AKU CINTA ANGGREK INDONESIA: Trichoglottis tricostata, Anggrek Macan Tutul Jawa yang Super Langka

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2

Alhamdulillah, sungguh merupakan keberuntungan bagi BPG, pertama kalinya mendapat anggrek dari genus Trichoglottis, eh malah dikasih bonus oleh Allah Sang Maha Pencipta merawat dari jenis yang super langka. Anggrek ini memang tidak sepopuler saudara-saudaranya dalam genus yang sama, karena itu perhatian harus lebih dicurahkan karena populasinya juga sangat rendah, baik pada habitat in situnya maupun di tangan para kolektor. Anggrek saya dapatkan dari salah satu stand anggrek di Kediri. Setelah beberapa minggu sejak pertama kali saya melihatnya, alhamdulillah saya dapat memboyongnya ke rumah. Rupanya karena sosok plantnya yang tidak menarik plus bunganya yang imut, tidak mampu memikat para pecinta anggrek. Justru hal itu menjadi keberuntungan bagi saya.

bunga

Trichoglottis tricostata J.J.Sm. nama anggrek ini. Pertama kali diregistrasi oleh ahli tumbuhan dari Belanda Johannes Jacobus Smith pada tahun 1907. Termasuk anggrek yang sangat mudah dirawat, karena termasuk anggrek monopodial (Vanda-vanda-an) dengan ukuran medium. Bahkan anggrek yang ada di kebun saya tidak lebih dari 30 cm tingginya, namun sudah dewasa.

Kelebihan dari grup anggrek monopodial adalah tidak begitu tergantung akan media. Artinya anggrek digantung begitu saja tidak masalah baginya, asalkan kebutuhan akan sinar, air, dan makanan tercukupi, mampu hidup baik, bahkan berbunga dan berkembang biak. Sub tribenya Aeridinae. Sosok, akar, dan daunnya memang semirip Anggrek-anggrek Aerides, kecuali bunganya.

Menempel pada batang-batang pohon maupun cabang-cabangnya dengan kebutuhan sinar medium (ternaung) namun masih mampu menerima sinar pagi secara langsung beberapa jam. Kalau menurut pengalaman saya, anggrek yang akarnya berwarna putih dengan ujungnya hijau mampu dijemur, minimal terkena sinar matahari pagi hingga pukul 11.

plant4

Menurut informasinya, anggrek ini berada pada daerah dengan ketinggian lebih dari 700 m dpl. Namun rupanya anggrek juga mampu beradaptasi lebih rendah dari elevansi normalnya. Karenanya menarik kita tunggu selanjutnya, apakah anggrek ini juga mampu tumbuh dan berkembang baik di lingkungan tempat tinggal saya yang panas dengan ketinggian 92 m dpl.

Meski merupakan endemik Jawa, namun tidak semua wilayah pulau Jawa terdapat anggrek ini. Dari catatan hanya ada di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Apakah Jawa Tengah juga termasuk lokasi habitatnya, saya belum menemukan informasinya.

The Three Ribbed Trichoglottis  memiliki penampilan bunga sangat  cantik dengan motif totol-totol seperti pola kulit macan, subhanallah. Apalagi bunganya yang imut (1 – 1,5 cm) itu mampu mekar sempurna. Lama mekar sepekanan. Tangkai bunga (inflorescent) sangat pendek, hingga seakan-akan bunganya menyembul dari pseudobulbnya seperti cluster. Sedangkan panjang tangkai kuntum sekitar 1 cm.

Sepal dan petal saling terpisah dengan bentuk dan warna serupa yakni kekuningan dengan totol-totol warna coklat kemerahan. Hanya saja ukuran sepal lebih besar sedikit dibanding petalnya. Dari beberapa situs terdapat perbedaan corak totolnya meski masih dalam spesies yang sama.  Ada yang totolnya saling terpisah seperti yang BPG ulas ini, ada pula yang totolnya saling tindih membentuk pita atau belang. Ada juga yang letak totol-totolnya saling berjauhan/jarang.

Dasi (ujung labellum)nya sangat unik, seperti dasi beneran dengan warna putih. Terkadang terdapat gradasi pink.

plant5

Letak bunga berlawanan sisi dengan letak daun atau keduanya saling berselang seling. Jarak antar ruasnya pun relatif pendek. Bila cincin ruas yang satu terdapat daun maka cincin ruas berikutnya letak keluarnya bunga. Begitu seterusnya mulai dari pangkal hingga ujung psedudobulb.

daun1

Bentuk daun pita memanjang dengan ujungnya terbelah. Sangat mirip daun Kuku Macan, hanya saja ukurannya lebih kecil. Permukaannya pun agak keriput seperti halnya daun Aerides odorata.

akar

Akar tunggang layaknya anggrek monopodial lainnya, berwarna putih dengan ujung hijau. Saat melekat pada media/kulit pohon, akar tidak gepeng seperti akarnya anggrek bulan.

Tak banyak informasi mengenai anggrek ini, karena itu ulasan saya pun juga super singkat.

bunga3

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Arundina graminifolia, Anggrek Tanah yang Mempesona dengan Bunga Laksana Angsa atau Itik Liar yang Sedang Terbang

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

angsa 6 copy

Bunganya yang mengangguk-angguk ditiup angin bagaikan itik liar yang sedang terbang atau angsa yang sedang mengepakkan sayapnya. Saya memang suka menyebutnya sebagai Anggrek Angsa atau Swan Orchid karena kalau dilihat dari sisi samping mirip angsa yang sedang merentangkan sayapnya. Dalam kerumunan yang besar akan nampak sangat cantik. Sungguh merupakan pemandangan yang mempesona. Itulah sosok bunga cantik dari Arundina graminifolia. Sebelumnya, Arundina wallichii merupakan satu-satunya saudaranya dalam genus Arundina. Namun sekarang, anggrek terestrial (rhizome geophyte) itu dimasukkan dalam genus Dendrobium. Jadi, Arundina graminifolia merupakan jenis tunggal dalam genus Arundina.

peta-indonesia

Bamboo Orchid, Bird Orchid, Grass Orchid, Spelled Bambusaefolia, atau Kinta Weed terdapat hampir di seluruh wilayah Asia Tropis, mulai Tiongkok dan sekitarnya, India, Thailand, Nepal, Srilanka, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, Philipina, Singapura, Malaysia, Papua Nugini, Fiji serta Kepulauan Pasifik dan sekitarnya, termasuk Indonesia. Ada juga yang secara khusus menyebutnya berasal dari Asia Tenggara saja. Di Indonesia, anggrek ini tersebar di Jawa, Nusa Tenggara, Borneo, Sulawesi, dan Sumatera. Informasinya, Sumatera memiliki varian terbanyak. Yang mengherankan saya kenapa Papua/Irian tidak disebut-sebut sebagai asal anggrek ini, padahal sumber-sumber lainnya menyebut penyebaran Anggrek Bambu hingga ke Papua Nugini?

Di beberapa tempat, Malaysia umpamanya, buah dan daun anggrek ini dijadikan sayur (oseng-oseng) yang berkhasiat sebagai pengontrol darah tinggi. Rasanya seperti bitter atau like bittergourd.

angsa 3

Variasi anggrek ini memang bermacam-macam, ada yang ujung lip-nya terbelah ada juga yang tidak (bertumpuk/overlapping). Warna ungunya bergradasi, mulai ungu tua (nampak pekat atau penuh) hingga yang semburat saja (cenderung pink). Petal sepalnya ada yang putih bersih ada juga yang pink/ungu muda. Ada yang berukuran relatif besar dan ada juga yang tidak, serta berbagai variasi lainnya. Nama variannya yang pernah tercatat antara lain: var. major, var. chinensis, var. sarasinorum, var. malayana, var. borneensis, serta subsp. caespitosa yang terdapat di Sri Lanka, Assam dan Malesia. Namun menurut Wikipedia, varian yang diakui hanya dua saja, yakni var. graminifolia dengan habitat hampir di seluruh Asia dan Kepulauan Pasifik, dan var. revoluta yang tersebar secara alamiah mulai dari Assam, Srilanka terus ke timur mencapai Vietnam, kemudian ke selatan hingga pulau Jawa.

rumpun

Batangnya beruas seperti bambu, begitu juga daunnya. Ada juga yang mengatakan seperti sosok rerumputan atau ilalang. Nama graminifolia (gramineus” (=rumput) dan “folius” (=daun)) disematkan karena plantnya memang begitu mirip dengan rumput-rumputan (Graminae). Sangat sulit memang membedakannya bila sedang tidak berbunga, kecuali adanya keiki. Pada habitat aslinya, semisal di padang rumput/savana, anggrek ini sering berkelompok dengan tanaman pakis dan juga rumput-rumputan lainnya atau dengan Rhododendron (Melasstoma malabathricum), atau terkadang juga dijumpai bersama-sama dengan anggrek lain, semisal Spathoglottis plicata, Coelogyne dan Bulbophyllum pada lereng-lereng bukit dan tebing, baik alami maupun buatan. Ada juga yang tumbuh di pinggir hutan. Selain itu dapat juga dijumpai pada habitat hutan-hutan hujan, sekunder, pinggir sungai, maupun area-area terbuka.

angsa 1

Merupakan anggrek monopodial yang sangat mudah untuk ditanam maupun dibudidayakan, serta tidak rewel dalam pemeliharaannya. Hanya dengan disiram saja, anggrek ini sudah akan tumbuh subur. Boleh juga media tanamnya ditambahkan seresah, pupuk alami (kandang), dan sebagainya. Menyukai area terbuka yang terhujani sinar sepanjang hari. Meski pun begitu pada area yang teduh anggrek ini juga mampu berkembang dan berbunga. Pseudobulbnya berpenampilan laiknya batang sejati dengan pangkalnya yang sedikit menggembung. Tinggi umumnya sekitar 1,5 m, namun ada juga yang mencapai 3 m. Varian dwarf-nya kurang dari semeter tingginya.

knop
Bunga m
uncul di ujung batang dan terus bermekaran sepanjang hidupnya setelah mencapai puncak fisiologisnya. Mekar satu demi satu bergantian antara sisi kiri dan kanan yang mana setiap bunga dilindungi oleh kelopak bunga. Total bunga lebih dari 50 kuntum, bahkan mungkin dapat mencapai 100 kuntum. Warna bunganya dapat berganti-ganti sesuai dengan kondisi lingkungan pada saat bunga akan mekar. Terkadang petal dan sepal nampak putih bersih, terkadang juga ungu gradasi, kadang nampak lebih kekreman, dan sebagainya. Pada tempat yang teduh, warna akan dominan putih. Malai yang membawa bunga dan keiki akan terus tumbuh memanjang hingga mencapai titik puncaknya untuk berhenti (kurang lebih 1,5 m atau lebih). Sewaktu anggrek ini hadir di kebun BPG sudah dalam keadaan kondisi berbunga. Bekas bunganya saja sudah ada sekitar 50 kuntum. Hingga tulisan ini diunggah bunga terus bermekaran secara bergantian.

