Lantana camara, si Tahi Ayam yang Cantik

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

lantana pink2Ada yang dengan berat hati saya deportasi dari kebun. Itulah Saliyara/Saliyere spesies pink, salah satu bunga terindah di dunia menurut situs yang saya baca. Meski bunganya kecil-kecil namun rangkaiannya membentuk semacam jambangan (bundar) yang cantik. Warnanya pun memikat, pink ngejreng. Tanaman ini memang harus out, karena saya merombak taman yang luasnya tak seberapa tersebut dengan menyisakan bunga-bunga yang saya sukai, yaitu yang berwarna biru, putih, dan warna lain yang berat untuk berpisah, seperti Torenia, Bauhina pink, dan tanaman-tanaman hias daun. Tentu saja beberapa jenis sudah mengalami pengurangan kwantitas. Lagian fokus utama saya kini pada anggrek, yang sekarang lagi gila-gilanya. Dan lagi mayoritas bunga yang ada membutuhkan sinar matahari langsung yang banyak, sehingga saya harus pandai-pandai memilih jenis dan memanaj peletakannya. Sedangkan Lantana spesies ini bila sudah beradaptasi pertumbuhannya sangat pesat, sehingga menghambat atau menggeser keberadaan tanaman hias lainnya. Saya pun dibuat kerepotan untuk memangkas cabang-cabangnya berdurinya yang justru kian membuat cabang-cabangnya bertambah banyak. Selain beracun, daunnya juga berbulu, sehingga tak aman bagi anak-anak. Apalagi tingginya bisa mencapai 2 meter.

lantana pink5Tahi Ayam spesies yang umum kita jumpai berwarna jingga dan pink yang tumbuh meliar di tepi sungai, area pertanian (persawahan, perkebunan, atau ladang), tepi hutan, lembah, padang rumput, hutan sekunder, daerah pantai, daerah pantai, hutan (sekunder, hutan budidaya/komersil), daerah terganggu (tepi jalan, jalur rel, terusan/kanal, dan perkampungan), tepi sungai, semak belukar, baik di tempat yang terbuka, setengah teduh, atau bahkan teduh. Pada tempat yang teduh, bunga jarang mekar dan sedikit sekali kuntumnya. Walaupun jumlahnya tak sebanyak kedua varian sebelumnya, spesies warna putih juga dapat kita temukan.

habitusBunga memang kecil-kecil dan berbentuk payung. Kalau kita amati bentuk petalnya mirip biskuit anak-anak. Bunga mengalami perubahan warna yang berbeda-beda, mulai kuncup hingga layu. Ada mengatakan penyebab perubahan warna tersebut dipicu/dirangsang oleh kehadiran sang polinator. Hampir semua varian, saat kuncup berwarna kuning kecoklatan, kemudian berubah menjadi oranye, merah muda, merah, putih, kuning, dan lain-lain tergantung varitasnya. Warna kuning pada kerongkongan (tabungnya) menandakan bahwa bunga tersebut masih ‘perawan’ atau belum dipolinasi oleh serangga-serangga polinator. Bila warna tersebut menghilang, menandakan bunga telah mengalami penyerbukan dan berkembang menjadi buah. Warna-warni dari bunga Tembelek/Tembelekan ini memang sangat atraktif mengundang kupu-kupu, lebah, lanceng, tawon, semut, dan hewan polinator lainnya. Di alam liarnya saya belum banyak jam terbang untuk mengamati jenis-jenis kupu-kupu apa saja yang menghisap sari bunganya. Yang saya ketahui adalah Yellow/Orange/Mottled Emigrant , member genus Eurema, Kupu-kupu Jeruk, dan Skippers. Meski jumlah kuntum dari bunga hibrid lebih banyak, namun varian spesies lebih disukai.

Setelah masa berbunga lewat, gantian burung-burung yang memakan buahnya. Buah buni/berry-nya yang telah masak dan berwarna biru kehitaman mengkilap memang aman dikonsumsi oleh hewan. Kita juga boleh memakannya. Namun kalau nggak kepepet banget, tak usahlah makan buahnya, toh masih banyak buah-buahan yang nyata-nyata aman, enak, dan murah harganya. Buah mudanya berwarna hijau mengkilap dan bertangkai yang seiring bertambahnya usia dan kematangan berganti menjadi biru kehitaman dan menggerombol. Buah masak sangat disukai burung-burung dan menyebarkannya ke tempat lebih jauh, sehingga penyebaran tumbuhan ini mampu mencakup rentang wilayah yang luas. Karena itu untuk mencegah meluasnya persebarannya yang berarti meningkatkannya menjadi gulma serius, maka di Guam didatangkanlah Ular Pohon Coklat (Boiga irregularis) yang memangsa burung-burung pemakan buah Kamanco, sehingga Mainco tidak tersebar ke wilayah yang lebih luas. Namun cara ini dapat merusak lingkaran ekosistem asli.

lantana pink4Camara vulgaris yang berada di tempat-tempat yang terbuka, pertumbuhannya sangat bagus. Selain warnanya lebih ngejreng, kuntumnya juga lebih banyak. Karena pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat tersebut, Bunga Pagar spesies telah menjadi tumbuhan invansif yang penting di berbagai negara. Beberapa alasan membuat Lantana aculeata tanaman invansif yang diperhitungkan, yakni:

  1. Penyebaran bijinya sangat luas karena dibawa burung-burung dan hewan-hewan lain yang menyukai buah buninya yang manis.
  2. Herbanya tidak disukai hewan pemakan tumbuhan karena racun yang dikandungnya, kecuali beberapa kasus.
  3. Mampu hidup dan toleran terhadap kondisi tanah dengan rentang yang sangat luas. Jadi pemeliharaannya bila didomestikasi taklah
  4. Tahan terhadap perubahan iklim dan cuaca yang ekstrim.
  5. Pertumbuhannya sangat cepat bila sudah mampu beradaptasi dengan lingkungannya.
  6. Mampu bersaing dengan tumbuh-tumbuhan lain dengan cara melepaskan racun, sehingga pertumbuhan para pesaingnya menjadi terhambat. Kanopinya juga menghambat sinar matahari yang dibutuhkan oleh tumbuhan yang berada di bawahnya.
  7. Sari bunga dan warna yang atraktif sangat disukai para polinator seperti kupu-kupu, lebah, lanceng, tawon, dan sebagainya sehingga prosentase penyerbukan sangat tinggi.
  8. Jumlah biji yang dihasilkan sangat besar, sekitar 12.000 biji per tahun per Puyengan memang mampu berbunga dengan tidak kenal musim, sehingga prosentase terbentuknya biji juga besar. Tentu saja tidak semua biji itu mampu berkembang menjadi individu baru.
  9. Daunnya memiliki fungsi sebagai anti bakteri/antimicrobial, anti jamur dan anti serangga sehingga membuatnya tahan terhadap serangan-serangan hama dan penyakit.

lantana merahMeskipun memiliki keunggulan yang lebih, namun tetap saja pengendalian secara alamiah terhadap perkembangan tanaman ini tetap ada. Pengendalian secara biologis diketahui belum mendatangkan hasil yang memuaskan. Beberapa percobaan dengan memakai agen-agen hidup 40 jenis serangga, di antaranya Teleonemia scrupulosa (Hemiptera), Octotoma scabripennis (Coleoptera), Uroplata girardi (Coleoptera), Ophiomyia lantanae (Diptera) belum menunjukkan tanda-tanda yang memuaskan. Harapan terbesar disematkan pada fungi, seperti karat daun Prospodium tuberculatum, Puccinia lantanae atau juga Ceratobasidium lantanae-camarae yang memang sudah dikenal sebagai pengontrol tanaman-tanaman liar/weed yang baik. Di Guam digunakan Ular Pohon sebagai pengendali populasi burung-burung penyebar buah Lantana. Namun secara umum tanaman ini memang masih sulit dikendalikan terkait kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Penerapan secara kimiawi memang menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Namun selain memerlukan ongkos yang mahal, penggunaan akan obat-obatan kimia/herbisida harus diterapkan semaksimal mungkin dengan memperhatikan dan menimbang efek yang ditimbulkannya terhadap lingkungan, hewan, maupun tumbuhan lainnya. Pengendalian secara mekanik biasa dilakukan para petani atau pekebun dengan cara memangkas/menyabit atau pun dengan pendongkelan hingga ke akar-akarnya, namun selain membutuhkan tenaga yang besar juga hasilnya juga tak begitu maksimal. Karena itu, menurut saya pengendalian yang utama memang harus dilakukan oleh manusia.

Mengapa saya berpendapat demikian? Karena meski selama ini dipandang sebagai tumbuhan invasif yang merugikan bagi ternak dan juga tanaman-tanaman budidaya, namun dibalik itu, Kayu Singapur memiliki kemanfaatan sebagai berikut:

1.     Dengan memakai tumbuhan ini sebagai bahan obat-obatan, maka pertumbuhan dan perkembangannya akan termanaj. Pengobatan tradisionil di beberapa negara di Australia, Asia, Amerika, dan Afrika menggunakan tanaman ini untuk melawan penyakit-penyakit ringan dan kulit (bisul, bengkak, gatal-gatal), flu, TBC (kelenjar dan batuk darah), rematik, keputihan, asma, panas tinggi, rematik, dan memar. Ekstrak akarnya dipercaya dapat mengobati sakit gigi, radang, dan beberapa penyakit berat semisal gonorrhea.

  1. Ekstrak tumbuhannya menurunkan perkembangan bisul atau borok. Di Brasil bahkan digunakan sebagai obat infeksi saluran pernapasan. Ekstrak daunnya berpotensi sebagai antimicrobial, fungicidal, insecticidal dan nematicidal.

3.     Mempunyai kandungan zat yang berfungsi sebagai bio insektisida, seperti menghambat pertumbuhan Staphylococus aureus (bakteri patogen penyakit saluran pernafasan). Sebagai pestisida alami digunakan untuk menanggulangi kutu daun Aphis Cracivora dan penggerek polong Maruca testulalis pada tanaman kacang hijau. Larutan encer dari tanaman ini dapat membunuh Eceng Gondok, sang gulma air nomor satu.

4.     Pilihan utama pada konservatorium kupu-kupu dan tanaman madu pada peternakan lebah.

5.     Batangnya sudah lama dibuat untuk meja atau kursi atau sebagai hiasan/ornamen.

6.     Sebagai bahan bakar kayu yang potensial. Kandungan minyaknya dapat memperbesar nyala api. Pada beberapa kasus kebakaran saat kekeringan melanda, batang-batang Lantana membuat nyala api kian membesar dan menjadi sulit untuk dipadamkan.

  1. Dapat diolah menjadi pulp (bahan baku kertas). Namun karena batangnya sangat keras, maka pengolahannya pun menjadi tak ekonomis lagi.

Jadi sebenarnya tanaman ini meski dianggap sebagai gulma namun memiliki multi manfaat. Meskipun begitu, pengendalian tetap saja harus dilaksanakan sebijak mungkin supaya tidak terjadi over populasi.

Banyak kasus keracunan yang berujung kematian pada hewan ternak (kambing, sapi, biri-biri, dan lain-lain) yang memakan tanaman ini. Mungkin daunnya yang berwarna hijau segar mengundang selera makan ya. Beberapa negara seperti, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, India, dan Meksiko mengalami kerugian besar akibat ternak-ternak yang keracunan karena memakan tanaman Lantana scabrida yang mengandung zat toxic pentacyclic triterpenoids atau biasa juga dikenal dengan Lantadine yang juga dikandung oleh tanaman lain. Keracunan zat ini disebut penyakit Bali Ziekta. Mengapa di Indonesia kasus-kasus pada hewan ternak tak mengemuka? Saya menduga, salah satu sebabnya adalah pakan hijauan ternak (rumput-rumputan dan dedaunan) di Indonesia biasanya dicarikan oleh sang empunya atau ngarit (Jawa), jadi tidak digembalakan di padang-padang seperti di Australia atau Amerika.

Beberapa hewan seperti sejenis binatang berkantung di Australia dan tawon dari genus Exoneura, nyamuk malaria, lalat tsetse tidak terpengaruh akan zat-zat racunnya. Mereka berlindung dan bersarang di antara rerumpunan dan cabang-cabang Kembang Satek.

Nama binomial Lantana diambilkan dari nama tumbuhan yang semirip, yakni Viburnum lantana. Nama internasionalnya antara lain Lantana, Wild Sage, Prickly Lantana, Shrub Verbena, Tick Berry. Di Indonesia dikenal dengan banyak nama sesuai nama daerah, semisal Cente, Kembang Telek, Dilem, Lai Ayam, Tamanjho dan lain-lain yang telah tersebut di atas. Asalnya dari Amerika Tropis (Meksiko, Bahama, Kolombia, Venezuela, dan Kepulauan Antilles), namun kini sudah jamak kita temukan tumbuh meliar dan menyebar hampir ke seluruh dunia, bahkan dataran Eropa (Spanyol, Belanda, Portugal) yang notabene adalah negara 4 musim. Meski banyak variasi warna bunga, namun namanya tetap satu, yakni Lantana camara saja, tanpa embel-embel kata varian atau sub spesies.

Oh … ya saya pernah baca kalau daun Lantana bisa dibuat lalap. Saya tidak tahu pasti apakah pernyataan ini hoax ataukah memang ada resep untuk menawar racunnya. Bila berpikir positif, nenek moyang kita memang memiliki pengetahuan menawar racun yang terdapat pada tumbuhan yang dapat dimakan, semisal gadung, tangkai daun Talas/Lompong, dan lain-lain.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

 

 

Tahi Ayam

warna jingga

tumbuh meliar

bunga kecil

Tembelek

jenis kupu

buah buni

Camara vulgaris

Lantana aculeata

anti bakteri

anti jamur

anti serangga

tumbuhan invasif

bio insektisida

hewan ternak

Lantadine

Bali Ziekta

Wild Sage

Prickly Lantana

Tick Berry

Cente

Kembang Telek

Amerika Tropis

Lantana camara

racun tumbuhan

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s