Pteris vitatta, Si Paku Sahabat Pelaku Industri Penyerap Racun Arsenik

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

remajaBertambah lagi tanaman-tanaman anti polutan sahabat para pelaku industri yang tentu saja sangat ramah lingkungan. Memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan penanganan polutan secara kimiawi. Mereka (genus) ini adalah tanaman yang bersifat hyperaccumulator atau phytoremediation atau bioremediation atau disebut juga tanaman pengontrol polusi. Kalau kemarin-kemarin saya sudah menulis tentang tanaman anti polutan yang berada di air seperti Eceng Gondok dan Melati Air, juga penyerap polusi udara yaitu Pakis Boston, kali ini giliran tanaman pakis penyerap zat berbahaya arsenik, yakni Pteris vitatta, tanaman paku pakis dari Family Pteridaceae. Di beberapa negara, tampilan paku ini mungkin sekali mirip dengan jenis Pteris cretica.

Dalam suatu industri, selain menghasilkan barang-barang yang bermanfaat bagi manusia, dihasilkan pula hasil sampingan yang dibuang yakni polutan, baik yang berbentuk cair/limbah, gas maupun benda-benda logam maupun zat-zat kimia yang berbahaya. Maka dari itu tidaklah mengherankan apabila dalam suatu kawasan industri tingkat pencemarannya sangat tinggi. Untuk itu, para industriawan tidak boleh memikirkan dirinya sendiri dengan mengejar keuntungan/laba semata, namun juga memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh industri mereka. Salah satu zat yang berbahaya yang berada dalam kawasan industri adalah arsenik/arsenat. Konsentrat arsenik yang diijinkan (masih dalam ambang normal) adalah 5/1 juta. Konsentrat tersebut sebenarnya sangat kecil ya kalau dilihat dari skalanya, namun karena zat ini sangat berbahaya, dalam konsentrase yang sangat kecil tersebut arsenik sudah mendapatkan ‘lampu kuning’ untuk tingkat dampak yang ditimbulkannya. Arsenat/arsenik sendiri selain diproduksi secara industrial, juga merupakan hasil sampingan dari industri, di samping secara alamiah juga terkandung dalam bumi dan masuk dalam lategori 20 zat yang berbahaya. Arsenat dapat menyebabkan kanker kulit, paru-paru, saluran air kemih, dan prostat.

Dan ternyata untuk menetralisir kandungan arsenat dalam tanah tersebut, telah ditemukan cara alamiahnya, yakni dengan memakai tumbuhan pakis jenis Pteris vitatta. Paku-pakuan memang berpotensi sebagai fitoremediasi yang dapat mengadakan pembersihan, pengurangan, atau bahkan penghilangan polutan berbahaya yang mencemari bumi.

bayi2

Simply Ladder Brake Fern sendiri mampu menyerap arsenik yang berada dalam tanah hingga 200x. Artinya kandungan arsenik yang terdapat dalam herba pakis ini, mulai dari akar hingga pucuk daun konsentrasinya 200 kali lebih besar dibanding kandungan arsenik yang terdapat pada tanah dimana pakis ini tumbuh atau habitatnya. Sumber lain mengatakan mampu menyerap kandungan arsenik mencapai 90%. Karena itu meski tumbuh liar di sembarang tempat, pakis ini tidak dimasukkan ke dalam gulma jahat atau gulma penting. Bahkan semakin banyak pakis yang berada dalam kawasan industri, maka semakin baik pula, karena konsentrat arsenat yang diserapnya juga semakin banyak. Apalagi Brake Fern ini mudah tumbuh, adaptif, tahan banting (tahan terhadap zat berbahaya, minim hara, dan panas), memiliki biomassa yang besar, dan keberadaannya sepanjang tahun/mudah didapat. Juga pantas dijadikan tanaman hias, baik pada kawasan industri maupun skala rumahan karena memiliki daun yang indah.


bayiPteris sp.
atau genus Pteris memiliki ciri-ciri utama helai anak daun (terminal pinnae) yang terletak di ujung memiliki ukuran yang lebih panjang dan terkadang juga lebih lebar dibanding helai anak daun lainnya (lateral pinnae). Beberapa jenis memiliki tampilan daun yang berbeda di saat mudanya dengan tanaman dewasanya. Anak-anak daun Ladder Brake Fern ramping dan memanjang – lancelot/lancet atau mirip tombak –, berhadapan secara selang-seling, tepinya rata, ujung lancip dengan permukaan agak kasar. Sedangkan ental (tangkai daunnya) panjang, ramping, bentuk sirkuler linier, permukaannya kasar dan ditumbuhi rambut-rambut halus, berwarna coklat sampai coklat kehitaman. Saat saya amati gambar-gambar pakis ini yang berada di berbagai negara, terlihat memiliki ukuran yang bervariasi, mungkin disesuaikan kondisi iklim setempat dan habitatnya ya. Pakis yang umum saya lihat ukurannya tidak sampai semeter, padahal ada gambar pakis ini dengan panjang sekitar 2 meteran. Ada referensi yang mengatakan ukuran Pakis vitatta sekitar 12 inci jika tumbuh pada area terbuka dan lebih dari 20 inci pada area ternaung. Untuk membedakan apakah mereka masih sejenis atau sudah lain genus karena ukurannya yang bervariasi tersebut, kita dapat mengamati dari kedudukan dan susunan sorusnya, di luar terminal pinnae yang mana spora sebagai alat perkembangbiakan generatif terletak di permukaan bawah daun, sepanjang tepi anak daun. Dapat juga berkembang biak secara vegetatif dengan tunas-tunas anakan.

Kata pteris berasal dari bahasa Yunani yang artinya sayap atau bulu. Sebagian besar member Pteris memang mempunyai daun mirip dengan bulu. Jenisnya sekitar 280 spesies, yang umumnya berada pada daerah tropis. Jarang membentuk kelompok atau merumpun atau berkoloni dengan sesama jenisnya, melainkan lebih umum dijumpai bersama-sama terna atau rumput-rumputan lainnya. Hal ini bisa dimengerti karena sebagian besar jenis pakis memiliki rimpang menjalar yang panjang dan memunculkan individu baru di tempat yang agak berjauhan dengan induknya. Karena hingga saat ini saya belum menemukan namanya dalam bahasa Indonesia atau daerah, maka saya sebut saja paku ini dengan nama PAKU ARSENIK, biar yang mendengarnya langsung ngeh kalau paku ini penyerap arsenik.

foto-0077Secara umum Chinese Ladder Brake Fern dapat kita temukan pada tebing-tebing, menempel pada batang paku tiang, di sekitar kawah, saluran air, bebatuan, cepitan tembok, serta lainnya, bahkan dapat dijumpai di daerah perkotaan maupun metropolitan pada gedung-gedungnya. Itu artinya tumbuhan paku ini mampu hidup pada kondisi tingkat polusi dan suhu yang tinggi. Dan memang pakis ini tahan terpapar sinar matahari langsung. Seringkali juga terlihat pada habitat atau vegetasi tanah berkapur. Pun biasa terlihat menempel atau tumbuh pada pondasi gedung atau lantai tingkat atau rumah-rumah, balkon, dan pada retakan-retakan bangunan. Pada musim kemarau panjang, pakis akan mengering, namun rimpang atau buntilan akar akan dorman, yang kemudian akan bertunas pada musim penghujan tiba.


foto-0052Meski umum tumbuh secara litofit, pakis ini juga mampu hidup secara terestrial. Karena daunnya juga indah, cocok juga dijadikan tanaman hias, yakni ditanam pada pot atau sebagai border lane atau digantung atau ditempelkan pada media (kayu atau cekungan pohon) dengan sedikit media tanah/debu atau bisa juga pada sabut kelapa. Bibit atau anakannya dapat kita peroleh di sekitar pekarangan, tembok, saluran irigasi|buatan, tepi sungai, sumur,
atau menempel pada pohon (palem), dan lain-lain. Cukup cabut pelan-pelan, syukur-syukur ada media tanah yang menempel. Kemudian langsung tanam pada pot yang telah disiapkan. Kalau bisa media tanahnya yang gembur dan banyak kompos atau pupuk. Kalau tak ada kompos pun tak mengapa, karena pakis ini termasuk pakis yang kuat dan tahan hidup pada media yang minim hara. Namun agar makanannya tercukupi, kita dapat meletakkan daun-daunan kering pada media pot, kemudian ditutup dengan tanah. Kemungkinan dalam proses adaptasi daun-daun dan ental akan mengering dan gugur. Biarkan saja seperti itu, karena rimpangnya masih hidup. Kalau shob risih melihat pemandangan seperti itu, ental bisa dipotong. Tunggu barang satu atau dua minggu, maka insya Allah akan keluar tunas-tunas baru yang telah adaptif dengan kondisi barunya.

Ada yang mengatakan kalau pakis ini asli Tiongkok (termasuk Taiwan), seperti namanya Chinese Brake Fern. Namun referensi lain mengatakan saat penamaannya, spesimennya diambil dari Tiongkok, itu artinya Tiongkok hanyalah salah satu daerah asal saja. Sumber lain menyatakan berasal dari benua Afrika bagian tropis. Namun, sumber lain juga mencatat jikalau paku ini merupakan tumbuhan asli Australia dan sebagian wilayah Afrika. Kini telah tersebar di empat benua, utamanya yang beriklim tropis. Sisa-sisa populasi di Eropa yang hingga kini masih eksis berada di Semenanjung Italia, yakni di Sisilia, Kalabria dan Kampania.

Nama sinonimnya sangat banyak. Tercatat: Pteris acuminatissima, Pteris aequalis, Pteris alpinii, Pteris costata, Pteris diversifolia, Pteris ensifolia, Pteris guichenotiana, Pteris inaequilateralis, Pteris lanceolata, Pteris longifolia, Pteris longifolia var. brevipinna, Pteris microdonata, Pteris obliqua, Pteris tenuifolia, Pteris vittata forma cristata, Pteris vulcanica, Polypodium trapezoides, dan Pycnodoria vittata.

foto-0055

// Hama dan Penyakit //

Tidak diketahui karena data dan informasinya sangat kurang. Kemungkinan adalah belalang dan serangga-serangga kecil penghisap daun. Kemungkinan yang lain juga adalah ulat. Namun hampir sejua jenis paku pakis tidak memiliki musuh hama. Biasanya serangan hama tersebut karena ‘terpaksa’ tidak ada alternatif makanan yang disukai.

// Pengontrolan //

Pengontrolan perkembangbiakan terhadap pakis ini pada tempat yang tidak semestinya relatif mudah. Cara terbaik yang ramah lingkungan adalah dengan cara manual yakni pencabutan atau pendongkelan. Namun cara ini mungkin sulit dilakukan pada gedung-gedung bertingkat. Namun cuaca kering pada daerah perkotaan mampu menahan laju pertumbuhan dan perkembangan paku ini. Karena spora untuk tumbuh diperlukan kondisi yang lembab, maka pada musim penghujan saja paku-pakis ini tumbuh dan bertunas. Itu artinya alam telah mengendalikan dengan cara yang telah digariskan oleh Allah, the Creator.

foto-0054

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s