Serial Aku Cinta Anggrek Indonesia: Dendrobium aphyllum, Anggrek Penggugur Daun atau Aphyllum atau Leafless Dendrobium Orchid

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

close-upBatang semunya yang menjuntai itu bisa mencapai 2 meter panjangnya. Batang yang telah tua memang tidak berdaun. Telanjang karena termasuk anggrek tipe deciduous atau yang menggugurkan daunnya untuk berbunga layaknya Dendrobium anosmum atau Dendrobium parishii. Terkadang bunga juga keluar, meski daun-daunnya belum gugur, seperti anggrek saya ini. Mungkin disebabkan pada tahun 2016 ini setiap bulannya pasti turun hujan, maka meski daun-daunnya masih segar-segar ada batang yang memunculkan bunganya. Cuaca yang tak menentu ini juga berimbas pada jenis anggrek lainnya. Efek + dan -. Positifnya bunga-bunga anggrek bermunculan dari berbagai jenis. Negatifnya beberapa jenis anggrek juga lambat untuk berbunga, seperti Anggrek Asem.

Pseudobulb yang telah tak berdaun itu dalam beberapa hari ke depan akan memunculkan knop dan kemudian keluarlah bunga-bunganya yang cantik berwarna ungu pucat – ada yang bilang berwarna pink dengan nama varian tersendiri, Dendrobium aphyllum var. cucullatum dengan labellum berbentuk corong putih buthek atau putih krem (white creamiest) dengan bulu-bulu halus. Cantik memang, apalagi perawatannya juga tidak njelimet seperti jenis anggrek lainnya, khas mayoritas Dendrobium. Karenanya, banyak yang memiliki anggrek ini. Terkadang saya lihat malah dicuekin, numbuh ya numbuh, berbunga ya berbunga.

2-kuntumBunganya mekar sekitar 7 hari yang keluar dari cincin ruasnya. Peruas terdapat 1 – 3 kuntum. Untuk memaksanya berbunga, dari satu tips, jangan siram selama beberapa hari hingga daun menguning dan berguguran. Setelah itu anggrek pun akan memunculkan bunganya.

Tidak ada informasi mengenai anggrek ini yang menarik hati saya. Kebanyakan blog kalau tidak hanya foto-foto saja, yah … hanya mengulas seuplik. Karena itu pada artikel ini saya menulis tentang Dendrobium pierardii ini juga dengan suka-suka wae.

Ceritanya … dulu di kebun kami ada anggrek ini, namun kemudian mati. Kondisinya nggak sehat, hidup segan mati pelan-pelan. Kayaknya sih kalah bersaing dengan anggrek-anggrek lain yang sama-sama ditempelkan pada pohon Jambu Air. Kemudian setelah sekian tahun berlalu, saya mendapatkan lagi tanamannya dari ibu mertua berupa bibit yang masih kecil-kecil. Namanya juga minta ya, sungkan lah kalau memilih yang besar. Terus kelompok yang kedua asalnya dari tempat sampah tetangga. Ya bener lho, saya leles di sana. Saat itu si tetangga sedang beres-beres anggrek. Kemudian anggrek yang sekiranya nggak ditanam lagi, dibuang sebrung begitu saja di pinggir jalan. Meski sah-sah saja saya mengambilnya secara langsung, namun untuk menjaga tata krama dan juga agar tak terkena fitnah, saya minta ijin pada si empunya agar bolehnya anggrek-anggrek tersebut saya bawa. Diijinkanlah. Banyak juga lho … kalau saya rajin motong-motong tunas-tunas kecil (keiki) itu jumlahnya bisa mencapai 50 hingga 75 individu. Kemudian grup anggrek yang ketiga, saya mendapatkannya dari kios tanaman hias. Waktu itu saya belum tahu banyak tentang beda tampilan antara Dendrobium cucullatum dengan Dendrobium amosnum. Apalagi si penjualnya tidak tahu pasti (lupa) apakah labellumnya putih buthek ataukah ungu. Karena yah sudah terlanjur jauh-jauh, saya pun membelinya, apalagi harganya juga mureeh sekalee, just 3K dengan kondisi tanaman sudah dewasa, dilihat batangnya yang hampir gundul. Saya pikir ya no what-what-lah. Sampai di rumah saya letakkan pada tempat yang panas hingga pukul 12.00. Anggrek memang tumbuh kian memanjang namun tak jua berbunga. Akhirnya saya pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari pukul 13.00 hingga 15.00 dengan cahaya pagi merupakan pantulan dari tembok tetangga. Baru kemudian berbunga dua kuntum. Yah meski masih pelit berbunga, tapi tetap patut disyukuri kan ya …

foto-0061bunga-cacatAnggrek yang berada di sebagian wilayah Asia Tenggara (kecuali Papua dan PNG), India dan sekitarnya, serta Queensland Australia ini, seperti mayoritas Dendrobium memang menyukai sinar matahari langsung. Biasanya batang maupun daunnya akan bersemburat keunguan. Tunas anakan saat masih muda berwarna ungu yang lama kelamaan seiring pertumbuhannya akan berubah menjadi hijau. Oh ya … beberapa blog manca yang saya baca banyak yang tidak mencantumkan/memasukkan Indonesia sebagai native land list-nya.

Termasuk dalam seksi (section) Dendrobium dengan ciri khas labellumnya lebar dan membulat. Mudah sekali mengeluarkan keiki. Meski satu ruas saja, asalkan pada cincin ruasnya masih hidup, keiki tetap akan muncul. Jadi kalau misalnya shob nemu batang yang kering namun masih ada bagian yang hijau, meski panjangnya hanya sesenti saja asal masih ada cincin ruasnya, segera tempelkan atau letakkan pada pot di atas medianya. Sirami sehari sekali saja.

Bila ingin mengembangbiakannya, pilih indukan yang sehat dan berukuran ‘bongsor’. Tanaman yang bongsor akan rajin menghasilkan banyak anakan.

foto-0142Anggrek ini lebih cantik merimbun atau ditempelkan secara berjajar. Bila semua batang berbunga, maka nampak seperti tirai yang indah. Saking terkagumnya, ada yang menjulukinya 1001 Flowers Shower Dendrobium.

Serangga polinatornya yang tertangkap sedang memasuki labellumnya adalah Lebah Lanceng (Hymenoptera).
Seperti halnya Oncidium Golden Shower dan Anggrek Merpati yang artikelnya telah dipost beberapa waktu lalu, saya belum pernah menjumpai buah dari anggrek ini. Ataukah termasuk tanaman yang langsung menghasilkan anakan? Tetapi kalau anggrek ini juga telah dihibridakan, berarti tetap menghasilkan buah dan biji, hanya saja mungkin secara alamiah prosentase buahnya sangat kecil. Berbeda apabila dilakukan pemuliaan yang setiap prosesnya dijaga dengan ketat.

Catatan:

  • Anggrek-anggrek koleksi saya berada di dataran rendah yang panas dan tanpa paranet

  • Tidak dipupuk, kecuali dari air cucian beras (itupun kadangkala), atau dari daun teh yang sudah dipakai atau air rendaman dedaunan atau berasal dari udara atau pupuk alami lainnya yang tidak beli

  • Perawatan sebisa mungkin very very simple dan tak mengikuti aturan yang ada di blog-blog anggrek

  • Media atau apapun yang berkaitan dengan anggrek berasal dari barang-barang bekas atau tak terpakai atau sudah ada sebelumnya

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s