Dendrobium phalaenopsis Terestrial, Adakah?

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

3Takjub serta keheranan yang sangat BPG rasakan saat pertama kali melihat anggrek ini. Bukan karena bunganya yang aneh atau unik atau pun cantik sekali, namun karena medianya. Ya salah satu anggrek tipe epifit ini ditanam dalam media tanah. Dan nyatanya selain hidup subur, juga rajin berbunga. Padahal selama ini kita mendapatkan teori-teori bahwa anggrek epifit itu harus ditempel pada pohon atau media lain yang bukan tanah. Namun, yang ini memang anti teori. Jadi tak mengherankan pada waktu itu otak BPG tak mampu mencerna fenomena ‘ajaib’ ini.

Sebenarnya anggrek yang ditanam pada pot dengan media tanah tersebut adalah anggrek Larat biasa yang kita kenal itu. Hanya saja ditanam di tanah. Jadi dapat kita sebut sebagai Dendrobium phalaenopsis var. terestrial … he…he… bercanda. Pemilik anggrek juga telah menanam tunas anakan pada pot lain. Dengan media tanah tentunya.

1

Menurut cerita sang pemilik, adanya anggrek yang ditanam pada tanah tersebut karena iseng saja. Pemilik menemukan batang anggrek yang telah gundul, tak berdaun dan juga tak berakar. Dibuang pun sayang, akhirnya karena juga lagi malas, maka batang tersebut ditancapkan begitu saja pada pot tanaman hias. Dan hasilnya sungguh luar biasa. Di luar nalar kita, para pecinta anggrek. Hingga akhirnya, indah pun menghampirinya. Anggrek pun mulai berbunga, rajin lagi. Bahkan sekarang, anggrek telah mengeluarkan bunganya kembali padahal pada saat yang sama, anggrek Dendrobium phalaenopsis yang ditempel di pohon sedang ‘puasa’ berbunga. Hal ini semakin membuktikan ‘kehebatan’ anggrek Dendrobium Larat ini.

4

Sebenarnya BPG juga mengetahui ada anggrek-anggrek tipe epifit yang hidup subur di tanah dari unggahan para blogger yang rajin keluar masuk hutan dan kemudian mempostingnya. Sebut saja ada Bulbophyllum triste, Coelogyne fonstenebrarum atau jenis Coelogyne lainnya, dan juga jenis anggrek lainnya.

Jadi, kenapa kita nggak mencoba untuk menanamnya di tanah? Siapa tahu malah lebih subur dan rajin berbunga. Kalau memang sudah ada yang pernah melakukannya, mari berbagi… terima kasih.

5

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Cantik nan Bersahajanya Spathoglottis plicata Blume ‘Alba’

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

4Meski karakter dan sosoknya sangat mirip dengan Spathoglottis plicata ‘Ungu’, namun kita masih dapat membedakan keduanya walaupun sedang tidak berbunga. Karena nyata perbedaannya dan lagi pula varian alba ini bukanlah mutasi dari varian ungu, maka BPG meyakini kalau anggrek Spatho putih ini sebenarnya adalah sub spesies, bukan varian lagi. Namun sayangnya populasinya di alam tidaklah sedahsyat yang ungu. Jadi termasuk jarang dijumpai, walau pun juga belum mencapai level langka. Biasanya tumbuh pada tebing-tebing atau lereng-lereng yang terlindung dari sinar matahari yang terik/siang hari.

2

Perbedaan menyolok yang dapat kita lihat pada keduanya diantaranya adalah:

  • Akar

Yang berbunga ungu terdapat semburat warna ungu pada permukaan akarnya, meski tidak semua akar terdapat warna ini terutama akar yang masih muda. Ujung akarnya juga ungu. Berbeda dengan Plicata putih yang mana ujung akarnya kuning atau kekuningan/krem.

  • Daun pelindung bulb

Pangkalnya berwarna putih tajam. Berbeda dengan yang ungu, yang mana pangkal daun pelindung bulnya semakin lama menjadi kekuningan, kemudian kehijauan, dan akhirnya kecoklatan atau mengering.

  • Daun

Lebih lemas, tipis, sempit, pendek, dengan lekukan lipitan yang tidak begitu tajam dibanding Anggrek Suthil Ungu.

  • Ukuran tanaman

Spathoglottis plicata spp. putih lebih kecil/pendek.

  • Bulb

Bulb White Ground Orchid lebih ramping dan kecil dibanding yang ungu.

  • Daun pelindung tangkai bunga

Tetap hijau dalam jangka waktu yang lama. Pada Plicata ungu daun pelindung tangkai bunganya akan segera berubah kecoklatan.

8

Genus Spathoglottis merupakan genus anggrek yang paling mudah tumbuh, perkembangbiakannya, perawatannya, dan paling cepat serta rajin berbunga. Harganya juga termasuk murah, kecuali jenis tertentu. Kita dapat memperbanyaknya dengan membagi-bagi rumpunnya atau memisahkan tunas anakannya. Namun perlu diperhatikan saat masa dan proses adaptasi, seperti jenis-jenis anggrek tanah murni lainnya, bulb jangan dipendam dalam-dalam. Sebaiknya hanya 1/3 bagian bulb yang ditanam. Usahakan juga ada akar yang tidak terpendam. Agar tidak roboh, dapat diikat ke kayu atau tongkat atau apa saja yang sifatnya membantu pengokohan tanaman. Jaga anggrek mendapatkan sinar matahari yang cukup. Anggrek ini termasuk tahan terhadap sinar matahari sepanjang hari. Terpenting medianya jangan dibiarkan terlalu lama mengering.

