothallus) atau protalium (prothallium) berupa lembaran-lembaran seperti daun yang berwarna hijau. Wujudnya mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki akar semu (rizoid/rhizome), tidak berbatang, dan juga tak berdaun.  Pada fase ini sudah terbentuk anteridium (antheridium atau organ penghasil sel kelamin jantan/spermatozoid) dan arkegonium (archegonium atau organ penghasil sel telur/ovum). Ukuran keduanya sangat kecil sekali yang tidak mudah dilihat dengan mata telanjang bersifat mikroskopik.

3

Protalium akan terus tumbuh dan berkembang menuju tahap berikutnya yaitu Fase Sporofit (sporophyte atau tumbuhan penghasil spora), mulai yang berukuran kecil yang sudah nampak daun, batang/rhizome, akar, dan rambut hingga Paku Sarang Burung dewasa. Tumbuhan paku ini tidak menghasilkan perkembangan vegetatif.

 8

 7

Manfaat

  • Sebagai tanaman hias
  • Di Taiwan ental mudanya dijadikan
  • Akar dan rambutnya dapat dijadikan media anggrek bertipe lembab seperti Bulbophyllum. Sedangkan akar yang dicincang halus dapat digunakan untuk media cangkok tanaman.
  • Digunakan sebagai obat penyubur rambut. Caranya daun ditumbuk hingga lembut, dicampur dengan parutan kelapa, kemudian dioleskan pada rambut dan kulit kepala sebagai cem-ceman.
  • Anti radang dan pelancar peredaran darah. depuratif, dan sedative. Caranya 15 gr daun segar, dicuci, rebus dengan 200 ml air hingga mendidih (±15 menit). Setelah dingin kemudian disaring, diminum sekaligus, pagi dan sore.
  • Obat bengkak atau luka memar. Caranya 15 gr daun segar dicuci, ditumbuk halus, kemudian borehkan ke bagian yang sakit.
  • Juga dapat digunakan sebagai obat demam, sakit kepala, kontrasepsi, gigitan atau sengatan hewan berbisa.

2

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Aku Cinta Anggrek Indonesia: Dendrobium bicaudatum Reinwardt.

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Papua memang terkenal akan Dendrobium seksi spatulata-nya, namun pulau-pulau lain juga memiliki pesona dari section ini, termasuk Sulawesi dan Maluku yang merupakan habitat dari anggrek ini.

Berikut data selengkapnya.

tri

Nama Internasional The Two-Tailed Dendrobium
Nama Indonesia & Daerah ?
Sinonim Callista bicaudata Reinw.

Ceratobium bicaudatum Reinw.

Ceratobium minax Rchb.f.

Dendrobium antelope Rchb.f.

Dendrobium burbidgei Rchb.f.

Dendrobium demmenii J.J.Sm.

Dendrobium minax Rchb.f.

Dendrobium rumphianum Teijsm. & Binn.

kuncup

Seksi Spatulata
Asal Sulawesi dan Maluku
Habitat Hutan hujan
Level Ketinggian Dataran rendah < 1000 m dpl
Tipe Epifit simpodial dan lithophyte
Kebutuhan Sinar Terang dan disarankan diletakkan di bawah naungan. Namun menurut BPG, seperti Dendrobium lainnya, dendrobium yang satu ini juga menyukai sinar langsung, karenanya anggrek pun saya jemur
Tingkat Kesulitan Gampang
Pseudobulb Tidak terlalu panjang antara 30 – 40 cm

Agak merunduk, terdapat kurang lebih 20 ruas per bulb

pseudobulbdaun dan batang

Bunga Ukuran: lebar 2 – 3 cm, tinggi 4 – 5 cm

Warna: campuran warna kehijauan, kecoklatan, dan kekuningan (krem) yang bergradasi, baik pada sepal maupun petalnya. Petal lebih ramping dan lebih gelap warnanya serta sedikit melintir seperti tanduk antelope atau telinga kelinci

Labellum: bentuk sekop terbagi dua. Satu bagian berujung lancip yang dihiasi garis-garis tajam berwarna ungu. Satu bagian lagi dihiasi garis-garis ungu kemerahan

Berbunga tidak tergantung musim

Tangkai bunga keluar dari ujung bulb atau pada cincin ruasnya.

Aroma sangat tipis

Lama mekar: 30 hari – 2 bulan

bungalidah

Daun Hijau mengkilat, berbelah (lobe) ujungnya seperti bentuk kuku yang melengkung

1

Media Lebih baik ditempel pada pohon atau kayu seperti di habitat aslinya. Kalau memakai pot hindari media tanam yang basah dan menyerap air
Penyiraman 1x sehari atau saat media telah kering
Keunggulan Bunga tahan lama dan dijadikan indukan untuk silangan, baik dengan sama maupun lain section dalam genus yang sama (stratiotes, bigibbum, antennatum, capra, phalaenopsis, taurinum)
Dendrobium turunan Dend. Sri Gading, Dend. Ayub Parnata, Dend. Batavia City, Dend. Udjungpandang
Varian Alba, kuning, hijau, coklat
Status Konservasi CITES Appendix II

Dilaporkan masih ada di habitat alamiahnya. Tentu saja populasinya kian berkurang akibat terganggunya hutan dan juga eksplorasi yang berlebihan

Untitled-1 copy

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Aku Cinta Anggrek Indonesia: Cymbidium aloifolium Lindl. var. simulans

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Cymbidium aloifolium Lindl.  atau The Aloe Leafed Cymbidium (Cymbidium Daun Gaharu) mempunyai kemiripan dengan Cymbidium bicolor atau Cymbidum Dwiwarna atau The Two Colored Cymbidium. Keduanya sering membuat terkecoh atau membingungkan karena kemiripannya tersebut, baik pada sosok plant maupun bunganya.  Apalagi dua jenis anggrek ini juga tumbuh pada tipe habitat dan koloni yang serupa. Selain itu, keduanya juga sangat mudah dirawat dan dibudidayakan, sehingga banyak dijumpai ke kebun-kebun pecinta anggrek. Jauh-jauh sebelumnya, Rolfe telah mengadakan penelitian untuk membedakan keduanya. Namun sayang saya belum menemukan referensinya. Karenanya untuk membedakan keduanya, saya pun banyak-banyak mencari referensi lainnya. Perbedaan keduanya adalah:

  • Warna sepal dan petal pada aloifolium adalah burgundy, sedang pada bicolor warnanya lebih tajam dan pekat atau marun, utamanya pada labellumnya. Keduanya dikelilingi warna krem pada pinggir sepal dan petalnya.
  • Terdapat warna oranye dengan garis-garis yang jelas pada aloifolium
  • Ukuran lip aloifolium juga lebih panjang.

7

Varian Spesies

Aloifolium yang dibahas pada artikel ini variannya adalah simulans yang mana pinggiran sepal dan petalnya berwarna krem, sedangkan mayoritas aloifolium berwarna hijau. Tersebar di negara-negara Asia Tenggara – walau tidak semuanya – seperti Vietnam, Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Indonesia yang hanya terdapat di pulau Sumatera dan Jawa.

 

Bunga

Kuncup-kuncup bunganya bagaikan anting-anting yang berjejer-jejer pada malai/tangkai bunga atau ada juga yang menyebutnya serupa liontin. Panjang malai mencapai 75 cm dengan jumlah bunga dapat mencapai 75 kuntum yang diameternya sekitar 4,25 – 5 cm.

3

Pseudobulb

Bulbnya sangat pendek, kurang lebih 7 cm, menjorong pipih, dan tertutup upih daun.

 

Daun

Tipe daun linear-oblong, 4 – 5 helai, panjangnya dapat mencapai 75 cm. Ujung terbelah cembung (bilobe). Meski kaku dan relatif tebal, namun karena panjangnya tersebut, daun agak menjuntai, sehingga sebaiknya anggrek diletakkan pada  tempat yang agak tinggi atau langsung ditempel pada pohon. Bila ditanam pada pot, daunnya dapat diikatkan pada penopang.

 8

Habitat

Hutan-hutan hujan tropis yang terletak pada ketinggian 0 – 1500 m dpl. Menempel pada bagian pohon atau percabangannya, tebing-tebing berlumut, akar pohon rotting wood, and leaf litter pada area yang terbuka hingga ternaung. Sering juga ditemukan menempel pada pucuk jenis palem-palemen.

