Tips Memaksa Anggrek Epifit untuk Segera Berbunga dengan Memakai Bahan-bahan Alami yang Mengandung Fosfor

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya tertarik saat baca-baca blog pecinta anggrek baik pemula maupun yang sudah lama berkecimpung di dunia penganggrekan yang mengeluh kenapa anggreknya belum juga berbunga atau anggreknya letoy-letoy untuk memunculkan kecantikannya, atau juga kegaksabaran dari para pecinta anggrek untuk segera menikmati bunganya, karena memang umur kita di dunia ini juga terbatas ya. Oleh karenanya saya pun tertantang untuk membantu memberikan solusinya, terutama untuk anggrek epifit.

Mengapa bahas Fosfor/Phosphor/Phospat/Unsur P?

Karena zat hara inilah yang berperan penting untuk mempercepat proses keluarnya bunga. Yah, bayangkan apakah shob memiliki kesabaran yang sama menunggu hingga 15 tahun untuk melihat bunga Anggrek Tebu? Memang beberapa jenis hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 tahun, seperti beberapa member Dendrobium, Oncidium, dan lain-lain. Namun masa yang relatif singkat itu bisa terjadi karena indukan dan individu tanamannya memang unggul, subur, kondisi prima, plus ditunjang kondisi lingkungan yang sangat kondusif. Untuk yang selain itu, harus nunggu lebih lama lagi. Memang selama ini sudah beredar rahasia umum bahwa air cucian beras mampu membuat anggrek-anggrek tubuh subur dan berbunga lebat. Ada juga yang pake vitsin. Atau kalau yang mau praktisnya, bisa menggunakan pupuk-pupuk buatan pabrik.

Sebenarnya fungsi Phosphat masih banyak yang lainnya, tidak hanya mempercepat pembungaan saja, namun tulisan ini hanya mensharing pengetahuan tentang mempercepat proses berbunganya anggrek (terutama jenis ephiphit). Beberapa tips di bawah ini, beberapa di antaranya sudah saya aplikasikan, namun untuk hasilnya masih menunggu waktu.

Apa itu Phosphor?

Yakni mineral reaktif yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak atau termasuk dalam hara makro, selain Nitrogen dan Kalium. Untuk mempercepat pembungaan, kadar atau konsentrat P harus ditinggikan. Kalau kebutuhan normalnya adalah 0,3% – 0,5% dari berat kering tanaman, maka untuk mempercepat pembungaan harus lebih dari itu. Karena sulit larut dalam air, biasanya Fosfor diserap dalam bentuk ion ortofosfat (H2PO4-), ion ortofosfat sekunder (HPO4=), pirofosfat, metafosfat, senyawa organik yang larut dalam air (misalnya asam nukleat, fosfohumat, dan phitin). Namun Fosfor sangat reaktif dengan ion-ion Fe3+, Al3+, Mn2+, dan Ca2+, atau dengan kata lain ter-absorb/terjerap pada permukaan oksida-oksida hidrat besi, alumunium, dan liat.

Bahan apa saja yang mengandung unsur P?

Pupuk (pupuk organik):

Pupuk akan terurai menjadi fosfat organik dengan bantuan bakteri. Phosphat yang berasal dari pupuk hanya dimanfaatkan sebesar 10 – 30% saja, sedangkan sisanya (70 – 90%) tetap berada di dalam tanah atau terbuang bila digunakan sebagai pupuk anggrek epifit.

Tanah Tinggi rendahnya kandungan P tergantung struktur dan jenis tanahnya. Ion H2PO4 banyak terdapat pada tanah masam, sedangkan pada pH yang lebih tinggi (< 7) kandungan ion HPO42- lah yang lebih dominan. Kandungan Fosfor ini berasal dari proses pelapukan/penguraian tumbuhan dan hewan yang telah mati, feses, urine, mikroba, mineral-mineral, dan lain-lain. Ketersediaan P ini sangat dipengaruhi oleh pH tanah dengan kisaran terbaik antara 6,5 – 7. Ada juga yang berpendapat pada pH 6,0 – 6,5 atau juga 5,5 – 7,0. Jadi titik temu dari ketiga pendapat ini ada pada pH 6,5 boleh sedikit lebih rendah atau sedikit lebih tinggi.

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan bila menggunakan fosfor yang terkandung dalam tanah, yakni menaburkan tanah pada media. Atau mengepal-ngepalkan adonan tanah yang telah dicampur air secukupnya (adonan bersifat keras/alot) dengan ukuran mana suka, kemudian dijemur atau dioven. Setelah kering, bulatan tanah tersebut dapat diletakkan/diselipkan pada media. Cara ini biasa digunakan para aquascaper. Atau cara lainnya dengan membungkus tanah dengan kain kasar (biasanya yang dibuat kaos murahan atau baliho yang tenunan benangnya tidak rapat itu) dan diletakkan pada media.

Urine: Sebelumnya unsur Fosfor diperoleh dengan cara menyuling urine atau penguapan. Hati-hati dengan pupuk ini karena kalau keseringan bisa over dosis yang menyebabkan anggrek kering seperti terbakar dan mengalami kematian.
Batuan Fosfor:

Pelapukan batuan fosfor akan menyediakan unsur P di alam.

Tanaman dan Hewan yang telah mati:

Pelapukan/penguraiannya akan meninggalkan zat-zat hara/mineral yang salah satunya adalah Phosphor.

Guano, Kotoran Burung, dan Pupuk Kandang:

Memang yang terbaik adalah guano/kotoran burung walet. Namun kotoran burung lainnya semisal ayam atau bebek dapat juga kita gunakan.

Hewan-hewan laut:

Ekosistem di laut dikenal banyak mengandung fosfor.

Sedimentasi Fosfor:

Unsur fosfor yang terangkut oleh air akan berkumpul pada area yang terendah (muara/laut). Pada bagian ini, kandungan Fosfor sangat tinggi.

Cocopeat: atau serbuk sabut kelapa Mungkin ini juga ya yang menjadi penyebab mengapa anggrek kita cepat berbunga yang bermediakan pada sabut kelapa. Untuk memberikan fosfor dari sabut kelapa ini ada dua cara. Pertama, sabut diambil serbuknya dengan cara diucek-uceknya atau dirobek-robek hingga serbuk-serbuknya berjatuhan, kemudian serbuk ditaburkan pada media anggrek. Kedua, dengan merendam sabut tersebut, kemudian peras dan siramkan pada anggrek. Untuk air rendamannya dapat disiramkan juga, namun kadar Fosfornya mungkin sangatlah sedikit mengingat unsur P dalam bentuk mineral sulit larut dalam air. Kalau shob beli produk pabrikan, ya boleh-boleh saja. Dalam sabut kelapa terkandung unsur Ca, Mg, K, Na, dan P atau Kalsium, Magnesium, Kalium, Natrium, Phosphor yang tinggi.
Kalkun dan Unggas: Caranya air bekas cucian daging kalkun atau ayam dapat disiramkan pada anggrek. Dapat juga dengan menghancurkan tulang-tulang unggas, kemudian letakkan pada media.
Bawang putih: Kandungan Fosfornya tinggi, hanya saja saya belum pernah mengaplikasikannya, dan juga saya belum nemu laporan yang memanfaatkan bawang putih sebagai pupuk anggrek.
Kacang-kacangan, utamanya kacang hijau: Kacang yang rusak atau jamuran dapat kita gunakan sebagai pupuk anggrek. Kandungan Fosfor pada kacang hijau mencapai 82,3 – 89,63 mg/10 gr. Referensi lainnya mengatakan kandungan Fosfor per 1 ons antara 320 – 340 mg. Caranya kacang ditumbuk atau diuleg atau dihancurkan, kemudian taburkan pada anggrek. Dapat juga memanfaatkan air cuciannya atau air rebusannya bila tidak digunakan. Manfaatkan juga kulit kecambah atau kulit kacang yang biasanya dibuang.
Feses dan urine manusia: Untuk feses belum pernah mencoba.
Susu dan olahannya (mentega, keju, dan lain-lain): Untuk barang atau produk berbahan susu yang telah basi atau rusak dapat digunakan sebagai sumber Fosfor bagi anggrek. Caranya menyesuaikan bentuk olahannya. Kalau berbentuk cair dapat ditambahkan air dan disiramkan pada anggrek. Kalau bentuknya padat dapat dihancurkan dahulu kemudian ditaburkan pada media, atau mana suka sesuai kreativitas shob.
Jagung, Brokoli, Wortel, Kale, Kentang, Bunga Kol (Bungkul): Sebenarnya semua jenis tumbuhan mengandung fosfor, namun yang paling baik kandungannya ada pada sayur-sayuran tersebut. Sedangkan mentimun merupakan sumber kalium yang sangat baik.

Bagaimana cara mendeteksi kandungan Phospat?

Untuk cara yang sederhana, saya belum menemukan referensinya. Biasanya masih menggunakan cara-cara laboratorium. Ada juga alat untuk mendeteksi Fosfor, namun harganya di atas 1000K.

Dan bagaimana cara anggrek epifit mendapatkan Fosfor?

Dari uraian di atas dapat kita jawab bahwa unsur P yang didapatkan anggrek epifit berasal dari urine, feses, dan bangkai dari serangga dan fauna yang hidup di pepohonan, pelapukan kulit pohon inang, lumut (atau benalu) yang telah mati mati, daun-daun kering, debu dan partikel udara, air hujan yang membawa partikel fosfor, dan juga hasil reaksi antara ion, asam, atau senyawa fosfor dengan oksigen, dan sumber-sumber fosfor lainnya.

Perlu diperhatikan

Untuk penyiraman menggunakan air yang mengandung fosfor perlu diperhatikan benar-benar supaya tidak menimbulkan efek samping, seperti timbulnya jamur, datangnya semut, tertutupnya daun-daun anggrek, dan lain-lain. Sebaiknya air tersebut disiramkan beberapa jam sebelum penyiraman besar (menyiram pakai selang) atau sebelum hujan agar sisa-sisa air yang mungkin saja menutupi akar, daun atau batang dapat terkikis. Dapat juga dengan cara memakai kuas dan mengusapkannya pada sebagian daun, batang, atau akar secara bergantian.

Sebaiknya penggunaan sumber fosfor divariasikan dengan cara-cara yang bervariasi pula atau menyesuaikan situasi dan kondisinya.

Dibanding kekurangan, lebih baik kelebihan Fosfor karena risiko atau efeknya lebih kecil dan ringan.

Penggunaan pupuk-pupuk Fosfor ini tidak langsung/instan dilihat hasilnya, namun tetap membutuhkan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, hanya saja waktu yang dibutuhkan lebih singkat dibanding waktu normalnya.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s