5

Nama Spathoglottis sendiri berasal dari bahasa Yunani “spathe” berarti pedang dan “glosa” atau “glotta” yang berarti lidah/labellum. Sedangkan “plicata” berasal dari kata plicate yaitu merjuk pada lekukan/lipitan atau wiru (Jawa).

Anggrek dapat juga dipupuk. BPG memakai humus. Jika tidak ada, biasanya menggunakan dedaunan kering yang disobek-sobek/digunting kecil-kecil dan kemudian diletakkan di atas media atau dapat juga dibenamkan.

1

Karena memiliki kesamaan karakter dan cara perawatannya, maka untuk informasi lebih mendalam dapat dibaca pada artikel Spathoglottis plicata ‘Ungu’.

763

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Cleisostoma subulatum Blume atau Sarcanthus subulatus, Member Keluarga Vanda yang Mudah Dirawat

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

guSelama 3 tahun lebih berkecimpung dalam dunia penganggrekan, merawat anggrek tipe monopodial ternyata lebih gampang dibandingkan dengan yang simpodial. Selain mudah beradaptasi, juga tak mengundang kendala berarti dalam merawatnya. Prosentase kematian juga sangat rendah. Satu contoh di antaranya adalah The Awl-Shaped Cleisostoma atau Cleisostoma subulatum atau Sarcanthus subulatus dari aliansi Vanda. Seperti umumnya member Vanda lainnya, anggrek ini juga mudah beradaptasi dan dirawat. Tak perlu menunggu setahun sejak kedatangannya, bunganya pun telah bermunculan meski hanya satu tangkai dengan 10 kuntum bunga. Tetap patut disyukuri, alhamdulillah. Bunganya subhnallah cantik tentu saja. Warna dasar bunga bisa krem hingga kekuningan, coklat muda, atau kecoklatan, tergantung kondisi lingkungan dan tempat tumbuhnya. Sepal dan petalnya dihiasi garis dengan warna lebih gelap, coklat keunguan atau coklat kemerahan. Labellumnya berwarna dasar putih dihiasi warna ungu muda yang kian menambah kecantikannya. Saat kuncup bentuknya seperti kepala unggas, khas Vanda-vandaan.

Anggrek dari Section Subulatum yang ada di BPG ini berasal dari Borneo, hasil barter dengan sesama anggota grup PA. Penyebaran aslinya mulai dari Himalaya Timur (Assam, Bangladesh, Cambodia, Andaman, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam) hingga Malesia (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Philippine, Singapore dan Papua New Guinea). Di Indonesia anggrek berada di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Moluccas (Maluku), dan Nusa Tenggara. Meski Papua dan PNG termasuk ke dalam Melasia, namun penyebaran anggrek tidaklah sampai ke sana.

984

Ukuran anggrek kecil hingga sedang dengan batang pendek dan berdaging. Biasanya tumbuh menggantung atau menjumbai. Bentuk daun semi terete atau lanset (lanceolatus) dengan penampang daun berbentuk V, kaku, terkadang agak melintir, pinggiran rata dan ujungnya terbelah sangat dalam.

Dibandingkan dengan yang ada di internet, ukuran anggrek BPG termasuk kecil. Untuk mencapai ukuran maksimalnya, tinggal menunggu waktu saja. BPG juga menunggu bagaimana perkembangannya di daerah rendah yang panas seperti tempatnya BPG tinggal (± 92 mdpl). Adapun kebutuhan cahaya yang didapat berasal dari sinar yang menerobos. Sinar pagi lebih baik dan anggrek mampu menerima sinar langsung sampai 3 jam.

11Memiliki banyak nama Heterotypic Synonyms yang artinya anggrek-anggrek ini pernah dinamakan demikian, yakni:.

  • Cleisostoma amabile
  • Cleisostoma dealbatum
  • Cleisostoma secundum
  • Cymbidium flavescens
  • Cypripedium linearisubulatum
  • Micropera pallida
  • Saccolabium secundum
  • Sarcanthus amabilis
  • Sarcanthus subulatus
  • Sarcanthus secundus
  • Sarcanthus oxyphyllus
  • Sarcanthus dealbatus
    2

Secara alamiah, anggrek tumbuh pada elevasi 100 – 500 meters dpl. Di habitatnya, menyukai karakteristik pohon Jati (Tectona grandis) sebagai pohon inangnya. Namun anggrek ini juga tidak menolak untuk menempel pada pohon Clausena indica, Mangga (Mangifera indica), Baringtonia, Ficus sp., Klenhopia hospita. Di kebun BPG anggrek hanya saya ikat pada potongan kayu Jambu, karena sebenarnya tipe anggrek monopodial tidak begitu memerlukan karakter kulit pohon yang spesifik. Karakter kulit pohon yang cocok hanya digunakan pada saat biji anggrek berkecambah. Selebihnya, untuk anggrek yang telah dewasa, apapun jenis pohonnya dapat dijadikan sebagai inangnya. Secara in-situ, di Sulawesi populasinya masih dominan.

3

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bulbophyllum asperulum J.J. Sm., Kibasan Kipas Sang Dewi Venus

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

3Blog-blog besar khusus anggrek memasukkannya ke dalam genus Bulbophyllum pada seksi Cirrhopetalum atau yang terkenal dengan sebutan anggrek Kipas Dewi Venus. Karenanya, BPG pun mengikutinya. Jadi, nama Cirrhopetalum asperulum sebagai sinonimnya. Nama resminya adalahBulbophyllumasperulum.

Memiliki tampilan yang sangat mirip dengan Bulbophyllum breviatum, jadi banyak juga penggemar anggrek yang keliru dalam mengidentifikasikannya. Keduanya memiliki perbedaan dalam hal asal habitat dan ukuran, baik ukuran daun, bunga, maupun bulbnya.