 

Sinonim

Aerides borassii Buchanan-Hamilton

Cymbidium crassifolium Wallich

Cymbidium erectum Wight

Cymbidium intermedium H.G. Jones

Cymbidium mannii Reichenbach f.

Cymbidium pendulum (Roxburgh) Swartz

Cymbidium simulans Rolfe

Epidendrum aloides Curtis

Epidendrum aloifolium L.

Epidendrum pendulum Roxburgh

10

6

1

 

 

Anggrek ini juga dimanfaatkan sebagai tanaman obat.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

AKU CINTA ANGGREK INDONESIA: Trichoglottis tricostata, Anggrek Macan Tutul Jawa yang Super Langka

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2

Alhamdulillah, sungguh merupakan keberuntungan bagi BPG, pertama kalinya mendapat anggrek dari genus Trichoglottis, eh malah dikasih bonus oleh Allah Sang Maha Pencipta merawat dari jenis yang super langka. Anggrek ini memang tidak sepopuler saudara-saudaranya dalam genus yang sama, karena itu perhatian harus lebih dicurahkan karena populasinya juga sangat rendah, baik pada habitat in situnya maupun di tangan para kolektor. Anggrek saya dapatkan dari salah satu stand anggrek di Kediri. Setelah beberapa minggu sejak pertama kali saya melihatnya, alhamdulillah saya dapat memboyongnya ke rumah. Rupanya karena sosok plantnya yang tidak menarik plus bunganya yang imut, tidak mampu memikat para pecinta anggrek. Justru hal itu menjadi keberuntungan bagi saya.

bunga

Trichoglottis tricostata J.J.Sm. nama anggrek ini. Pertama kali diregistrasi oleh ahli tumbuhan dari Belanda Johannes Jacobus Smith pada tahun 1907. Termasuk anggrek yang sangat mudah dirawat, karena termasuk anggrek monopodial (Vanda-vanda-an) dengan ukuran medium. Bahkan anggrek yang ada di kebun saya tidak lebih dari 30 cm tingginya, namun sudah dewasa.

Kelebihan dari grup anggrek monopodial adalah tidak begitu tergantung akan media. Artinya anggrek digantung begitu saja tidak masalah baginya, asalkan kebutuhan akan sinar, air, dan makanan tercukupi, mampu hidup baik, bahkan berbunga dan berkembang biak. Sub tribenya Aeridinae. Sosok, akar, dan daunnya memang semirip Anggrek-anggrek Aerides, kecuali bunganya.

Menempel pada batang-batang pohon maupun cabang-cabangnya dengan kebutuhan sinar medium (ternaung) namun masih mampu menerima sinar pagi secara langsung beberapa jam. Kalau menurut pengalaman saya, anggrek yang akarnya berwarna putih dengan ujungnya hijau mampu dijemur, minimal terkena sinar matahari pagi hingga pukul 11.

plant4

Menurut informasinya, anggrek ini berada pada daerah dengan ketinggian lebih dari 700 m dpl. Namun rupanya anggrek juga mampu beradaptasi lebih rendah dari elevansi normalnya. Karenanya menarik kita tunggu selanjutnya, apakah anggrek ini juga mampu tumbuh dan berkembang baik di lingkungan tempat tinggal saya yang panas dengan ketinggian 92 m dpl.

Meski merupakan endemik Jawa, namun tidak semua wilayah pulau Jawa terdapat anggrek ini. Dari catatan hanya ada di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Apakah Jawa Tengah juga termasuk lokasi habitatnya, saya belum menemukan informasinya.

The Three Ribbed Trichoglottis  memiliki penampilan bunga sangat  cantik dengan motif totol-totol seperti pola kulit macan, subhanallah. Apalagi bunganya yang imut (1 – 1,5 cm) itu mampu mekar sempurna. Lama mekar sepekanan. Tangkai bunga (inflorescent) sangat pendek, hingga seakan-akan bunganya menyembul dari pseudobulbnya seperti cluster. Sedangkan panjang tangkai kuntum sekitar 1 cm.

