Ypthima baldus, Kupu-kupu Padi Lima Cincin

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

1Kupu-kupu ini namanya The Common Five Rings atau Ypthima baldus. Nama Indonesianya saya tidak tahu, namun saya lebih suka menerjemahkannya menjadi Kupu-kupu Padi Lima Cincin. Lho, bukankah lingkaran yang ada pada sayap itu kalau kita hitung ada 7, bukan 5? Ya, untuk penamaan genus Ypthima memang tidak mudah, tidak didasarkan pada jumlah ringsnya (ocellus), namun berdasarkan letak rings pada space sayapnya.

Agar lebih mudah, sayap bawah (hindwing) ini saya bagi menjadi 6 bagian/spaces seperti ini. Namun ingat ini hanyalah garis bantu, yang terpenting adalah letak dari ring-ring tersebut.

dibagi

Dari gambar diperoleh jumlah ring yaitu 5, meski ringnya ada 7. Ring paling atas tidak digunakan sebagai penamaan, jadi diabaikan. Ring yang kecil dan menyatu (dempet) dihitung satu buah. Untuk ring yang letaknya paling bawah meski ada dua buah ring yang sama besar dan letaknya agak terpisah dihitung satu buah. Ring bawah ini bisa juga titik putihnya ada dua namun dikelilingi satu ring hitam dan kuning, juga dihitung satu buah. Contohnya seperti di atas. Jadi letak ring tersebut ada pada space 1, 2, 3, 5, dan 6. Meski letak ring ke-3 ada di space 4 namun menghitungnya bukan berdasarkan garis di atas namun letak ringnya, jadi space 4 kosong. Oleh karena itu namanya adalah The Common Five Rings Butterfly.

Meski kita sudah tahu nama Inggrisnya, namun nama latinnya berbeda-beda antar daerah persebarannya, seperti Ypthima stellera stellera (Philipina) atau Ypthima baldus selinuntius (Palawan, Philipina) atau Ypthima baldus newboldi (Malaysia, Indonesia, Singapura). Semuanya jumlah ringnya 5. Memang membingungkan ya, apalagi jumlah spesies dari genus Ypthima atau The Rings Butterflies sendiri ada 111 yang memiliki jumlah ring yang sama, yakni tiga, empat, lima, dan enam. Jadi masing-masing kalau dibagi adil setiap grup dengan ring yang sama memiliki sekitar 28 jenis. Dan meski jumlah ringnya sama, namun nama latinnya juga berbeda-beda sesuai dengan habitat dan mungkin juga ciri khususnya.

Meski bukan aturan baku, kita juga dapat terbantu untuk mengidentifikasi genus Yphtima dengan melihat jumlah ring pada sayap dalam (innerside). Caranya ring pada sayap atas dihitung satu buah, ring pada sayap bawah meski berukuran kecil dan mungkin juga berdempetan, dihitung sendiri-sendiri. Namun ingat cara ini hanya sebagai pembantu atau pelengkap saja.

Walaupun aturannya sudah disepakati oleh kebanyakan para ahli kupu-kupu (entolog) dunia, namun mengenai jumlah ring masih mengundang perdebatan, apakah dihitung satu demi satu ataukah ada yang tergabung menjadi satu meski letaknya berdempetan atau menyatu. Hanya saja apa yang telah menjadi kelayakan, itulah yang umumnya dipakai oleh khalayak.

Hebatnya atau ajaibnya, meski menurut kita tanda-tanda yang dimiliki genus ini membingungkan, namun mereka tidak bingung untuk kawin dengan sesamanya. Mereka tidak mungkin “nyasar” untuk mengawin dengan yang bukan sesamanya, Lima Cincin mating dengan Tiga Cincin misalnya. Meskipun terjadinya persilangan antarspesies juga besar, namun belum ada laporan mengenai hal ini. Tidak seperti manusia ya, banyak yang bingung membedakan antara istri/suami sendiri dengan istri/suami orang. Opo ora isin?

3

Tak banyak informasi mengenai host maupun food plants-nya. Saya pun harus pandai-pandai mengumpulkan informasi-informasi dari puluhan blog, sekeping demi sekeping. Namun saya yakin tumbuhan inang maupun pakannya tidaklah jauh-jauh dengan saudara maupun sepupunya. Bunga-bunga rumput yang berada di sekitar habitat mereka seperti Putri Malu, Cyperus microiria (Teki), Sidaguri, Rumput Pecut Kuda atau bunga-bunga rerumputan lainnya. Ulatnya memakan daun Alang-alang/Imperata cylindrica, Rumput Bambu/Pogonatherum crinitum, Microstegium ciliatum dan juga daun-daun rerumputan lain yang juga menjadi tumbuhan inang dari Familia Nymphalidae dari genus Mycalesis. Hanya saja mungkin berbeda-beda jenisnya sesuai dengan persediaan di daerah habitatnya.

513

Kupu-kupu Ypthima ukuran relatif kecil (± 3 cm, bahkan tidak lebih) selain itu warnanya juga tidak menarik (coklat dan abu-abu). Apalagi mereka lebih suka terbang rendah di antara rerumputan dan lebih banyak bersembunyi di antara semak belukar atau rumpun tanaman budidaya monokotil (padi, jagung, tebu, millet, dan lain-lain).

2Sayap atas bagian dalam berwarna coklat keabu-abuan dan memiliki ocelli berukuran besar pada sudut sayapnya. Seperti yang lainnya, ring ini juga terdiri dari tiga cincin berwarna coklat, krem/kuning pucat dan hitam yang di tengah-tengahnya terdapat titik putih. Pada sayap bawah (hindwing) jumlah ringnya bervariasi sesuai namanya. Ada yang dua, tiga, empat, atau lima. Meski tidak resmi, jumlah ring pada sayap bagian dalam ini dapat juga dijadikan patokan dengan cara menghitung jumlah ring (meski berukuran kecil tetap dihitung satu buah) ditambah dengan satu ring yang ada pada sayap atas.

Perbedaan Jantan Betina

Jantan: abdomen ramping, ujung agak meruncing atau sedikit menonjol. Ocelli yang letaknya di pojok atas sayap bagian dalam ukurannya lebih kecil dan agak lonjong. Sayap bagian dalam juga minim pattern. Betina kebalikannya.

 

Special thanks to http://butterflycircle.blogspot.co.id

5

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s