11

The Slightly Roughened Bulbophyllum senang pada area yang sedikit terkena sinar matahari (sinar pagi beberapa jam) dengan suhu sedang hingga panas (dataran rendah) dengan kelembaban yang tinggi dan aerasi (pergerakan udara) yang baik, seperti Bulbophyllum lainnya.

 

Asal

Borneo (Kalimantan, Sabah, Kinabalu)

 

Habitat

Hutan rawa, tepi danau dan hutan berlumut atau berbukit pada ketinggian 15 – 40 meter dpl. Biasanya menempel pada percabangan atau lekukan batang pohon.

2

 

Pseudobulbdan Akar

 

Daun Tunggal

8

 

Bunga

Tangkainya yang berwarna ungu maroon timbul dari pangkal bulb. Dapat memunculkan bunga antara 2 – 3 kali dengan diameter ‘kipas’ mencapai 5 cm. Panjang per kuntum 1,5 cm dengan jumlah 8 – 10 kuntum per cluster-nya.

Warnapetal sepal ungu tua kemerahan pada sisi atas dan krem pada sisi bawah. Lama mekar kurang lebih satu minggu.

4gu612

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

LUMUT KERAK/LIKEN BUKANLAH LUMUT

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

3Lumut Kerak/Liken memang bukanlah lumut. Dinamakan lumut karena sepintas memang terlihat seperti lumut. Namun sejatinya Lumut Kerak merupakan bentuk fisik dari kegiatan simbiosis mutualisme antara ganggang dengan jamur. Perpaduan antar keduanya menghasilkan bentuk baru yang berbeda dengan ciri-ciri dan karakteristik alami keduanya.

Kita tahu bahwa simbiosis mutualisme adalah kerjasama yang saling menguntungkan para pelakunya. Jamur mendapatkan makanan dari hasil fotosintesis yang dilakukan ganggang. Sedangkan ganggang mendapatkan penjagaan kelembaban dan menghindarkan ganggang dari sinar matahari dari jamur, sehingga ganggang dapat hidup di tempat yang terkena banyak cahaya tanpa khawatir menjadi mati terbakar.Dengan kerjasama tersebut, Lumut Kerak dapat tumbuh di tempat-tempat yang tidak dapat ditumbuhi tumbuhan lain, misalnya bebatuan atau karang, bahkan logam seperti besi. Batu atau karang lama-kelamaan akan hancur menjadi tanah akibat aktivitas Lumut Kerak, sehingga tempat tersebut akhirnya dapat dijadikan sebagai tempat tinggal tumbuhan lain.

== Bentuk ==

1

== Warna ==

Variatif, ada abu-abu, hijau, kuning, merah, ungu, dan lain-lain, baik yang mencolok maupun warna pucatnya.

 

== Manfaat ==

2

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Cymbidium lancifolium Hook, Cymbidium Tanah yang Elegan

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Anggrek tanah kian lama memang kian moncer (Jawa, naik daun) dan mendapatkan tempat di hati para penggemar anggrek. Mudahnya dalam perawatan serta waktu yang relatif singkat untuk segera berbunga membuat nilai plus tersendiri bagi kelompok ini. Pesona bunganya juga tidak kalah dibanding anggrek tipe epifit, meski harganya sangat terjangkau kantong. Cymbidium aspidistrifolium salah satu di antaranya. Bandrolnya yang murah menjadi layak dimasukkan dalam daftar incaran. Hitung-hitung juga ikut andil dalam pelestarian anggrek-anggrek spesies yang populasi dan habitatnya kian menyusut. Jadi tidak ada alasan untuk merawatnya.

&&&&&

6

Awal mula memiliki anggrek spesies dari genus Cymbidium sempat hopeless juga. Karena dari info-info, anggrek ini suka akan daerah yang tinggi dan berudara sejuk. Namun karena sudah terlanjur memiliki, ya sudahlah. Bismillah saja, mudah-mudahan bisa hidup baik dan berbakti. Lagian, awal mula BPG membuat website salah satu niatannya adalah ‘mendobrak’ tradisi bahwa tanaman-tanaman hias tertentu tidak dapat tumbuh dan berbunga di dataran rendah, termasuk Cymbidium.

Alhamdulillah, semakin lama koleksi anggrek Cymbi-nya juga kian bertambah dan Cymbidium bambusifolium adalah Cymbidium spesies ke empat yang hadir di kebun. Dari keempat jenis Cymbi, 2 sudah berbunga, yakni Cymbidium aloifolium dan Cymbidium syunitianum yang sedang dibahas pada artikel ini.

7

Warna bunganya yang berwarna hijau merupakan salah satu warna idaman BPG dan saat ini baru ianya yang merupakan satu-satunya anggrek yang berbunga hijau, meski tidak hijau banget, tetap patut disyukuri karena selain itu sudah jadi anugerah/rizki, juga Allah swt. akan memberikan kenikmatan yang berlipat-lipat yang ditujukan bagi hamba-hambaNya yang pandai bersyukur, alhamdulillah wa insya Allah.

2

Cymbidium caulescens termasuk deretan anggrek yang rajin berbunga. BPG memang belum membuktikannya, karena anggrek yang ada baru berbunga perdana di kebun. Namun menilik bekas tangkai bunga sebelumnya, predikat sering berbunga bukanlah isapan jempol semata. Katanya bisa berbunga dua kali dalam satu tahun. Diameter bunganya termasuk medium, ± 5 cm. Dari bunga inilah dapat dibedakan form, bahkan variannya. Ada yang berwarna dasar (putih) kehijauan, hijau muda, hijau samar kekuningan, atau hijau samar kemerahan. Ada yang garis marun/ungunya terdapat pada seluruh sepal dan petal, ada yang hanya petalnya saja, atau bahkan polos. Di kebun BPG, warna bunga kehijauan dengan garis merah marun atau ungu pada petalnya. Sedangkan warna dasar labellum putih yang dihiasi totol-totol warna merah marun. Katanya aroma bunga dari Cymbidium kerrii wangi. Namun anggrek yang ada di kebun BPG tidak beraroma sama sekali.

1Tangkai bunga Cymbidium maclehoseae tegak/tidak menjuntai seperti umumnya Cymbi tipe epifit. Panjang 7 – 35 cm yang muncul dari cincin ruas (node). Terdapat 2 – 8 kuntum bunga Cymbidium lancifolium var. aspidistrifolium. Alhamdulillah saat mekar perdana di kebun, mempersembahkan 8 kuntum bunga yang cantik.

DaunCymbidium lancifolium f. aspidistrifolium termasuk lebar dan tipis untuk ukuran Cymbidium. Bentuknya menyempit mulai dari pangkal hingga separuh panjang daun (10 cm atau lebih) yang kemudian akan melebar dengan ujung daun meruncing. Mirip daun pandan

Pseudobulbs Cymbidium nagifolium memanjang dan relatif pipih dengan panjang sekitar 9 cm. terdapat 3 – 4 daun dengan 2 daun pelindung yang sangat pendek terletak paling bawah.

Kediri merupakan salah satu wilayah habitat asli Cymbidium gibsonii. Selain di Jawa Cymbidium javanicum juga ditemukan di Borneo, Sumatra, Sulawesi, Maluku dan Papua. Di luar Indonesia, penyebaran alaminya mulai dari India dan sekitarnya (Assam, Himalaya, Nepal, Sikkim, Bhutan), Tiongkok, Jepang (Kepulauan Ryukyu), Korea, Taiwan, Indochina area (Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam), Malaysia dan Papua New Guinea pada ketinggian 350 – lebih dari 2000 m dpl. Ada juga yang melaporkan Australia termasuk habitatnya.

5

Cymbidium javanicum var. aspidistrifolium yang ada di kebun BPG berasal dari ketinggian ±1200 mdpl. Padahal BPG sendiri berada pada ketinggian 92 mdpl. Daerah yang cukup panas dengan suhu dapat mencapai 340 C akhir-akhir ini. Nampaknya kondisi anggrek masih baik-baik saja.

gu

Habitat Cymbidium javanicum var. pantlingii adalah tebing-tebing serta batu-batuan berlumut, artinya anggrek dapat tumbuh secara litofit. Atau pada tanah berhumus yang memang kaya akan zat-zat hara. Biasanya Cymbidium lancifolium var. papuanum tumbuh di antara akar-akar pepohonan sehingga kelembaban yang diperlukannya dapat terjaga dengan baik.

akar

Akar besar-besar ukurannya dengan permukaan berwarna coklat

Media Tanam

BPG memakai campuran tanah dan serasah atau humus daun sebagai media tanamCymbidium lancifolium var. syunitianum . Kalau nggak ada serasah atau humus daun, dapat digunakan guguran dedaunan kering yang dipotong-potong atau disobek kecil-kecil. Usahakan bulb Cymbidium cuspidatum tidak terlalu dalam tertimbun media. Kemudian pot diletakkan pada area yang tersinar matahari selama 3 jam saja – untuk dataran rendah. Sinar pagi lebih baik. Selebihnya anggrek terlindung dengan kondisi cahaya yang terang. Namun dari salah satu situs anggrek terpercaya, anggrek dapat dijemur sepanjang hari. Jadi terserah sobats BPG meletakkannya dimana. Sebaiknya dilihat pengaruh peletakan tersebut, apakah membuat daun terbakar atau berubah kekuningan. Kalau seperti itu anggrek dapat digeser ke tempat yang lebih teduh atau dapat juga dipasang paranet.

Perawatan

Cymbidium kerrii termasuk mudah dirawat karena termasuk anggrek tanah yang tidak rewel, asalkan kebutuhan zat-zat haranya terpenuhi serta kelembabannya terjaga, anggrek akan hidup baik. Penyiraman dengan slang dilakukan 1 x per 1,5 hari. Namun saat cuaca sedang panas dan begitu terik penyiramannya menjadi 1x sehari.
spike, bulb, dan tunas anakan

Ketersediaan Zat Hara

Oh ya untuk pemupukannya BPG tidak pernah memakai pupuk yang macam-macam. Ketersediaan zat hara Cymbidium papuanum hanya berasal dari humus daun yang sekaligus sebagai media tanamnya. Kadang-kadang kalau ada air cucian beras atau kulit bawang pas ada acara masak besar dapat dipakai sebagai pupuk. Namun itu juga sangat jarang sekali, belum tentu satu bulan sekali dilakukan pemupukan. Tetapi pastinya, sobekan dedaunan kering atau cacahan ranting-ranting kecil BPG letakkan di atas media sebagai cadangan makanan saat telah melapuk. Yang pasti juga, segala aneka jenis bahan-bahan pupuk organik BPG pakai sesuai ketersediaan saja. Itu tidak hanya berlaku untuk anggrek Cymbidium robustum ini saja, tetapi juga tanaman hias lainnya yang ada di kebun.

Dikenal dengan nama internasionalnya The Lance Leafed Cymbidium dimasukkan dalam section Pachyrhizanthe tipe Geocymbidium atau Cymbidium tanah.