Sepal dan petal saling terpisah dengan bentuk dan warna serupa yakni kekuningan dengan totol-totol warna coklat kemerahan. Hanya saja ukuran sepal lebih besar sedikit dibanding petalnya. Dari beberapa situs terdapat perbedaan corak totolnya meski masih dalam spesies yang sama.  Ada yang totolnya saling terpisah seperti yang BPG ulas ini, ada pula yang totolnya saling tindih membentuk pita atau belang. Ada juga yang letak totol-totolnya saling berjauhan/jarang.

Dasi (ujung labellum)nya sangat unik, seperti dasi beneran dengan warna putih. Terkadang terdapat gradasi pink.

plant5

Letak bunga berlawanan sisi dengan letak daun atau keduanya saling berselang seling. Jarak antar ruasnya pun relatif pendek. Bila cincin ruas yang satu terdapat daun maka cincin ruas berikutnya letak keluarnya bunga. Begitu seterusnya mulai dari pangkal hingga ujung psedudobulb.

daun1

Bentuk daun pita memanjang dengan ujungnya terbelah. Sangat mirip daun Kuku Macan, hanya saja ukurannya lebih kecil. Permukaannya pun agak keriput seperti halnya daun Aerides odorata.

akar

Akar tunggang layaknya anggrek monopodial lainnya, berwarna putih dengan ujung hijau. Saat melekat pada media/kulit pohon, akar tidak gepeng seperti akarnya anggrek bulan.

Tak banyak informasi mengenai anggrek ini, karena itu ulasan saya pun juga super singkat.

bunga3

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Arundina graminifolia, Anggrek Tanah yang Mempesona dengan Bunga Laksana Angsa atau Itik Liar yang Sedang Terbang

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

angsa 6 copy

Bunganya yang mengangguk-angguk ditiup angin bagaikan itik liar yang sedang terbang atau angsa yang sedang mengepakkan sayapnya. Saya memang suka menyebutnya sebagai Anggrek Angsa atau Swan Orchid karena kalau dilihat dari sisi samping mirip angsa yang sedang merentangkan sayapnya. Dalam kerumunan yang besar akan nampak sangat cantik. Sungguh merupakan pemandangan yang mempesona. Itulah sosok bunga cantik dari Arundina graminifolia. Sebelumnya, Arundina wallichii merupakan satu-satunya saudaranya dalam genus Arundina. Namun sekarang, anggrek terestrial (rhizome geophyte) itu dimasukkan dalam genus Dendrobium. Jadi, Arundina graminifolia merupakan jenis tunggal dalam genus Arundina.

peta-indonesia

Bamboo Orchid, Bird Orchid, Grass Orchid, Spelled Bambusaefolia, atau Kinta Weed terdapat hampir di seluruh wilayah Asia Tropis, mulai Tiongkok dan sekitarnya, India, Thailand, Nepal, Srilanka, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, Philipina, Singapura, Malaysia, Papua Nugini, Fiji serta Kepulauan Pasifik dan sekitarnya, termasuk Indonesia. Ada juga yang secara khusus menyebutnya berasal dari Asia Tenggara saja. Di Indonesia, anggrek ini tersebar di Jawa, Nusa Tenggara, Borneo, Sulawesi, dan Sumatera. Informasinya, Sumatera memiliki varian terbanyak. Yang mengherankan saya kenapa Papua/Irian tidak disebut-sebut sebagai asal anggrek ini, padahal sumber-sumber lainnya menyebut penyebaran Anggrek Bambu hingga ke Papua Nugini?

Di beberapa tempat, Malaysia umpamanya, buah dan daun anggrek ini dijadikan sayur (oseng-oseng) yang berkhasiat sebagai pengontrol darah tinggi. Rasanya seperti bitter atau like bittergourd.

angsa 3

Variasi anggrek ini memang bermacam-macam, ada yang ujung lip-nya terbelah ada juga yang tidak (bertumpuk/overlapping). Warna ungunya bergradasi, mulai ungu tua (nampak pekat atau penuh) hingga yang semburat saja (cenderung pink). Petal sepalnya ada yang putih bersih ada juga yang pink/ungu muda. Ada yang berukuran relatif besar dan ada juga yang tidak, serta berbagai variasi lainnya. Nama variannya yang pernah tercatat antara lain: var. major, var. chinensis, var. sarasinorum, var. malayana, var. borneensis, serta subsp. caespitosa yang terdapat di Sri Lanka, Assam dan Malesia. Namun menurut Wikipedia, varian yang diakui hanya dua saja, yakni var. graminifolia dengan habitat hampir di seluruh Asia dan Kepulauan Pasifik, dan var. revoluta yang tersebar secara alamiah mulai dari Assam, Srilanka terus ke timur mencapai Vietnam, kemudian ke selatan hingga pulau Jawa.

