Elymnias hypermnestra var. Java (Kupu-kupu Pinang Jawa) Common Palm Java Butterfly di Ladang Jagung

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

jantan3Penyebaran (distribusi) Kupu-kupu Elymnias hypermnestra hanya ada di Asia, mulai dari South Asia: India, Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, Burma, sebagian wilayah Tiongkok, Taiwan; Southeast Asia: Myanmar, Laos, Kamboja, Vietnam, Thailand, Malaysia, Palawan, Singapura, Philipina; Indonesia: pulau-pulau besar (Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali) hingga Nusa Tenggara (Sundalands).

Nama Kupu-kupu Pinang atau The Common Palm Butterfly member Genus Elymnias (The Palm Butterflies) diperoleh karena ulatnya memakan daun – as their food plants – palem-paleman (Arecaceae): Kelapa/Cocos nucifera, Arenga engleri & Arenga sp., Areca catechu, Calamus pseudo-tenuis, Calamus rotang, Calamus thwaitesii, Calamus platycanthos, Caryota mitis/Fish Tail Palm, Dypsis lutescens/Golden Cane Palm, Elaeis guineensis/Oil Palm, Licuala chinensis, Livistona chinensis, Phoenix humilis, Phoenix lourerii, Ptycosperma macarathurii, Rhapis excelsa, Wodyetia bifurculata, Kurma/Date, dan lainnya.
betina3

Ulatnya sendiri termasuk cantik, berwarna hijau dengan punggung dihiasi dua garis kepompongkuning, dan terdapat ekor tanduk berbentuk V. Kepompongnya lebih cantik lagi. Ada yang saking kagumnya menyebut extremely pretty. Warnanya hijau zamrud. Punggungnya dihiasi garis-garis putus-putus warna kuning atau putih dengan tepian berwarna pink. Tak berlebihan memang rasanya julukan itu. Beberapa ras/sub spesies memiliki ciri-ciri yang lebih khusus pada ulat-ulat mereka, namun secara umum tampilannya serupa.

Termasuk kupu-kupu dimorfik, yakni form kupu-kupu jantan dan betina berbeda, terutama tampilan uppersidenya (tampak atas). Selain itu juga memiliki kemampuan mimikri/menyerupai kupu-kupu lain yang beracun. Jantan serupa Kupu-kupu Gagak/Euploea sp., sementara betinanya mirip genus Danaus (Plain Tiger Butterfly/Danaus chrysippus).

jantan1Warna forewing jantan bagian dalam adalah hitam dengan sudut sayap biru dan terdapat beberapa spot warna biru. Sayap bawah (hindwings) bagian dalamnya berwarna coklat kemerahan. Secara umum sayap bagian luar kupu-kupu jantan hampir polos atau minim corak, namun beberapa ras memiliki corak atau sapuan warna putih. Abdomen jantan juga lebih ramping dan ukuran tubuhnya lebih kecil dibanding betinanya.

Betina warna sayap luarnya lebih pucat atau terang. Ukurannya pun juga sedikit lebihbetina7 besar dengan abdomen agak gendut. Perbedaan yang mencolok bila sayap dalam keadaan terbuka yang terdapat warna coklat, putih, dan oranye. Sayap luar terdapat corak putih yang relatif luas pada sudut sayap atas, serta terdapat juga sapuan garis-garis putih.

Pada beberapa sub spesies bahkan kaya akan corak putih, baik jantan maupun betinanya.

Mempunyai 12 subspesies, namun saya hanya mampu memperoleh data sebanyak 8 sub saja, yakni:

  • Elymnias hypermnestra caudata (Burma, India Utara India bagian selatan) – sayap paling panjang dan proporsional dengan lebarnya. Lekukan tepi sayap lebar-lebar jaraknya. ‘Ekor’ dari lekukan sayap ke-empat dari bawah termasuk paling panjang.
  • Elymnias hypermnestra undularis (Subhimalayas dan Southeast Asia) – hampir sama dengan E. h. caudata namun ukurannya lebih kecil, titik putih juga lebih banyak hilang/tidak ada
  • Elymnias hypermnestra hainana (India) – corak putihnya lebih keabu-abuan, titik tengah sayap mayoritas tidak ada/samar
  • Elymnias hypermnestra fraterna (Sri Lanka) – serupa dengan undularis, namun corak biru kadang lebih atau kadang kurang dari undularis, selain itu lebar batas sayap bawah juga lebih terang
  • Elymnias hypemnestra tinctoria (Thailand)
  • Elymnias hypermnestra meridionalis (Thailand) – warna kaki lebih terang
  • Elymnias hypermnestra agina (Thailand, Vietnam, Singapore, Malaysia, Kamboja, Laos – lekukan sayap pendek-pendek dan landai. Tidak ada titik putih pada tengah sayapnya.
  • Elymnias hypermnestra baliensis (Bali) – endemik Bali

jantan5

Keterangan-keterangan tersebut saya simpulkan berdasarkan hasil mengamati gambar-gambar yang ada di internet hanya dari sisi sayap luar saja. Oleh karenanya ketidak akuratan penilaian saya juga cukup besar. Dan karena ciri-ciri dari kupu-kupu Elymnias hypermnestra yang saya ambil gambarnya tidak ada kesamaan dengan ciri-ciri dari sub spesies di atas, maka untuk sementara ini saya menyebut kupu-kupu yang saya ambil gambarnya ini sebagai Elymnias hypermnestra var. java yang mana tampilan luar (underside) antara jantan dan betinanya hampir serupa, yakni sebagai berikut:

  • Lekukan pada tepi sayapnya jelas dan dalam mulai dari atas hingga bawah
  • Terdapat 3 titik putih, selain satu titik putih yang berada di tengah-tengah sayap.
  • Warna jantan coklat gelap minim corak sedangkan betinanya coklat terang dan dihiasi banyak corak berwarna putih.
  • ekor’ keempat dari bawah juga termasuk panjang, meski bukan yang terpanjang di antara sub spesies lainnya.

betina5Saya menemukan kupu-kupu ini di kebun belakang serta ladang jagung. Sesekali juga nampak terbang di halaman depan, terbang di sekitar daun palem hias atau nampak terbang dengan kebingungan. Selain itu biasanya juga dapat ditemukan pada hutan primer dan sekunder, taman terlindung, perkebunan palm (kelapa, pinang, atau palem hias) atau persawahan dengan tanaman-tanaman budidaya monokotil, dan juga area teduh lainnya. Dulu saya sering jengkel bila tanaman palem hias di depan rumah hampir habis daun-daunnya dimakan ulat kupu-kupu ini. Namun sekarang sudah jarang ada ulat yang ‘nongkrong’ di sana. Kemana ya larinya kupu-kupu ini?

jantan2

== Populasi ==

Beberapa penelitian pada cagar-cagar alam atau hutan-hutan atau area yang dilindungi melaporkan populasi kupu-kupu Elymnias sp. tidak berada dalam jumlah yang banyak, bahkan mendekati normal pun juga tidak. Kebanyakan di bawah angka 10 ekor. Lebih dari itu sangat jarang. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab rendahnya populasi kupu-kupu ini. Apakah ada di antara shob tahu populasi mereka di perkebunan kelapa atau pinang?

== Level Click ==

habitat-kebun-jagung1

Relatif Sulit, karena kupu-kupu ini cenderung aktif pada pagi hari hingga siang hari atau pada saat cuaca redup/mendung. Selain itu, mereka biasanya sembunyi di balik daun atau pepohonan atau bertengger di antara dedaunan pada ketinggian lebih dari 2 meter, sehingga sulit untuk kita ambil gambarnya. Apalagi mereka juga termasuk penerbang pasif, sehingga kita pun sulit untuk mendeteksi keberadaannya. Keadaan itu ditambah lagi dengan kepekaan mereka terhadap gangguan. Maka saya beruntung dapat mendapatkan gambar-gambar mereka. Kuncinya mungkin pada area hunting foto dan mengetahui karakter, kebiasaan dan keadaan mereka, sehingga bisa didapatkan gambar dengan jarak dekat.

betina1

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s