Keterangan:

  • Nama binomial dipakai sebagai judul artikel yang ditakso oleh William Jackson Hooker. Bisa juga memakai nama Cymbidiopsis lancifolia (Hook), namun tidak umum digunakan.
  • Nama-nama sinonim berada dalam isi artikel dan ditulis miring/Italic.
  • Belum menemukan nama Indonesia dan daerahnya.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leonotis nepetifolia / Klip Dagga

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Artikel tentang tanaman liar Klip Dagga ini ditulis secara informatif berdasar saintis belaka. Bila terdapat penyimpangan pemanfaatan tanaman di luar semestinya, bukanlah tanggung jawab BPG. =============================++++++++++============================

1Lamiaceae (mint-mintan) adalah famili yang memiliki spesies-speseis berbau tajam dan menyengat. Famili ini memiliki efek zat kimiawi yang bersifat menenangkan bahkan ada yang memberikan efek sedaktif (euforia atau sensasi kesenangan berlebihan, memabukkan, membuat halusinasi, hilang kesadaran atau melayang/fly) atau mempunyai efek psikoaktif. Hampir semua spesies penggunaannya dibatasi atau hanya untuk kegiatan medis semata. Artinya tanaman ini tidak boleh dikonsumsi secara bebas, kecuali yang sudah nyata dihalalkan, seperti mentol. Beberapa tanaman haram dikonsumsi, seperti ganja, kanabis, dan lainnya. Namun banyak juga spesies yang belum ada hukum tegasnya, baik negara maupun agama. Karena itu, sebaiknya kita tidak coba-coba untuk mengkonsumsinya.

Klip Dagga, salah satu tanaman famili Lamiaceae, juga memiliki sifat-sifat seperti ganja-ganjaan (marijuana). Meski di beberapa negara telah dilegalkan atau telah dikonsumsi sejak dulu kala, namun kita disarankan untuk tidak mengkonsumsinya sembarangan. Karena itu beberapa situs jual beli tanaman ini, baik segar maupun herba keringnya memberikan catatan peringatan, seperti:

  • Smoking Klip Dagga is very addictive to some people – equally addictive as tobacco!
  • One should use Klip Dagga with caution. It has shown to be habit forming similar to tobacco.

  • Bereksperimen terhadap diri sendiri maupun orang lain dengan tanaman di bawah ini, SANGAT TIDAK DIANJURKAN!!!.
  • Tidak untuk dikonsumsi (secara bebas) oleh manusia maupun hewan

 

Sangat Mirip dengan Wild Dagga

tumbuh di tepi jalan dekat ladang tebuSosok dan bunga Leonotis nepetifolia, Klip Dagga, atau Lion’s Ear memang sulit dibedakan dengan Leonotis leonurus, Wild Dagga, atau Lion’s Tail. Perbedaan ada pada bentuk daunnya. Daun Christmas candlestick lebih lebar dan mirip hati – ada yang mengatakan segitiga – dengan tepiannya bergerigi, sedangkan daun Wild Dagga bentuk lanset (panjang dan sempit). Bunganya sama-sama berwarna oranye terang yang keluar dari wadah bunga yang jumlahnya puluhan yang nampak seperti bentuk globe. Keduanya juga berasal dari Afrika Tropis dan India Selatan yang kini telah menyebar ke wilayah tropis lainnya, seperti dataran Asia, Amerika Latin, dan Australia dengan habitatnya pada area yang terpapar sinar atau area yang terang. Hanya saja BPG tidak begitu banyak menjumpai Klip Dagga di daerah Kediri, apalagi Wild Dagga, belum pernah menjumpainya. Beberapa lokasi tumbuh ada di daerah Kediri bagian dataran rendah. Biasanya tumbuh di sisi jalan atau area persawahan.

Terdapat dua varian dari Leonotis nepetifolia, yakni var. africana yang berasal dari Afrika dan India, dan var. nepetifolia yang berasal dari Afrika.

 

Kandungan Kimiawi

5Alkaloid leonurine yang memberikan efek menenangkan atau rileksasi, dan euforia ringan. Leonurine termasuk zat psikoaktif, karena itu kita dianjurkan untuk tidak mengkonsumsinya sembarangan. Di beberapa negara seperti Karibia, Meksiko, dan Afrika memang masyarakatnya memakai daunnya sebagai rokok dan teh.

Secara pengobatan daun segar direbus atau daun keringnya diseduh sebagai teh. Dapat ditambahkan madu atau gula. Seduhan atau rebusan teh ini dapat digunakan sebagai obat batuk, malaria, prolaps, sakit kepala, sakit perut/disentri, atau asma yang memang biasa dilakukan oleh suku-suku di Afrika.

Selain itu, akarnya juga berfungsi untuk mengobati luka gigitan (ular, dan sebagainya), bisul, gatal-gatal dan keluhan kulit lainnya, serta kram otot. Tanaman ini juga berfungsi mencegah atau mengusir ular. Tentunya, kemanfaatan tanaman ini sebagai tumbuhan herbal tidak hanya sampai di sini saja, untuk itu perlu penelitian yang berlanjut.

Catatan:

  • Tak banyak informasi yang dapat kita dhudhah (gali, Jawa) di internet. Hingga artikel ini diunggah pun, BPG belum menemukan nama daerah maupun Indonesianya atau Melayu.
  • Bagi umat Islam, sesuatu yang memiliki sifat dasar memabukkan itu diharamkan dikonsumsi (secara bebas) walau dalam jumlah yang sedikit dan tidak membuat mabuk. Meski di beberapa negara penggunaannya sudah dilegalkan (merakyat), sebaiknya kita tidak mengkonsumsinya karena belum ada hukum jelas atasnya. Sesuatu yang meragukan (subhat), lebih baik ditinggalkan. Selama masih ada benda pengganti yang halal, sebaiknya tanaman ini ditinggalkan saja. Wallahua’lam bishshowwab.

