Serial Aku Cinta Anggrek Indonesia: Dendrobium anosmum dari Celebes, si Anggrek Dupa yang telah Raib di Habitat Liarnya

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Seringnya hidup berdampingan dengan Dendrobium aphyllum. Namun populasinya tidaklah sedahsyat ‘saudaranya’ itu. Bunganya tentu saja cantik (it’s course) dan wangi. Hanya saja yang mengherankan kenapa kok dinamakan Unscented Dendrobium ya? Nama binomialnya, Dendrobium anosmum, kalau diartikan Dendro yang tidak berbau (Latin). Padahal wangi bunga ini sangat kuat, meski tak setajam keharuman Anggrek Merpati. Ada yang mengatakan mirip aroma dupa hutan-hutan dari pedalaman Kalimantan Timur, sehingga dikenal sebagai Anggrek Dupa. Ada juga yang mengatakan mirip wangi berry, krem, anggur, atau permen karet. Disebut juga Anggrek Kangkung atau Anggrek Mata Sapi.

ePopulasinya tersebar mulai India, Thailand, Laos, Vietnam, Philippines, Malaysia, Indonesia, dan Papua New Guinea. Ada banyak variannya, misalnya var. gigantea/giganteum (Piliphina), var. delacourii, var. burkei, var. purpureo-marginatum, var. anosmum/superbum, dearei, huttonii, dan alba/album, dan lain-lain. Antar varian dapat dibedakan dari warna petal dan sepal, apakah ungu tua, ungu muda, ungu gradasi, putih, atau kombinasinya, atau apakah posisinya tegak atau menangkup. Atau apakah labellumnya menggulung sempurna atau tidak. Atau dapat pula dibedakan dari ujung labellumnya, mirip skop berujung runcing, bulat, agak sempit atau juga agak lebar atau lainnya. Atau bisa juga kita lihat dari corak warna pada labellum bagian dalamnya. Atau mungkin dari perbedaan arah tumbuh batangnya. Dendrobium anosmum yang ada di kebun BPG berasal dari Celebes, hanya saja belum menemukan nama variannya.

Seksi Ganda / Double Section

Saya tidak tahu apakah data ini valid atau tidak, ada yang menyatakan kalau anggrek ini memiliki seksi ganda, yakni Seksi Dendrobium dan Seksi Eugenanthe. Seksi Dendrobium memiliki ciri umum lidah/labellum lebar dan membulat, sedangkan Seksi Eugenanthe  mempunyai ciri umum bunganya berukuran besar, pseudobulb seluruhnya tebal dan berdaging (atau nampak seperti batang), tumbuh tegak atau menggantung dengan kuntum-kuntum bunga yang muncul dari buku-buku daun setelah semua daunnya rontok. Tipe daun termasuk tipe nobile/deciduous atau penggugur daun. Namun hampir semua situs memasukkan Anggrek Kangkung ini ke dalam Seksi Dendrobium.

Sinonim

hDendrobium superbum, Callista anosma; Callista macrophylla, Callista scortechinii, Dendrobium dayanum, Dendrobium leucorhodum, Dendrobium macranthum, Dendrobium macrophyllum, Dendrobium retusum, Dendrobium scortechinii.

Bunga

i
D
iameter 8 – 10 cm. Kelopak/sepal dan mahkota/petal berwarna ungu muda yang lembut bergradasi ke tengahnya hingga seakan-akan tengah petal dan sepal berwarna putih. Bibir bagian dalam ungu tua yang terdapat garis-garis dengan warna yang sama. Bunga mekar 2 minggu atau lebih, sekitar bulan Januari hingga Agustus dengan jumlah kuntum sedikit yang muncul dari sisi ruas buku yang tidak terdapat daun. Memiliki 4 pollinium dan hanya sedikit yang menjadi buah. Bantuk buah jorong dengan panjang lebih kurang 4 5 cm. Hingga kini BPG belum pernah menemukan buahnya.

Sedangkan kelopak bunga kaku dan tebal dengan bentuk lanset atau seperti mata tombak berwarna ungu keputihan, tegak atau menelungkup. Panjang 3 5 cm dengan lebar 1 1,5 cm.

Mahkota bunganya berbentuk jorong yang ujungnya meruncing, panjangnya 3 5 cm lebar 2 3 cm. Tepi labellum menggulung sehingga membentuk seperti corong/contong berwarna ungu tua dengan ujung bibir berbentuk skop yang terdapat bulu-bulu pendek/halus. Dari ujung bibir inilah dapat dibedakan varian-variannya.

Daun

Bentuk lanset/lanceolate, tak bertangkai atau langsung mengepit batang (sessile) secara berselang-seling kanan kiri antara ruas satu dengan ruas berikutnya. Tepi agak bergelombang, melengkung ke bawah dengan ujung runcing agak terbelah atau asimetris. Panjang dan lebar daun bervariasi. Daun saling berhadapan secara menyilang yang mana satu ruas satu daun.


