Spathoglottis plicata, Anggrek Tanah yang Survive di Segala Kondisi Tanah

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

close-upAnggrek Tanah Ungu atau Ground Orchid (beberapa kabar ada yang menyebutnya Philippine Ground Orchid) atau Spathoglottis plicata adalah salah satu dari sedikit jenis anggrek yang berdaun indah. Sangat familiar dengan kita. Banyak ditanam di rumah-rumah penduduk, baik dalam pot maupun tanah. Juga dikabarkan masih mendiami habitat aslinya (in-situ). Selain tidak rewel dalam perawatan, juga tahan banting, plus bunganya yang indah itu dapat kita nikmati berkali-kali dalam satu tahun, sehingga menjadi nilai pilihan tersendiri bagi pecinta bunga anggrek, bahkan hobiis iseng sekalipun. Saya tidak tahu dari mana anggrek kami ini berasal, karena sudah ada selama berpuluh-puluh tahun. Mungkin almarhumah ibu yang membawanya ke rumah.

rumpunAnggrek tanah yang memiliki nama sinonim Bletia angustifolia, Calanthe poilanei, Paxtonia rosea, Spathoglottis angustifolia, dan Spathoglottis daenikeri ini sudah lama saya miliki gambar-gambarnya, namun saat itu keinginan untuk menulisnya masih kalah dibanding tentang kupu-kupu dan tanaman liar. Nah, karena akhir-akhir ini kegilaan saya akan anggrek muncul kembali, maka saya pun menulis anggrek tanah ungu yang berasal dari India, Asia Tenggara (termasuk juga Papua New Guinea, Kaledonia Baru, Kepulauan Sulaiman), ditambah Cape York Peninsula Australia ini.

Warna anggreknya tidak hanya ungu saja, karena sudah mulai dikultivarkan/dikawinsilangkan, tetapi kita juga harus cermat-cermat mengamatinya jangan sampai tertukar dengan anggrek Spatoglottis lainnya, karena members genus Spatoglottis sendiri memiliki warna dan penampilan yang sangat mirip/similar. Maka tak mengherankan juga apabila banyak blog yang menulis dengan tidak tepat. Karena saya memang tidak tahu begitu banyak tentang Spathoglottis lainnya, maka yang saya bahas ini hanyalah Spathoglottis plicata yang ada di Indonesia yang berwarna ungu dan banyak ditanam oleh penduduk Indonesia. Harganya memang relatif murah, sekitar 10 – 15K (bisa kurang) per bag-nya dalam kondisi berbunga. Untuk Spathoglottis yang berwarna lain harganya bisa mencapai 25K atau lebih di pusat penjual bunga Rembang Kediri.

dsc04087Perkembangbiakannya melalui cara vegetatif dan generatif. Cara vegetatifnya, bulb/batang yang berada di dalam tanah tersebut mengeluarkan ‘batang’ anakan dengan panjang beberapa cm. Pada ujungnya akan tumbuh tunas anakan dan akar, kemudian anakan ini akan membentuk umbi/bulb sendiri. Setelah anakan mandiri, batang penghubung tersebut lama kelamaan akan mengecil dan mengering atau bisa juga putus dengan sendirinya. Cara vegetatif ini membuat anggrek cepat merimbun karena mudah dan lekasnya beranak-pinak. Apalagi pertumbuhannya tergolong cepat, bahkan supercepat di kelas anggrek.

Sedangkan cara generatifnya, selain diserbuki oleh serangga, juga dapat melakukan penyerbukan sendiri (self pollinating). Bijinya sangat lembut, per kapsul ada jutaan biji. Meski begitu, tidak semuanya mampu berkecambah dan menjadi individu baru. Selain seleksi alam, juga dipengaruhi oleh kondisi tempat hidupnya kondusif atau tidak untuk berkecambah.

Mungkin ada cara yang sangat sederhana untuk ‘menangkap’ biji-biji anggrek ini. Kita dapat menggunakan sabut kelapa yang telah lama diterpa hujan dan sinar matahari. Setelah itu sabut diletakkan pada tempat yang terlindung dan keadaannya harus selalu lembab. Dengan cara ini kita juga dapat ‘memerangkap’ spora-spora Paku-Pakis. Atau dapat juga membiarkan lumut-lumut tumbuh subur di tembok dan pohon-pohon kita. Namun prosentasenya memang sangat kecil sekali, tapi itulah cara tergampang yang dapat kita lakukan.

mekarTermasuk tanaman evergreen atau tidak menggugurkan daunnya secara serempak. Daunnya memang indah, serupa daun palem dengan urat-urat daun yang nampak jelas dan menonjol atau seperti wiru. Jadi, walaupun belum berbunga, anggrek sudah nampak indah. Panjangnya dapat mencapai satu meter sehingga karena tipisnya daunnya pun melengkung. Lebarnya bisa mencapai 10 sentimeter.

Bunga terdiri atas 3 sepal dan dua petal yang berwarna ungu kemerahan dan satu labellum yang mirip sekop berwarna ungu lebih gelap dibanding warna sepal dan petalnya. Sisi bawah sepalnya berbulu. Di tempat yang terkena cukup banyak cahaya, warna bunga lebih cerah dibanding pada tempat yang ternaung. Oh ya kalau di Jawa anggrek ini disebut Anggrek Sothel/Suthil. Nama ini merujuk pada bibirnya yang memang mirip dengan alat untuk menggoreng (suthil) itu.

Sangat gampang dan super mudah dalam perawatannya. Dicuekin aja udah berbunga. Tahan tidak disiram hingga beberapa minggu. Sifatnya dan karakternya lebih mirip tanaman hias biasa lainnya, tidak seperti anggrek kebanyakan yang memerlukan perawatan khusus. Dibanding ditanam dalam pot, lebih bagus bila ditanam langsung di tanah.

tangkaiBila kondisi lingkungannya kering (atau tidak mendapatkan air dalam jangka waktu berbulan-bulan) anggrek ini tahan, meskipun bulbnya mengempis. Bulb kering dan kempes ini tidaklah mengapa, asalkan masih hidup, maka bila mendapatkan suplai air yang cukup, bulb akan membesar dan kemudian bersemi memunculkan tunas-tunas daunnya. Di negara-negara empat musim, selama musim salju, anggrek mampu hidup dormant hingga berbulan-bulan,

Agar rajin berbunga, anggrek diletakkan pada tempat terpapar sinar matahari yang banyak. Karena itu bila tempatnya ternaung, meskipun survive, tanaman akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berbunga.

Sebagai media tanam dalam pot, saya menggunakan campuran tanah, pasir letusan gunung, seresah/dedaunan, plus (jika ada) pupuk kandang. Kalau langsung ditanam pada tanah, apapun kondisi tanahnya, anggrek ini mampu hidup. Untuk pemupukannya, saya berikan dari minuman basi seperti teh, susu, kopi, dan lain-lain. Atau bumbu penyedap yang sudah tak layak pakai. Atau bisa juga dengan sampah-sampah dapur yang telah dihumuskan atau terdekomposisi.

dipotong-sajaDi daerah yang panas (dataran rendah), hampir tidak ada hama serius yang menyerang anggrek tanah ini. Biasanya hanya hama daun yang berukuran super mini namun jumlahnya banyak, sehingga daun tampak berbintik-bintik putih. Atau serangan daun yang membuat daun coklat dan menghitam. Serangan ini memang tidak begitu efektif dan tidak begitu menghambat laju pertumbuhan dan perkembangbiakan anggrek karena sifatnya tidak intens (kadang kala saja). Selagi rajin, saya hanya memotong daun yang terinveksi.

Atau bila curah hujannya terlalu tinggi atau media polibag/kantung plastik yang berdrainase buruk, pada pangkal daunnya bisa terserang fungi. Dan apabila ada yang mengatakan bahwa penyakit busuk akar menyerang anggrek ini, menurut saya tidaklah tepat pendapat seperti itu, karena anggrek terestrial akarnya tidak membusuk akibat media yang terlalu basah, kecuali kalau dikatakan bulbnya membusuk, itu baru tepat. Pembusukan biasanya terjadi pada pangkal daun. Daun terluar yang telah tua dan kemudian membusuk (akibat hujan yang terus-menerus) dan masih sulit lepas dari umbi/bulb akan membahayakan daun-daun sehat lainnya. Selain itu daun yang membusuk tersebut juga rawan mengundang fungi. Karena itu untuk menanggulangi masalah ini, pengontrolan mutlak diperlukan dengan cara menggunting atau membuang lapisan-lapisan daun yang berjamur. Pada serangan yang telah parah, maka pencabutan seluruh daun dan menyisakan bulbnya saja itulah yang harus kita lakukan. Dengan tak berapa lama, tunas-tunas baru yang sehat pun akan bermunculan. Pencegahan akan hama dan penyakit secara alami, selain dengan pengecekan yang rutin, sebaiknya anggrek ditanam langsung pada tanah saja.


CATATAN PENTING:

Penulis tinggal di Kediri pada dataran rendah yang panas. Intensitas cahaya yang diterima kebun/halaman antara 4 – 8 jam.

Hanya membahas Anggrek Spathoglottis plicata saja, bukan genus Spathoglottis.

gu1

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s