32berkoloni dg rumput-rumput lain

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Hypoestes phyllostachya Baker, Daunnya Laksana Liontin Bertatahkan Batu-batu Permata Pink

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2Subhanallah, indah nian daun Freckle Face ini, bagai liontin hijau bertabur batu-batu permata pink. Apalagi bentuk titik-titiknya juga tak beraturan membuatnya kian tampil ciamik. Terkadang titik-titik tersebut menyatu menjadi suatu sapuan atau bahkan menjadi sebuah bentuk atau simbol, seperti letter P. Cantik kan? Karena keindahannya, banyak pemujanya. Namun, tunggu dulu… ada lovers ada juga haters. Saking bencinya, ada yang menjulukinya Evil Plant. Apa pasal? Seperti anggota familia Acanthaceae lainnya, Baby’s-Tears ini juga memiliki keunggulan daya adaptasi yang luar biasa dengan rentang kondisi tanah dan lingkungan yang beragam. Selain itu, mudahnya berkembang biak dan pesatnya tumbuh kembangnya membuat pembencinya semakin banyak. Karena keunggulan-keunggulan yang dimilikinya itu, tak mengherankan apabila di beberapa negara seperti Australia, Costa Rica, Hawaii, India, Puerto Rico, dan Zimbabwe – dan mungkin juga di negara-negara lainnya – tanaman ini telah menjadi tanaman invansive yang penting. Karena itu perlu diperhatikan untuk sobats BPG yang nggak banyak memiliki waktu luang untuk mengurus taman, disarankan untuk tidak menanam tumbuhan ini. Meski cantik, kelak sobats akan dibuat geram karena seluruh taman hanya tertutup oleh tanaman ini. Namun meski begitu, tetap saja para pecintanya menciptakan kultivar-kultivar dengan warna-warna yang beraneka ragam. Oleh karenanya, BPG tetap mengulas tumbuhan berdaun cantik ini secara informatif.

5

1Flamingo plant merupakan tanaman semak dari Madagaskar Afrika yang kini telah menyebar ke wilayah tropis dan subtropis. Perawatannya yang sangat mudah menjadi nilai tersendiri. Hanya dengan media tanah saja, tanaman sudah dapat berkembang dengan baik, apalagi bila ditambahkan humus atau pupuk kandang atau pupuk organik sebagai penyedia/cadangan nutrisi, tanaman akan berkembang dengan optimal. Pertumbuhannya memang pesat, oleh karenanya agar penampilannya terjaga, Pink Polkadot harus rajin diprunning atau dipangkas tunas dan daun-daunnya. Dalam jumlah yang banyak, sangat cocok sebagai tanaman topiari.

Agar tampil elok, letakkan di tempat yang ternaung. Pada area yang terpapar sinar, warna daun dan titiknya akan memucat, sehingga keindahannya pun memudar. Memang, tanaman ini cocok sebagai tanaman indoor. Di wilayah yang sejuk, daunnya akan bersemburat keunguan. Di wilayah panas (dtr), daunnya berwarna hijau tua.

3

Menurut informasi, Freckle Plant yang banyak ditemukan adalah yang memiliki daun dengan warna dasar pink dihiasi titik-titik hijau. Sedangkan di kebun BPG kebalikannya, warna dasar daun hijau bertitik-titik pink.

gu

Bunga warna ungu kemerahan/Lilac yang muncul pada ketiak daun atau ujung batang. Mekarnya solitaire. Menghasilkan buah kapsul yang ujungnya meruncing, khas familia Acanthaceae. Perbanyakannya selain dengan biji juga dapat dengan stek batang. Hingga kini, Measlesplant masih berfungsi sebagai Ornamental Foliage belaka, meski juga mampu berbunga. Namun karena tampilan daunnya lebih cantik dibanding bunganya, tanaman ini disebut-sebut sebagai tanaman hias daun. Hingga saat ini, BPG belum menemukan laporan mengenai kegunaannya dari segi pengobatan.

6

Setiap makhluk pasti ada makhluk lain sebagai pengendali alamiahnya (predator), namun belum ditemukan pengendali alamiah bagi tanaman ini yang dapat menekan laju pertumbuhannya secara intensif. Beberapa jenis kutu daun memang ditemukan hinggap di sana, namun tetap saja mereka tidak dapat mempengaruhi laju perkembangbiakan tanaman ini. Karena itu disarankan untuk tidak menanam Polka Dot Plant bagi gardener yang tidak begitu punya banyak waktu karena pertumbuhan dan perkembangbiakannya yang cepat.

8

Sekedar Tahu Aja …

Sebelum nama Hypoestes, dulunya bernama Amphiestes dan Periestes. Nama homonomial adalah Hypoestes sanguinolenta. Arti Hypoestes adalah di bawah rumah yang mengacu pada kuncup dan bunganya yang tersembunyi pada cabang-cabangnya.

Ditengarai jikalau tanaman ini mengandung racun bagi anak-anak dan hewan peliharaan. Rusa saja tidak mau memakannya. Namun di sisi lain, tanaman ini dibuktikan tidak beracun bagi kucing. Wallahu a’lam.

4

9Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pengalaman Pertama Aklimitasi Alhamdulillah Berhasil (Tips Aklimitasi Bibit Anggrek Phalaenopsis cornu-cervi ala BPG)

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

guAlhamdulillah, semenjak bergabung di grup pecinta anggrek, perlahan-lahan koleksi anggrek BPG kian banyak. Untuk onlinenya, kebanyakan barter. BPG memang baru dalam taraf beli offline. Selain barter, banyak juga anggrek yang merupakan hadiah. Ada anggrek hadiah dari barter, artinya jumlah anggrek balasan dari barter lebih banyak. Ada juga yang memang murni hadiah, salah satunya bibit botolan Phalaenopsis cornu-cervi ini.

Memang sudah sejak lama BPG berkeinginan untuk aklimitasi atau mengadaptasikan bibit tanaman dari botol agar pengalaman dalam dunia penganggrekan kian berwarna. Namun risiko kematian yang tinggi membuat BPG tak ngoyo. Apalagi teman-teman grup banyak yang ngeluh saat beli bibit botolan. Ada yang botolnya pecah hingga isinya pun hancur berantakan, bibit terlalu kecil, bibit rusak, atau bibit tidak layak aklimitasi. Akhirnya BPG pun mengendapkan keinginan itu. Namun rupanya garis nasib BPG memang ditakdirkan untuk aklimitasi. Caranya juga tiada sangka dan tak nyana, subhanallah. BPG dihadiahi bibit botolan dari seorang teman di grup. Happy? So pastilah… .

Selain bersyukur, sedikit stress juga melanda karena BPG tidak ada (belum pernah) pengalaman sama sekali dalam hal aklimitasi. Selain itu eman-eman juga kan kalau mati? Karena bibit sudah terlanjur dikirim, masa’ saya harus nyerah begitu saja. Oh no!! Kalau pun nanti aklimitasi gagal, paling tidak BPG sudah berusaha memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan dan keilmuan yang dimiliki. Andaikata memang gagal, paling tidak dari pengalaman (kegagalan) tersebut akan memberikan pelajaran yang berharga. Akhirnya, SEMANGAT!!!

Inilah langkah-langkah tips aklimitasi ala BPG:

  1. Anggrek dibiarkan pada botolnya setelah kedatangan. Botol diletakkan di teras yang teduh dan terhindar dari hujan serta panas, namun areanya masih terang. Rencananya satu bulan kemudian anggrek baru diaklimitasi.
  2. Sambil menunggu hari H-nya, BPG membaca berkali-kali berbagai informasi tentang aklimitasi, termasuk membaca dan memahami cara-cara aklimitasi pada lafletnya.
  3. Karena botol datangnya pada musim hujan, kekhawatiran terhadap situasi cuaca yang tidak menentu tentu ada. Bagaimana nasib bibitnya nanti? Apa bisa survive?
  4. Agar bibit mampu adaptasi terhadap cuaca yang berubah-ubah, akhirnya botol diletakkan di tempat yang terkena tampiasan hujan dan sinar yang menerobos. Tempat itu adalah lorong rumah.
  1. Botol tergeletak di sana hingga satu minggu lebih. Setiap hari dilihat kondisinya, masih baik atau enggak kondisi bibitnya. Hingga suatu hari ternampak ada beberapa akar anggrek yang menguning. Busuk. Rupanya ada air yang masuk ke celah-celah plastik pengamannya sehingga kondisi botolnya menjadi lembab. Selain itu dari celah-celah tersebut juga masuk jamur. Kejadian yang di luar perkiraan. Rencana pun menjadi berantakan. Bibit harus segera diaklimitasi agar pembusukan tidak semakin parah.
  2. Media tanam disiapkan, yakni pakis papan yang memang tidak menyerap air secara berlebih. Jadi bibit anggrek tidak akan membusuk. Namun sayangnya, anggrek yang masih bibit membutuhkan kelembaban yang tinggi, maka agar kelembaban terjaga, di salah satu sisi papan pakis tersebut diikatkan sabut kelapa hampir memenuhi areanya.

    Untitled-1 copy

  3. Anggrek pun dikeluarkan dari botol memakai kawat berujung lengkung. Di sinilah masalah juga timbul. Rupanya 8 bibit anggrek dalam botol tersebut sudah berukuran cukup besar. Masing-masing bibit memiliki akar yang memanjang hingga lebih dari 10 cm, saling terkait, bertumpukan, dan menempel. Dilema, bagaimana caranya agar anggrek tidak rusak saat dikeluarkan?
  4. Masih di dalam botol, akar-akar dicoba diurai. Namun karena akar menempelnya sangat erat, akhirnya perlakuan ini. Pun dihentikan Kalau dipaksakan khawatir akar tambah rusak yang bisa berujung kematian pada bibit. Dicoba akar diurai di luar botol.
  5. Anggrek pun dikeluarkan apa adanya. Diusahakan batang atau akar tidak patah. Namun tentu saja sulit. Beberapa akar ada yang patah.
  6. Setelah bibit keluar, penguraian akar juga masih tetap saja sulit dilakukan. Karena itu mau tidak mau tindakan ekstrim harus dilakukan, yakni dengan memotong akarnya tepat di tengah-tengah antar bibit. Kemudian akar-akar tersebut diurai. Potongan akar yang tidak menempel pada bibit, dibuang. Kemudian bibit dicuci hingga bersih.
  7. Diangin-anginkan sebentar di atas kertas/koran.
  8. Beberapa jam kemudian bibit diikatkan pada papan pakis menggunakan benang tipis secara hati-hati atau tidak terlalu erat. Posisi bibit menggantung ke bawah atau dijungkalkan. Dengan posisi ini air yang mengenai daun dapat segera menetes dan tidak sempat membuat daun busuk. Dari 8 bibit, satu bibit diberi perlakuan terpisah, yakni ditempelkan pada ranting-ranting ikat – cara membuat pot ranting sederhana ada pada artikel yang lalu – yang ditambahkan rambut-rambut pakis sebagai penjaga kelembaban.
  9. Agar tidak jatuh, bibit diikat hingga beberapa kali putaran. Ingat jangan sampai diikat erat.

    2

  10. Bibit yang berada di papan pakis diletakkan pada lorong antar rumah yang memang lembab. Di sana bibit-bibit masih terkena percikan hujan dan sinar yang menerobos dari sela-sela tembok. Derajat panas sinar juga sudah berkurang akibat diserap oleh tembok dan atap. Sedangkan bibit pada ranting ikat, diletakkan pada pagar besi yang mana area tersebut terkena hujan dan sinar langsung yang tertahan oleh benda-benda di atasnya, antara lain atap, tembok, dan tanaman anggrek lainnya.

    Picture 076

  11. Setelah beberapa minggu (belum ada satu bulan) bibit yang ada di ranting ikat mengeluarkan akarnya. Karena pada area ini pertumbuhannya lebih bagus, akhirnya bibit-bibit yang ada di papan pakis pun dipindah ke area yang sama. Alhamdulillah, di tempat barunya, pertumbuhannya semakin pesat dibanding tempat sebelumnya.

    1

  12. Hingga kemudian dari 8 bibit tersebut, yang 2 tinggal akarnya doang, dan yang 6 masih survive hingga kini. Tumbuh daun dan akar baru, alhamdulillah.

    3

  13. Oh ya terlupa:
  • Bibit tidak disuci hamakan. Hanya dibersihkan dengan air biasa saja.
  • Mulut botol lebar (botol selai) jadi proses pengeluaran bibit memang relatif mudah.
  1. Problem

Masalah tentu ada. Biasanya daunnya ada yang membusuk. Gunting hanya pada bagian yang membusuk saja. Jikalau daun, akar, atau batangnya mengering, biarkan saja selama masih ada bagian-bagian yang sehat. Tetap jaga kelembabannya. Permukaan batang yang mengering akan menjadi pelindung bagian yang masih sehat dari sengatan panas, hujan, atau deraan angin.

  1. Sekian tips mengaklimitasi bibit botolan. Mudah-mudahan sobats BPG juga berhasil dan sukses.

Picture 162

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Lilium longiflorum, Easter Lily

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

4Bakung-bakungan sudah terkenal akan kecantikannya, subhanallah. Walaupun mayoritas berwarna putih, tidak mengurangi pesonanya yang dahsyat. Apalagi variasi-variasi jenis (+ bunganya) sangat banyak. Meski terkadang dapat membingungkan dalam pengidentifikasiannya, namun penggemar akan bunga ini tidak kian berkurang, justru kian bertambah.

Easter Lily yang ada di kebun BPG ini mempunyai ukuran bunga yang besar dan panjang, padahal tinggi batangnya tidak lebih dari 50 cm. Memang sosok tanamannya tidak seperti bakung-bakung pada umumnya yang memiliki daun panjang-panjang dengan batang semu yang sangat pendek. Sosok tanamannya yang ramping dan tidak terlalu tinggi dan juga daunnya yang pendek, membuatnya kian diciptakan varian-varian barunya (hibrid), seperti Nellie White, Deliana, Elegant Lady / Pink Easter Lily, Trimphator, atau White Elegance karena tidak akan memakan tempat apabila ditanam di kebun. Sangat cantik sebagai tanaman border/pembatas, baik sejenis maupun dengan jenis-jenis tanaman hias lainnya.

2

Asalnya dari tiga pulau kecil di Kepulauan Ryuku (Ryukyu Islands), Jepang. Kini, Bakung November sudah tersebar hampir merata ke seluruh dunia, baik daerah tropis maupun subtropis. Seperti bakung lainnya, Lily ini juga memiliki daya adaptasi yang sangat tinggi, sehingga dapat diletakkan dimana saja, baik ternaung atau terbuka, asal medianya terjaga kelembabannya. Seperti bakung lainnya, Bakung Paskah sangat menyukai siraman matahari dan media yang basah, minimal lembab. Pada kondisi seperti ini Lilium longiflorum akan tumbuh dengan optimal, karenanya jangan biarkan media dalam kondisi kering.

Bunga

6Bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completusl), karena memiliki: kelopak, mahkota, bagian alat kelamin dan saun-saun. Juga termasuk bunga banci (hermaphroditus), karena terdapat alat kelamin jantan/serbuk sari (androecium) dan alat kelamin betina (gynaecium) yang berada pada satu bunga. Benang sari dan putik pada bakung sangat jelas terlihat karena ukurannya yang besar.

Masa mekar bunga sekitar 3 hari dengan jumlah kuntum 1 – 2 per plant. Baunya harum. Plant akan mati setelah masa mekar bunga selesai. Namun umumnya, tanaman akan mati setelah menebarkan biji-bijinya.

3

Perkembangbiakan

Bulb/umbi: dapat memotong-motongnya menjadi beberapa bagian, dan kemudian ditanam pada pot atau tempat lain sendiri-sendiri.

Biji: dengan menebarkan bijinya yang jumlahnya sangat banyak itu. Namun hingga tulisan ini diunggah biji-biji yang BPG tebar belum menunjukkan pertunasannya, padahal sudah 1½ bulan lebih.

Perawatan

  • Menjaga media tanam tetap basah (minimal lembab) dengan menyiraminya setiap hari sekali saja.

  • Membuang daun-daun yang sudah menguning dan membusuk.

  • Membuang batang yang membusuk, agar perkembangan batang baru lebih baik.

IMG_20180304_063301

Hama dan Penyakit

BPG belum pernah menjumpainya. Hanya saja bila datang hujan yang terus-menerus, seperti bakung lainnya, Bermuda Lily juga rawan busuk. Karenanya penyerapan serta drainase media harus benar-benar bagus. Inspeksi secara berkala juga merupakan tindakan terbijak karena dapat mencegah timbulnya hama dan penyakit serta menghindarkan dari kebusukan.

7

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh