Dendrobium Burana Delight, apakah Aku tidak Cinta Anggrek Indonesia?

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

close-upSebenarnya saya tak enak hati dengan para pecinta anggrek negeri ini yang menghembuskan slogan Aku Cinta Anggrek Indonesia, karena dendro hibrid yang saya punyai ini merupakan produk luar negeri. Dengan slogan tersebut, diharapkan kita selalu menjaga dan melestarikan anggrek kekayaan alam kita itu. Sudah banyak kita baca-baca bahwa banyak jenis anggrek yang sudah langka, terancam punah, bahkan sudah raib dari habitatnya sendiri. Kita sebut beberapa di antaranya ada Coelogyne pandurata, Anggrek Bulan Peliahari, Anggrek Pensil, dan lain-lain.

Dengan slogan itu pula, kita juga diharapkan untuk menggunakan (menanam) produk anggrek hibrid hasil negeri dhewek. Dan saat saya cari-cari informasinya, banyak juga ya hasil karya ahli-ahli anggrek Indonesia, sayanya aja yang kuper tak tahu hibrid-hibrid asli Indonesia. Beberapa di antaranya ada Dendrobium Indonesia Raya yang terkenal itu dengan berbagai variannya. Ada juga Den. Indonesia Emas, Den. Indonesia Beauty, serta Den. Indonesia Bersatu. Sedangkan Dendrobium Indonesia meski namanya berbau Indonesia namun penyilangnya bukan orang Indonesia. Masih ada lagi anggrek-anggrek dendro hibrid hasil karya anak negeri, antara lain: Dendrobium Eddy Djaja Remadja aka Den. Frieda Bratanata, Den. Cinta Papua, Den. Cinta Aceh, Den. Maluku Indah, Den. Abang Betawi, Den. None Betawi, Den. Kiki Herdinansyah, Den. Bhayangkara Jaya, Den. Brawijaya, Den. Metasari Mustika, Dendrobium Anggrek Ayah Ayu dan lain-lain. Ada juga namanya berbau asing meski penghibridnya orang Indonesia, seperti Dendrobium Edfrans Delight. Beberapa nama dari anggrek hibrid tersebut masuk dalam harapan saya karena unik dan warnanya saya suka. Namun harganya mana tahan bagi kantong saya, hobiis anggrek kelas leles.

Ada juga nama Indonesia untuk anggrek hibrid namun bukan hasil karya anak negeri, yakni Dendrobium Ani Yudhoyono, Den. Susilo Bambang Yudhoyono, Den. Tin Soeharto, dan Den. Iriana Jokowi yang merupakan buatan negeri jiran Singapura. Atau Dendro Indonesia yang pemulianya adalah orang asing. Kalau dinamakan begini, kita merasa malu ataukah bangga? Lalu apakah anggrek-anggrek tersebut juga bisa didapatkan di pasaran?

Berbeda dengan anggrek spesies yang namanya bisa di-Indonesia-kan atau memakai nama yang sudah ada, untuk jenis hibrid tidak bisa seenaknya ditranslate. Jadi kalau namanya dalam bahasa asing, ya kita pakai namanya dengan mutlak. Begitu pula nama hibrid Indonesia, juga tidak bisa seenaknya diInggriskan, termasuk dendro dari Thailand ini, Dendrobium Burana Delight. N. Buranaraktham lah penyilangnya.

dsc05564Kalau melihat gambar-gambarnya di internet, banyak yang memiliki keserupaan dengan dendro ini. Oleh karenanya, kesalahan akan identifikasi juga besar. Namun dengan membanding-bandingkan berbagai gambar, saya merasa yakin kalau namanya Dendrobium Burana Delight. Hanya saja nomor/turunan/edisi/silangan/# yang ke berapa, saya tidak tahu.

Anggrek ini saya beli pada tahun 2006 di Splendit Malang. Saat itu belum tahu apa-apa tentang anggrek dan belinya pun untuk hadiah sang mertua. Lumayan juga harganya waktu itu. Dan kini saya memperolehnya kembali bibitnya dari mertua. Hingga dua tahunan ini anggrek belum juga berbunga karena tempatnya saya ganti-ganti. Mudah-mudahan yang ini merupakan letak yang terakhir, sehingga dapat diharapkan munculnya bunga.

terpapar-sinarDi tempat ibu mertua, anggrek diletakkan pada tempat yang teduh dengan terobosan sinar dari sela-sela dedaunan. Sedangkan di tempat saya, anggrek terpapar sinar matahari langsung mulai jam 7.30-an hingga jam 11.30/12.00, sehingga pada batang dan daunnya terdapat semburat warna ungu. Saya memang bereksperimen seperti itu karena penasaran bagaimana warna bunganya kelak? Apakah ungu tua, ungu muda atau variasi ungu lainnya? Dan berapa jumlah kuntumnya, lebih banyakkah? Apalagi anggrek nampaknya enjoy-enjoy aja diperlakukan seperti itu.

Batangnya termasuk besar, mengikuti salah satu induk atau moyangnya, Dendrobium phalaenopsis, walaupun memang tak sepanjang ‘embahnya’ itu. Menurut informasi diameter bunga sekitar 7 cm (2,5 inci) dengan jumlah kuntum antara 15 – 20. Waktu mekar saya memang tak ada pemikiran untuk menghitung jumlah bunganya.

Jumlah daun fase berbunganya adalah enam helai. Pada kuantitas ini, anggrek sudah berhenti tumbuh. Apabila tidak mengeluarkan knop bunganya berarti anggrek bermasalah, seperti koleksi saya itu yang saya pindah-pindah tempatnya karena berbagai sebab.

Lalu gimana dong dengan anggrek-anggrek hibrid saya yang keluaran luar negeri itu? Yah … tetap saya rawat dengan senang hati. Selain karena memang sudah cinta anggrek, tak mungkin kan kalau saya deportasi atau eliminasi ke tempat sampah? Apalagi jumlah anggrek hibrid luar negeri Oncidium Golden Shower ada ratusan individu (batang) karena gampangnya beranak-pinak dan saya juga lumayan rajin mensplitnya.

gu

Dendrobium Hybrid Pale Purple

hybrid-3Selain dendro Burana Delight, ada lagi tipe Burana lain yang saya miliki dengan bunga berwarna ungu pucat. Saya belum menemukan ID pastinya. Kalau melihat tampilan bunga dan corak garis-garis pada bunganya mirip Dendrobium Candy Stripe (hibrid) yang berwarna pink itu.

afMemiliki batang yang lebih besar dan panjang dibanding Burana Delight. Tengah-tengah batang lebih mencembung. Daunnya selain lebih tebal juga lebih oval. Tidak kuat terhadap sinar matahari langsung mulai pukul 10.00, karena itu harus dibayang-bayangi oleh tanaman lainnya. Bila sinar yang diterima semakin banyak namun masih ternaung, warna ungunya akan semakin nampak, walupun masih tergolong ungu muda. Sedangkan semakin sedikit sinar yang diterima, warna akan semakin memucat. Selain faktor cahaya yang harus diperhatikan, perawatan lainnya tidak begitu berarti. Sekarang ini, dendro berada pada tempat yang teduh dengan sinar matahari di bawah pukul 10.00. Kelak anakannya akan saya letakkan pada tempat yang lebih banyak terkena sinar dengan sedikit naungan agar saya dapatkan dua variasi warna. Insya Allah.

sangat-pucat

ungu-nampak

Bagaimanapun: I Love Indonesian’s Orchids, pullll …..

Apresiasi untuk: Candi Orchid, Anggrek Semarang

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s