Pseudobulb

Atau umbi semu dari varian Celebes ini homoblastik atau berbentuk batang/silindris dengan panjang 1 meter atau lebih. Pangkalnya agak menggembung dan keras. Saat masih kecil tumbuh tegak ke atas (erect), namun semakin besar batang akan kian jatuh dan menggantung dengan bagian ujung agak mencuat ke atas (jenthar, Jawa). Antar ruas panjangnya 2 – 3 cm. Dari ruas buku-bukunyalah muncul daun, bunga, dan keiki. Bunga akan muncul pada ruas dan berhadapan dengan daunnya yang kemudian akan gugur seiring membesarnya bunga. Namun tidak setiap ruas keluar bunga. Dari ruas ini pula akan keluar kheiki yang biasanya muncul setelah bunga-bunga berguguran.

Keunggulan

Tahan terhadap kekeringan dan intensitas cahaya tinggi. Mudah dalam perawatan atau pemeliharaannya. Sangat cocok bagi pemula. Tentu saja kelebihan yang utama dari anggrek ini adalah bunganya yang relatif besar, tampang cantik, dan wangi.

Perawatan

Seperti Dendrobium lainnya, anggrek ini tumbuh bagus apabila diletakkan di area terbuka. Anggrek tahan terhadap paparan panas surya sepanjang hari. Namun ada penganggrek yang menghindarkannya dari terik karena dapat membakar daun dan juga dasar batang. Namun selama tidak terjadi masalah pada anggrek, kita dapat menjemurnya sepanjang hari agar pertumbuhannya optimal. Kelembaban tentu saja tetap dijaga. Bila cahaya cukup bahkan berlebih namun masih dalam batas toleransinya, batang atau daun akan bersemburat keunguan.

Pilihan medianya juga tidak rewel. Bisa pakis papan, kayu, pohon, atau pot dengan media arang atau sabut kelapa, bahkan cacahan ranting yang diletakkan pada pot pun bisa. Ada juga yang menggunakan sphangum moss atau pun yang lainnya seperti pecahan bata atau genting atau media lain yang kita punya Namun apapun medianya, pilihlah pot yang banyak lubangnya. Kalau ingin memakai barang bekas dapat digunakan Marang (bakul nasi plastik yang biasanya untuk kenduri) yang banyak lubang-lubangnya itu. Atau bisa juga wadah plastik lain yang dibuatkan lubang-lubang pada sisi-sisinya. Kalau memakai pot tanah liat, tidak usah diberi media tanam pun just ok!.

Penyiraman dapat dilakukan sehari sekali apabila kondisi lingkungan kering (tidak ada pohon misalnya). Bila lingkungannya lembab, anggrek dapat disiram 1½ atau 2 hari sekali atau bahkan seminggu sekali tergantung kondisi tanamannya dan cuacanya. Di musim penghujan, anggrek tidak usah kita siram sama sekali, kecuali kalau hujan tidak turun selama seminggu. Selama tanah/lantai kebun basah, anggrek tidak apa-apa bila tidak disiram dalam jangka waktu lama karena kelembabannya masih terjaga.

Perbanyakan

gDengan memisahkan rumpun, keiki, atau juga tunas anakan. Selama ini BPG belum pernah menjumpai buahnya, jadi tidak dapat berkomentar lebih jauh mengenai perkembangan generatifnya.

Jenis Setipe

Banyak sekali saudara-saudaranya dalam seksi Dendrobium yang memiliki penampilan mirip dalam hal bunganya, seperti Dendrobium pierardi, Dendrobium pulchellum, Dendrobium moschatum, Dendrobium parishii, Dendrobium linguella, Dendrobium hookerianum, Dendrobium fimbriatum, Dendrobium chrysanthum, Dendrobium nobile, Dendrobium callibotrys, Dendrobium lituiflorum, Dendrobium cretaceum, Dendrobium aduncum, Dendrobium loddiggessii, Dendrobium primulinum, Dendrobium tortile, dan lainnya. Namun yang sering ditemukan di Indonesia (Jawa, khususnya di Kediri) adalah Dendrobium aphyllum. Keduanya sering dijumpai hidup (ditanam) berdampingan, namun dibanding saudara ‘kembarnya’, Dendrobium anosmum populasinya mamang kalah sangat jauh. Walaupun perawatannya juga sangat mudah, khas genus Dendrobium, namun memang tingkat perkembangan maupun pertumbuhannya tidak sepesat Dendrobium aphyllum.

Nasibnya Kini

Dulunya anggrek-anggrek ini dapat ditemukan di hutan-hutan Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Maluku, dan Papua. Sekarang, keberadaan anggrek ini di hutan-hutan Indonesia sudah tidak dapat diketahui dengan pasti. Hingga saat ini pun, BPG belum menemukan satu data pun yang melaporkan keberadaan anggrek ini secara in-situ, kecuali yang berada di Jawa (var. huttonii). Artinya dapat dibilang anggrek ini sudah raib dari habitat alamnya, namun tidak langka pada habitat ex-situ dan perdagangannya.

Dan kini Anggrek dupa berstatus:

CITES approved for export

CITES export Appendix II Species

Catatan

Gambar-gambar yang nampak pada artikel ini bukanlah warna sebenarnya akibat pengaruh sinar matahari dan juga kualitas kamera Hp yang minimalis. Warna bunga yang paling mendekati dengan realitanya seperti ini.

f

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s