Mycalesis perseus caesonia, Kupu-kupu Rumput Perca

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

== English Version ==

mycalesis-perseus-kupu-rumput-perseusThis subspecies butterfly’s name is Mycalesis perseus caesonia, one of Common Bush Brown or Dingy Bush Brown Butterflies. They are commonly seen flying low around grassy patches and at their other habitats like grassland, farm, paddy field, and shade area near their food plants growth. Pattern flight is an erratic and jerky’s manner, also when they perch on the leaf or on the ground.
This butterfly and all members of genus Mycalesis have the dry and wet season form. The pictures in my post its dry season form. At wet season form, the body and wings color are paler with little eyespots (ocellus) on underside wings.

The female is generally larger and paler than the male, the well at the wet and dry seasons form.

There are 3 zigzag bands to circle eyespots on underside. One bands on hindwings and the other on the forewing. Eyespots amount 11. Until now, I don’t get information about flowers nectaring. But I think they are taking nectar from flowers of grasses and cultivation plants.

To other information, please continue reading in the Indonesian version

8

Saya suka menyebut kupu-kupu sub spesies ini dengan nama Kupu-kupu Rumput Perca (singkatan dari perseus caesonia). Sedangkan atau nama Indonesianya yang sudah ada yakni Kupu-kupu Rumput Perseus. Biasanya nama sub spesies didasarkan pada area persebarannya, bahkan beberapa di antaranya berada pada wilayah yang terbatas.

>> Tentang Kupu-kupu Mycalesis sp. >>

betinaSekitar 80 spesies yang ada pada genus Mycalesis subfamilia Satyrinae familia Nymphalidae yang rentang sayapnya sekitar 4 – 4,5 cm ini tidaklah mudah untuk diidentifikasi. Tampilan yang hampir serupa, yakni sayap dan tubuh berwarna coklat dengan hiasan lingkaran-lingkaran mirip mata yang terdiri dari 3 lapis itu membuat kita mudah untuk berbuat kesalahan dalam mengidentifikasinya. Walaupun secara samar bisa dilihat perbedaan dalam tebal-tipisnya pita maupun ringnya, warna corak, gradasi warna sayap maupun jumlah lingkarannya, dan mungkin juga corak sayap bagian dalamnya, namun tetap bukanlah perkara yang mudah. Beberapa memang memiliki ciri-ciri pembeda yang jelas, namun mayoritas spesies perbedaannya sangatlah tipis. Maka dari itu tingkat kesalahan identifikasi pada post ini juga sangat besar. Apalagi kupu-kupu ini juga mempunyai tampilan yang berbeda saat musim panas dengan musim penghujan. Padahal saya hanya memiliki gambar kupu-kupu jantan saat wet season form saja. Soalnya mulai bulan Oktober 2015 hingga saat ini setiap bulannya pasti ada hujan, minimal 4x dalam sebulan. Jadi tampilan saat musim kemarau saya tidak memiliki gambarnya. Dan alhamdulillah, atas petunjuk Allah, perlahan-lahan saya pun mulai memahami ciri-ciri dari kupu-kupu ini.

pitaSecara umum, Mycalesis sp. memiliki pita putih buram yang membentang di tengah-tengah sayap. Jumlah lingkaran pada sayap luar antara 10 – 12 buah, yang dibungkus atau dikelilingi oleh pita berbentuk zigzag (kurva) yang bersudut tumpul (melengkung) atau runcing. Pita bisa terpisah atau menyatu atau saling berkait. Ukuran eyespots pada musim panas lebih kecil dan terkadang malah tampak samar dengan warna dasar coklat agak terang. Warna dan corak tersebut sebagai penyamaran dari para predatornya. Pada musim penghujan warna coklatnya lebih gelap dengan bola-bola mata yang nampak jelas dan terang.

Secara umum warna jantan lebih gelap dan memiliki dua garis hitam dan putih yang membentang di tengah-tengah sayap. Betina selain berwarna coklat buram atau coklat terang, garis yang membentang tersebut hanya satu warna saja, yakni putih. Ukuran body lebih besar dengan perut agak membengkak/gendut.

Keduanya bila dilihat dari atas (upperside) hanya ada warna coklat tua dengan corak serupa mata berjumlah satu buah yang letaknya agak di bawah sudut sayap atas. Pada sayap bawah bulatan-bulatannya berjumlah sekitar 4 buah. Betina biasanya berukuran lebih besar.

Bila rumah kita dekat dengan area rerumputan atau persawahan, prosentase kupu-kupu ini masuk ke rumah kita sangat besar.

>> Tentang Kupu-kupu Rumput Perca >>

ciriCiri utama sebagai pembeda dengan spesies lainnya yakni pada sayap luarnya terdapat 3 corak pita tipis kecoklatan bentuk zig-zag runcing yang mengelilingi lingkaran-lingkaran (eyespots). Satu pita atau band mengelilingi seluruh lingkaran pada sayap bawah, sedang dua lagi terdapat pada sayap atas membungkus 2 kelompok lingkaran. Terdapat pita putih buram dan tipis yang membentang di tengah-tengah sayap. Jumlah lingkarannya pada gambar ini ada 11 buah.

Saya belum menemukan informasi nektar bunga apa yang dihisapnya. Saya menduga, tetap nektar dari bunga-bunga rumput sebagai makanannya atau nektar dari bunga-bunga yang mampu mekar pada area ternaung yang letaknya juga tidak jauh-jauh dari area persawahan atau area rerumputan.

>> Ulat >>

Warna hijau saat menjadi ulat dan kepompongnya hijau, sehingga keberadaannya menjadi tersamar. Sangat jauh berbeda dengan kupu-kupu dewasanya yang berwarna coklat. Mempunyai jenis makanan yang variatif, yakni daun-daun dari berbagai jenis rerumputan (Poaceae), antara lain: Axonopus: A. crosmosom, A. compressus/Rumput Paitan/Akar Jukut Pahit/Lawn Grass/Cow Grass/Wide Leaved Carpet Grass, Dichanthium sericeum/Silky Blue Grass; Heteropogon: H. contortus/Lamuran/Bejeng-bejeng, H. triticeus/Giant Spear Grass); Imperata sp./Alang-alang; Ischaemum: I. timorense, I. ciliare/ Smut Grass; Oplismenus: O. compositus/Jampang Piit, O. burmanni; Oryza sp. (padi-padian); Ottochloa: O. nodosa/Bambonan; Panicum: P. maximum/Guinea Grass, P. repens/ Lampuyangan/Balungan, P. trigonium/Parit-paritan, P. crus-galli/Gagajahan/Jajagoan/Padi Burung/Jawan/Jawan Parikejawan/Ramon Jawan/Suket Ngawan; Themeda: T. arguens/Rumput Merakan, T. triandra/ Kangaroo Grass.

6

>> Model Terbang dan Hinggap >>

Tersendat-sendat atau menyentak-nyentak. Ada dua sikap saat hinggap, yakni diam tak bergerak atau bergerak seperti meloncat-loncat tak beraturan dengan gerakan sentak-sentak. Namun hampir semua member dari familia Nymphalidae lebih suka hinggap dibanding terbang, karena daya terbangnya tidaklah jauh-jauh. Kupu-kupu ini bukanlah model kupu-kupu yang mempunyai teritori yang luas.

1

>> Habitat >>

Ditemukan pada padang rumput atau area persawahan dengan tanaman budidaya padi-padian, jagung, tebu, yang juga banyak ditumbuhi rumput-rumputan. Biasanya mereka lebih suka bersembunyi dibanding memamerkan kecantikannya. Atau hinggap pada area yang teduh atau di antara rerumputan.

>> Persebaran (Distribution) >>

Saya menemukannya di Kediri, salah satu kota di Jawa Timur. Untuk daerah persebaran lainnya, saya belum mempunyai data yang pasti. Untuk spesis Mycalesis perseusi sendiri tersebar mulai Asia Selatan (India, Sri Lanka), Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Vietnam, Singapura, Timor, Papua New Guinea).

>> Sinonym >>

Orsotriaena medus, Papilio perseus, Papilio drusia, Papilio francisca, Mycalesis persa, Mycalesis modestus, Mycalesis zia, Mycalesis perseus persa, Mycalesis perseus perseus, Calysisme perseus, Coenonympha infuscata.

2

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s