Tridax procumbens, si Bunga Sederhana yang Disukai Kupu-kupu

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

bunga1Tumbuhan ini sudah familiar banget. Hampir di setiap jengkal pada tempat-tempat terbuka, kita dapat dengan mudah menjumpainya. Bahkan mampu hidup secara litofit, misalnya pada balkon atau ruang terbuka gedung-gedung di perkotaan. Mudah berkembang biak serta memiliki kemampuan hidup yang tinggi pada kondisi tanah yang tidak kondusif. Maka dari itu, tidaklah mengherankan apabila tumbuhan ini dikategorikan gulma yang serius, utamanya pada tanah-tanah produktif. Kita sendiri seringkali dibuat sebal akan kehadirannya. Dicabut, numbuh lagi, dicabut, numbuh lagi, begitu seterusnya.

Namun Allah Sang Maha Pencipta juga mengontrol perkembangannya, salahbunga2 satunya tumbuhan ini tidak toleran terhadap keteduhan dan area terlindung. Meski terlihat sebagai tumbuhan sepele, namun sari bunga Coatbuttons merupakan salah satu favorit kupu-kupu dan serangga polinator lainnya seperti lebah dan lanceng. Jadi, sangat cocok bagi tumbuhan konservatorium kupu-kupu. Tridax Daisy juga menjadi pesaing serius bagi tanaman hias yang memang sengaja kita tanam untuk mendatangkan kupu-kupu, seperti Zinnia yang termasyhur sebagai bunga hias pemikat kupu-kupu. Bunga Zinnia yang menurut kita lebih cantik akan dicuekin atau paling tidak akan ditempatkan pada posisi bawah untuk ditandangi.

Bunga Taroto memang sederhana, kecil lagi. Walau begitu dengan setangkai bunganya saja akan mampu mengalahkan rerumpunan bunga hias lainnya dalam mendatangkan kupu-kupu. Kupu-kupu Appias sp. sangat suka sekali dengan nektar bunga ini. Begitu pula kupu-kupu lainnya yang cantik-cantik itu.

Ada dua jenis tumbuhan bernama Sanggalangit|Songgolangit. Satu dari genus Ipomoea yakni Rincik Bumi|Quamoclit pennata, satunya lagi Tridax procumbens yang saya tulis ini. Selain disebut Songgolangit, ada juga yang menyebutnya Orang-aring. Sepintas bunganya mirip dengan bunga Bribil, nah … bunga Bribil sendiri mirip bunga Orang-aring. Jadi ya tak mengherankan apabila disebut juga Orang-aring. Mungkin saja penamaan ini karena kekeliruan ya … Nama lainnya ada Jayanti. Saya tidak tahu apakah nama artis lawas Jayanti Mandasari terinspirasi dari nama bunga ini atau bukan.

Mengapa dinamakan Tridax procumbens? Karena tumbuhan ini mengandang zat yang dinamakan procumbetin.

Bunga –

Bunga Gletangan berbentuk cakram. Termasuk bunga majemuk khas Asteraceae. Yang dianggap sebagai mahkota warna putih atau semburat kuning terang itu adalah sepalnya. Sedang bunganya sendiri kecil-kecil berwarna kuning.

Biji –

Berbentuk jarum dengan ujung terdapat semacam bulu hingga dapat diterbangkan angin menjangkau daerah tumbuh yang lebih luas. Sekilas biji Cemondelan memang mirip biji Dandellion, Vigna, dan lain-lain. Termasuk tumbuhan yang memencarkan biji-bijinya dengan bantuan angin atau disebut anemokori. Biji yang ‘berparasut’ tersebut akan terbang kemana-mana terbawa angin dan kemudian mendarat. Bila kondisi ‘pendaratan’ ini sesuai, maka di situlah akan tumbuh individu baru.

Gobesan dalam satu siklus mampu menghasilkan biji 500 – 1.500. Wow subhanallah. Tak heran kalau tumbuhan liar ini mudah menyebar ke sekeliling area tumbuhnya. Yah memang sih tak semuanya menjadi tumbuhan baru, ada seleksi alamiahnya.

Habitat –

Range tumbuhnya luas, mulai lahan terlantar, lapangan|padang rumput, padang terbuka, tanah kosong, pinggir jalan, sekitar rumah, tepi hutan, dan lain-lain tempat yang bersifat terbuka dan banyak terkena cahaya matahari. Londotan menjadi rangking pertama vegetasi pengisinya. Tidak ditemukan pada tempat yang teduh atau ternaung, seperti hutan atau perkebunan yang rapat. Saya juga belum pernah menjumpai Prepes di area kebun. Sidawala memang tidak mampu tumbuh pada area seperti itu. Juga pada tanah becek|basah.

Level Kembangbiak –

Sangat cepat. Mulai kecambah berdaun dua helai hingga rajin berbunga ditempuh dalam waktu 3 minggu saja.

Manfaat –

Pakan ternak.

Daun bisa digunakan untuk menyembuhkan diare, disentri, dan mencegah rambut rontok. Khasiat yang terkenal adalah mampu menghilangkan rasa nyeri, kaku, dan pembengkakan di persendian karena rematik, asam urat, memperbaiki metabolisme fungsi hati dan ginjal, serta meningkatkan stamina tubuh. Juga penyakit osteoartritis, artritis rematoid, artritis gout, diare dan desentri.

Ekstrak daunnya juga bisa menurunkan tekanan darah dan denyut jantung, mengobati hipertensi. Bisa menstimulasi penyembuhan luka. Karena zat-zat herbalnya tidak beracun, maka aman dikonsumsi bagi penderita gangguan hati dan ginjal. Apalagi tumbuhan liar ini juga kaya mineral seperti kalium, magnesium, dan kalsium yang baik untuk tubuh.

Dalam salah satu penelitian di India, ekstrak Srunen memperlihatkan kandungan antidiabetes. Kabar yang menggembirakan tentunya.

Manfaat yang paling masyhur adalah mampu membebaskan derita asam urat, juga penyakit-penyakit lainnya. Petik saja daun segar secukupnya, lalu cuci bersih. Setelah itu direbus dengan air 250 ml hingga tersisa 200 ml, saring, dan minum hangat atau dingin. Resep lainnya, daun segar kurang lebih dua genggam tangan orang dewasa, didihkan bersama dua gelas air dengan api kecil sampai tersisa satu gelas. Saring dan biarkan hingga hangat lalu diminum.
Atau kalau ingin praktisnya tinggal beli ekstrak atau tehnya yang sudah dijual bebas.

Gulma –

Gletang sudah menjadi tumbuhan gulma dan spesies invasif yang meresahkan di puluhan negara. Tumbuhan asli Amerika tropis ini mampu hidup dalam kondisi tanah kering, keras, dan minim air di luar habitat aslinya. Asal terkena cahaya matahari, Tar-sentaran seakan-akan mampu hidup hingga seribu tahun lamanya. Pada area budidaya tanaman berbatang pendek seperti pada perkebunan kapas, ladang jagung, tebu, shorgum, kacang kedelai, dan gandum, dan tempat-tempat lain yang setipe, Songgolangit menjadi gulma serius yang perlu diwaspadai. Railway Weed telah masuk daftar gulma serius di beberapa negara seperti Ghana, Pantai Gading|Ivory Coast, Mosambik, Papua Nugini, dan Thailand. Di Indonesia dan juga di El Salvador, Guatemala, Honduras, Nigeria, dan Tanzania telah menjadi gulma utama. Pada area yang baru mengalami pemanenan, Songgolangit bersicepat mengisi tempat-tempat yang telah kosong dari tanaman budidaya bersama-sama gulma lainnya.

Ada yang melaporkan meski termasuk gulma, namun bukan termasuk gangguan yang berat. Menurut saya ada benarnya juga, karena akarnya pendek khas keluarga Asteraceae yang masih mudah untuk dicabut. Namun mudahnya tumbuhan ini berkembang biak perlu mendapatkan catatan tersendiri. Dalam hal tata cara pencabutannya pun harus memakai teknik yang benar agar tidak ada batang yang tertinggal. Batangnya yang tertanam di tanah itu masih mampu beregenerasi dengan baik.

Sang Pollinator –

Seperti yang telah disebut di atas, bunga Katumpang ini ramai dikunjungi berbagai jenis kupu-kupu, seperti:

Serangga lainnya:

Kemiripan Bunga –

Bribil|(Galinsoga parviflora)

Eclipta alba|Orang-aring 

Ajeran|Bidens pilosa

 kupu-appias-libythea-male

Nama Lainnya –

Cadillo chisaca, Herbe caille, Jayanti veda, Ghamra, Bishalya karani, Kambarmodi, Gaddi chemanthi, Vettukaaya poondu, Kotobukigiku.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s