Euphorbia millii, Mahkota Duri yang Terbuang

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

crown1Si cantik Euphorbia millii ini pernah menjadi bunga terlaris di Indonesia beberapa periode lalu. Sekarang dianya sudah dilupakan dan terbuang karena sudah termasuk bunga yang out of date. Habis manis sepah dibuang itulah yang tepat baginya. Ada yang sudah tumbuh meliar dimana-mana. Namun ada juga yang masih tetap berada di kebun-kebun dengan perawatan yang seadanya. Kalau ingat ya disiram, kalau g pun mereka tetap hidup dengan penjagaan Allah, Sang Maha Pencipta. Meski beberapa kios bunga menjajakannya dengan harga yang super murah, tak ada yang meliriknya. Jangankan membeli, diberi pun orang-orang akan berpikir 1000 kali. Namun meski begitu, jangan buang bunga-bunga koleksi shob yang sudah hilang masa keemasannya ini, karena siapa tahu kelak akan banyak orang yang mencarinya karena dianggap prestise. Thailand sebagai pengekspor bunga Euphorbia bojeri ini terus berusaha menghasilkan silangan-silangan baru yang ciamik punya agar mampu mendongkrak pasarannya, sedangkan varitas-varitas klasik pun masih mereka simpan. Dan karena itu, siapa tahu dari rasa penasaran, shob pun bisa menghasilkan silangan yang bagus, sehingga dapat dipasarkan. Siapa tahu pula kelak bunga ini akan naik pamor lagi. Andaikan tidak terjadi pun, shob juga tidak rugi karena dapat menikmati kecantikan bunganya.

12Kalau mendengar nama Euphorbia pasti ingatan kita tertuju pada tanaman hias berduri yang pernah ngetrend seperti pada artikel ini. Padahal tanaman hias Euphorbia splendens ini hanyalah salah satu dari sekian puluh jenis Euphorbia. Orang mengenalnya dengan nama Euphorbia saja, meski nama internasionalnya juga sudah ada, yakni Crown of Thorns. Namun kalau nama ini ditranslate kayaknya jadi lucu juga ya, Mahkota Duri atau Makutha Eri (Jawa). Rasanya nama Euphorbia lebih keren, meski untuk itu kalau kita bicara dengan orang asing ya harus hati-hati, jangan bilang Euphorbia tanpa diikutkan dengan kata keduanya, milli, atau boleh juga dengan nama internasionalnya tersebut.

crown3Genus Euphorbia dapat kita temui dimana-mana, hampir di segala tempat. Masing-masing spesies memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga terkadang kita pun tak menyangka kalau masuk dalam satu genus. Contohnya antara Euphorbia hirta (Patikan Kebo), Crown of Thorns, dan Euphorbia thymifolia (Thyme-leaf Spurge). Secara morfologi ketiganya sangat jauh berbeda, namun kenyataannya mereka sama-sama berada dalam satu genus. Genus ini diikat oleh ciri yang sama, yakni daun dan batangnya bergetah. Mereka juga tahan berada pada habitat yang kering. Umumnya tergolong tumbuhan sederhana dengan variasi tipe, mulai dari tumbuhan yang tumbuh merayap herbal, datar, sukulen, semak, dan juga berupa pohon. Ada yang tidak memiliki daun, ada juga yang tidak mempunyai bunga, atau bahkan tidak terdapat keduanya sama sekali. Andaikan yang memiliki bunga pun, strukturnya sangat sederhana. Ada yang tak memiliki sepal atau petal atau nektar, bahkan semuanya.

Bunga pada Euphorbia milli yang memiliki warna-warna cerah itu sebenarnya adalah daun (bracts) yang berkembang berbeda (bermodif) dengan daun aslinya atau disebut sebagai cyathophylls atau cyathial leaves. Cyathophylls bolehlah disamakan dengan petal pada bunga. Kumpulan 2 – 4 cyathial leaves disebut phyllaries. Bunga aslinya sendiri sangat kecil berbentuk bundar/piringan, tanpa sepal, petal, atau pun nektar, hanya terdiri atas cyathium (jamak cyathia) yang terdiri cyathium jantan saja (benang sari/stamen) atau betina saja (putik/pistil). Karena tidak ada nektar, pollinator biasanya hinggap karena tertarik akan warnanya.

crown4Bunganya yang mencapai puluhan tersebut berada dalam satu tandan dan membentuk semacam karangan bunga yang indah. Perpaduan warna antara bunga palsu dengan bunga sungguhannya sangat menakjubkan. Ada yang warna bunga palsunya single dengan warna bunga asli berbeda. Namun mayoritas bunga palsu adalah multi color. Pada waktu masih mahal-mahalnya, orang mengabaikan duri-durinya yang tajam itu. Tentu saja alasan ekonomi ya …

batangDapat tumbuh di tempat-tempat dengan nutrisi terbatas, seperti tanah pasir, liat, dan bebatuan atau pada habitat-habitat kering lainnya. Pertumbuhan terbaik adalah pada tempat-tempat terbuka dengan banyak terhujan cahaya matahari agar dapat dihasilkan bunga yang cantik dan banyak. Pada area yang ternaung, tanaman ini juga masih mampu berbunga, namun harus dijaga agar tidak selalu lembab, karena pada tempat yang lembab dan banyak air batangnya akan membusuk. Perawatannya super gampang dan minim penyiraman. Budidayanya juga cukup mudah, dengan stek batang. Meski dikatakan memiliki buah yang jumlahnya 3 (umumnya dua) dalam suatu wadah yang berbentuk kapsul, namun saya belum pernah melihatnya. Menurut informasi, bijinya bersudut empat dengan bentuk oval atau bulat (spherical), dan beberapa spesies mempunyai sebuah sumbat lembaga atau karunkula (caruncle).

Karena struktur tanamannya beradaptasi dengan kondisi yang kering kerontang, apakah mungkin ya kalau di Gunung Kidul yang terkenal tandus ditanami Euphorbia ini? Jikalau memang bisa, maka lama kelamaan di daerah tersebut akan tersimpan air yang cukup banyak, karena batang tanaman ini mampu menyerap air seperti laiknya Kaktus. Apalagi tanaman ini juga tidak memiliki ‘musuh’ hama dan penyakit yang berarti. Jadi kalau dijadikan sebagai penghias taman, sangat cocok untuk tema taman batu atau taman kering gurun. Hanya saja, sebagai peringatan, getahnya dapat membuat iritasi pada kulit.

Sebagai penyemangat yang saya ambil dari katalog salah satu blog Thailand …

Cheap-Thai-Euphorbia115269

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s