Agar semarak disarankan untuk menanamnya secara bergerombol atau merumpun. Calon bunga banyak mengandung cairan madu. Bila tempatnya agak teduh, cairan yang keluar lebih banyak (mengembun). Karenanya semut suka mengerubunginya.

Ada 3 perkembangbiakan vegetatif, yaitu keiki yang muncul dari ketiak bekas kelopak bunga, pisah rumpun (tunas-tunas anakan) dan juga merunduk. Secara alami, karena semakin beratnya keiki yang kian membesar, batang pun merunduk. Lama-kelamaan keiki yang menyentuh tanah pun akan mengeluarkan tunasnya. Setelah itu batang pun akan membusuk dan putus. Kita juga dapat memisahkan keikinya dengan cara memotongnya setelah keluar akar. Saya telah mencoba dengan memotong keiki tanpa akar dengan mengikutkan sedikit batangnya beberapa cm di atas dan bawah dari letak keikinya dan menanamnya dengan membenamkan pangkal keiki hingga benar-benar masuk ke metannya. Uji coba ini hingga kini belum menampakkan hasil. Insya Allah hasilnya akan saya informasikan pada kolom komen.

Sedangkan perkembangbiakan generatifnya melalui biji. Polinatornya biasanya semut dan serangga lebah/lanceng.
d

Direkomendasikan bagi pemula penyuka anggrek karena mudahnya dirawat, tumbuh, berbiak, dan nyaris tanpa serangan hama dan penyakit. Dapat ditanam pada pot besar/container atau langsung di tanah. Sangat cantik sebagai penghias taman-taman yang terpapar sinar matahari. Beberapa saran dijemurnya hanya beberapa jam saja, jadi tidak full day atau sekitar 2000 – 3000 footcandles. Namun pada kenyataannya pada habitat alamiahnya, anggrek ini full sun full day.

kepak

Sinonim

Arundina bambusifolia, Bletia graminifolia, Arundina affinis, Arundina cantleyi, Arundina caespitosa, Arundina celebica, Arundina chinensis, Arundina densa, Arundina densiflora, Arundina kanehirae, Arundina maculata, Arundina meyenii, Arundina minor, Arundina philippi, Arundina pulchella, Arundina pulchra, Arundina revoluta, Arundina sanderiana, Arundina speciosa, Arundina stenopetala, Arundina subsessilis, Arundina tahitensis, Cymbidium bambusifolium, Cymbidium meyenii, Cymbidium speciosum, Donacopsis laotica, Limodorum graminifolium, Ophrys arundinacea,

Dahulu, beberapa ahli taksonomi memberikan nama untuk anggrek ini berdasarkan daerah asal (native) maupun persebarannya (distribution), tercatat:

  • Bletia graminifolia D.Don, meliputi: Nepal, Suembu, dan sekitarnya
  • Arundina chinensis Blume, Bijdr, meliputi: Tiongkok
  • Arundina graminifolia (D.Don) Hochr. var. chinensis (Blume), meliputi: Tiongkok
  • Arundina speciosa Blume, Bijdr, meliputi: Jawa
  • Arundina minor Lindl., meliputi: Ceylon, Mahawelli Ganga R. atau sebagian wilayah India
  • Arundina densa Lindl., meliputi: Singapore
  • Cymbidium meyenii Schauer, meliputi: Tiongkok, Macao
  • Arundina affinis Griff., meliputi: Griffith, Gunung Khasia, Churra
  • Arundina philippii Rchb, meliputi: Tiongkok
  • Corymbis angustifolia Miq., meliputi: India
  • Arundina tahitensis Nadeaud, meliputi:Tahiti
  • Arundina revoluta Hook.f., meliputi: Malaysia
  • Arundina graminifolia (D.Don) Hochr. var. revoluta (Hook.f.), meliputi: Borneo
  • Arundina sanderiana Kraenzl., meliputi: Sumatra
  • Arundina revoluta Hook.f. var. borneensis J.J.Sm., meliputi:Borneo
  • Arundina speciosa Blume var. sarasinorum Schltr., meliputi: Sarasin
  • Arundina stenopetala Gagnep., meliputi: Vietnam, Cambodia
  • Donacopsis laotica Gagnep., meliputi: Laos
  • Arundina maculata J.J.Sm., meliputi: Jawa, Celebes, Mandar, Masawa
  • Arundina chinensis Blume var. major, meliputi: Taiwan

Tumbuhan semirip:

Statusnya dalam CITES Protection adalah True (Appendix II), artinya belum termasuk anggrek yang dilindungi atau langka.

Ada sumber yang mengatakan anggrek ini mampu survive dari kebakaran yang biasa melanda padang rumput saat kemarau panjang. Apa yang menyebabkan demikian belum ada sumber pasti yang saya temukan.

NB: Semenjak gabung dengan milis Pecinta Anggrek di FB, blog ini menjadi keteteran karena terlalu asyiknya saya di sana. Selain itu, bahan baku tulisan (anggrek) juga belum bisa dibahas karena banyak yang belum berbunga.

angsa 4

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Coleus atropurpureus, si Jawer Kotok Herbal

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tumbuhan ini mempunyai fungsi pengobatan alamiah. Komposisi senyawa kimia yang dikandungnya yakni alkaloid, etil salisilat, metil eugenol, eugenol, timol, karvakrol dan mineral. Batang mengandung minyak atsiri, tanin, lemak, phytosterol, kalsium oksalat, dan pectic substance. Kandungan-kandungan kimiawi yang terdapat dalam daun dapat digunakan untuk mengatasi sembelit, sakit perut, wasir/ambeien, diabetes mellitus, bisul, abses, borok, luka bernanah, terlambat haid/peluruh haid, radang anak telinga, keputihan, kencing manis, sembelit, dyspepsia, cacingan (vermifuge), demam, demam nifas, radang telinga, gigitan ular dan serangga beracun. Jadi mempunyai fungsi sebagai penetralisir racun (anti toksik), menghilangkan gumpalan darah, antiseptic, dan obat cacing. Bahkan dapat berfungsi sebagai pestisida nabati, yakni mengatasi cercospora plus antibakteri untuk jenis Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa.

Kegunaan tanaman ini tidak hanya berhenti di sini saja. Berdasarkan riset relatif baru, Daun Miana memiliki aktivitas tabir surya, karena memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.

Untuk pemakain luar sangat gampang, yakni hanya dengan merendam atau merebus daunnya, kemudian bagian air yang berwarna gelap tersebut lalu dapat langsung dibasuhkan pada bagian anggota tubuh yang sakit.

Namun kita harus tahu benar-benar ciri-ciri tumbuhan ini agar tak terukar dengan jenis lainnya. Jadi mari kita perhatikan baik-baik Jawer Kotok yang berfungsi herbal seperti gambar-gambar berikut ini.

Salah satu anggote Genus Coleus Familia Labiatae (Lamiaceae) ini dikenal juga dengan nama Miana, Miyana, Daun Iler, Kentangan, Ati-ati, Iler Kotok/Kentangan. Namun nama-nama ini juga dipakai oleh jenis lainnya, baik dari Genus Coleus sendiri maupun lainnya. Mayana merupakan nama yang dikenal di Philipina, namun nama ini juga dipakai oleh dua spesies yang ada di sana, yakni Coleus atropurpureus/Badiara dan Coleus blumei (Plectranthus scutellarioides Blume).

Maka agar tidak tertukar dengan jenis-jenis lain, sengaja namanya saya tambahkan kata Herbal menjadi Jawer Kotok Herbal.

Batang

Merupakan tanaman terna semusim (annual), batangnya yang berwarna ungu berbentuk persegi empat dengan alur yang agak dalam pada sisi-sisinya, bercabang-cabang, serta mudah patah. Tinggi batang berkisar 30 cm sampai 150 cm. Warna batang ini tidak berubah, baik di tempat keteduhan maupun panas/terbuka. Batang juga merupakan bagian dari perkembangbiakan vegetatif, baik dengan cara stek ataupun merunduk.

Daun

Permukaannya berambut halus dan agak kasar bila diraba. Bentuk oval atau bulat telur, panjang 7 – 11 cm, lebar 3,5 – 6 cm dengan pangkal membulat atau melekuk menyerupai bentuk jantung dan ujung runcing, pinggirnya berlekukan atau beringgit tumpul yang agak dalam. Daun bertangkai dan dimasukkan ke dalam tipe daun sempurna atau lengkap. Tulang daun tercetak sangat nyata. Memiliki dua kombinasi warna, yakni merah tua keunguan dan hijau. Perpaduannya tidak tercetak dengan nyata atau bersifat tidak dipisahkan oleh garis-garis warna pemisah yang jelas. Amburadul. Jadi dalam satu individu dapat memiliki corak daun yang berbeda-beda. Namun pada dasarnya daun akan didominasi warna hijau bila berada pada tempat yang agak teduh atau ternaung. Sedangkan pada tempat yang full terkena cahaya matahari, merah tua keunguan lah yang mendominasi. Daunnya berbentuk hati dan pada setiap tepiannya dihiasi oleh jorong-jorong atau lekuk-lekuk tipis yang bersambungan dan didukung oleh tangkai daun. Bunganya muncul pada pucuk tangkai batang berbentuk untaian bersusun.

Bunga

Bunga berukuran kecil dengan sepal bawah berwarna ungu dengan ukuran lebih panjang dibanding petalnya dan berbentuk seperti kantung. Tersusun dalam rangkaian malai yang panjang, tersembul dalam ujung batang atau cabang-cabang. Bila sudah terserbuki akan dihasilkan biji-biji yang kecil dan ringan sebagai perkembangan generatifnya. Biji ini mudah tumbuh. Jadi kalau tidak mau terganggu akan perkembangbiakannya, maka semasa tanaman masih kecil harus segera dicabut dan disisakan sesuai kebutuhan saja.

Asal

Asia Tenggara.

Habitat

Biasa ditemukan di sekitar sungai, pematang sawah, tepi jalan pedesaan, ladang-ladang, kebun-kebun atau sebagai tanaman toga sekaligus hias.

Sinonim

Atropurpurei folium, Coleus scutellarioides, Coleus blumei, Coleus ingratus, Coleus laciniatus, Coleus hybridus, Plectranthus scutellariodes.

Hama dan Penyakit

Meski relatif tahan terhadap penyakit, namun terkadang kita temui tanaman ini terserang penyakit-penyakit seperti Bercak Daun Cercospora (Cercospora duddiae Welles.) atau hama-hama yang biasa menyerang tanaman-tanaman berbatang basah lainnya, seperti kutu lunak coklat, dan lain-lain.

Similar Plant

Kentangan/Iler-iler yang sudah pernah saya tulis sebelumnya.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Hymenocallis littoralis, Bakung Laba-laba Putih

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Picture 131Meski di kebun ada bakung ini, namun karena hingga 2 tahun lebih tak kunjung jua berbunga, jadi gambar-gambar yang BPG ambil berasal dari habitat liarnya, di suatu pinggiran sungai yang terbuka. Rupanya, meski sangat menyukai kondisi yang lembab atau sedikit berbasah – dan termasuk tanaman semi aquatik –, dalam menyembulkan bunganya, bakung memerlukan banyak siraman sinar matahari. Prasyarat inilah yang tidak bisa dipenuhi BPG dikarenakan kondisi kebun yang memang cenderung teduh dan sejuk. Apalagi tanaman ini juga beberapa kali mengalami pemindahan tempat tumbuhnya. Namun BPG pikir tiadalah mengapa sedikit lama menunggu berbunganya bakung ini. Suatu hari BPG yakin akan berbunga, insya Allah.

Dari sekitar 110 suku/genus/genera yang berada dalam keluarga bakung-bakungan (Amaryllidaceae), hampir semuanya disebut dengan nama Bakung. Tiga di antaranya disebut Spider Lily, yakni:

  • Crinum sp., yang terdiri kurang lebih 180 spesies.
  • Hymenocallis sp. yang membawahi sekitar 70 jenis Spider Lily.
  • Lycoris sp., ada kurang lebih 13 – 20 jenis.

Spider Lily yang ada dalam artikel ini dari jenis Hymenocallis, Hymenocalis littoralis tepatnya. Hymenocallis (Yunani) sendiri berarti “membran yang indah”. Di dunia internasional dikenal sebagai Spider Lily. Di Indonesia ada yang menamakannya Bakung Sintung. Bakung Air Mancur, atau Bakungan Lili Paris (Jawa). Di Malaysia disebut Pokok Bawang Bakung. Asalnya dari Amerika Tengah, Meksiko, Karibia, serta beberapa wilayah Amerika Selatan yang dapat dijumpai tumbuh pada tepi sungai, tepi danau atau telaga atau rawa atau tepi saluran irigasi lainnya.

Bunganya berwarna putih bersih, majemuk. Benang sarinya berwarna kuning kejinggaan dengan tangkai yang panjang. Per tangkai dapat mencapai 8 kuntum. Bunganya selain cantik juga harum. Masa mekar memang sangat singkat, sehari saja. Diperbanyak dengan bulb atau umbinya maupun bijinya yang pipih, bersayap, dan warna putih. Buahnya berbentuk kapsul, berdaging, dan berwarna hijau.

Tingginya herba yang diukur antara pangkal daun hingga ujung daun yang paling atas antara 700 mm hingga 900 mm. Tak berbatang, berumbi lapis, akar serabut, daun tunggal berbentuk pita panjang dan tebal dengan permukaan mengkilat, warna hijau.

Di alamnya, bila keadaan tidak menguntungkan, semua jenis bakung akan melakukan dormansi untuk mempertahankan hidupnya. Biasanya terjadi di musim kemarau, yang mana kondisi tidak memungkinkan untuk terus melakukan aktivitasnya. Meski nampaknya seakan-akan telah mati, namun sebenarnya umbinya masih terus melakukan aktivitas kehidupan.

Di taman-taman kota atau jalan tanaman ini digunakan sebagai border lane atau tanaman pembatas.

Tidaklah mudah untuk membanding-bandingkan jenis-jenis Spider Lily yang ada dalam genus Hymenocallis dengan hanya berbekal gambar-gambar yang ada di berbagai sumber. Apalagi informasi yang ditulis pun sangatlah kurang. Selain itu juga adanya kekacauan data, maka artikel mengenai bakung ini juga sangatlah minim.

Apalagi dalam familia bakung-bakungan mengidentifikasi jenis-jenisnya dengan mendasarkan pada morfologi bunga dan bulbus seringkali membingungkan dan kurang akurat. Hal ini disebabkan kurangnya penelitian karakter anatomis dan embriologis. Karenanya perlu adanya eksplorasi dan penelitian yang lebih mendalam lagi.

= Similar Plant =

Beberapa contoh dari jenis Hymenocallis yang sangat umum dijumpai dibudidayakan antara lain:

Hymenocallis speciosa: lebih kecil ukurannya, berasal dari Amerika Selatan. Dikenal juga dengan nama Green-tinge Spider Lily.

Hymenocallis ‘Tropical Giant’: seperti namanya tanaman ini berukuran besar, lebih besar dari Spider Lily yang ada dalam artikel ini. Dapat mencapai 900 mm hingga 1,2 m. Asli dari dataran Caribbean.

Hymenocallis tubiflora: sulur-sulur bunganya lebih berlekuk-lekuk. Berasal dari Hawaii. Berukuran kecil/pendek.

Hymenocallis liriosme: dikenal dengan Shinners Spring Spiderlily atau Texan Spider Lily yang bagian tengah bunganya berwarna kuning.

Hymenocallis palmeri: atau Lili Aligator yang berasal dari Florida, memiliki bagian tengah yang juga berwarna kuning.

Hymenocallis acutifolia hampir serupa dengan Hymenocallis littoralis.

= Khasiat Herbal =

Kalau bakung lainnya memiliki khasiat pengobatan herbal, saya tidak tahu pasti apakah Bakung Laba-laba ini juga mempunyai khasiat yang sama.

= Ketersediaan di Alam =

Masih banyak kita jumpai pada habitat-habitat alamiahya.

Picture 149

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Behind Story: Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

akan datang hari mulut dikunci
kata tak ada lagi
akan tiba masa tak ada suara
dari mulut kita


berkata tangan kita
tentang apa yang dilakukannya
berkata kaki kita

kemana saja dia melangkahnya


tidak tahu kita bila harinya
tanggung jawab tiba

Rabbana…
tangan kami…
kaki kami…
mulut kami…
mata hati kami…

luruskanlah…
kukuhkanlah
di jalan cahaya….
sempurna

mohon karunia kepada kami
hambamu yang hina

Diiringi lantunan lagu di atas, saya pun menuliskan artikel ini.

Mengapa Lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata?

Banyak lagu yang dicipta dengan cara yang tidak biasa atau diciptakan tidak seperti umumnya. Banyak sebab yang menjadikannya sedemikian itu. Ada yang melodi serta syairnya sudah siap atau lancer-lancar dalam proses pengerjaannya, namun ada juga instrumennya sudah siap, giliran syairnya yang macet. Termasuk kategori yang terakhir ini, salah satunya adalah lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Lagu yang sangat sakral dan indah ini, dalam proses penulisan liriknya sangat menguras tenaga, pikiran, dan emosi. Bayangkan pujangga besar sekelas Taufik Ismail pun dibuat mati kutu saat diminta untuk membuat syairnya. Sedangkan sang penciptanya, Chrisye yang sudah puluhan tahun malang-melintang di industri musik Indonesia pun dibuat mati ide dan tak berdaya menuliskan liriknya. Melodi (minus one)nya sudah jadi, namun Chrisye tak puas atas lirik-lirik yang telah dibuatnya. Tidak ada harmonisasi di sana. Lalu dimintalah bantuan sang penyair besar tersebut. Dan dari sinilah penulisan liriknya yang tak biasa menemui kisahnya.

Dengan deadline 1 bulan, Sang Pujangga besar Indonesia itu pun menyanggupinya. Waktu selama itu, bagi seorang Taufik Ismail sangatlah longgar sekali, karena mungkin dalam hitungan jam saja syair yang diminta pun sudah jadi. Nyatanya tidak demikian. Satu minggu berlalu, tak ada ide yang datang pada Bapak Taufik. Dua minggu pun lewat. Tiga minggu pun juga telah selesai, hingga hamper di ujung dari tenggat waktu, sang pujangga benar-benar mati kutu, sudah akan menyerah serta tak sanggup melanjutkan proyek liriknya. Namun takdir Allah memang harus terjadi, jikalau lagu yang sangat melodius dan religius ini harus benar-benar ada. Karena itu, Allah menganugerahkan ilham pada Taufik Ismail saat mengaji al-Quran. Inspirasinya datang saat membaca ayat ke-65 surat Yasin. Alhamdulillah, kebuntuan ide itu pun sirna. Dengan bergegas, Bapak Pujangga itu pun menuangkan makna ayat tersebut ke dalam lagu tersebut. Akhirnya jadilah syair lagu yang diberi judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Chrisye Sangat Syok Saat Menyanyikannya

Lagu sudah lengkap. Syair sudah berada di tangan. Chrisye pun mencoba mendalami maknanya dan kemudian latihan menyanyikannya. Ternyata baru dua baris saja, sang penyanyi besar itu tak sanggup meneruskannya karena sudah menangis tersedu-sedu. Begitu berulang kali. Setiap kali latihan menyanyi, Chrisye selalu menangis dan menangis, hingga membuatnya lemas. Kejadian itu juga berulang pula saat take vocal. Berkali-kali seperti kejadian sebelumnya, Chrisye menangis dan menangis saat membawakan lagu ini, sehingga membuat sang istri, Yanti, menjadi gelisah dan khawatir. Begitu juga sang maestro sekaligus music director, Erwin Gutawa, menjadi senewen. Akhirnya, meski bersusah payah, Chrisye pun bernyanyi hingga akhir, tanpa take ulang, karena Chrisye sudah benar-benar tidak sanggup untuk menyanyikannya kembali. Kelak di kemudian waktu, lagu ini pun hanya satu kali saja dinyanyikan Chrisye secara langsung. Beginilah kisah Chrisye tentang lagu ini dalam suatu memoarnya yang ditulis oleh Alberthiene Endah, Chrisye –Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309) pada majalah Horison dari sumber yang saya dapatkan entah yang sudah ke berapa kalinya.

Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.

Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.

Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Makna Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Dari susunan kata-katanya, sebenarnya tidak ada yang istimewa. Tidak ada kata-kata puitis di sana. Sederhana dan mudah dimengerti oleh siapa saja. Lugas. Hanya saja pemaknaannya tidak semua orang mampu mendalami dan merasakannya. Selain pengetahuan akan agama yang mendalam, dia juga harus memiliki hati yang lembut. Banyak penyanyi, seperti Fatin Shidqia Lubis, Fadly, Tulus, Melly Goeslaw, Cakra Khan, Gigi, dan lain-lain mampu menghayati saat menyanyikannya. Namun tidak ada yang benar-benar sesensitif dan sebaper sang penyanyi aslinya, Chrisye. Perbedaan emosi, perjalanan hidup, dan juga kelembutan hatilah yang membedakan Chrisye dengan penyanyi-penyanyi dari generasi belakangan.

Seperti kita ketahui, lirik lagu ini maknya diambilkan dari ayat ke-65 surat Yasin, yang bunyinya.

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلۤـٰى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَاكَانُوْايَكْسِبُوْنَ

Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim wa tukallimunaa aidiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun”

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”

Dari arti translatenya saja sudah dapat kita ketahui dan reka-reka mengenai apa ayat ini mengabarkan. Ya itulah peradilan akhirat nanti yang mana seluruh jin dan manusia tidak peduli apa ras, agama, kepercayaan, dan keadaannya akan dimintakan pertanggungjawaban apa-apa yang telah dikerjakannya selama hidup di dunia. Bahkan orang gila pun akan diminta pertanggungjawabannya manakala sebelum datang kegilaan kepadanya. Orang yang berkebutuhan khusus sejak lahir juga akan ditanya siapa tuhannya, nabinya, dan kitab sucinya. Tak ada pengecualian bagi siapapun jua. Selain para nabi dan rasul, hanya golongan bayi yang meninggal baru lahir atau setelah kehamilan 4 bulan serta para syuhada yang gugur dalam medan peperangan saja yang tidak dimintakan pertanggungjawabannya. Karenanya, kita harus membekali anak-anak kita, apapun keadaannya, dengan pengetahuan mendasar tentang siapa itu Allah, Nabi Muhammad, dan kitab al-Quran, terlepas apakah mereka mengerti atau tidak, utamanya anak-anak yang berkebutuhan khusus sejak lahir.

Sedangkan pada hari itu, mulut akan dikunci rapat-rapat dan tidak dapat mengeluarkan suara sedikitpun. Tidak dapat mengeluarkan bantahan atau alasan apapun dari apa-apa yang telah dikatakan oleh tangannya, kakinya, perutnya, dan seluruh badannya mengenai apa yang telah mereka kerjakan selama di dunia.

Dan artikel ini saya hanya sanggup menuliskanya hanya sampai sekian saja. Hanya video ini saja yang terakhir berbicara.

download

 

Terakhir kali, dalam suatu bait burdah sholawat, dikatakan:

هُوَالحَبِبُ الَّذِى تُرْجَى شَفَاعَتُهُ

Dialah kekasih yang diharapkan syafa‘atnya

لِكُلِّ هَوْلِ مِنَـْلاَهْوَالِمُقْتَحِمِ

Untuk menghadapi setiap peristiwa dahsyat yang menimpa umat manusia

Wallahu a’lam bishshowwab

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

Pyrrosia piloselloides, Paku-Pakis Sisik Naga

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Melihat namanya, apakah paku ini memang memiliki kemiripan daunnya dengan sisik-sisik naga, hewan mitologi Cina atau Yunani itu?. Entahlah. Kalau di Indonesia (dan Malaysia) disebut Sakat Ribu-ribu, Paku Duduwitan (Pakis Duduitan), Pakis Duwitan, atau Daun Picisan. Menurut saya, nama inilah yang paling layak disematkan pada paku ini.

Paku Sisik NagaYang jelas, Pyrrosia piloselloides merupakan salah satu paku-pakis yang banyak kita jumpai atau merupakan paku pakis genus Pyrrosia yang paling umum. Hidupnya menempel pada pohon-pohon besar di tempat-tempat yang lembab seperti hutan, ladang, pekuburan, dan sebagainya. Meski nampak indah dan eksotik karena mampu membuat indah batang pohon yang ditempelinya, namun para petani/pekebun lebih sering menganggapnya sebagai gulma pada tanaman perkebunan, karena dipandang menghambat pertumbuhan bunga atau buah dari pohon budidaya. Hingga saat ini pun, paku ini belum menjadi komoditi dagang walau sudah banyak yang menanamnya sebagai tanaman hias. Mungkin kelak kalau mengetahui kemanfaatannya, niscaya paku-pakis ini akan berharga mahal.

Termasuk tumbuhan epifit atau kremnofit yang cepat perkembangan dan perkembangbiakannya. Meski menumpang pada pohon inangnya, tetapi karena paku ini termasuk jenis epyphit (bukan parasit), menurut saya prosentase gangguannya sangatlah rendah/kecil.

Kronologis Nama Pyrrosia piloselloides

Sebelumnya bernama Drymoglossum heterophyllum. Tentu saja sesuai namanya paku ini berada dalam genus Drymoglossum. Sebelumnya lagi memiliki nama binomial yang berganti-ganti, mulai Acrostichum heterophyllum, Lemmaphyllum microphyllum, Notochlaena piloselloides, Oetosis piloselloides, Pteris piloselloides, hingga Taenites piloselloides. Sekarang, genus Drymoglossum telah dilebur menjadi satu dalam genus Pyrrosia, yang terdiri dari kurang lebih 100 spesies yang tergabung dalam Familia Polypodiaceae, Ordo Polypodiales, Kelas Pteridopsida, Divisi Pteridophyta (paku-pakuan). Penampilannya juga saling mirip sehingga akan membingungkan kita pakis manakah yang sedang dibicarakan. Oleh sebabnya, BPG pun menambahkan kata Piloselloides di belakang nama Indonesianya atau kata Common di depan nama internasionalnya untuk membedakan pakis ini dengan pakis Picisan lainnya, menjadi Daun Picisan Piloselloides atau Common Scale Dragon. Kata common saya tambahkan karena spesies paku inilah yang persebarannya paling merata di seantero wilayah Asia tropik dan sedikit wilayah Australia, mulai dari India, Asia Tenggara hingga Papua New Guinea dan Australia bagian utara pada ketinggian hingga 1000 m dpl.

Tumbuhan C.A.M.

Seperti tumbuhan epiphyt lainnya – termasuk juga anggrek –, paku ini juga memiliki sistem fotosintesis yang disebut Crassulacean Acid Metabolism yang membuatnya mampu tahan terhadap kekeringan dan sangat adaptif terhadap intensitas cahaya tinggi. Siang hari stomatanya menutup dan kemudian membuka pada malam hari. Pengambilan CO2 pada malam hari untuk disintesis menjadi asam krassulasen. Pada siang hari setelah reaksi menghasilkan ATP dan NADH, CO2 dilepas dari asam krassulasen untuk dimasukkan ke siklus Calvin.

Budidaya

Seperti halnya paku-pakis lainnya, Pyrrosia microphyllum dapat diperbanyak dengan spora dan pemisahan batang/rumpun. Tidak ada perawatan yang berarti apabila kita memelihara paku-pakis ini. Saat musim penghujan tiba atau jika kita rajin menyiraminya, paku-pakis akan tumbuh dengan suburnya.

+++>> MORFOLOGI <<+++

Daun

daun batang akarDaun dimorfik atau memiliki 2 tipe daun berbeda, yakni daun berspora (fertil) dan daun steril. Daun steril berwarna hijau, umumnya tebal, tekstur berair, bentuk membulat tak sempurna (orbicularis) hingga jorong dengan ujung tumpul atau membundar sedangkan pangkalnya meruncing, tepi daun rata, bertangkai pendek. Tulang daun tipe menyirip (penninervis) seperti susunan tulang ikan. Daun muda permukaan bawahnya berambut. Dari bentuk daun inilah kemungkinan paku ini mendapatkan namanya Pakis Picisan atau Paku Duduitan.

Daun yang berspora (fertile) bentuknya linier atau seperti pita, tangkai pendek atau duduk. Kumpulan sporanya berada di sepanjang alur longitudinal tepi (margin) daun.

 

Akar

daun batang akar2Akar rimpang tipis, bersisik dengan sisik peltate dan merayap jauh atau memanjang dengan diameter sekitar 1 mm yang melekat kuat pada cabang atau dahan pohon inang.

Spora

Termasuk tumbuhan homospora / isospora yang hanya menghasilkan satu macam spora saja yang terletak pada sorrus di bawah daun. Pada tipe homospora seperti ini, spora yang jatuh akan berkembang menjadi prothalus yang mengandung organ kelamin jantan atau betina saja, sehingga dalam fertilisasinya (percampurannya) diperlukan air atau lingkungan yang basah agar sperma bersilia (bercambuk) dapat berenang menuju sel telur, karena itu tumbuhan paku banyak hidup di habitat basah.

Sori

Linier, memanjang, terus menerus, jarang terputus, kurang lebih tenggelam dalam lekukan atau sulkus dan kurang lebih jauh dari pinggir. Penutup tidak ada.

Kemiripan Spesies

Pyrrosia adnascens yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

== Kemanfaatan ==

Manfaat Herbal

Selain sebagai tanaman hias (meski belum banyak yang membudidayakan atau memperjualbelikannya), air rebusan daun atau herba segarnya dapat digunakan untuk mencuci kudis atau koreng. Dapat juga dimanfaatkan sebagai ramuan berkumur bagi penderita sariawan dan radang gusi. Herba segar yang digiling atau ditumbuk sampai halus yang kemudian dibubuhkan dapat digunakan sebagai obat penyakit kulit, seperti kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.

Untuk yang diminum (pengobatan dalam) dapat melawan penyakit abses paru-paru, TB paru disertai batuk darah, kencing nanah (gonorhoe), keputihan (leukore), perdarahan (luka berdarah, mimisan, berak darah, muntah darah, perdarahan pada perempuan), rematik, sakit kuning (jaundice), sukar buang air besar (sembelit), sakit perut, disentri, TBC kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma), maupun gondongan (parotitis).

Paku-pakis ini memang digunakan sebagai pengobatan karena mengandung minyak atsiri, sterol/triterpen, steroid-trierpenoid, fenol, flavonoid, saponin, polifenol, triterpen/sterol, plavonoid, gula, dan tanin. Selain berkhasiat sebagai antiradang, antitoksik, peluruh dahak, pencahar (laksan), dan menghentikan pendarahan, juga ditengarai paku-pakis ini sebagai anti kanker, misalnya kanker payudara dan penyakit tumor lainnya.

Anti Bakteri

Ekstrak alkohol daun (ekstrak petroleum) yang mengandung sedikitnya enam senyawa sterol/triterpen dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli, sedangkan ekstrak alkohol – mengandung paling sedikit satu senyawa sterol/triterpen, empat senyawa fenol, lima senyawa flavonoid, dua senyawa tanin dan satu senyawa gula – dan ekstrak airnya – paling sedikit satu senyawa fenol, empat senyawa flavonoid, dua senyawa tanin dan satu senyawa gula yang dikandungnya – dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus aureus.

Selain itu, daunnya juga mcngandung paling sedikit sembilan senyawa minyak atsiri.

pada pohon

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Serial Aku Cinta Anggrek Indonesia: Dendrobium anosmum dari Celebes, si Anggrek Dupa yang telah Raib di Habitat Liarnya

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Seringnya hidup berdampingan dengan Dendrobium aphyllum. Namun populasinya tidaklah sedahsyat ‘saudaranya’ itu. Bunganya tentu saja cantik (it’s course) dan wangi. Hanya saja yang mengherankan kenapa kok dinamakan Unscented Dendrobium ya? Nama binomialnya, Dendrobium anosmum, kalau diartikan Dendro yang tidak berbau (Latin). Padahal wangi bunga ini sangat kuat, meski tak setajam keharuman Anggrek Merpati. Ada yang mengatakan mirip aroma dupa hutan-hutan dari pedalaman Kalimantan Timur, sehingga dikenal sebagai Anggrek Dupa. Ada juga yang mengatakan mirip wangi berry, krem, anggur, atau permen karet. Disebut juga Anggrek Kangkung atau Anggrek Mata Sapi.

ePopulasinya tersebar mulai India, Thailand, Laos, Vietnam, Philippines, Malaysia, Indonesia, dan Papua New Guinea. Ada banyak variannya, misalnya var. gigantea/giganteum (Piliphina), var. delacourii, var. burkei, var. purpureo-marginatum, var. anosmum/superbum, dearei, huttonii, dan alba/album, dan lain-lain. Antar varian dapat dibedakan dari warna petal dan sepal, apakah ungu tua, ungu muda, ungu gradasi, putih, atau kombinasinya, atau apakah posisinya tegak atau menangkup. Atau apakah labellumnya menggulung sempurna atau tidak. Atau dapat pula dibedakan dari ujung labellumnya, mirip skop berujung runcing, bulat, agak sempit atau juga agak lebar atau lainnya. Atau bisa juga kita lihat dari corak warna pada labellum bagian dalamnya. Atau mungkin dari perbedaan arah tumbuh batangnya. Dendrobium anosmum yang ada di kebun BPG berasal dari Celebes, hanya saja belum menemukan nama variannya.

Seksi Ganda / Double Section

Saya tidak tahu apakah data ini valid atau tidak, ada yang menyatakan kalau anggrek ini memiliki seksi ganda, yakni Seksi Dendrobium dan Seksi Eugenanthe. Seksi Dendrobium memiliki ciri umum lidah/labellum lebar dan membulat, sedangkan Seksi Eugenanthe  mempunyai ciri umum bunganya berukuran besar, pseudobulb seluruhnya tebal dan berdaging (atau nampak seperti batang), tumbuh tegak atau menggantung dengan kuntum-kuntum bunga yang muncul dari buku-buku daun setelah semua daunnya rontok. Tipe daun termasuk tipe nobile/deciduous atau penggugur daun. Namun hampir semua situs memasukkan Anggrek Kangkung ini ke dalam Seksi Dendrobium.

Sinonim

hDendrobium superbum, Callista anosma; Callista macrophylla, Callista scortechinii, Dendrobium dayanum, Dendrobium leucorhodum, Dendrobium macranthum, Dendrobium macrophyllum, Dendrobium retusum, Dendrobium scortechinii.

Bunga

i
D
iameter 8 – 10 cm. Kelopak/sepal dan mahkota/petal berwarna ungu muda yang lembut bergradasi ke tengahnya hingga seakan-akan tengah petal dan sepal berwarna putih. Bibir bagian dalam ungu tua yang terdapat garis-garis dengan warna yang sama. Bunga mekar 2 minggu atau lebih, sekitar bulan Januari hingga Agustus dengan jumlah kuntum sedikit yang muncul dari sisi ruas buku yang tidak terdapat daun. Memiliki 4 pollinium dan hanya sedikit yang menjadi buah. Bantuk buah jorong dengan panjang lebih kurang 4 5 cm. Hingga kini BPG belum pernah menemukan buahnya.

Sedangkan kelopak bunga kaku dan tebal dengan bentuk lanset atau seperti mata tombak berwarna ungu keputihan, tegak atau menelungkup. Panjang 3 5 cm dengan lebar 1 1,5 cm.

Mahkota bunganya berbentuk jorong yang ujungnya meruncing, panjangnya 3 5 cm lebar 2 3 cm. Tepi labellum menggulung sehingga membentuk seperti corong/contong berwarna ungu tua dengan ujung bibir berbentuk skop yang terdapat bulu-bulu pendek/halus. Dari ujung bibir inilah dapat dibedakan varian-variannya.

Daun

Bentuk lanset/lanceolate, tak bertangkai atau langsung mengepit batang (sessile) secara berselang-seling kanan kiri antara ruas satu dengan ruas berikutnya. Tepi agak bergelombang, melengkung ke bawah dengan ujung runcing agak terbelah atau asimetris. Panjang dan lebar daun bervariasi. Daun saling berhadapan secara menyilang yang mana satu ruas satu daun.


Pseudobulb

Atau umbi semu dari varian Celebes ini homoblastik atau berbentuk batang/silindris dengan panjang 1 meter atau lebih. Pangkalnya agak menggembung dan keras. Saat masih kecil tumbuh tegak ke atas (erect), namun semakin besar batang akan kian jatuh dan menggantung dengan bagian ujung agak mencuat ke atas (jenthar, Jawa). Antar ruas panjangnya 2 – 3 cm. Dari ruas buku-bukunyalah muncul daun, bunga, dan keiki. Bunga akan muncul pada ruas dan berhadapan dengan daunnya yang kemudian akan gugur seiring membesarnya bunga. Namun tidak setiap ruas keluar bunga. Dari ruas ini pula akan keluar kheiki yang biasanya muncul setelah bunga-bunga berguguran.

Keunggulan

Tahan terhadap kekeringan dan intensitas cahaya tinggi. Mudah dalam perawatan atau pemeliharaannya. Sangat cocok bagi pemula. Tentu saja kelebihan yang utama dari anggrek ini adalah bunganya yang relatif besar, tampang cantik, dan wangi.

Perawatan

Seperti Dendrobium lainnya, anggrek ini tumbuh bagus apabila diletakkan di area terbuka. Anggrek tahan terhadap paparan panas surya sepanjang hari. Namun ada penganggrek yang menghindarkannya dari terik karena dapat membakar daun dan juga dasar batang. Namun selama tidak terjadi masalah pada anggrek, kita dapat menjemurnya sepanjang hari agar pertumbuhannya optimal. Kelembaban tentu saja tetap dijaga. Bila cahaya cukup bahkan berlebih namun masih dalam batas toleransinya, batang atau daun akan bersemburat keunguan.

Pilihan medianya juga tidak rewel. Bisa pakis papan, kayu, pohon, atau pot dengan media arang atau sabut kelapa, bahkan cacahan ranting yang diletakkan pada pot pun bisa. Ada juga yang menggunakan sphangum moss atau pun yang lainnya seperti pecahan bata atau genting atau media lain yang kita punya Namun apapun medianya, pilihlah pot yang banyak lubangnya. Kalau ingin memakai barang bekas dapat digunakan Marang (bakul nasi plastik yang biasanya untuk kenduri) yang banyak lubang-lubangnya itu. Atau bisa juga wadah plastik lain yang dibuatkan lubang-lubang pada sisi-sisinya. Kalau memakai pot tanah liat, tidak usah diberi media tanam pun just ok!.

Penyiraman dapat dilakukan sehari sekali apabila kondisi lingkungan kering (tidak ada pohon misalnya). Bila lingkungannya lembab, anggrek dapat disiram 1½ atau 2 hari sekali atau bahkan seminggu sekali tergantung kondisi tanamannya dan cuacanya. Di musim penghujan, anggrek tidak usah kita siram sama sekali, kecuali kalau hujan tidak turun selama seminggu. Selama tanah/lantai kebun basah, anggrek tidak apa-apa bila tidak disiram dalam jangka waktu lama karena kelembabannya masih terjaga.

Perbanyakan

gDengan memisahkan rumpun, keiki, atau juga tunas anakan. Selama ini BPG belum pernah menjumpai buahnya, jadi tidak dapat berkomentar lebih jauh mengenai perkembangan generatifnya.

Jenis Setipe

Banyak sekali saudara-saudaranya dalam seksi Dendrobium yang memiliki penampilan mirip dalam hal bunganya, seperti Dendrobium pierardi, Dendrobium pulchellum, Dendrobium moschatum, Dendrobium parishii, Dendrobium linguella, Dendrobium hookerianum, Dendrobium fimbriatum, Dendrobium chrysanthum, Dendrobium nobile, Dendrobium callibotrys, Dendrobium lituiflorum, Dendrobium cretaceum, Dendrobium aduncum, Dendrobium loddiggessii, Dendrobium primulinum, Dendrobium tortile, dan lainnya. Namun yang sering ditemukan di Indonesia (Jawa, khususnya di Kediri) adalah Dendrobium aphyllum. Keduanya sering dijumpai hidup (ditanam) berdampingan, namun dibanding saudara ‘kembarnya’, Dendrobium anosmum populasinya mamang kalah sangat jauh. Walaupun perawatannya juga sangat mudah, khas genus Dendrobium, namun memang tingkat perkembangan maupun pertumbuhannya tidak sepesat Dendrobium aphyllum.

Nasibnya Kini

Dulunya anggrek-anggrek ini dapat ditemukan di hutan-hutan Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Maluku, dan Papua. Sekarang, keberadaan anggrek ini di hutan-hutan Indonesia sudah tidak dapat diketahui dengan pasti. Hingga saat ini pun, BPG belum menemukan satu data pun yang melaporkan keberadaan anggrek ini secara in-situ, kecuali yang berada di Jawa (var. huttonii). Artinya dapat dibilang anggrek ini sudah raib dari habitat alamnya, namun tidak langka pada habitat ex-situ dan perdagangannya.

Dan kini Anggrek dupa berstatus:

CITES approved for export

CITES export Appendix II Species

Catatan

Gambar-gambar yang nampak pada artikel ini bukanlah warna sebenarnya akibat pengaruh sinar matahari dan juga kualitas kamera Hp yang minimalis. Warna bunga yang paling mendekati dengan realitanya seperti ini.

f

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Pistia stratiotes, antara Tanaman Hias, Gulma Air, dan Fitoremediasi (Penetral Polutan)

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Allah dalam menciptakan sesuatu sesuai dengan kehendakNya. Begitu juga dalam menciptakan tanaman air (hydrophytes) Pistia stratiotes ini. Karakteristik maupun morfologinya sangat jauh berbeda dengan anggota family Araceae/Arum (talas-talasan) lainnya, dan menjadi satu-satunya spesies dari famili ini yang hidup di air sebagai floating plants (tanaman mengapung). Tak ada umbi yang menjadi ciri khas dari tanaman talas-talasan, namun memiliki stolon sebagai alat perkembangbiakan vegetatif dan penghubung/transportasi makanan antara induk dengan anakannya.

pistia 3Pistia stratiotes berarti tanaman air, dari kata pistos (air) dan stratiotes (Mesir) yang artinya tanaman air. Mudah dijumpai pada habitat sungai, kanal/saluran irigasi buatan, danau, rawa-rawa atau tempat tergenang (stagnant water) lainnya. Asal muasalnya memang masih menjadi kontroversi. Ada yang mengatakan dari Afrika, namun ada pula yang menyebut Afrika sekaligus Amerika. Dari sumber yang saya yakini Apiospermun obcordatum berasal dari Amerika Selatan, seperti Chili dan Brasil dengan habitat sungai-sungai yang ada di sana, seperti sungai Amazon.

Tanaman-apu-apuPenampilan layaknya kobis mungil yang sedang merekah, karenanya dikenal dengan nama Water Cabbage atau Water Lettuce atau Nile Cabbage, atau pun Shellflower. Ada juga yang menyebutnya Floating Aroid, Pistia, Tropical Duckweed, Water Bonnet, Water Fern, atau Water Lily. Di Indonesia dikenal sebagai Apu-apu, Kapu-kapu, Kayu Apung, Kiapu, Kiapung, Kayu Apu, Apon-apon. Di Malaysia dikenal dengan sebutan Kiambang, sedangkan di Indonesia nama Kiambang merupakan sejenis serangga yang mampu berjalan di atas air.

Kecantikannya itu mampu memikat orang-orang untuk menjadikannya sebagai tanaman hias aquarium/aquascape, kolam, tempayan, atau vas. Juga sebagai pelengkap dari paludarium (habitat rawa tiruan). Memiliki kemampuan menyerap amoniak sebagai biang keladi tumbuhnya lumut yang menjadi musuh berat para aquascaper. Pada empang atau kolam budidaya digunakan sebagai pelindung burayak (anak ikan), tempat bercumbunya ikan-ikan maupun menempelnya telur ikan. Meski sering kali membuat jengkel karena perkembangan populasinya yang pesat, anggota family Araceae yang unik ini mampu berfungsi sebagai pembersih air dari zat radioaktif, gas amoniak yang berlebihan dan logam-logam limbah industri tanpa mengurangi kandungan oksigen di air (kata blog dari Indonesia), namun pada blog-blog luar negeri, ternyata Apu-apu ini dalam jumlah yang sangat besar/populasi padat dapat menurunkan kualitas air yang artinya dapat mengurangi kandungan oksigen dalam air yang sangat dibutuhkan oleh binatang-binatang air.

pistia 2Perennial monocotyledonous aquatic plant ini juga mampu tumbuh di darat dalam substrat basah (Emergent Plants). Perawatannya pun sangat mudah dan bandel. Asal tidak sampai kering air, Limnonesis commutate akan tumbuh dengan subur. Tak usah dipupuk karena akan membuat populasinya kian tambah meledak. Memang dalam jumlah yang normal akan bermanfaat, namun dalam populasi yang tak terkendali akan menjadi gulma atau tanaman invansif yang tentunya akan merugikan biota-biota air endemik. Apalagi tumbuh dan berbiaknya (secara generatif (biji) dan vegetatif (stolon)) sangat pesat, plus ditunjang dengan kemampuan hidupnya dalam rentang kondisi dan iklim yang luas, mulai dari daerah tropis (Asia, Amerika), tropis panas (Afrika), hingga daerah sub tropis Eropa, sebagian Amerika, dan sebagian Australia pada kondisi air yang parah sekalipun, seperti bersalinitas rendah maupun tercemar, membuatnya telah menjadi spesies invasif/gulma di beberapa negara. Karenanya pengawasan terhadap populasinya mutlak dilaksanakan.

 

Pengaruh sebagai Gulma

Apabila manajemen pengendaliannya tidak berjalan dengan baik dalam arti populasi Limnonesis friedrichsthaliana meledak, tanaman ini akan membawa dampak kerugian yang besar, antara lain:

  • Menurunkan kualitas air. Hamparan Pistia aegyptiaca yang berada di atas permukaan air akan menghalangi sirkulasi udara sehingga pasokan oksigen di dalam air pun berkurang dan cahaya matahari yang sangat dibutuhkan oleh biota air lainnya pun menjadi terhalang, sehingga. Lambat laun organisme endemik (penghuni lama) akan tersingkir bahkan lenyap.
  • Kegiatan bersampan/berperahu, memancing dan aktivitas air lainnya menjadi tidak mungkin dilakukan karena padatnya populasi Pistia aethiopica yang menutupi permukaan air.

karpet pistia

Agen Pengontrol /Biocontrol Organism

Karenanya diperlukan pengontrolan dengan sistem dan manajemen yang terpadu dan baik. Di alam, Allah telah menyediakan agen-agen pengontrol dari makhluk hidup. Tercatat kurang lebih 21 jenis pemakan tumbuhan (herbivorous) yang sebagian besarnya dari bangsa serangga sebagai pengendali populasi dari Pistia africana ini. 5 spesies berada (dari) Afrika, 11 di Asia, dan 9 spesies pemakan Pistia amazonica ada di Amerika. Yang terkenal misalnya Weevil (Kutu Gajah) Neohydronomus affinis dan Neohydronomus spp. menjadi biological control di Amerika Selatan dan Tengah yang kemudian diintroduksi ke Australia, Botswana, Zimbabwe, Benin, Senegal, Afrika Selatan, Papua Nugini, USA, serta Kepulauan Pasifik. Kemudian ulat/larva dari ngengat Argyractis drumalis yang khusus memakan akar Pistia asiatica ini. Larva dan Kutu Gajah Argentinorhynchus bruchi khusus memakan Pistia brasiliensis bersama-sama dengan Argentinorhynchus bennetti, Argentinorhynchus breyeri, Argentinorhynchus minimus, dan Argentinorhynchus squamosus. Seperti namanya, serangga-serangga tersebut berasal dari Argentina. Sedangkan The Noctuid Moth (Indonesia’n name?) Spodoptera pectinicornis menjadi pengontrol Pistia commutate (ada yang menulis Pistia commutata) di Thailand. Begitu pula Kutu Gajah Bagous pistiae.

Herbivora lainnya: Lepidelphax pistiae, Neohydronomus elegans, Neohydronomus pulchellus (Afrika Selatan, USA), Oreochromis niloticus, Samea multiplicalis (stadium larva).
Organisme-organisme lain yang juga menyerang Pistia crispate adalah Nymphula spp., Hydrozetes tobaicus, Nisia atrovenosa and Cercospora canescens.

Selain serangga dan hewan, beberapa jenis fungi seperti Ramularia spp. atau Sclerotinia sclerotiorum juga mampu mengendalikan ledakan populasi Pistia cumingii.

Mungkin juga perlu diujicobakan menggunakan ikan-ikan herbivora dari jenis-jenis Chiclid Afrika, Nila misalnya atau ikan Karper seperti cara pengendalian pada Eceng Gondok.

 pistia 1

Pengendalian ala Kimiawi dan Mekanik

Selain memakai agen biocontrol, pengendalian juga dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida diquat beserta kombinasinya dengan triclopyr, glyphosate, chlorsulfuron, terbutryn, 2,4-D dan endothall. Namun perlu diperhatikan benar-benar bahwa zat-zat kimia tersebut memiliki dampak negatif bagi organisme-organisme lainnya utamanya manusia yang menjadikan sungai-sungai sebagai tempat kegiatan sehari-sehari seperti mandi, mencuci, sumber air minum, berenang, mencari ikan, atau sarana tranportasi air.

Secara mekanik dengan cara mengeluarkan Pistia gardneri dari air, kemudian dicacah atau dipotong-potong menggunakan mesin gurdi apabila jumlahnya banyak. Apabila jumlahnya sedikit, dapat dicacah secara manual atau ditumpuk begitu saja pada area yang terpapar sinar matahari.

Karena tidak tahan terhadap cuaca dingin atau embun beku, mungkin dapat digunakan zat pendingin untuk mengendalikan populasi Pistia horkeliana ini.

 

=== MORFOLOGI ===

Daun

Melebar berwarna hijau pucat. Ujung membulat pangkal agak meruncing dengan helai daun bergelombang atau berlekuk-lekuk mirip kobis atau mawar. Panjang 2 – 10 cm, lebar 2 – 6 cm. Ini ukuran yang umum dijumpai di Indonesia. Namun di luar negeri, ukuran Pistia leprieuri dapat mencapai 20 cm. Besar juga ya … seperti kubis anakan. Terdapat rambut tebal yang lembut pada permukaannya. Pertulangan daun sejajar. Daun-daun melebar dan tersusun secara roset yang mengepit (sessile), sehingga hampir tak bertangkai daun maupun batang. Dengan susunan seperti itu ditambah daunnya yang memiliki struktur berongga-rongga – terdapat rongga kosong pada jaringan mesofilnya yang disebut jaringan aerenkim – membuatnya mudah mengapung pada permukaan air karena jaringan penyusunnya tidak padat dan berat.

 

Akar

Serabut, jumbai panjang mencapai 80 cm, berwarna putih, menggantung di bawah roset dan memiliki stolon. Rambut-rambut akar membentuk suatu struktur seperti keranjang yang dikelilingi gelembung udara, sehingga meningkatkan daya apung.

Pada akar inilah yang menyerap dan mengakumulasi bahan radioaktif tertentu sehingga konsentrasi pada biota jauh di atas konsentrasi media tanamnya, kemudian mengalami translokasi di dalam tumbuhan, dan dilokalisasi pada jaringan. Salah satu contoh bahan radioaktif yang ada yaitu Cs (Cesium).

 

Bunga, Buah, dan Biji

Tipe bunga tongkol yang muncul di ketiak daun atau tengah roset, berwarna keputihan. Ukuran sekitar 1 cm, berambut dan dilindungi oleh seludang. Letak tersembunyi sehingga tidak nampak jelas. Buah buni, bulat, berwarna merah, ukuran 5 – 8 cm. Bijinya bulat, berwarna hitam, berukuran sekitar 2 mm.

 

Host Plants/Plants Affected

Bersaing dengan tanaman Padi/Oryza sativa dalam memperebutkan zat-zat hara.

 

Kandungan Kimiawi

Alkaloid, tanin, flavonoid, polifenol, saponin, minyak, lemak dan glikosid. Flavonoid sendiri bermanfaat untuk melindungi struktur sel terhadap lingkungan luar, semisal serangan mikroorganisme atau kondisi lingkungan yang tercemar. Dengannya sel-sel akan tetap melakukan akitivas seluler dengan baik dan tidak mengalami suatu kerusakan dan gangguan. Bila gangguan itu berupa serangan makhluk hidup seperti bakteri, kuman, atau biorenik lainnya, flavonoid berfungsi sebagai antibiotik.

 

 

Khasiat Pengobatan
Rasa herba (daun)nya pedas, sejuk, dan memiliki khasiat antirematik, antiradang, peluruh keringat (diaforetik), dan peluruh kencing (diuretik). Akar tidak dapat dimanfaatkan sebagai obat karena mengandung sedikit toksik.

Berbagai macam penyakit dapat dilawan dengan penggunaan daunnya baik kering maupun segar, antara lain: flu, demam, batuk rejan, pegal-linu (reumatism), bengkak terbentur (memar), bengkak (edema), kencing terasa nyeri (disuria), kencing nanah, gatal alergi (urtikaria), gatal-gatal (pruritus), rash campak yang keluarnya sedikit, disentri, dan penyakit kulit seperti bisul dan eksim. Untuk pemakain dalam dengan cara merebus daunnya, sedangkan pemakaian luar caranya adalah menggiling hingga halus herba segar, peras dan air perasan tersebut digunakan untuk mengompres atau bisa juga dengan merebus daun segar yang mana air rebusannya digunakan untuk membasuh bagian yang sakit.

 

Sinonim

Sebagian nama sinonimnya tersebar pada artikel di atas, dan berikut nama sinonimnya yang lain.

Pistia linguiformis, Pistia minor, Pistia natalensis, Pistia obcordata, Pistia occidentalis, Pistia schleideniana, Pistia spathulata, Pistia stratiotes var cuneata, Pistia stratiotes var obcordata, Pistia stratiotes var spathulata, Pistia texensis, Pistia turpini, Pistia turpinii, Pistia weigeltiana, Zala asiatica.

pistia 4
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

Jangan Takut Menjemur Anggrek!!!

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bagi pemula, belajar tentang anggrek yang termudah dan termurah jalan pintasnya adl dengan baca-baca blog/situs anggrek. Kalau dari sumber pustaka, harga buku mahalnya minta ampun. Sayangnya istilah-istilah maupun informasi-informasi antar blog tidaklah sama. Selain perbedaan itu adalah hal yang wajar, banyak sekali faktor yang berpengaruh. Salah satunya adalah keadaan lingkungan atau cuaca yang berbeda-beda di setiap tempat. Begitu juga informasi mengenai kebutuhan cahaya pada anggrek yang bervariasi, bagi pemula tidaklah mudah untuk memahaminya.

Cahaya memang sangat penting bagi kehidupan. Anggrek (dan mayoritas tumbuhan lainnya) membutuhkan cahaya untuk fotosintesis dan proses terbentuknya bunga. Pada area yang teduh/terlindung, proses fotosintesis masih tetap berjalan. Namun sayangnya tidak semua anggrek yang diletakkan pada tempat teduh mampu berbunga. Inilah permasalahan besar yang dihadapi para penganggrek pemula. Peletakan anggrek pada tempat yang teduh memang cara yang paling aman. Namun anggrek adalah tumbuhan berbunga yang memiliki bunga yang sangat indah. Tentu kita juga mengharapkan keluarnya bunga bukan? Agar berbunga maka anggrek harus kita geser letaknya ke tempat yang lebih terang. Kalau saya sarankan sebaiknya anggrek langsung dijemur saja.

Pada setiap individu (bukan jenis lho) anggrek berlaku kondisi makro, mikro, dan super mikro. Kondisi makro adalah keadaan lingkungan atau daerah di mana anggrek itu berada. Misalnya anggrek berada di daerah tropis yang kemudian menyempit menjadi lingkungan negara Indonesia, lalu menyempit lagi hanya pada pulau Jawa, dan menyempit pada area Jawa Timur, dan menyempit lagi pada wilayah Kediri. Setelah ini berlakulah kondisi mikro, yakni keadaan lingkungan dimana anggrek tersebut tumbuh, misalnya kondisi kebun atau taman. Meski anggrek berada dalam taman yang sama, belum tentu anggrek menunjukkan tingkat perkembangan dan pertumbuhan yang sama. Anggrek Dendrobium x superbiens yang berada di kebun BPG misalnya. Pada area ternaung (intensitas cahaya 15%), yang mana anggrek mendapat sinar langsung minim atau yang menerobos dari sela dedaunan saja, anggrek tidak kunjung berbunga, padahal sudah 2 tahun lebih. Sedangkan rumpun splitannya dari tempat yang sama namun diletakkan pada area yang terhujani sinar matahari langsung, anggrek telah berbunga dan beranak-pinak. Terkadang kita juga mengalaminya kan? Seringkali kita melihat kok anggrek kita tak serimbun anggrek tetangga. Atau anggrek kita tak sesehat atau tak sebanyak kuntum bunganya dibandingkan anggrek tetangga, padahal jenis yang kita tanam sama.

Untuk menggeser anggrek ke tempat yang lebih terang juga bukanlah mudah. Untuk itu kita lihat saja tipe akarnya. Dari beberapa kali pengamatan dan percobaan, saya menarik kesimpulan bahwa SELURUH ANGGREK EPHIFIT DAPAT MENERIMA SINAR MATAHARI LANGSUNG PAGI DAN SORE HARI. Sedangkan cahaya matahari siang hari antara pukul 11 – 14.00 tidak semua anggrek mampu menerimanya. Ada tips bagaimana caranya mengetahui apakah anggrek tersebut mampu menerima sinar yang terik, yakni melihat pada karakter akarnya. Akar yang saya maksudkan di sini adalah bagian tubuh akar pada akar yang belum melewati masa top fisiologisnya, yakni permukaan akar yang berwarna putih. Akar yang sudah lewat masanya itu adalah akar tua yang dicirikan warna putihnya semakin mencoklat. Untuk sementara ini karakter akar yang dapat dijadikan patokan memang warna pada permukaannya itu, bukan warna pada ujung akar atau ukurannya. Kelak kalau saya mengetahui rahasia dari ukuran maupun warna ujung akarnya saya akan posting, insya Allah.

aerides anggrek asem

Karakter akar anggrek yang tahan panas terik

Lalu, bagaimana mengetahui tanda-tanda kemampuan anggrek menerima sinar langsung setelah kita letakkan pada tempat yang lebih terang dibanding sebelumnya?

  • Daun berwarna hijau terang. Bila sedikit menguning tidaklah mengapa, masih dalam batas kewajaran. Jika warna daun tetap atau masih hijau tua, cahaya yang diterima harus diperlama.
  • Pada jenis tertentu terdapat bercak atau semburat warna ungu pada daun atau kulit batang. Kalau tidak ada warna ini, berarti yang berlaku adalah keadaan pada poin di atas.
  • Daun terbakar. Hal ini wajar karena anggrek kaget dengan keadaan barunya yang lebih ‘panas’ dibanding sebelumnya. Kalau sebatas daun-daun bagian bawah sebanyak 1 atau 2 helai, keadaan masih normal-normal saja. Jika lebih dari itu, anggrek perlu digeser ke tempat yang lebih teduh atau lamanya terpapar dikurangi.

Atau terkadang yang terbakar hanya bagian tengahnya saja dari helai daun. Biasanya pada anggrek yang memiliki daun lebar dan tebal seperti Dendrobium hybrid. Untuk keadaan yang seperti ini, shob cukup memotong/mengiris pada bagian yang terbakar saja (tidak usah semua bagian helai daun). Biasanya setelah kita potong, panas matahari yang diterima daun menjadi berkurang, sehingga daun dapat segera beradaptasi dengan keadaan barunya tersebut.

  • Akar nampak tumbuh sehat dan tunas-tunas baru semakin banyak.
  • Dan terakhir, olala anggrek pun berbunga. Alhamdulillah.

Dari kebun, anggrek koleksi yang memiliki permukaan akar putih dan telah terbukti mampu terpapar panas matahari terik (siang hari), yakni:

Dendrobium (spesi maupun hybrid)

Mayoritas Anggrek Dendro tahan banting terhadap panas matahari langsung sepanjang hari (full sun full day). Terbukti Dendrobium anosmum, Dendrobium aphyllum, Dendrobium phalaenopsis, Dendrobium crumenatum, dan Dendrobium x superbiens serta varian-varian hybrid pertumbuhannya sehat dan rajin berbunga.

Oncidium Golden Shower

Tipe akarnya serupa akar Dendrobium, sehingga anggrek ini pun tahan terhadap panas. Ada yang menyatakan kalau pertumbuhan yang terbaik adalah saat warna daun dan batang agak menguning.

tak-banyak1

Cattleya

Kalau mengikuti tabel pedoman sih, si Catti ini hanya dapat menerima intensitas cahaya 20%. Padahal dengan penerimaan sinar yang rendah tersebut, si Catti akan lebih banyak merumpun dibanding berbunga. Itu pengalaman saya lho. Kalau BPG lihat, di rumah-rumah yang si Catti tumbuh sehat dengan bunga merimbun adalah diletakkan pada tempat-tempat yang terang dengan terpapar sinar matahari langsung.

Anggrek Asem

Proses berbunga anggrek ini tidak tergantung pada masa fisiologisnya, namun pada keadaan musim. Anggrek membutuhkan musim kemarau untuk menghasilkan bunga yang akan mekar apabila musim penghujan datang. Kalau dari pedoman sih anggrek diletakkan pada tempat sedikit ternaung. Namun saat anggrek saya letakkan pada tempat yang terpapar sinar matahari mulai pukul 12.00 – 15.00 anggrek adem-adem saja tuh. Untuk berbunganya kita lihat saja nanti saat musim penghujan 2017 mendatang karena pada tahun 2016 kemarin sepanjang bulan pasti ada hujan turun, sehingga proses berbunga anggrek Aerides odorata ini pun menjadi terganggu.

bunga3

Trixpermum centipeda

Anggrek ini disarankan untuk diletakkan pada tempat yang agak teduh. Namun di tempat saya, anggrek terkena panas siang hari pukul 12.00 – 14.00.

gu8

Beberapa jenis lain masih menunggu proses adaptasi dan tentunya menunggu proses berbunganya. Artikel yang saya tulis ini bersifat subyektif. Jikalau shob takut untuk menjemur anggrek, ya jangan lakukan. Dan saya tegaskan, anggrek koleksi dan anggrek pengamatan berada di daerah panas yang terkena sinar langsung siang hari pukul 11 – 14.00.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Melanitis leda leda, Kupu-kupu Ilalang Leda

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2
Kupu-kupu ini suka menampakkan kecantikannya pada sore hari. Kalau tempat tinggal kita relatif dekat dengan area persawahan atau rerumputan, mereka biasanya datang ke rumah kita karena tertarik dengan cahaya lampu. Kupu-kupu yang saya ambil gambarnya ini salah satunya, datang setelah adzan Maghrib kemudian
nemplok (hinggap) pada rangka atap. Biasanya lebih suka hinggap pada atap atau terkadang terjebak di sekitar jendela.

Nama internasionalnya Common Evening Brown Butterfly yang pernah menyandang nama latin sebagai Cyllo helena, Cyllo obsoleta, Melanitis ismene, Papilio leda, Papilio solandra, Melanitis[sic] barnardi dari Familia Nymphalidae yang memiliki ciri warna mayoritas coklat dengan kaki berambut seperti sikat. Ada yang menyebutnya Kupu-kupu Ilalang. Tidak terlalu suka terbang. Beberapa meter saja sudah hinggap pada tenggeran. Namun ada yang melihat kupu-kupu ini ada di lantai 16 pada sebuah gedung. Lebih menyukai tempat berbasah seperti sawah padi atau area setengah teduh seperti kebun yang terdapat tanaman bambu atau palm.

Selain tidak begitu suka akan cahaya yang terang, ulat-ulatnya memang memakan daun bambu, palm, atau rerumputan (termasuk padi, jagung, tebu). Beberapa jenis tanaman inang (caterpillar’s foods) yang telah dicatat antara lain Alang-alang / Blady Grass (Imperata sp.); Apluda mutica; Apluda mutica; Andropogon sp.; Bambu (Bambusa sp.); Brachiaria mutica, Cynodon sp.; Capillipedium parviflorum, rumput jampang / Digitaria sp., Digitaria cruciata; Microstegium ciliatum; Padi /Oryza sativa; Rumput Pahit (Paspalum sp.): Rumput Australia /Paspalum dilatum, Rumput Pahit /Paspalum compressum, Jukut Pahit / Paspalum conjugatum; Rottboellia cochinchinensis; Buffalo Grass /Rumput Kebo?/Stenotaphrum secundatum; Setaria sulcata; Shorgum verticilliflorum; milet (Oplismenus compositus, Panicum sp. (Guinea Grass/Panicum maximum), Eleusine indica), dan tebu/Sugar Cane (Saccarum officinarum) yang notabene juga merupakan tanaman inang mayoritas familia Nymphalidae.

3

Rentang sayapnya relatif besar sekitar 8 cm-an. Jumlah ring pada sayap sekitar 7 – 10 buah. Memiliki dua tampilan yang berbeda. Saat musim kemarau warna sayap coklat kemerahan atau coklat terbakar, sedangkan musim penghujan coklat cenderung abu-abu atau coklat buram seperti pada gambar post ini. Banyak yang mengatakan bukan termasuk kupu-kupu menarik, karena warnanya dominan coklat dan abu-abu, warna-warna yang tidak atraktif, sama seperti mayoritas member familia Nymphalidae lainnya. Namun bagaimanapun tetap tergolong sebagai kupu-kupu yang cantik. Dan lagian, warna-warna tersebut merupakan salah satu alat pertahanan diri karena dapat tersamar/berbaur dengan latar belakang daun-daun kering atau seresahan atau dengan ranting-ranting/dahan yang berwarna coklat.

Karena bukan tipe kupu-kupu area terbuka, mereka mencari nektar pada bunga-bunga yang tumbuh di dekat habitatnya, seperti Ajeran, Lantana, Tridax Daisy, dan lain-lain. Biasanya berkumpul di sekitar buah busuk, lumpur, atau kotoran dan menghisap cairan-cairan mineralnya. Pada siang hari lebih banyak sembunyi di antara rumpun-rumpun semak/padi. Sesekali terlihat terbang untuk berpindah tempat tenggeran. Biasanya menampakkan diri menjelang petang atau subuh hingga matahari semakin naik.

Betina abdomennya lebih gendut dengan ukuran tubuh yang lebih besar dibanding jantannya.

## Persebaran / Spread ##

Melanitis leda tersebar di Kepulauan Pasifik, sebagian wilayah Inggris dan Irlandia, Riu Kiu, Australia, Afrika tropis, Madagaskar, dan benua Asia.

## Sub Species ##

1Melanitis leda sumbana – Soemba

Melanitis leda leda – Indo-China, Afrika, Sri Lanka, India, Yunnan, Tiongkok, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara (Lesser Sunda Islands), Kalimantan, Philipina, Tanahjampea (Kamboja?), Kalao, Kepulauan Christmas – (sinonim: Papilio mycena, Melanitis determinata, Cyllo helena, Melanitis leda fulvescens, Melanitis ismene var. determinata, Melanitis leda helena)

Melanitis leda bernardi – Australia

Melanitis leda solandra

Melanitis leda simessa – Jawa, Bali

Melanitis leda celebicolaSulawesi, Sangihe, Banggai

Melanitis leda bankia – Northern Territory, Cape York – Port Macquarie, Ambon, Serang (sinonim: Papilio bankia atau Papilio banksia)

Melanitis leda desperataTimor, Wetar

Melanitis leda bouruanaBuru

Melanitis leda moluccarumBachan, Halmahera, Obi

Melanitis leda offakaWaigeu (Papua)

Melanitis leda angulataBiak

Melanitis leda destitans – Papua New Guinea

Melanitis leda kiriwinaeKiriwina

Melanitis leda dominansIrlandia Baru, Duke of York I., Inggris, Kepulauan Bismarck

Melanitis leda salomonisSolomons

Melanitis leda palliataPalau

Melanitis leda levunaFiji (Viti Levu)

Melanitis leda ismeneYunnan (Tiongkok), Sri Lanka (sinonim: Papilio ismene, Melanitis ismene)

Melanitis leda africanaTransvaal, Rhodesia, Mozambique, Matabeland

Melanitis leda africana f. zitenides

Melanitis leda fulvescens

Melanitis leda var. xantophthalmus – Palawan (kupu-kupu ini memiliki variasi ciri-ciri yang berbeda dengan keumuman Melanitis leda)

4

3

Thanks to: http://ftp.funet.fi/

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh