Antara Aku, Anggrek Hibrid, dan Species

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Meski kecantikan anggrek spesies tanpa polesan, namun biasanya hobiis pemula lebih tertarik kepada anggrek-anggrek hibrid yang memiliki warna-warna yang atraktif, variatif, serta showy. Ukuran bunga anggrek hibrid juga relatif besar, sehingga kian memanjakan mata. Apalagi perawatannya juga sudah disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan hunian, hingga siapapun bisa menanamnya. Anggrek hibrid banyak yang berasal dari genus Dendrobium dan Phalaenopsis. Kenapa dua genus ini lebih banyak disilangkan? Karena pertumbuhan keduanya cepat, berbunganya juga relatif cepat dengan umur mekar yang lama. Keduanya juga mempunyai penampilan yang wow … bahkan ada yang unik. Mayoritas keduanya juga memiliki buah sehingga dapat ditumbuhkan secara generatif. Walaupun begitu, bentuknya tidaklah begitu variatif karena indukannya yang dipakai hanya itu-itu saja. Yang paling ‘laris’ sebagai cikal bakal adalah Dendrobium phalaenopsis dan Phalaenopsis amabilis.

Meski bukan spesies asli, namun harganya saat launching mengalahkan anggrek langka sekalipun. Dendrobium kuning (Gold Swan? sumbernya tidak menulis ID-nya) saja dibandrol 1200K saat nyampe di Indonesia. Temen saya mengusung Vanda hibrid ke rumah dengan salam tempel pada penjualnya berupa 8 lembaran yang warna merah itu. Padahal harga emas kala itu masih kisaran 100K/gr. Wow … subhanallah fantastisnya harga anggrek-anggrek hibrid. Kalau misalnya saat itu shob dikasih uang sejuta, pilih anggrek atau emasnya? Kalau saya jelas pilih emasnya, meski seneng banget ama anggrek, namun logika saya juga masih jalan. Saya juga belum pernah membeli anggrek yang mahal-mahal. Apalagi anggrek spesies harganya saat ini masih wajar kisarannya, kecuali anggrek Phalaenopsis javanica atau Vanda tricolor, atau mungkin jenis lainnya yang belum saya ketahui kisaran harganya.

Meski harganya selangit, tak kurang-kurang juga pembelinya, utamanya hobiis anggrek yang berdoku tebal atau penjual anggrek yang mampu mengendus trend. Apalagi telah beredar anggapan di kalangan pecinta anggrek jikalau anggrek spesies lebih sulit pemeliharaannya karena harus dilakukan rekayasa habitat (lingkungan). Karenanya banyak yang gagal memeliharanya, sehingga para pecinta anggrek pun mengalihkan perhatiannya kepada anggrek-anggrek hibrid. Walaupun sebenarnya anggrek spesies tidaklah sesulit yang dibayangkan, namun anggapan sulitnya dalam budidaya sudah beredar luas, sehingga para pecinta anggrek pun jerih bila ingin memeliharanya walaupun sangat berhasrat.

Meski anggrek hibrid diklaim banyak keunggulan-keunggulan yang merupakan percampuran warisan dari kedua indukannya, namun tak kurang-kurang juga keluhannya. Sama banyak dengan keluhan memelihara anggrek spesies. Meski katanya anggrek hibrid lebih mudah dalam pemeliharaannya, tetap saja banyak yang mengeluh mengapa anggrek hibrid mereka tidak kunjung jua berbunga. Saran saya sebaiknya dicek dan ricek kembali pemenuhan syarat-syarat kehidupan mereka. Meski hibrid, mereka tetaplah makhluk hidup yang memiliki kesenangan dan ketidaksukaan. Kesenangannya tentu saja apabila prasyarat kehidupan mereka terpenuhi. Ketidaksukaannya mereka juga dapat terkena hama dan penyakit. Nah, apabila sudah ketemu sebab-sebab masalah anggreknya, sebaiknya diadakan spesialisasi saja sesuai karakter lingkungannya, apakah:

Khusus memelihara Dendrobium hibrid saja

ataukah Anggrek Bulan hibrid saja

 

atau Oncidium hibrid kali

atau jenis hibrid lainnya…

??????????????????????????????????????

Meski anggrek hibrid karakteristik sudah disesuaikan dengan kehendak manusia (penyilangnya), tetap saja ongkos perawatan anggrek spesies jauh lebih murah. Anggrek spesies mampu mengambil zat-zat hara langsung dari alam atau tidak begitu memerlukan pupuk, berbeda dengan anggrek hibrid yang harus disediakan. Penyiraman (atau biaya air) pun bisa dilakukan seminggu sekali atau minimal dua hari sekali, asalkan kelembaban terjaga. Berbeda dengan anggrek hibrid yang harus disiram setiap hari/waktu. Anggrek spesies yang sudah dalam kondisi prima, tanpa perlakuan yang berarti pun dia akan tetap mempersembahkan bunganya. Bukankah di habitat asalnya mereka juga tidak dirawat oleh manusia? Meski mungkin beberapa di antaranya berharga mahal, namun toh biaya perawatannya jauh lebih murah dibanding anggrek-anggrek hibrid.

Meski jenis-jenis hibrid sangat banyak, namun tidak semuanya saya suka. Corak norak (terlalu meriah) dengan warna-warna ngejreng tidak begitu saya sukai. Namun kalau anggrek-anggrek hibrid yang bukan dambaan saya dan sudah terlanjur saya miliki, tetap akan dirawat dengan sepenuh hati. Saya memang lebih menyenangi anggrek-anggrek hibrid yang berwarna kalem dan bersahaja, meski begitu saya juga bersifat realistis dan tidak terlalu mengangan-angankan apa yang jauh di depan mata saya. Artinya walaupun anggrek hibrid tersebut bukan masuk dalam idaman saya, namun jika pengkoleksiannya lebih besar kemungkinannya, saya pun juga tak segan-segan mewujudkannya. Biasanya perolehan anggrek-anggrek hibrid ini dengan cara barter atau bahkan gratis.

Meski betapapun ‘hebat’nya anggrek-anggrek hibrid, saya tetap akan memilih anggrek spesies, karena itu adalah kekayaan negeri kita yang harus dilestarikan. Selain itu, anggrek spesies mampu hidup/beradaptasi dengan rentang yang lebih luas dibanding anggrek hibrid. Tidak percaya? Buktinya di Kediri anggrek yang merajai rumah-rumah penduduk adalah jenis spesies dan hibrida alami, yakni Phalaenopsis pulcherrima dan Dendrobium x superbiens. Sedangkan Dendrobium phalaenopsis dan Phalaenopsis amabilis berada di peringkat kedua.

Catatan:

Tulisan ini saya dedikasikan kepada shob https://lcnursery.wordpress.com/ yang telah melahirkan beberapa Dendro hibrid yang salah satunya adalah Dendrobium Kiki Hendarsyah yang merupakan salah satu anggrek hibrid idaman saya. Mudah-mudahan tetap semangat untuk membangun kembali laboratoriumnya dan dapat menghasilkan inovasi-inovasi serta varian-varian baru dari indukan asli Indonesia sehingga dapat menjadi ratu di negeri sendiri dan berekspansi ke negeri orang, aamiin.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s