rumpun

Batangnya beruas seperti bambu, begitu juga daunnya. Ada juga yang mengatakan seperti sosok rerumputan atau ilalang. Nama graminifolia (gramineus” (=rumput) dan “folius” (=daun)) disematkan karena plantnya memang begitu mirip dengan rumput-rumputan (Graminae). Sangat sulit memang membedakannya bila sedang tidak berbunga, kecuali adanya keiki. Pada habitat aslinya, semisal di padang rumput/savana, anggrek ini sering berkelompok dengan tanaman pakis dan juga rumput-rumputan lainnya atau dengan Rhododendron (Melasstoma malabathricum), atau terkadang juga dijumpai bersama-sama dengan anggrek lain, semisal Spathoglottis plicata, Coelogyne dan Bulbophyllum pada lereng-lereng bukit dan tebing, baik alami maupun buatan. Ada juga yang tumbuh di pinggir hutan. Selain itu dapat juga dijumpai pada habitat hutan-hutan hujan, sekunder, pinggir sungai, maupun area-area terbuka.

angsa 1

Merupakan anggrek simpodial yang sangat mudah untuk ditanam maupun dibudidayakan, serta tidak rewel dalam pemeliharaannya. Hanya dengan disiram saja, anggrek ini sudah akan tumbuh subur. Boleh juga media tanamnya ditambahkan seresah, pupuk alami (kandang), dan sebagainya. Menyukai area terbuka yang terhujani sinar sepanjang hari. Meski pun begitu pada area yang teduh anggrek ini juga mampu berkembang dan berbunga. Pseudobulbnya berpenampilan laiknya batang sejati dengan pangkalnya yang sedikit menggembung. Tinggi umumnya sekitar 1,5 m, namun ada juga yang mencapai 3 m. Varian dwarf-nya kurang dari semeter tingginya.

knop
Bunga m
uncul di ujung batang dan terus bermekaran sepanjang hidupnya setelah mencapai puncak fisiologisnya. Mekar satu demi satu bergantian antara sisi kiri dan kanan yang mana setiap bunga dilindungi oleh kelopak bunga. Total bunga lebih dari 50 kuntum, bahkan mungkin dapat mencapai 100 kuntum. Warna bunganya dapat berganti-ganti sesuai dengan kondisi lingkungan pada saat bunga akan mekar. Terkadang petal dan sepal nampak putih bersih, terkadang juga ungu gradasi, kadang nampak lebih kekreman, dan sebagainya. Pada tempat yang teduh, warna akan dominan putih. Malai yang membawa bunga dan keiki akan terus tumbuh memanjang hingga mencapai titik puncaknya untuk berhenti (kurang lebih 1,5 m atau lebih). Sewaktu anggrek ini hadir di kebun BPG sudah dalam keadaan kondisi berbunga. Bekas bunganya saja sudah ada sekitar 50 kuntum. Hingga tulisan ini diunggah bunga terus bermekaran secara bergantian.

Agar semarak disarankan untuk menanamnya secara bergerombol atau merumpun. Calon bunga banyak mengandung cairan madu. Bila tempatnya agak teduh, cairan yang keluar lebih banyak (mengembun). Karenanya semut suka mengerubunginya.

Ada 3 perkembangbiakan vegetatif, yaitu keiki yang muncul dari ketiak bekas kelopak bunga, pisah rumpun (tunas-tunas anakan) dan juga merunduk. Secara alami, karena semakin beratnya keiki yang kian membesar, batang pun merunduk. Lama-kelamaan keiki yang menyentuh tanah pun akan mengeluarkan tunasnya. Setelah itu batang pun akan membusuk dan putus. Kita juga dapat memisahkan keikinya dengan cara memotongnya setelah keluar akar. Saya telah mencoba dengan memotong keiki tanpa akar dengan mengikutkan sedikit batangnya beberapa cm di atas dan bawah dari letak keikinya dan menanamnya dengan membenamkan pangkal keiki hingga benar-benar masuk ke metannya. Uji coba ini hingga kini belum menampakkan hasil. Insya Allah hasilnya akan saya informasikan pada kolom komen.

Sedangkan perkembangbiakan generatifnya melalui biji. Polinatornya biasanya semut dan serangga lebah/lanceng.
d

Direkomendasikan bagi pemula penyuka anggrek karena mudahnya dirawat, tumbuh, berbiak, dan nyaris tanpa serangan hama dan penyakit. Dapat ditanam pada pot besar/container atau langsung di tanah. Sangat cantik sebagai penghias taman-taman yang terpapar sinar matahari. Beberapa saran dijemurnya hanya beberapa jam saja, jadi tidak full day atau sekitar 2000 – 3000 footcandles. Namun pada kenyataannya pada habitat alamiahnya, anggrek ini full sun full day.

kepak

Sinonim

Arundina bambusifolia, Bletia graminifolia, Arundina affinis, Arundina cantleyi, Arundina caespitosa, Arundina celebica, Arundina chinensis, Arundina densa, Arundina densiflora, Arundina kanehirae, Arundina maculata, Arundina meyenii, Arundina minor, Arundina philippi, Arundina pulchella, Arundina pulchra, Arundina revoluta, Arundina sanderiana, Arundina speciosa, Arundina stenopetala, Arundina subsessilis, Arundina tahitensis, Cymbidium bambusifolium, Cymbidium meyenii, Cymbidium speciosum, Donacopsis laotica, Limodorum graminifolium, Ophrys arundinacea,

Dahulu, beberapa ahli taksonomi memberikan nama untuk anggrek ini berdasarkan daerah asal (native) maupun persebarannya (distribution), tercatat:

  • Bletia graminifolia D.Don, meliputi: Nepal, Suembu, dan sekitarnya
  • Arundina chinensis Blume, Bijdr, meliputi: Tiongkok
  • Arundina graminifolia (D.Don) Hochr. var. chinensis (Blume), meliputi: Tiongkok
  • Arundina speciosa Blume, Bijdr, meliputi: Jawa
  • Arundina minor Lindl., meliputi: Ceylon, Mahawelli Ganga R. atau sebagian wilayah India
  • Arundina densa Lindl., meliputi: Singapore
  • Cymbidium meyenii Schauer, meliputi: Tiongkok, Macao
  • Arundina affinis Griff., meliputi: Griffith, Gunung Khasia, Churra
  • Arundina philippii Rchb, meliputi: Tiongkok
  • Corymbis angustifolia Miq., meliputi: India
  • Arundina tahitensis Nadeaud, meliputi:Tahiti
  • Arundina revoluta Hook.f., meliputi: Malaysia
  • Arundina graminifolia (D.Don) Hochr. var. revoluta (Hook.f.), meliputi: Borneo
  • Arundina sanderiana Kraenzl., meliputi: Sumatra
  • Arundina revoluta Hook.f. var. borneensis J.J.Sm., meliputi:Borneo
  • Arundina speciosa Blume var. sarasinorum Schltr., meliputi: Sarasin
  • Arundina stenopetala Gagnep., meliputi: Vietnam, Cambodia
  • Donacopsis laotica Gagnep., meliputi: Laos
  • Arundina maculata J.J.Sm., meliputi: Jawa, Celebes, Mandar, Masawa
  • Arundina chinensis Blume var. major, meliputi: Taiwan

Tumbuhan semirip:

Statusnya dalam CITES Protection adalah True (Appendix II), artinya belum termasuk anggrek yang dilindungi atau langka.

Ada sumber yang mengatakan anggrek ini mampu survive dari kebakaran yang biasa melanda padang rumput saat kemarau panjang. Apa yang menyebabkan demikian belum ada sumber pasti yang saya temukan.

NB: Semenjak gabung dengan milis Pecinta Anggrek di FB, blog ini menjadi keteteran karena terlalu asyiknya saya di sana. Selain itu, bahan baku tulisan (anggrek) juga belum bisa dibahas karena banyak yang belum berbunga.

angsa 4

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh