Pyrrosia piloselloides, Paku-Pakis Sisik Naga

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Melihat namanya, apakah paku ini memang memiliki kemiripan daunnya dengan sisik-sisik naga, hewan mitologi Cina atau Yunani itu?. Entahlah. Kalau di Indonesia (dan Malaysia) disebut Sakat Ribu-ribu, Paku Duduwitan (Pakis Duduitan), Pakis Duwitan, atau Daun Picisan. Menurut saya, nama inilah yang paling layak disematkan pada paku ini.

Paku Sisik NagaYang jelas, Pyrrosia piloselloides merupakan salah satu paku-pakis yang banyak kita jumpai atau merupakan paku pakis genus Pyrrosia yang paling umum. Hidupnya menempel pada pohon-pohon besar di tempat-tempat yang lembab seperti hutan, ladang, pekuburan, dan sebagainya. Meski nampak indah dan eksotik karena mampu membuat indah batang pohon yang ditempelinya, namun para petani/pekebun lebih sering menganggapnya sebagai gulma pada tanaman perkebunan, karena dipandang menghambat pertumbuhan bunga atau buah dari pohon budidaya. Hingga saat ini pun, paku ini belum menjadi komoditi dagang walau sudah banyak yang menanamnya sebagai tanaman hias. Mungkin kelak kalau mengetahui kemanfaatannya, niscaya paku-pakis ini akan berharga mahal.

Termasuk tumbuhan epifit atau kremnofit yang cepat perkembangan dan perkembangbiakannya. Meski menumpang pada pohon inangnya, tetapi karena paku ini termasuk jenis epyphit (bukan parasit), menurut saya prosentase gangguannya sangatlah rendah/kecil.

Kronologis Nama Pyrrosia piloselloides

Sebelumnya bernama Drymoglossum heterophyllum. Tentu saja sesuai namanya paku ini berada dalam genus Drymoglossum. Sebelumnya lagi memiliki nama binomial yang berganti-ganti, mulai Acrostichum heterophyllum, Lemmaphyllum microphyllum, Notochlaena piloselloides, Oetosis piloselloides, Pteris piloselloides, hingga Taenites piloselloides. Sekarang, genus Drymoglossum telah dilebur menjadi satu dalam genus Pyrrosia, yang terdiri dari kurang lebih 100 spesies yang tergabung dalam Familia Polypodiaceae, Ordo Polypodiales, Kelas Pteridopsida, Divisi Pteridophyta (paku-pakuan). Penampilannya juga saling mirip sehingga akan membingungkan kita pakis manakah yang sedang dibicarakan. Oleh sebabnya, BPG pun menambahkan kata Piloselloides di belakang nama Indonesianya atau kata Common di depan nama internasionalnya untuk membedakan pakis ini dengan pakis Picisan lainnya, menjadi Daun Picisan Piloselloides atau Common Scale Dragon. Kata common saya tambahkan karena spesies paku inilah yang persebarannya paling merata di seantero wilayah Asia tropik dan sedikit wilayah Australia, mulai dari India, Asia Tenggara hingga Papua New Guinea dan Australia bagian utara pada ketinggian hingga 1000 m dpl.

Tumbuhan C.A.M.

Seperti tumbuhan epiphyt lainnya – termasuk juga anggrek –, paku ini juga memiliki sistem fotosintesis yang disebut Crassulacean Acid Metabolism yang membuatnya mampu tahan terhadap kekeringan dan sangat adaptif terhadap intensitas cahaya tinggi. Siang hari stomatanya menutup dan kemudian membuka pada malam hari. Pengambilan CO2 pada malam hari untuk disintesis menjadi asam krassulasen. Pada siang hari setelah reaksi menghasilkan ATP dan NADH, CO2 dilepas dari asam krassulasen untuk dimasukkan ke siklus Calvin.

Budidaya

Seperti halnya paku-pakis lainnya, Pyrrosia microphyllum dapat diperbanyak dengan spora dan pemisahan batang/rumpun. Tidak ada perawatan yang berarti apabila kita memelihara paku-pakis ini. Saat musim penghujan tiba atau jika kita rajin menyiraminya, paku-pakis akan tumbuh dengan suburnya.

+++>> MORFOLOGI <<+++

Daun

daun batang akarDaun dimorfik atau memiliki 2 tipe daun berbeda, yakni daun berspora (fertil) dan daun steril. Daun steril berwarna hijau, umumnya tebal, tekstur berair, bentuk membulat tak sempurna (orbicularis) hingga jorong dengan ujung tumpul atau membundar sedangkan pangkalnya meruncing, tepi daun rata, bertangkai pendek. Tulang daun tipe menyirip (penninervis) seperti susunan tulang ikan. Daun muda permukaan bawahnya berambut. Dari bentuk daun inilah kemungkinan paku ini mendapatkan namanya Pakis Picisan atau Paku Duduitan.

Daun yang berspora (fertile) bentuknya linier atau seperti pita, tangkai pendek atau duduk. Kumpulan sporanya berada di sepanjang alur longitudinal tepi (margin) daun.

 

Akar

daun batang akar2Akar rimpang tipis, bersisik dengan sisik peltate dan merayap jauh atau memanjang dengan diameter sekitar 1 mm yang melekat kuat pada cabang atau dahan pohon inang.

Spora

Termasuk tumbuhan homospora / isospora yang hanya menghasilkan satu macam spora saja yang terletak pada sorrus di bawah daun. Pada tipe homospora seperti ini, spora yang jatuh akan berkembang menjadi prothalus yang mengandung organ kelamin jantan atau betina saja, sehingga dalam fertilisasinya (percampurannya) diperlukan air atau lingkungan yang basah agar sperma bersilia (bercambuk) dapat berenang menuju sel telur, karena itu tumbuhan paku banyak hidup di habitat basah.

Sori

Linier, memanjang, terus menerus, jarang terputus, kurang lebih tenggelam dalam lekukan atau sulkus dan kurang lebih jauh dari pinggir. Penutup tidak ada.

Kemiripan Spesies

Pyrrosia adnascens yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

== Kemanfaatan ==

Manfaat Herbal

Selain sebagai tanaman hias (meski belum banyak yang membudidayakan atau memperjualbelikannya), air rebusan daun atau herba segarnya dapat digunakan untuk mencuci kudis atau koreng. Dapat juga dimanfaatkan sebagai ramuan berkumur bagi penderita sariawan dan radang gusi. Herba segar yang digiling atau ditumbuk sampai halus yang kemudian dibubuhkan dapat digunakan sebagai obat penyakit kulit, seperti kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.

Untuk yang diminum (pengobatan dalam) dapat melawan penyakit abses paru-paru, TB paru disertai batuk darah, kencing nanah (gonorhoe), keputihan (leukore), perdarahan (luka berdarah, mimisan, berak darah, muntah darah, perdarahan pada perempuan), rematik, sakit kuning (jaundice), sukar buang air besar (sembelit), sakit perut, disentri, TBC kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma), maupun gondongan (parotitis).

Paku-pakis ini memang digunakan sebagai pengobatan karena mengandung minyak atsiri, sterol/triterpen, steroid-trierpenoid, fenol, flavonoid, saponin, polifenol, triterpen/sterol, plavonoid, gula, dan tanin. Selain berkhasiat sebagai antiradang, antitoksik, peluruh dahak, pencahar (laksan), dan menghentikan pendarahan, juga ditengarai paku-pakis ini sebagai anti kanker, misalnya kanker payudara dan penyakit tumor lainnya.

Anti Bakteri

Ekstrak alkohol daun (ekstrak petroleum) yang mengandung sedikitnya enam senyawa sterol/triterpen dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli, sedangkan ekstrak alkohol – mengandung paling sedikit satu senyawa sterol/triterpen, empat senyawa fenol, lima senyawa flavonoid, dua senyawa tanin dan satu senyawa gula – dan ekstrak airnya – paling sedikit satu senyawa fenol, empat senyawa flavonoid, dua senyawa tanin dan satu senyawa gula yang dikandungnya – dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus aureus.

Selain itu, daunnya juga mcngandung paling sedikit sembilan senyawa minyak atsiri.

pada pohon

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Serial Aku Cinta Anggrek Indonesia: Dendrobium anosmum dari Celebes, si Anggrek Dupa yang telah Raib di Habitat Liarnya

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Seringnya hidup berdampingan dengan Dendrobium aphyllum. Namun populasinya tidaklah sedahsyat ‘saudaranya’ itu. Bunganya tentu saja cantik (it’s course) dan wangi. Hanya saja yang mengherankan kenapa kok dinamakan Unscented Dendrobium ya? Nama binomialnya, Dendrobium anosmum, kalau diartikan Dendro yang tidak berbau (Latin). Padahal wangi bunga ini sangat kuat, meski tak setajam keharuman Anggrek Merpati. Ada yang mengatakan mirip aroma dupa hutan-hutan dari pedalaman Kalimantan Timur, sehingga dikenal sebagai Anggrek Dupa. Ada juga yang mengatakan mirip wangi berry, krem, anggur, atau permen karet. Disebut juga Anggrek Kangkung atau Anggrek Mata Sapi.

ePopulasinya tersebar mulai India, Thailand, Laos, Vietnam, Philippines, Malaysia, Indonesia, dan Papua New Guinea. Ada banyak variannya, misalnya var. gigantea/giganteum (Piliphina), var. delacourii, var. burkei, var. purpureo-marginatum, var. anosmum/superbum, dearei, huttonii, dan alba/album, dan lain-lain. Antar varian dapat dibedakan dari warna petal dan sepal, apakah ungu tua, ungu muda, ungu gradasi, putih, atau kombinasinya, atau apakah posisinya tegak atau menangkup. Atau apakah labellumnya menggulung sempurna atau tidak. Atau dapat pula dibedakan dari ujung labellumnya, mirip skop berujung runcing, bulat, agak sempit atau juga agak lebar atau lainnya. Atau bisa juga kita lihat dari corak warna pada labellum bagian dalamnya. Atau mungkin dari perbedaan arah tumbuh batangnya. Dendrobium anosmum yang ada di kebun BPG berasal dari Celebes, hanya saja belum menemukan nama variannya.

Seksi Ganda / Double Section

Saya tidak tahu apakah data ini valid atau tidak, ada yang menyatakan kalau anggrek ini memiliki seksi ganda, yakni Seksi Dendrobium dan Seksi Eugenanthe. Seksi Dendrobium memiliki ciri umum lidah/labellum lebar dan membulat, sedangkan Seksi Eugenanthe  mempunyai ciri umum bunganya berukuran besar, pseudobulb seluruhnya tebal dan berdaging (atau nampak seperti batang), tumbuh tegak atau menggantung dengan kuntum-kuntum bunga yang muncul dari buku-buku daun setelah semua daunnya rontok. Tipe daun termasuk tipe nobile/deciduous atau penggugur daun. Namun hampir semua situs memasukkan Anggrek Kangkung ini ke dalam Seksi Dendrobium.

Sinonim

hDendrobium superbum, Callista anosma; Callista macrophylla, Callista scortechinii, Dendrobium dayanum, Dendrobium leucorhodum, Dendrobium macranthum, Dendrobium macrophyllum, Dendrobium retusum, Dendrobium scortechinii.

Bunga

i
D
iameter 8 – 10 cm. Kelopak/sepal dan mahkota/petal berwarna ungu muda yang lembut bergradasi ke tengahnya hingga seakan-akan tengah petal dan sepal berwarna putih. Bibir bagian dalam ungu tua yang terdapat garis-garis dengan warna yang sama. Bunga mekar 2 minggu atau lebih, sekitar bulan Januari hingga Agustus dengan jumlah kuntum sedikit yang muncul dari sisi ruas buku yang tidak terdapat daun. Memiliki 4 pollinium dan hanya sedikit yang menjadi buah. Bantuk buah jorong dengan panjang lebih kurang 4 5 cm. Hingga kini BPG belum pernah menemukan buahnya.

Sedangkan kelopak bunga kaku dan tebal dengan bentuk lanset atau seperti mata tombak berwarna ungu keputihan, tegak atau menelungkup. Panjang 3 5 cm dengan lebar 1 1,5 cm.

Mahkota bunganya berbentuk jorong yang ujungnya meruncing, panjangnya 3 5 cm lebar 2 3 cm. Tepi labellum menggulung sehingga membentuk seperti corong/contong berwarna ungu tua dengan ujung bibir berbentuk skop yang terdapat bulu-bulu pendek/halus. Dari ujung bibir inilah dapat dibedakan varian-variannya.

Daun

Bentuk lanset/lanceolate, tak bertangkai atau langsung mengepit batang (sessile) secara berselang-seling kanan kiri antara ruas satu dengan ruas berikutnya. Tepi agak bergelombang, melengkung ke bawah dengan ujung runcing agak terbelah atau asimetris. Panjang dan lebar daun bervariasi. Daun saling berhadapan secara menyilang yang mana satu ruas satu daun.


Pseudobulb

Atau umbi semu dari varian Celebes ini homoblastik atau berbentuk batang/silindris dengan panjang 1 meter atau lebih. Pangkalnya agak menggembung dan keras. Saat masih kecil tumbuh tegak ke atas (erect), namun semakin besar batang akan kian jatuh dan menggantung dengan bagian ujung agak mencuat ke atas (jenthar, Jawa). Antar ruas panjangnya 2 – 3 cm. Dari ruas buku-bukunyalah muncul daun, bunga, dan keiki. Bunga akan muncul pada ruas dan berhadapan dengan daunnya yang kemudian akan gugur seiring membesarnya bunga. Namun tidak setiap ruas keluar bunga. Dari ruas ini pula akan keluar kheiki yang biasanya muncul setelah bunga-bunga berguguran.

Keunggulan

Tahan terhadap kekeringan dan intensitas cahaya tinggi. Mudah dalam perawatan atau pemeliharaannya. Sangat cocok bagi pemula. Tentu saja kelebihan yang utama dari anggrek ini adalah bunganya yang relatif besar, tampang cantik, dan wangi.

Perawatan

Seperti Dendrobium lainnya, anggrek ini tumbuh bagus apabila diletakkan di area terbuka. Anggrek tahan terhadap paparan panas surya sepanjang hari. Namun ada penganggrek yang menghindarkannya dari terik karena dapat membakar daun dan juga dasar batang. Namun selama tidak terjadi masalah pada anggrek, kita dapat menjemurnya sepanjang hari agar pertumbuhannya optimal. Kelembaban tentu saja tetap dijaga. Bila cahaya cukup bahkan berlebih namun masih dalam batas toleransinya, batang atau daun akan bersemburat keunguan.

Pilihan medianya juga tidak rewel. Bisa pakis papan, kayu, pohon, atau pot dengan media arang atau sabut kelapa, bahkan cacahan ranting yang diletakkan pada pot pun bisa. Ada juga yang menggunakan sphangum moss atau pun yang lainnya seperti pecahan bata atau genting atau media lain yang kita punya Namun apapun medianya, pilihlah pot yang banyak lubangnya. Kalau ingin memakai barang bekas dapat digunakan Marang (bakul nasi plastik yang biasanya untuk kenduri) yang banyak lubang-lubangnya itu. Atau bisa juga wadah plastik lain yang dibuatkan lubang-lubang pada sisi-sisinya. Kalau memakai pot tanah liat, tidak usah diberi media tanam pun just ok!.

Penyiraman dapat dilakukan sehari sekali apabila kondisi lingkungan kering (tidak ada pohon misalnya). Bila lingkungannya lembab, anggrek dapat disiram 1½ atau 2 hari sekali atau bahkan seminggu sekali tergantung kondisi tanamannya dan cuacanya. Di musim penghujan, anggrek tidak usah kita siram sama sekali, kecuali kalau hujan tidak turun selama seminggu. Selama tanah/lantai kebun basah, anggrek tidak apa-apa bila tidak disiram dalam jangka waktu lama karena kelembabannya masih terjaga.

Perbanyakan

gDengan memisahkan rumpun, keiki, atau juga tunas anakan. Selama ini BPG belum pernah menjumpai buahnya, jadi tidak dapat berkomentar lebih jauh mengenai perkembangan generatifnya.

Jenis Setipe

Banyak sekali saudara-saudaranya dalam seksi Dendrobium yang memiliki penampilan mirip dalam hal bunganya, seperti Dendrobium pierardi, Dendrobium pulchellum, Dendrobium moschatum, Dendrobium parishii, Dendrobium linguella, Dendrobium hookerianum, Dendrobium fimbriatum, Dendrobium chrysanthum, Dendrobium nobile, Dendrobium callibotrys, Dendrobium lituiflorum, Dendrobium cretaceum, Dendrobium aduncum, Dendrobium loddiggessii, Dendrobium primulinum, Dendrobium tortile, dan lainnya. Namun yang sering ditemukan di Indonesia (Jawa, khususnya di Kediri) adalah Dendrobium aphyllum. Keduanya sering dijumpai hidup (ditanam) berdampingan, namun dibanding saudara ‘kembarnya’, Dendrobium anosmum populasinya mamang kalah sangat jauh. Walaupun perawatannya juga sangat mudah, khas genus Dendrobium, namun memang tingkat perkembangan maupun pertumbuhannya tidak sepesat Dendrobium aphyllum.

Nasibnya Kini

Dulunya anggrek-anggrek ini dapat ditemukan di hutan-hutan Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Maluku, dan Papua. Sekarang, keberadaan anggrek ini di hutan-hutan Indonesia sudah tidak dapat diketahui dengan pasti. Hingga saat ini pun, BPG belum menemukan satu data pun yang melaporkan keberadaan anggrek ini secara in-situ, kecuali yang berada di Jawa (var. huttonii). Artinya dapat dibilang anggrek ini sudah raib dari habitat alamnya, namun tidak langka pada habitat ex-situ dan perdagangannya.

Dan kini Anggrek dupa berstatus:

CITES approved for export

CITES export Appendix II Species

Catatan

Gambar-gambar yang nampak pada artikel ini bukanlah warna sebenarnya akibat pengaruh sinar matahari dan juga kualitas kamera Hp yang minimalis. Warna bunga yang paling mendekati dengan realitanya seperti ini.

f

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Pistia stratiotes, antara Tanaman Hias, Gulma Air, dan Fitoremediasi (Penetral Polutan)

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Allah dalam menciptakan sesuatu sesuai dengan kehendakNya. Begitu juga dalam menciptakan tanaman air (hydrophytes) Pistia stratiotes ini. Karakteristik maupun morfologinya sangat jauh berbeda dengan anggota family Araceae/Arum (talas-talasan) lainnya, dan menjadi satu-satunya spesies dari famili ini yang hidup di air sebagai floating plants (tanaman mengapung). Tak ada umbi yang menjadi ciri khas dari tanaman talas-talasan, namun memiliki stolon sebagai alat perkembangbiakan vegetatif dan penghubung/transportasi makanan antara induk dengan anakannya.

pistia 3Pistia stratiotes berarti tanaman air, dari kata pistos (air) dan stratiotes (Mesir) yang artinya tanaman air. Mudah dijumpai pada habitat sungai, kanal/saluran irigasi buatan, danau, rawa-rawa atau tempat tergenang (stagnant water) lainnya. Asal muasalnya memang masih menjadi kontroversi. Ada yang mengatakan dari Afrika, namun ada pula yang menyebut Afrika sekaligus Amerika. Dari sumber yang saya yakini Apiospermun obcordatum berasal dari Amerika Selatan, seperti Chili dan Brasil dengan habitat sungai-sungai yang ada di sana, seperti sungai Amazon.

Tanaman-apu-apuPenampilan layaknya kobis mungil yang sedang merekah, karenanya dikenal dengan nama Water Cabbage atau Water Lettuce atau Nile Cabbage, atau pun Shellflower. Ada juga yang menyebutnya Floating Aroid, Pistia, Tropical Duckweed, Water Bonnet, Water Fern, atau Water Lily. Di Indonesia dikenal sebagai Apu-apu, Kapu-kapu, Kayu Apung, Kiapu, Kiapung, Kayu Apu, Apon-apon. Di Malaysia dikenal dengan sebutan Kiambang, sedangkan di Indonesia nama Kiambang merupakan sejenis serangga yang mampu berjalan di atas air.

Kecantikannya itu mampu memikat orang-orang untuk menjadikannya sebagai tanaman hias aquarium/aquascape, kolam, tempayan, atau vas. Juga sebagai pelengkap dari paludarium (habitat rawa tiruan). Memiliki kemampuan menyerap amoniak sebagai biang keladi tumbuhnya lumut yang menjadi musuh berat para aquascaper. Pada empang atau kolam budidaya digunakan sebagai pelindung burayak (anak ikan), tempat bercumbunya ikan-ikan maupun menempelnya telur ikan. Meski sering kali membuat jengkel karena perkembangan populasinya yang pesat, anggota family Araceae yang unik ini mampu berfungsi sebagai pembersih air dari zat radioaktif, gas amoniak yang berlebihan dan logam-logam limbah industri tanpa mengurangi kandungan oksigen di air (kata blog dari Indonesia), namun pada blog-blog luar negeri, ternyata Apu-apu ini dalam jumlah yang sangat besar/populasi padat dapat menurunkan kualitas air yang artinya dapat mengurangi kandungan oksigen dalam air yang sangat dibutuhkan oleh binatang-binatang air.

pistia 2Perennial monocotyledonous aquatic plant ini juga mampu tumbuh di darat dalam substrat basah (Emergent Plants). Perawatannya pun sangat mudah dan bandel. Asal tidak sampai kering air, Limnonesis commutate akan tumbuh dengan subur. Tak usah dipupuk karena akan membuat populasinya kian tambah meledak. Memang dalam jumlah yang normal akan bermanfaat, namun dalam populasi yang tak terkendali akan menjadi gulma atau tanaman invansif yang tentunya akan merugikan biota-biota air endemik. Apalagi tumbuh dan berbiaknya (secara generatif (biji) dan vegetatif (stolon)) sangat pesat, plus ditunjang dengan kemampuan hidupnya dalam rentang kondisi dan iklim yang luas, mulai dari daerah tropis (Asia, Amerika), tropis panas (Afrika), hingga daerah sub tropis Eropa, sebagian Amerika, dan sebagian Australia pada kondisi air yang parah sekalipun, seperti bersalinitas rendah maupun tercemar, membuatnya telah menjadi spesies invasif/gulma di beberapa negara. Karenanya pengawasan terhadap populasinya mutlak dilaksanakan.

 

Pengaruh sebagai Gulma

Apabila manajemen pengendaliannya tidak berjalan dengan baik dalam arti populasi Limnonesis friedrichsthaliana meledak, tanaman ini akan membawa dampak kerugian yang besar, antara lain:

  • Menurunkan kualitas air. Hamparan Pistia aegyptiaca yang berada di atas permukaan air akan menghalangi sirkulasi udara sehingga pasokan oksigen di dalam air pun berkurang dan cahaya matahari yang sangat dibutuhkan oleh biota air lainnya pun menjadi terhalang, sehingga. Lambat laun organisme endemik (penghuni lama) akan tersingkir bahkan lenyap.
  • Kegiatan bersampan/berperahu, memancing dan aktivitas air lainnya menjadi tidak mungkin dilakukan karena padatnya populasi Pistia aethiopica yang menutupi permukaan air.

karpet pistia

Agen Pengontrol /Biocontrol Organism

Karenanya diperlukan pengontrolan dengan sistem dan manajemen yang terpadu dan baik. Di alam, Allah telah menyediakan agen-agen pengontrol dari makhluk hidup. Tercatat kurang lebih 21 jenis pemakan tumbuhan (herbivorous) yang sebagian besarnya dari bangsa serangga sebagai pengendali populasi dari Pistia africana ini. 5 spesies berada (dari) Afrika, 11 di Asia, dan 9 spesies pemakan Pistia amazonica ada di Amerika. Yang terkenal misalnya Weevil (Kutu Gajah) Neohydronomus affinis dan Neohydronomus spp. menjadi biological control di Amerika Selatan dan Tengah yang kemudian diintroduksi ke Australia, Botswana, Zimbabwe, Benin, Senegal, Afrika Selatan, Papua Nugini, USA, serta Kepulauan Pasifik. Kemudian ulat/larva dari ngengat Argyractis drumalis yang khusus memakan akar Pistia asiatica ini. Larva dan Kutu Gajah Argentinorhynchus bruchi khusus memakan Pistia brasiliensis bersama-sama dengan Argentinorhynchus bennetti, Argentinorhynchus breyeri, Argentinorhynchus minimus, dan Argentinorhynchus squamosus. Seperti namanya, serangga-serangga tersebut berasal dari Argentina. Sedangkan The Noctuid Moth (Indonesia’n name?) Spodoptera pectinicornis menjadi pengontrol Pistia commutate (ada yang menulis Pistia commutata) di Thailand. Begitu pula Kutu Gajah Bagous pistiae.

Herbivora lainnya: Lepidelphax pistiae, Neohydronomus elegans, Neohydronomus pulchellus (Afrika Selatan, USA), Oreochromis niloticus, Samea multiplicalis (stadium larva).
Organisme-organisme lain yang juga menyerang Pistia crispate adalah Nymphula spp., Hydrozetes tobaicus, Nisia atrovenosa and Cercospora canescens.

Selain serangga dan hewan, beberapa jenis fungi seperti Ramularia spp. atau Sclerotinia sclerotiorum juga mampu mengendalikan ledakan populasi Pistia cumingii.

Mungkin juga perlu diujicobakan menggunakan ikan-ikan herbivora dari jenis-jenis Chiclid Afrika, Nila misalnya atau ikan Karper seperti cara pengendalian pada Eceng Gondok.

 pistia 1

Pengendalian ala Kimiawi dan Mekanik

Selain memakai agen biocontrol, pengendalian juga dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida diquat beserta kombinasinya dengan triclopyr, glyphosate, chlorsulfuron, terbutryn, 2,4-D dan endothall. Namun perlu diperhatikan benar-benar bahwa zat-zat kimia tersebut memiliki dampak negatif bagi organisme-organisme lainnya utamanya manusia yang menjadikan sungai-sungai sebagai tempat kegiatan sehari-sehari seperti mandi, mencuci, sumber air minum, berenang, mencari ikan, atau sarana tranportasi air.

Secara mekanik dengan cara mengeluarkan Pistia gardneri dari air, kemudian dicacah atau dipotong-potong menggunakan mesin gurdi apabila jumlahnya banyak. Apabila jumlahnya sedikit, dapat dicacah secara manual atau ditumpuk begitu saja pada area yang terpapar sinar matahari.

Karena tidak tahan terhadap cuaca dingin atau embun beku, mungkin dapat digunakan zat pendingin untuk mengendalikan populasi Pistia horkeliana ini.

 

=== MORFOLOGI ===

Daun

Melebar berwarna hijau pucat. Ujung membulat pangkal agak meruncing dengan helai daun bergelombang atau berlekuk-lekuk mirip kobis atau mawar. Panjang 2 – 10 cm, lebar 2 – 6 cm. Ini ukuran yang umum dijumpai di Indonesia. Namun di luar negeri, ukuran Pistia leprieuri dapat mencapai 20 cm. Besar juga ya … seperti kubis anakan. Terdapat rambut tebal yang lembut pada permukaannya. Pertulangan daun sejajar. Daun-daun melebar dan tersusun secara roset yang mengepit (sessile), sehingga hampir tak bertangkai daun maupun batang. Dengan susunan seperti itu ditambah daunnya yang memiliki struktur berongga-rongga – terdapat rongga kosong pada jaringan mesofilnya yang disebut jaringan aerenkim – membuatnya mudah mengapung pada permukaan air karena jaringan penyusunnya tidak padat dan berat.

 

Akar

Serabut, jumbai panjang mencapai 80 cm, berwarna putih, menggantung di bawah roset dan memiliki stolon. Rambut-rambut akar membentuk suatu struktur seperti keranjang yang dikelilingi gelembung udara, sehingga meningkatkan daya apung.

Pada akar inilah yang menyerap dan mengakumulasi bahan radioaktif tertentu sehingga konsentrasi pada biota jauh di atas konsentrasi media tanamnya, kemudian mengalami translokasi di dalam tumbuhan, dan dilokalisasi pada jaringan. Salah satu contoh bahan radioaktif yang ada yaitu Cs (Cesium).

 

Bunga, Buah, dan Biji

Tipe bunga tongkol yang muncul di ketiak daun atau tengah roset, berwarna keputihan. Ukuran sekitar 1 cm, berambut dan dilindungi oleh seludang. Letak tersembunyi sehingga tidak nampak jelas. Buah buni, bulat, berwarna merah, ukuran 5 – 8 cm. Bijinya bulat, berwarna hitam, berukuran sekitar 2 mm.

 

Host Plants/Plants Affected

Bersaing dengan tanaman Padi/Oryza sativa dalam memperebutkan zat-zat hara.

 

Kandungan Kimiawi

Alkaloid, tanin, flavonoid, polifenol, saponin, minyak, lemak dan glikosid. Flavonoid sendiri bermanfaat untuk melindungi struktur sel terhadap lingkungan luar, semisal serangan mikroorganisme atau kondisi lingkungan yang tercemar. Dengannya sel-sel akan tetap melakukan akitivas seluler dengan baik dan tidak mengalami suatu kerusakan dan gangguan. Bila gangguan itu berupa serangan makhluk hidup seperti bakteri, kuman, atau biorenik lainnya, flavonoid berfungsi sebagai antibiotik.

 

 

Khasiat Pengobatan
Rasa herba (daun)nya pedas, sejuk, dan memiliki khasiat antirematik, antiradang, peluruh keringat (diaforetik), dan peluruh kencing (diuretik). Akar tidak dapat dimanfaatkan sebagai obat karena mengandung sedikit toksik.

Berbagai macam penyakit dapat dilawan dengan penggunaan daunnya baik kering maupun segar, antara lain: flu, demam, batuk rejan, pegal-linu (reumatism), bengkak terbentur (memar), bengkak (edema), kencing terasa nyeri (disuria), kencing nanah, gatal alergi (urtikaria), gatal-gatal (pruritus), rash campak yang keluarnya sedikit, disentri, dan penyakit kulit seperti bisul dan eksim. Untuk pemakain dalam dengan cara merebus daunnya, sedangkan pemakaian luar caranya adalah menggiling hingga halus herba segar, peras dan air perasan tersebut digunakan untuk mengompres atau bisa juga dengan merebus daun segar yang mana air rebusannya digunakan untuk membasuh bagian yang sakit.

 

Sinonim

Sebagian nama sinonimnya tersebar pada artikel di atas, dan berikut nama sinonimnya yang lain.

Pistia linguiformis, Pistia minor, Pistia natalensis, Pistia obcordata, Pistia occidentalis, Pistia schleideniana, Pistia spathulata, Pistia stratiotes var cuneata, Pistia stratiotes var obcordata, Pistia stratiotes var spathulata, Pistia texensis, Pistia turpini, Pistia turpinii, Pistia weigeltiana, Zala asiatica.

pistia 4
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

Jangan Takut Menjemur Anggrek!!!

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bagi pemula, belajar tentang anggrek yang termudah dan termurah jalan pintasnya adl dengan baca-baca blog/situs anggrek. Kalau dari sumber pustaka, harga buku mahalnya minta ampun. Sayangnya istilah-istilah maupun informasi-informasi antar blog tidaklah sama. Selain perbedaan itu adalah hal yang wajar, banyak sekali faktor yang berpengaruh. Salah satunya adalah keadaan lingkungan atau cuaca yang berbeda-beda di setiap tempat. Begitu juga informasi mengenai kebutuhan cahaya pada anggrek yang bervariasi, bagi pemula tidaklah mudah untuk memahaminya.

Cahaya memang sangat penting bagi kehidupan. Anggrek (dan mayoritas tumbuhan lainnya) membutuhkan cahaya untuk fotosintesis dan proses terbentuknya bunga. Pada area yang teduh/terlindung, proses fotosintesis masih tetap berjalan. Namun sayangnya tidak semua anggrek yang diletakkan pada tempat teduh mampu berbunga. Inilah permasalahan besar yang dihadapi para penganggrek pemula. Peletakan anggrek pada tempat yang teduh memang cara yang paling aman. Namun anggrek adalah tumbuhan berbunga yang memiliki bunga yang sangat indah. Tentu kita juga mengharapkan keluarnya bunga bukan? Agar berbunga maka anggrek harus kita geser letaknya ke tempat yang lebih terang. Kalau saya sarankan sebaiknya anggrek langsung dijemur saja.

Pada setiap individu (bukan jenis lho) anggrek berlaku kondisi makro, mikro, dan super mikro. Kondisi makro adalah keadaan lingkungan atau daerah di mana anggrek itu berada. Misalnya anggrek berada di daerah tropis yang kemudian menyempit menjadi lingkungan negara Indonesia, lalu menyempit lagi hanya pada pulau Jawa, dan menyempit pada area Jawa Timur, dan menyempit lagi pada wilayah Kediri. Setelah ini berlakulah kondisi mikro, yakni keadaan lingkungan dimana anggrek tersebut tumbuh, misalnya kondisi kebun atau taman. Meski anggrek berada dalam taman yang sama, belum tentu anggrek menunjukkan tingkat perkembangan dan pertumbuhan yang sama. Anggrek Dendrobium x superbiens yang berada di kebun BPG misalnya. Pada area ternaung (intensitas cahaya 15%), yang mana anggrek mendapat sinar langsung minim atau yang menerobos dari sela dedaunan saja, anggrek tidak kunjung berbunga, padahal sudah 2 tahun lebih. Sedangkan rumpun splitannya dari tempat yang sama namun diletakkan pada area yang terhujani sinar matahari langsung, anggrek telah berbunga dan beranak-pinak. Terkadang kita juga mengalaminya kan? Seringkali kita melihat kok anggrek kita tak serimbun anggrek tetangga. Atau anggrek kita tak sesehat atau tak sebanyak kuntum bunganya dibandingkan anggrek tetangga, padahal jenis yang kita tanam sama.

Untuk menggeser anggrek ke tempat yang lebih terang juga bukanlah mudah. Untuk itu kita lihat saja tipe akarnya. Dari beberapa kali pengamatan dan percobaan, saya menarik kesimpulan bahwa SELURUH ANGGREK EPHIFIT DAPAT MENERIMA SINAR MATAHARI LANGSUNG PAGI DAN SORE HARI. Sedangkan cahaya matahari siang hari antara pukul 11 – 14.00 tidak semua anggrek mampu menerimanya. Ada tips bagaimana caranya mengetahui apakah anggrek tersebut mampu menerima sinar yang terik, yakni melihat pada karakter akarnya. Akar yang saya maksudkan di sini adalah bagian tubuh akar pada akar yang belum melewati masa top fisiologisnya, yakni permukaan akar yang berwarna putih. Akar yang sudah lewat masanya itu adalah akar tua yang dicirikan warna putihnya semakin mencoklat. Untuk sementara ini karakter akar yang dapat dijadikan patokan memang warna pada permukaannya itu, bukan warna pada ujung akar atau ukurannya. Kelak kalau saya mengetahui rahasia dari ukuran maupun warna ujung akarnya saya akan posting, insya Allah.

aerides anggrek asem

Karakter akar anggrek yang tahan panas terik

Lalu, bagaimana mengetahui tanda-tanda kemampuan anggrek menerima sinar langsung setelah kita letakkan pada tempat yang lebih terang dibanding sebelumnya?

  • Daun berwarna hijau terang. Bila sedikit menguning tidaklah mengapa, masih dalam batas kewajaran. Jika warna daun tetap atau masih hijau tua, cahaya yang diterima harus diperlama.
  • Pada jenis tertentu terdapat bercak atau semburat warna ungu pada daun atau kulit batang. Kalau tidak ada warna ini, berarti yang berlaku adalah keadaan pada poin di atas.
  • Daun terbakar. Hal ini wajar karena anggrek kaget dengan keadaan barunya yang lebih ‘panas’ dibanding sebelumnya. Kalau sebatas daun-daun bagian bawah sebanyak 1 atau 2 helai, keadaan masih normal-normal saja. Jika lebih dari itu, anggrek perlu digeser ke tempat yang lebih teduh atau lamanya terpapar dikurangi.

Atau terkadang yang terbakar hanya bagian tengahnya saja dari helai daun. Biasanya pada anggrek yang memiliki daun lebar dan tebal seperti Dendrobium hybrid. Untuk keadaan yang seperti ini, shob cukup memotong/mengiris pada bagian yang terbakar saja (tidak usah semua bagian helai daun). Biasanya setelah kita potong, panas matahari yang diterima daun menjadi berkurang, sehingga daun dapat segera beradaptasi dengan keadaan barunya tersebut.

  • Akar nampak tumbuh sehat dan tunas-tunas baru semakin banyak.
  • Dan terakhir, olala anggrek pun berbunga. Alhamdulillah.

Dari kebun, anggrek koleksi yang memiliki permukaan akar putih dan telah terbukti mampu terpapar panas matahari terik (siang hari), yakni:

Dendrobium (spesi maupun hybrid)

Mayoritas Anggrek Dendro tahan banting terhadap panas matahari langsung sepanjang hari (full sun full day). Terbukti Dendrobium anosmum, Dendrobium aphyllum, Dendrobium phalaenopsis, Dendrobium crumenatum, dan Dendrobium x superbiens serta varian-varian hybrid pertumbuhannya sehat dan rajin berbunga.

Oncidium Golden Shower

Tipe akarnya serupa akar Dendrobium, sehingga anggrek ini pun tahan terhadap panas. Ada yang menyatakan kalau pertumbuhan yang terbaik adalah saat warna daun dan batang agak menguning.

tak-banyak1

Cattleya

Kalau mengikuti tabel pedoman sih, si Catti ini hanya dapat menerima intensitas cahaya 20%. Padahal dengan penerimaan sinar yang rendah tersebut, si Catti akan lebih banyak merumpun dibanding berbunga. Itu pengalaman saya lho. Kalau BPG lihat, di rumah-rumah yang si Catti tumbuh sehat dengan bunga merimbun adalah diletakkan pada tempat-tempat yang terang dengan terpapar sinar matahari langsung.

Anggrek Asem

Proses berbunga anggrek ini tidak tergantung pada masa fisiologisnya, namun pada keadaan musim. Anggrek membutuhkan musim kemarau untuk menghasilkan bunga yang akan mekar apabila musim penghujan datang. Kalau dari pedoman sih anggrek diletakkan pada tempat sedikit ternaung. Namun saat anggrek saya letakkan pada tempat yang terpapar sinar matahari mulai pukul 12.00 – 15.00 anggrek adem-adem saja tuh. Untuk berbunganya kita lihat saja nanti saat musim penghujan 2017 mendatang karena pada tahun 2016 kemarin sepanjang bulan pasti ada hujan turun, sehingga proses berbunga anggrek Aerides odorata ini pun menjadi terganggu.

bunga3

Trixpermum centipeda

Anggrek ini disarankan untuk diletakkan pada tempat yang agak teduh. Namun di tempat saya, anggrek terkena panas siang hari pukul 12.00 – 14.00.

gu8

Beberapa jenis lain masih menunggu proses adaptasi dan tentunya menunggu proses berbunganya. Artikel yang saya tulis ini bersifat subyektif. Jikalau shob takut untuk menjemur anggrek, ya jangan lakukan. Dan saya tegaskan, anggrek koleksi dan anggrek pengamatan berada di daerah panas yang terkena sinar langsung siang hari pukul 11 – 14.00.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Melanitis leda leda, Kupu-kupu Ilalang Leda

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2
Kupu-kupu ini suka menampakkan kecantikannya pada sore hari. Kalau tempat tinggal kita relatif dekat dengan area persawahan atau rerumputan, mereka biasanya datang ke rumah kita karena tertarik dengan cahaya lampu. Kupu-kupu yang saya ambil gambarnya ini salah satunya, datang setelah adzan Maghrib kemudian
nemplok (hinggap) pada rangka atap. Biasanya lebih suka hinggap pada atap atau terkadang terjebak di sekitar jendela.

Nama internasionalnya Common Evening Brown Butterfly yang pernah menyandang nama latin sebagai Cyllo helena, Cyllo obsoleta, Melanitis ismene, Papilio leda, Papilio solandra, Melanitis[sic] barnardi dari Familia Nymphalidae yang memiliki ciri warna mayoritas coklat dengan kaki berambut seperti sikat. Ada yang menyebutnya Kupu-kupu Ilalang. Tidak terlalu suka terbang. Beberapa meter saja sudah hinggap pada tenggeran. Namun ada yang melihat kupu-kupu ini ada di lantai 16 pada sebuah gedung. Lebih menyukai tempat berbasah seperti sawah padi atau area setengah teduh seperti kebun yang terdapat tanaman bambu atau palm.

Selain tidak begitu suka akan cahaya yang terang, ulat-ulatnya memang memakan daun bambu, palm, atau rerumputan (termasuk padi, jagung, tebu). Beberapa jenis tanaman inang (caterpillar’s foods) yang telah dicatat antara lain Alang-alang / Blady Grass (Imperata sp.); Apluda mutica; Apluda mutica; Andropogon sp.; Bambu (Bambusa sp.); Brachiaria mutica, Cynodon sp.; Capillipedium parviflorum, rumput jampang / Digitaria sp., Digitaria cruciata; Microstegium ciliatum; Padi /Oryza sativa; Rumput Pahit (Paspalum sp.): Rumput Australia /Paspalum dilatum, Rumput Pahit /Paspalum compressum, Jukut Pahit / Paspalum conjugatum; Rottboellia cochinchinensis; Buffalo Grass /Rumput Kebo?/Stenotaphrum secundatum; Setaria sulcata; Shorgum verticilliflorum; milet (Oplismenus compositus, Panicum sp. (Guinea Grass/Panicum maximum), Eleusine indica), dan tebu/Sugar Cane (Saccarum officinarum) yang notabene juga merupakan tanaman inang mayoritas familia Nymphalidae.

3

Rentang sayapnya relatif besar sekitar 8 cm-an. Jumlah ring pada sayap sekitar 7 – 10 buah. Memiliki dua tampilan yang berbeda. Saat musim kemarau warna sayap coklat kemerahan atau coklat terbakar, sedangkan musim penghujan coklat cenderung abu-abu atau coklat buram seperti pada gambar post ini. Banyak yang mengatakan bukan termasuk kupu-kupu menarik, karena warnanya dominan coklat dan abu-abu, warna-warna yang tidak atraktif, sama seperti mayoritas member familia Nymphalidae lainnya. Namun bagaimanapun tetap tergolong sebagai kupu-kupu yang cantik. Dan lagian, warna-warna tersebut merupakan salah satu alat pertahanan diri karena dapat tersamar/berbaur dengan latar belakang daun-daun kering atau seresahan atau dengan ranting-ranting/dahan yang berwarna coklat.

Karena bukan tipe kupu-kupu area terbuka, mereka mencari nektar pada bunga-bunga yang tumbuh di dekat habitatnya, seperti Ajeran, Lantana, Tridax Daisy, dan lain-lain. Biasanya berkumpul di sekitar buah busuk, lumpur, atau kotoran dan menghisap cairan-cairan mineralnya. Pada siang hari lebih banyak sembunyi di antara rumpun-rumpun semak/padi. Sesekali terlihat terbang untuk berpindah tempat tenggeran. Biasanya menampakkan diri menjelang petang atau subuh hingga matahari semakin naik.

Betina abdomennya lebih gendut dengan ukuran tubuh yang lebih besar dibanding jantannya.

## Persebaran / Spread ##

Melanitis leda tersebar di Kepulauan Pasifik, sebagian wilayah Inggris dan Irlandia, Riu Kiu, Australia, Afrika tropis, Madagaskar, dan benua Asia.

## Sub Species ##

1Melanitis leda sumbana – Soemba

Melanitis leda leda – Indo-China, Afrika, Sri Lanka, India, Yunnan, Tiongkok, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara (Lesser Sunda Islands), Kalimantan, Philipina, Tanahjampea (Kamboja?), Kalao, Kepulauan Christmas – (sinonim: Papilio mycena, Melanitis determinata, Cyllo helena, Melanitis leda fulvescens, Melanitis ismene var. determinata, Melanitis leda helena)

Melanitis leda bernardi – Australia

Melanitis leda solandra

Melanitis leda simessa – Jawa, Bali

Melanitis leda celebicolaSulawesi, Sangihe, Banggai

Melanitis leda bankia – Northern Territory, Cape York – Port Macquarie, Ambon, Serang (sinonim: Papilio bankia atau Papilio banksia)

Melanitis leda desperataTimor, Wetar

Melanitis leda bouruanaBuru

Melanitis leda moluccarumBachan, Halmahera, Obi

Melanitis leda offakaWaigeu (Papua)

Melanitis leda angulataBiak

Melanitis leda destitans – Papua New Guinea

Melanitis leda kiriwinaeKiriwina

Melanitis leda dominansIrlandia Baru, Duke of York I., Inggris, Kepulauan Bismarck

Melanitis leda salomonisSolomons

Melanitis leda palliataPalau

Melanitis leda levunaFiji (Viti Levu)

Melanitis leda ismeneYunnan (Tiongkok), Sri Lanka (sinonim: Papilio ismene, Melanitis ismene)

Melanitis leda africanaTransvaal, Rhodesia, Mozambique, Matabeland

Melanitis leda africana f. zitenides

Melanitis leda fulvescens

Melanitis leda var. xantophthalmus – Palawan (kupu-kupu ini memiliki variasi ciri-ciri yang berbeda dengan keumuman Melanitis leda)

4

3

Thanks to: http://ftp.funet.fi/

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Euphorbia millii, Mahkota Duri yang Terbuang

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

crown1Si cantik Euphorbia millii ini pernah menjadi bunga terlaris di Indonesia beberapa periode lalu. Sekarang dianya sudah dilupakan dan terbuang karena sudah termasuk bunga yang out of date. Habis manis sepah dibuang itulah yang tepat baginya. Ada yang sudah tumbuh meliar dimana-mana. Namun ada juga yang masih tetap berada di kebun-kebun dengan perawatan yang seadanya. Kalau ingat ya disiram, kalau g pun mereka tetap hidup dengan penjagaan Allah, Sang Maha Pencipta. Meski beberapa kios bunga menjajakannya dengan harga yang super murah, tak ada yang meliriknya. Jangankan membeli, diberi pun orang-orang akan berpikir 1000 kali. Namun meski begitu, jangan buang bunga-bunga koleksi shob yang sudah hilang masa keemasannya ini, karena siapa tahu kelak akan banyak orang yang mencarinya karena dianggap prestise. Thailand sebagai pengekspor bunga Euphorbia bojeri ini terus berusaha menghasilkan silangan-silangan baru yang ciamik punya agar mampu mendongkrak pasarannya, sedangkan varitas-varitas klasik pun masih mereka simpan. Dan karena itu, siapa tahu dari rasa penasaran, shob pun bisa menghasilkan silangan yang bagus, sehingga dapat dipasarkan. Siapa tahu pula kelak bunga ini akan naik pamor lagi. Andaikan tidak terjadi pun, shob juga tidak rugi karena dapat menikmati kecantikan bunganya.

12Kalau mendengar nama Euphorbia pasti ingatan kita tertuju pada tanaman hias berduri yang pernah ngetrend seperti pada artikel ini. Padahal tanaman hias Euphorbia splendens ini hanyalah salah satu dari sekian puluh jenis Euphorbia. Orang mengenalnya dengan nama Euphorbia saja, meski nama internasionalnya juga sudah ada, yakni Crown of Thorns. Namun kalau nama ini ditranslate kayaknya jadi lucu juga ya, Mahkota Duri atau Makutha Eri (Jawa). Rasanya nama Euphorbia lebih keren, meski untuk itu kalau kita bicara dengan orang asing ya harus hati-hati, jangan bilang Euphorbia tanpa diikutkan dengan kata keduanya, milli, atau boleh juga dengan nama internasionalnya tersebut.

crown3Genus Euphorbia dapat kita temui dimana-mana, hampir di segala tempat. Masing-masing spesies memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga terkadang kita pun tak menyangka kalau masuk dalam satu genus. Contohnya antara Euphorbia hirta (Patikan Kebo), Crown of Thorns, dan Euphorbia thymifolia (Thyme-leaf Spurge). Secara morfologi ketiganya sangat jauh berbeda, namun kenyataannya mereka sama-sama berada dalam satu genus. Genus ini diikat oleh ciri yang sama, yakni daun dan batangnya bergetah. Mereka juga tahan berada pada habitat yang kering. Umumnya tergolong tumbuhan sederhana dengan variasi tipe, mulai dari tumbuhan yang tumbuh merayap herbal, datar, sukulen, semak, dan juga berupa pohon. Ada yang tidak memiliki daun, ada juga yang tidak mempunyai bunga, atau bahkan tidak terdapat keduanya sama sekali. Andaikan yang memiliki bunga pun, strukturnya sangat sederhana. Ada yang tak memiliki sepal atau petal atau nektar, bahkan semuanya.

Bunga pada Euphorbia milli yang memiliki warna-warna cerah itu sebenarnya adalah daun (bracts) yang berkembang berbeda (bermodif) dengan daun aslinya atau disebut sebagai cyathophylls atau cyathial leaves. Cyathophylls bolehlah disamakan dengan petal pada bunga. Kumpulan 2 – 4 cyathial leaves disebut phyllaries. Bunga aslinya sendiri sangat kecil berbentuk bundar/piringan, tanpa sepal, petal, atau pun nektar, hanya terdiri atas cyathium (jamak cyathia) yang terdiri cyathium jantan saja (benang sari/stamen) atau betina saja (putik/pistil). Karena tidak ada nektar, pollinator biasanya hinggap karena tertarik akan warnanya.

crown4Bunganya yang mencapai puluhan tersebut berada dalam satu tandan dan membentuk semacam karangan bunga yang indah. Perpaduan warna antara bunga palsu dengan bunga sungguhannya sangat menakjubkan. Ada yang warna bunga palsunya single dengan warna bunga asli berbeda. Namun mayoritas bunga palsu adalah multi color. Pada waktu masih mahal-mahalnya, orang mengabaikan duri-durinya yang tajam itu. Tentu saja alasan ekonomi ya …

batangDapat tumbuh di tempat-tempat dengan nutrisi terbatas, seperti tanah pasir, liat, dan bebatuan atau pada habitat-habitat kering lainnya. Pertumbuhan terbaik adalah pada tempat-tempat terbuka dengan banyak terhujan cahaya matahari agar dapat dihasilkan bunga yang cantik dan banyak. Pada area yang ternaung, tanaman ini juga masih mampu berbunga, namun harus dijaga agar tidak selalu lembab, karena pada tempat yang lembab dan banyak air batangnya akan membusuk. Perawatannya super gampang dan minim penyiraman. Budidayanya juga cukup mudah, dengan stek batang. Meski dikatakan memiliki buah yang jumlahnya 3 (umumnya dua) dalam suatu wadah yang berbentuk kapsul, namun saya belum pernah melihatnya. Menurut informasi, bijinya bersudut empat dengan bentuk oval atau bulat (spherical), dan beberapa spesies mempunyai sebuah sumbat lembaga atau karunkula (caruncle).

Karena struktur tanamannya beradaptasi dengan kondisi yang kering kerontang, apakah mungkin ya kalau di Gunung Kidul yang terkenal tandus ditanami Euphorbia ini? Jikalau memang bisa, maka lama kelamaan di daerah tersebut akan tersimpan air yang cukup banyak, karena batang tanaman ini mampu menyerap air seperti laiknya Kaktus. Apalagi tanaman ini juga tidak memiliki ‘musuh’ hama dan penyakit yang berarti. Jadi kalau dijadikan sebagai penghias taman, sangat cocok untuk tema taman batu atau taman kering gurun. Hanya saja, sebagai peringatan, getahnya dapat membuat iritasi pada kulit.

Sebagai penyemangat yang saya ambil dari katalog salah satu blog Thailand …

Cheap-Thai-Euphorbia115269

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Torenia fournieri, si Torenia Ungu yang Murah Meriah Namun Molek Pisan

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
close upHarga bunga yang satu ini memang murah, sangat murah malah. Ada yang menawarkan lewat jasa online bibitnya seharga Rp 500/gr. Itu artinya setara dengan sebuah torenia yang telah matang. Padahal dalam buah tersebut terdapat banyak puluhan bahkan ratusan biji. Meski murah, namun ketidakmahalannya tersebut ternyata tak sebanding dengan kecakepannya. Bunganya mirip-mirip anggrek ya. Ada petal bawah yang serupa labellum dan juga petal samping yang mirip sayap/tangan seperti pada anggrek. Dari petal samping inilah diperoleh nama Bluewings atau Blue Pig’s Ears.
Tanaman hias ini memang memiliki bunga yang elok punya, cantik nggak ketulungan, sehingga banyak yang naksir dan menjadi Toreniamania atau Torenisti yang akhirnya tak segan-segan berburu semua jenis Torenia, baik asli maupun hibrid. Seakan-akan ke ujung dunia pun dikejarnya. Ya … bagaimana tidak? Selain bunganya yang memikat, perawatannya juga minim, eh … sama Allah yang Maha Pencipta dikasih bonus rajin berbunga. Nah lho … bagaimana kita tidak dibuat klepek-klepek?
bungaDari berbagai warna, yang sangat saya sukai adalah Torenia warna ungu tua kebiruan yang biasa kita jumpai itu atau yang ada pada gambar-gambar pada artikel ini. Ya … memang sih, warna Torenia-torenia hibrid itu atraktif punya. Namun entah mengapa saya merasa hambar-hambar saja terhadap Torenia-torenia hibrid ini. Di mata saya warna-warna torenia jenis baru ini tidaklah secakep Torenia ungu idola saya itu. Entah nanti kalau menjumpai yang bunganya full biru dan putih/alba. Di Kediri saya hanya menjumpai 3 varian warna saja, ungu tua, ungu kemerahan, dan pink putih. Dari ketiganya, yang paling beranak pinak hanya torenia ungu tua, bahkan Torenia pink saya sudah pergi entah kemana. Ternyata yang bernasib seperti saya banyak juga ya. Nampaknya yang warna pink ini memang gampang mati dan sulit dipelihara. Sedangkan yang berwarna ungu kemerahan, bunga tidak dapat mekar sempurna atau bisa dibilang cacat. Itu yang di tempat saya, entahlah kalau di tempat shob.
Tips Berkebun Torenia ala BPG
Karena gampang berbiak, kita tidak perlu membeli dalam jumlah banyak. Satu varian cukup satu pot atau satu kantong saja. Tak usah menunggu berapa lama, dalam hitungan satu atau dua bulan biji-bijinya yang berjatuhan akan menjelma menjadi benih-benih torenia yang baru. Asal shob bisa menjaganya dari hama belalang dan ulat, dijamin dari satu pot bunga bisa mengkover banyak area di taman shob. Saking mudahnya berkembangbiak, saya tak pernah mempruningnya|pinching dan membiarkan apa adanya. Ya memang sih jumlah bunga yang mekar mungkin tidak sebanyak bila rajin dipruning, namun karena dalam satu pot ada banyak tanaman, jadi kelihatannya ya sama saja antara dipruning atau tidak.
bunga2Tidak perlu rebyek dengan persyaratan mengenai kondisi dan jenis media tanamnya apakah pakek tanah humus, kompos, sekam bakar, pakis, cocopeat, dan lain-lain yang sering ditulis dalam blog-blog bunga. Cukup tanah biasa ditambah dedaunan kering plus sedikit pasir. Torenia bukan termasuk tanaman yang rewel akan kondisi tanah, bahkan dalam media tanam yang minim sekalipun, si bunga yang cantik ini mampu hidup, bahkan bisa tumbuh secara litofit. Boleh juga diberikan pupuk kandang atau pupuk cair hasil buangan dari dapur, seperti susu basi, air cucian beras atau daging, dan sebagainya.
bunga1Dari beberapa artikel, dinyatakan bila dalam kebun kita terdapat beberapa varian, prosentase hadirnya varian baru terbuka lebar dengan terjadinya perkawinan silang (hibrid) secara alamiah, karena itu disarankan untuk menanam Torenia aneka warna.
Wishbone Flower yang merupakan tanaman pendek/kecil/semak ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai tanaman hamparan (ground cover), pembatas/border lane, atau tanaman gantung atau sebagai penghias meja bila telah berbunga. Beberapa individu saya tanam pada bambu panjang yang diikat pada pagar. Shob dapat juga berkreasi dengan variasi lain, dengan kebun vertikal misalnya.
Jemur pada panas matahari langsung yang akan membuat Torenia kita bisa berbunga kaaapan saja. Jadi tidak hanya berbunga pada bulan-bulan tertentu saja seperti yang ditulis pada blog-blog.
Yang terpenting dari berkebun Clown Flower adalah jaga jangan sampai tanaman kekurangan air. Walaupun sangat toleran terhadap cahaya matahari yang panas, namun tanaman bisa layu, yang akhirnya berujung pada kematian bila media tak ada cadangan air. Untuk itu, jangan lupa selalu menjaga pasokan airnya, apalagi bila ditanam dalam pot, harus sering-sering disiram, minimal sehari sekali. Asalkan media masih nampak basah atau kondisi tanaman tampak segar, Torenia tidak perlu disiram. Begitu pula pada musim penghujan, hanya disiram bila sehari penuh hujan tidak turun.
batang cabang dan daunPerbanyakan dapat dengan mudah melalui bijinya. Caranya buah yang hampir matang sebar di atas media pada tempat yang kita inginkan. Biarkan buah matang sendiri dengan bantuan cahaya matahari/penjemuran. Atau bisa juga dengan mengumpulkan buah-buahnya dalam sebuah wadah dan kemudian dijemur. Bila sudah kering dan pecah, biji-bijinya dapat kita tanam pada tempat yang kita inginkan. Beberapa minggu kemudian akan muncullah tunas-tunas dari benih-benih tersebut. Bila sudah agak besar, shob dapat memindahkan ke tempat lain yang shob inginkan. Pemindahannya diusahakan terbawa juga sedikit medianya. Cara lainnya bisa dengan stek batang. Potong dengan panjang sesuai keinginan, namun jaga agar setiap potongan terdapat node/ruas batang. Tanam pada media dan letakkan di tempat yang panas. Selain itu dapat juga dengan memotong geragihnya, itu lho batang rebah/batang merunduk yang menempel pada tanah dan keluar akar pada ruas-ruasnya.
buahIngin mengirit kantong untuk memperoleh varian-varian Torenia? Cara yang termudah adalah tukar-menukar. Namun biasanya penghobi letaknya saling berjauhan, jadi nambah biaya ongkos ya? Yang paling realistis adalah membeli pada penjual bunga dengan memilih pot atau polibag bunganya berbeda namun letaknya saling berdekatan/berdempetan. Lihat apakah sudah ada buah yang pecah? Bila ya, dan shob beruntung biji yang pecah tersebut akan jatuh pada pot atau polibag yang shob beli. Jadi bisa kita dapatkan varian berbeda dalam satu kantong saja. Atau sambil membeli sepot, kita minta buah dari varian lain pada penjualnya barang satu saja yang telah tua.
Cek berkala dari serangan belalang. Kalau ulat saya belum pernah menemukan.
Di tempat saya daun Torenia juga rawan keriput. Rupanya ini hasil serangan kutu-kutu penghisap daun. Biasanya mereka ada di bawah daun, warnanya putih dan ada juga yang abu-abu atau kehitaman. Potong saja cabang-cabang yang terdapat kutu-kutu ini.
Di musim penghujan, akar juga rawan terserang jamur. Bila memang serangannya tidak dahsyat dan tanaman masih aman-aman saja, dapat dipertahankan. Namun bila tidak, tanaman sebaiknya dicabut saja. Ciri-cirinya daun-daun berwarna kecoklatan seperti karat.
Shob dapat juga melakukan cara-cara lain yang tidak sama dengan cara-cara yang BPG lakukan. Misalnya memakai pupuk buatan, obat-obatan, dan lain-lain. Suka-suka saja. Yang penting happy berkebun.

g bisa mekar

pink

kumpulan
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ageratum conyoides, Obat Herbal Alami, Pestisida Alami, Herbisida Alami, Insektisida Alami, Fungisida Alami, dan Nematosida Alami

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

pita-putihTak banyak tumbuhan yang mempunyai multi manfaat seperti Ageratum conyoides ini. Tidak hanya sebagai obat herbal alami saja, namun juga berfungsi sebagai fungisida, insektisida, pestisida, maupun herbisida alami. Dan nama yang didapatkan, yakni Bandotan atau Goatweed karena bau yang dikeluarkannya mirip bau kambing.

Sebagai obat herbal, daun Berokan memiliki kemampuan tinggi sebagai obat anti inflamasi untuk menghentikan pendarahan dan mengobati luka-luka, lecet, memar, terbakar maupun gatal-gatal. Bahkan di Tapanuli juga digunakan untuk luka membusuk dan berulat. Caranya sangat mudah. 2 3 helai daun Bandotan|Babandotan diremas-remas sampai berair dan kemudian diteteskan ke kulit yang bermasalah. Atau beberapa lembar daun segar (± 5 gr) ditumbuk atau dihaluskan, dicampur dengan minyak goreng atau kapur yang sudah diinapkan (enjet – Jawa), kemudian dioleskan pada luka.

Selain untuk luka, daun juga dapat digunakan sebagai pencuci mata, obat sakit perut, dan sakit gigi. Akarnya bermanfaat untuk menurunkan demam dan batuk. Seluruh bagian tumbuhan digunakan sebagai obat asma, kolik, demam, flu, diare, rematik, kejang-kejang, bahkan kista, atau sebagai tonik saja.

bandotSebagai inseksitisida, kandungan 12-6-metil asam heptadecenoicnya yang disemprotkan pada tanaman anggrek mampu mengurangi jumlah tungau. Perlakuan ini dilakukan setiap dua hari sekali hingga hama tungau benar-benar habis. Dapat juga digunakan sebagai insektisida pada belalang. Ekstrak kloroformnya beracun bagi larva Artemia salina. Daun Wedusan yang diekstrak dengan metanol pada konsentrasi 1% beracun terhadap serangga. Tepung daunnya yang dicampur dengan tepung terigu menghambat pertumbuhan larva nyamuk, hama pascapanen (Sitophilus sp. dan Callosobruchus sp.), nematoda (Meloidogyne incognita) dan sebagainya.

Sebagai fungisida, ekstrak metanol dari daun dan akar menghambat pertumbuhan bakteri S. pyogenes. Flavones yang dikeluarkan oleh Rumput Tahi Ayam dapat digunakan untuk mengendalikan patogen jamur sebagai fungisida alami.

pada-suatu-koloniSebagai herbisida alami, secara alamiah minyak atsiri atau kandungan kimiawi yang dilepaskannya mampu menghambat pertumbuhan bahkan membunuh (bila konsentrasinya tinggi) tanaman lain atau yang disebut dengan allelopati. Karena itu tak mengherankan apabila Rumput Kambing Berok ini mampu mendominasi suatu area atau koloni.

Sayangnya populasi Tampua atau Sibaubau kian lama kian menurun. Sekarang hanya menghuni pada area-area yang belum tersentuh perlakuan pertanian. Padahal dahulu Chick Weed tumbuh hampir di segala tempat. Namun karena dianggap sebagai pengacau dan bukan tumbuhan yang bernilai ekonomis, petani sesegera mungkin menyingkirkan babandotan jauh-jauh dari area budidaya. Meski mudah berkembang biak dan tumbuh pada hampir segala kondisi dan area seperti pekarangan rumah, tepi jalan, ladang, tanggul, saluran air, persawahan, perkebunan, dan area bersemak belukar namun tumbuhan ini masih mudah dimusnahkan dengan pembabatan maupun pencabutan. Maka tak mengherankan apabila beberapa blog melaporkan tumbuhan ini sudah mulai sulit untuk dijumpai.

7Batangnya yang besar namun agak lunak sedikit berkayu membuat petani mudah untuk menariknya, apalagi akarnya juga tidak begitu menghujam tanah membuat Jukut Bau ini juga mudah dicabut.

Penurunan populasi dari Billygoat Weed ini patut disayangkan ya, karena potensinya sebagai tanaman multi guna sangatlah besar, terutama bagi petani sehingga mampu menekan biaya bercocok tanam atau obat-obatan.

Selain berkembang biak dengan biji, vegetatifnya secara stek batang atau batang merunduk.

Bunga Daun Tombak sebenarnya cantik, hanya sayangnya karena belum memiliki nilai ekonomis, maka tak banyak yang berminat menjadikannya sebagai tanaman hias. Padahal di luar negeri Dus Wedusan sudah didomestikasi sebagai tanaman hias, bahkan ada jenis-jenis hibridnya.

pada-suatu-koloniDibalik nilai plusnya, Whiteweed juga memiliki nilai minusnya, yakni menjadi tumbuhan inang bagi Platigaster oryzae yang merupakan parasitoid hama ganjur yang menyerang padi, dan inang virus Ruga tabaci yang menyerang tembakau. Jadi Bandotan dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela untuk menolak atau mengendalikan hama pada tanaman budidaya selain padi dan tembakau.

Dan meski mengandung kandungan kimiawi yang tidak bersahabat dengan serangga, beberapa jenis kupu-kupu berikut nyantai-nyantai aja hingga pada daunnya.

Kemiripan Spesies

Plik-plok (Ageratum houstonianum)

 


Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Lantana camara, si Tahi Ayam yang Cantik

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

lantana pink2Ada yang dengan berat hati saya deportasi dari kebun. Itulah Saliyara/Saliyere spesies pink, salah satu bunga terindah di dunia menurut situs yang saya baca. Meski bunganya kecil-kecil namun rangkaiannya membentuk semacam jambangan (bundar) yang cantik. Warnanya pun memikat, pink ngejreng. Tanaman ini memang harus out, karena saya merombak taman yang luasnya tak seberapa tersebut dengan menyisakan bunga-bunga yang saya sukai, yaitu yang berwarna biru, putih, dan warna lain yang berat untuk berpisah, seperti Torenia, Bauhina pink, dan tanaman-tanaman hias daun. Tentu saja beberapa jenis sudah mengalami pengurangan kwantitas. Lagian fokus utama saya kini pada anggrek, yang sekarang lagi gila-gilanya. Dan lagi mayoritas bunga yang ada membutuhkan sinar matahari langsung yang banyak, sehingga saya harus pandai-pandai memilih jenis dan memanaj peletakannya. Sedangkan Lantana spesies ini bila sudah beradaptasi pertumbuhannya sangat pesat, sehingga menghambat atau menggeser keberadaan tanaman hias lainnya. Saya pun dibuat kerepotan untuk memangkas cabang-cabangnya berdurinya yang justru kian membuat cabang-cabangnya bertambah banyak. Selain beracun, daunnya juga berbulu, sehingga tak aman bagi anak-anak. Apalagi tingginya bisa mencapai 2 meter.

lantana pink5Tahi Ayam spesies yang umum kita jumpai berwarna jingga dan pink yang tumbuh meliar di tepi sungai, area pertanian (persawahan, perkebunan, atau ladang), tepi hutan, lembah, padang rumput, hutan sekunder, daerah pantai, daerah pantai, hutan (sekunder, hutan budidaya/komersil), daerah terganggu (tepi jalan, jalur rel, terusan/kanal, dan perkampungan), tepi sungai, semak belukar, baik di tempat yang terbuka, setengah teduh, atau bahkan teduh. Pada tempat yang teduh, bunga jarang mekar dan sedikit sekali kuntumnya. Walaupun jumlahnya tak sebanyak kedua varian sebelumnya, spesies warna putih juga dapat kita temukan.

habitusBunga memang kecil-kecil dan berbentuk payung. Kalau kita amati bentuk petalnya mirip biskuit anak-anak. Bunga mengalami perubahan warna yang berbeda-beda, mulai kuncup hingga layu. Ada mengatakan penyebab perubahan warna tersebut dipicu/dirangsang oleh kehadiran sang polinator. Hampir semua varian, saat kuncup berwarna kuning kecoklatan, kemudian berubah menjadi oranye, merah muda, merah, putih, kuning, dan lain-lain tergantung varitasnya. Warna kuning pada kerongkongan (tabungnya) menandakan bahwa bunga tersebut masih ‘perawan’ atau belum dipolinasi oleh serangga-serangga polinator. Bila warna tersebut menghilang, menandakan bunga telah mengalami penyerbukan dan berkembang menjadi buah. Warna-warni dari bunga Tembelek/Tembelekan ini memang sangat atraktif mengundang kupu-kupu, lebah, lanceng, tawon, semut, dan hewan polinator lainnya. Di alam liarnya saya belum banyak jam terbang untuk mengamati jenis-jenis kupu-kupu apa saja yang menghisap sari bunganya. Yang saya ketahui adalah Yellow/Orange/Mottled Emigrant , member genus Eurema, Kupu-kupu Jeruk, dan Skippers. Meski jumlah kuntum dari bunga hibrid lebih banyak, namun varian spesies lebih disukai.

Setelah masa berbunga lewat, gantian burung-burung yang memakan buahnya. Buah buni/berry-nya yang telah masak dan berwarna biru kehitaman mengkilap memang aman dikonsumsi oleh hewan. Kita juga boleh memakannya. Namun kalau nggak kepepet banget, tak usahlah makan buahnya, toh masih banyak buah-buahan yang nyata-nyata aman, enak, dan murah harganya. Buah mudanya berwarna hijau mengkilap dan bertangkai yang seiring bertambahnya usia dan kematangan berganti menjadi biru kehitaman dan menggerombol. Buah masak sangat disukai burung-burung dan menyebarkannya ke tempat lebih jauh, sehingga penyebaran tumbuhan ini mampu mencakup rentang wilayah yang luas. Karena itu untuk mencegah meluasnya persebarannya yang berarti meningkatkannya menjadi gulma serius, maka di Guam didatangkanlah Ular Pohon Coklat (Boiga irregularis) yang memangsa burung-burung pemakan buah Kamanco, sehingga Mainco tidak tersebar ke wilayah yang lebih luas. Namun cara ini dapat merusak lingkaran ekosistem asli.

lantana pink4Camara vulgaris yang berada di tempat-tempat yang terbuka, pertumbuhannya sangat bagus. Selain warnanya lebih ngejreng, kuntumnya juga lebih banyak. Karena pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat tersebut, Bunga Pagar spesies telah menjadi tumbuhan invansif yang penting di berbagai negara. Beberapa alasan membuat Lantana aculeata tanaman invansif yang diperhitungkan, yakni:

  1. Penyebaran bijinya sangat luas karena dibawa burung-burung dan hewan-hewan lain yang menyukai buah buninya yang manis.
  2. Herbanya tidak disukai hewan pemakan tumbuhan karena racun yang dikandungnya, kecuali beberapa kasus.
  3. Mampu hidup dan toleran terhadap kondisi tanah dengan rentang yang sangat luas. Jadi pemeliharaannya bila didomestikasi taklah
  4. Tahan terhadap perubahan iklim dan cuaca yang ekstrim.
  5. Pertumbuhannya sangat cepat bila sudah mampu beradaptasi dengan lingkungannya.
  6. Mampu bersaing dengan tumbuh-tumbuhan lain dengan cara melepaskan racun, sehingga pertumbuhan para pesaingnya menjadi terhambat. Kanopinya juga menghambat sinar matahari yang dibutuhkan oleh tumbuhan yang berada di bawahnya.
  7. Sari bunga dan warna yang atraktif sangat disukai para polinator seperti kupu-kupu, lebah, lanceng, tawon, dan sebagainya sehingga prosentase penyerbukan sangat tinggi.
  8. Jumlah biji yang dihasilkan sangat besar, sekitar 12.000 biji per tahun per Puyengan memang mampu berbunga dengan tidak kenal musim, sehingga prosentase terbentuknya biji juga besar. Tentu saja tidak semua biji itu mampu berkembang menjadi individu baru.
  9. Daunnya memiliki fungsi sebagai anti bakteri/antimicrobial, anti jamur dan anti serangga sehingga membuatnya tahan terhadap serangan-serangan hama dan penyakit.

lantana merahMeskipun memiliki keunggulan yang lebih, namun tetap saja pengendalian secara alamiah terhadap perkembangan tanaman ini tetap ada. Pengendalian secara biologis diketahui belum mendatangkan hasil yang memuaskan. Beberapa percobaan dengan memakai agen-agen hidup 40 jenis serangga, di antaranya Teleonemia scrupulosa (Hemiptera), Octotoma scabripennis (Coleoptera), Uroplata girardi (Coleoptera), Ophiomyia lantanae (Diptera) belum menunjukkan tanda-tanda yang memuaskan. Harapan terbesar disematkan pada fungi, seperti karat daun Prospodium tuberculatum, Puccinia lantanae atau juga Ceratobasidium lantanae-camarae yang memang sudah dikenal sebagai pengontrol tanaman-tanaman liar/weed yang baik. Di Guam digunakan Ular Pohon sebagai pengendali populasi burung-burung penyebar buah Lantana. Namun secara umum tanaman ini memang masih sulit dikendalikan terkait kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Penerapan secara kimiawi memang menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Namun selain memerlukan ongkos yang mahal, penggunaan akan obat-obatan kimia/herbisida harus diterapkan semaksimal mungkin dengan memperhatikan dan menimbang efek yang ditimbulkannya terhadap lingkungan, hewan, maupun tumbuhan lainnya. Pengendalian secara mekanik biasa dilakukan para petani atau pekebun dengan cara memangkas/menyabit atau pun dengan pendongkelan hingga ke akar-akarnya, namun selain membutuhkan tenaga yang besar juga hasilnya juga tak begitu maksimal. Karena itu, menurut saya pengendalian yang utama memang harus dilakukan oleh manusia.

Mengapa saya berpendapat demikian? Karena meski selama ini dipandang sebagai tumbuhan invasif yang merugikan bagi ternak dan juga tanaman-tanaman budidaya, namun dibalik itu, Kayu Singapur memiliki kemanfaatan sebagai berikut:

1.     Dengan memakai tumbuhan ini sebagai bahan obat-obatan, maka pertumbuhan dan perkembangannya akan termanaj. Pengobatan tradisionil di beberapa negara di Australia, Asia, Amerika, dan Afrika menggunakan tanaman ini untuk melawan penyakit-penyakit ringan dan kulit (bisul, bengkak, gatal-gatal), flu, TBC (kelenjar dan batuk darah), rematik, keputihan, asma, panas tinggi, rematik, dan memar. Ekstrak akarnya dipercaya dapat mengobati sakit gigi, radang, dan beberapa penyakit berat semisal gonorrhea.

  1. Ekstrak tumbuhannya menurunkan perkembangan bisul atau borok. Di Brasil bahkan digunakan sebagai obat infeksi saluran pernapasan. Ekstrak daunnya berpotensi sebagai antimicrobial, fungicidal, insecticidal dan nematicidal.

3.     Mempunyai kandungan zat yang berfungsi sebagai bio insektisida, seperti menghambat pertumbuhan Staphylococus aureus (bakteri patogen penyakit saluran pernafasan). Sebagai pestisida alami digunakan untuk menanggulangi kutu daun Aphis Cracivora dan penggerek polong Maruca testulalis pada tanaman kacang hijau. Larutan encer dari tanaman ini dapat membunuh Eceng Gondok, sang gulma air nomor satu.

4.     Pilihan utama pada konservatorium kupu-kupu dan tanaman madu pada peternakan lebah.

5.     Batangnya sudah lama dibuat untuk meja atau kursi atau sebagai hiasan/ornamen.

6.     Sebagai bahan bakar kayu yang potensial. Kandungan minyaknya dapat memperbesar nyala api. Pada beberapa kasus kebakaran saat kekeringan melanda, batang-batang Lantana membuat nyala api kian membesar dan menjadi sulit untuk dipadamkan.

  1. Dapat diolah menjadi pulp (bahan baku kertas). Namun karena batangnya sangat keras, maka pengolahannya pun menjadi tak ekonomis lagi.

Jadi sebenarnya tanaman ini meski dianggap sebagai gulma namun memiliki multi manfaat. Meskipun begitu, pengendalian tetap saja harus dilaksanakan sebijak mungkin supaya tidak terjadi over populasi.

Banyak kasus keracunan yang berujung kematian pada hewan ternak (kambing, sapi, biri-biri, dan lain-lain) yang memakan tanaman ini. Mungkin daunnya yang berwarna hijau segar mengundang selera makan ya. Beberapa negara seperti, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, India, dan Meksiko mengalami kerugian besar akibat ternak-ternak yang keracunan karena memakan tanaman Lantana scabrida yang mengandung zat toxic pentacyclic triterpenoids atau biasa juga dikenal dengan Lantadine yang juga dikandung oleh tanaman lain. Keracunan zat ini disebut penyakit Bali Ziekta. Mengapa di Indonesia kasus-kasus pada hewan ternak tak mengemuka? Saya menduga, salah satu sebabnya adalah pakan hijauan ternak (rumput-rumputan dan dedaunan) di Indonesia biasanya dicarikan oleh sang empunya atau ngarit (Jawa), jadi tidak digembalakan di padang-padang seperti di Australia atau Amerika.

Beberapa hewan seperti sejenis binatang berkantung di Australia dan tawon dari genus Exoneura, nyamuk malaria, lalat tsetse tidak terpengaruh akan zat-zat racunnya. Mereka berlindung dan bersarang di antara rerumpunan dan cabang-cabang Kembang Satek.

Nama binomial Lantana diambilkan dari nama tumbuhan yang semirip, yakni Viburnum lantana. Nama internasionalnya antara lain Lantana, Wild Sage, Prickly Lantana, Shrub Verbena, Tick Berry. Di Indonesia dikenal dengan banyak nama sesuai nama daerah, semisal Cente, Kembang Telek, Dilem, Lai Ayam, Tamanjho dan lain-lain yang telah tersebut di atas. Asalnya dari Amerika Tropis (Meksiko, Bahama, Kolombia, Venezuela, dan Kepulauan Antilles), namun kini sudah jamak kita temukan tumbuh meliar dan menyebar hampir ke seluruh dunia, bahkan dataran Eropa (Spanyol, Belanda, Portugal) yang notabene adalah negara 4 musim. Meski banyak variasi warna bunga, namun namanya tetap satu, yakni Lantana camara saja, tanpa embel-embel kata varian atau sub spesies.

Oh … ya saya pernah baca kalau daun Lantana bisa dibuat lalap. Saya tidak tahu pasti apakah pernyataan ini hoax ataukah memang ada resep untuk menawar racunnya. Bila berpikir positif, nenek moyang kita memang memiliki pengetahuan menawar racun yang terdapat pada tumbuhan yang dapat dimakan, semisal gadung, tangkai daun Talas/Lompong, dan lain-lain.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

 

 

Tahi Ayam

warna jingga

tumbuh meliar

bunga kecil

Tembelek

jenis kupu

buah buni

Camara vulgaris

Lantana aculeata

anti bakteri

anti jamur

anti serangga

tumbuhan invasif

bio insektisida

hewan ternak

Lantadine

Bali Ziekta

Wild Sage

Prickly Lantana

Tick Berry

Cente

Kembang Telek

Amerika Tropis

Lantana camara

racun tumbuhan

 

Anthurium crystallinum, Kuping Gajah yang bukan Kupingnya Gajah

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

daunShob-shob yang lahir sebelum tahun 2000 pasti kenal dengan tanaman hias daun yang indah ini. Selain familiar, namanya juga unik dan gampang diingat. Ya, dialah si Kuping Gajah yang bentuk daunnya lebar-lebar mirip telinga gajah. Namun ternyata di dunia ini ada dua nama Kuping Gajah yang berbeda jauh bentuk habitus maupun genusnya. Ngehnya saya bermula dari bincang-bincang blog dengan Ibu Lois yang tinggal di https://kiyanti2008.wordpress.com/ . Waktu itu saya ‘ngotot’ kalau Kuping Gajah yang selama ini dikenal di Indonesia adalah dari genus Anthurium. Namun beliau menjawab Elephant Ear (translate bahasa Inggrisnya) berasal dari genus Colocasia. Saya kemudian berpikir, Bu Lois yang berasal dari Indonesia meski kini berdomisili di Australia tidak mungkinlah nggak kenal dengan namanya Kuping Gajah. Akhirnya saya pun berjanji akan menulis tentang tanaman hias ini. Dan setelah searching di internet, benarlah ada dua versi Kuping Gajah, yakni Anthurium crystallinum yang hanya dikenal di Indonesia saja – saya tidak tahu apakah negeri-negeri jiran juga menyebut Kuping Gajah untuk tanaman yang satu ini – dan satunya lagi adalah Elephant Ear dari genus Colocasia, Alocasia, dan Xanthosoma dikenal luas di seluruh dunia. Jenis pertama berasal dari benua Amerika bagian Selatan dan Tengah atau dari Panama hingga Peru dan jenis kedua berasal dari benua Asia. Namun untuk artikel ini saya hanya bahas tentang Kuping Gajah versi Indonesia saja.

Pada era sebelum 80-an si Kuping Gajah ini pernah menjadi tanaman hias idola yang ekslusif serta prestise. Harganya juga mahal. Saya tahu karena tetangga depan rumah juga punya tanaman ini. Subur sekali dengan tampilan yang sangat cantik, sehingga membuat banyak orang kepincut. Namun meski ditawar dengan harga yang lumayan mahal, tidak diberikan, karena memilikinya termasuk golongan eksklusif. Memang sebelumnya beberapa anggota genus Anthurium dikenal sebagai tanaman hias prestise karena hanya para raja-raja dan bangsawanlah yang memilikinya. Namun sekarang, tanaman hias daun yang bentuknya mirip cuping telinga gajah ini sudah masuk daftar yang tak dirindukan. Entah nanti.

Dari genus Anthurium sendiri, banyak variasi Kuping Gajah yang penampilannya sangat mirip, namun berbeda-beda bunganya. Nama binomialnya pun juga beda. Yang jelas Anthurium crystallinum yang familiar adalah tampangnya seperti pada gambar-gambar pada artikel ini yang memiliki tangkai daun berbentuk bulat atau silinder. Malai bunganya mirip ekor sehingga ada juga yang menamakannya Tail Flower, meski sejatinya nama ini juga digunakan untuk jenis Anthurium Kuping Gajah yang lain. Namun agar tak tertukar atau simpang siur, sebaiknya nama untuk kuping gajah ini adalah Crystal Anthurium.

Walaupun memiliki bunga, namun letak keindahan tanaman hias ini ada pada daunnya yang lebar, berwarna hijau, berbentuk mirip cuping telinga gajah atau bisa juga dibilang bentuk hati dengan urat-urat ayau tulang-tulang daun yang nampak menonjol berwarna putih. Belahan pada pangkal daunnya hampir berdempetan bahkan overlapping, serta mempunyai tangkai dan daun yang kaku. Ternyata di alam aslinya sana, salah satu keluarga dari Araceae ini menempel pada batang pohon atau termasuk tanaman epifit. Namun di sini saya belum pernah memergoki orang menanam Kuping Gajah dengan cara ditempel.

daun1Kuping Gajah yang berpenampilan prima adalah daun-daunnya tampak mulus, tidak ada kecacatan (sobek, hangus, mlungker ujungnya, dan lain-lain), tumbuh roset dan kompak. Susunan daun juga harus membentuk trap atau tingkatan. Semakin muda daunnya, ukurannya harus semakin lebar dibanding daun-daun yang berada di bawahnya atau tumbuh sebelumnya.

Tidak menyukai panas matahari, jadi sangat cocok digunakan sebagai tanaman hias indoor maupun di tempat-tempat yang ternaung. Jadi shob yang hanya memiliki halaman seuprit atau hanya memiliki tembok saja, asalkan lembab dan teduh, dapat menggunakan tanaman Kuping Gajah dengan versi Vertical Garden. Apalagi pemeliharaannya juga mudah, hanya perlu menjaga daun-daunnya saja agar tidak rusak.

Katanya dapat digunakan sebagai tanaman obat, namun saya belum menemukan rujukan yang valid. Jadi saya pun tak membahas kegunaannya.

serupa tapi tak sama

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh