Memaksa Anggrek Eria javanica ‘Beranak’ Pinak dan Tips Budidayanya

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebelumnya saya sudah menulis sedikit tentang anggrek ini.

foto-0160-newTidak seperti genus Dendrobium yang begitu royal dalam menumbuhkan tunas anakan atau batang palsu, Eria van Java orchid ini sangat pelit mengeluarkan keiki dalam proses adaptasinya. Setelah masa adaptasi terlewati yang memerlukan waktu kurang lebih setahun hingga bertahun-tahun, anggrek akan menumbuhkan keiki atau gagang bunga atau bahkan kedua-duanya.

Di tempat saya, anggrek saya bagi dalam tiga grup. Satu kelompok masih terkena sinar langsung beberapa jam antara pukul 09.00 – 11.30 yang ditanam pada wadah marang (keranjang plastik nasi) dengan media sabut dan pecahan bata/genteng di bawahnya. Itupun sinar sudah berkurang panasnya karena diserap oleh tembok tetangga dan atap kanopi. Satu rumpun lainnya ditempel pada pohon rambutan yang teduh dengan sinar menerobos dari sela-sela dedaunan, dan yang terakhir ditempel pada pohon jambu air yang terkena sinar langsung pada sore harinya. Dua-duanya merupakan anggrek pecahan yang berasal dari wadah marang. Termasuk anggrek ‘buangan’ karena ukurannya di bawah normal. Penempelan anggrek pada media pohon ini merupakan eksperimen saya yang baru berjalan sekitar 4 bulanan. Anggrek sekarang sudah mengeluarkan keiki. Dan saya ingin tahu bagaimana perkembangan keduanya kelak, apakah lebih bagus dari indukannya ataukah tidak.

Tips Mensplit Anggrek Kancil

wpid-img716

1. Indukan sudah dipotong dengan anakan yang kini masih berbunga sudah ‘menggendong’ tunas anakan lagi (3). 2. Indukan berukuran bongsor/besar yang juga sudah saya split dengan anakannya.

Banyak yang khawatir untuk mensplit atau memisahkan tunas anakan/keiki dari anggrek koleksi mereka. Alasan utamanya khawatir anggrek akan mati. Kalau tahu karakter dan caranya sih apa yang dikhawatirkan itu sebenarnya tak perlu ada. Memang sih kita harus berani menanggung risikonya. Untuk meminimalisir efek negatifnya, kita mengadakan eksperimen pada satu individu dulu. Bila berhasil, yang lainnya dapat dilakukan perlakuan yang serupa. Kalau sudah pernah mencoba, ternyata mensplit anggrek merupakan hal yang mudah. Sangat mudah malah. Biasanya setelah kita adakan split, indukan akan memproduksi keiki.

Tindakan split ini diperlukan agar anggrek yang kita miliki bertambah banyak tanpa menunggu terlalu lama. Bukankah anggrek membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dan kemudian berbunga bila asalnya dari biji? Padahal usia kita di dunia ini juga terbatas. Bagi yang berdoku tebal sih no problem ya … tinggal beli anggrek yang sudah berbunga, wis beres dah … Namun untuk yang berkantong slim seperti saya, hal itu jadi soal juga. Dan untuk mengembangbiakkan anggrek Eria javanica ini cukup mudah.

eriaPertama, indukan harus benar-benar sudah adaptif dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Kedua, pilih indukan yang bongsor atau minimal berukuran normal (2 helai daunnya berukuran besar dengan panjang lebih ½ m). Bila ukuran individu kecil, masih dapat dijadikan indukan, namun biasanya waktunya akan lebih lama. Induk yang bongsor akan menghasilkan anakan yang bongsor juga atau cepet gede.

Ketiga, tunas anakan yang sudah berakar dan ukurannya hampir menyamai induknya dapat kita potong batang penghubungnya.

Keempat, letakkan anakan pada tempat yang kondisinya tidak berbeda dengan sebelumnya atau tidak jauh dari tempat induknya. Dapat ditempel pada pohon atau pot atau sejenisnya dengan media tanam (saya biasanya menggunakan) pecahan bata/genteng dan sabut kelapa dengan banyak rongga di dalam wadahnya. Perhatikan juga intensitas cahayanya jangan sampai berbeda jauh dengan tempat asal (indukan).

Kelima, tak berapa lama indukan akan mengeluarkan tunas anakan baru. Kalau tunas sudah besar perlakukan seperti cara-cara di atas.

Keenam, ulangi terus hingga indukan gugur daun.

Ketujuh, bila umbi sudah tak berdaun jangan dibuang. Potong atau pindah ke wadah yang lebih teduh dan lebih lembab. Insya Allah umbi masih akan bertunas pula. Menariknya tunas anakn dari umbi yang gundul ini, setelah beberapa minggu – 2 bulanan langsung mengeluarkan daun 2 helai, jadi tidak mengalami fase seperti tunas umumnya yang berbentuk seperti kuku itu seperti gambar ini.

aq

Terkadang kita mendapati salah satu dari knop atau tunas berhenti tumbuh. Penyebabnya adalah …

serempak

Knop dan tunas anakan tumbuh secara serentak

Satu, indukan mengeluarkan keiki dan gagang bunga secara bersamaan. Kalau yang pesat adalah keikinya, kita harus tunggu sampai keiki mengeluarkan akarnya. Pada keadaan seperti ini, jangan sekali-kali membuang knop bunga meski tampaknya kering dan seakan-akan pertumbuhannya berhenti. Kondisi ini sifatnya hanya sementara saja. Kemudian setelah batang penghubung atau rhizomanya kita potong, maka knop bunga tersebut akan melesat pertumbuhannya. Sedangkan apabila yang pesat adalah gagang bunganya, anakan tidak perlu dipisahkan dari induknya. Biasanya tunas akan tumbuh secara perlahan. Baru setelah masa berbunga lewat, perkembangan tunas akan pesat. Bila anakan sudah keluar akarnya, kita dapat pakai langkah-langkah di atas.

Dua, induk berkonsentrasi pada anakan (yang kita biarkan bergabung dengan induknya/tidak kita split) yang sudah berbunga. Jangan buang knop bunga yang tampak kering dan merana. Kalau kita menginginkan kedua-duanya berbunga, maka anggrek harus kita split. Tidak apa-apa kok dilakukan pemotongan, meski dalam keadaan berbunga. Kalau memang khawatir, dapat kita tunggu hingga masa berbunga anakan selesai.

Nah, mudah kan?

foto-0134Oh ya … ciri-ciri tunas anakan yang bongsor adalah berkonsentrasi memperbesar dan memanjangkan daunnya terlebih dahulu sebelum keluarnya akar hingga panjangnya mencapai 30 cm atau lebih. Semakin panjang daunnya, semakin baik kwalitasnya. Bila belum berukuran seperti itu sudah keburu keluar akar, biasanya indukannya bermasalah, bisa jadi indukannya berukuran di bawah normal atau anggrek masih dalam masa adaptasi. Anggrek di tempat saya ini berasal dari tetangga yang jaraknya cuman sekitar sepelemparan batu (± 50 m), namun masa adaptasinya lebih dari satu tahun. Dan kini indukan maupun anak-anaknya (yang bongsor) sudah berbunga.

bulb-tanpa-daun

Bulb tanpa daun masih mampu menumbuhkan keiki lagi

Catatan:

# Saya tinggal di daerah panas Kabupaten Kediri, +/- 95 m dpl. Anggrek Eria javanica tersinar matahari langsung sekitar 2 jam lebih, yakni pada pukul 9.30 – 12.00. Namun mungkin saja tingkat derajat panas sinar sudah berkurang karena diserap tembok dan asbes.

# Walau Eria setipe dengan Coelogyne, namun saya tidak tahu apakah cara-cara di atas dapat diterapkan pula pada genus Coelogyne.

# Kalau shob tidak ingin mensplit dan anggrek sudah menjalar kemana-mana dapat ditambahkan pot baru sesuai kebutuhan di sebelah/sekeliling pot induk.

deretan-kuncup

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s