Trabala vishnou, si Ngengat Wisnu yang Apakah Namanya sebagai Penghargaan kepada Dewa Wisnu?

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

lappet-5Genus Trabala familia Lasiocampidae (Lappet atau Eggar Moths) sering juga disebut dengan Snout Moths (ngengat moncong) karena pada kepalanya terdapat tonjolan seperti moncong. Genus ini dalam penamaan pertaksonomiannya memiliki nama yang tak lazim. Durga, Arjuna, Rama, Subadra, Sudara, Bhatara, Ganesha, Vishnou (Wisnu), Brahma, Khresna, Shiva (Syiwa/Guru) atau Mahadeva merupakan nama-nama yang ada dalam mitologi Hindu. Selain itu ada juga yang bernama Garuda (burung garudakah?), Bouraq (binatang surga mirip keledai dan memiliki sayap yang ditunggangi Rasulullah SAW saat peristiwa Isra’ Mi’raj), Hantu (apa ya artinya? tidak mungkin kalau yang dimaksud adalah ghost), Gautama (penyebar Buddhaisme) dan Mahatma, Irrorata, Lambourni, Viridana, Pallida, Charon, dan lain-lain. Saya tidak tahu pasti mengapa ngengat ini dinamakan seperti itu. Apakah coraknya ada yang mirip dengan dewa atau nama-nama yang telah disebut tadi? Biasanya nama suatu spesies didasarkan pada ciri-cirinya, daerah asalnya, tempat diambil spesimennya, tingkah lakunya, atau kemiripan dengan sesuatu benda. Lalu mengapa genus ini dinamakan seperti itu?
Morfologi dari genus ini memang hampir serupa dan sulit dibedakan, makanya bloggers sering terkecoh dan tertukar nama maupun informasinya. Jadi, sebelum saya menemukan blog yang valid, saya mengikuti prinsip keumuman atau kemayoritasan, artinya yang paling banyak kesesuaiannya antara gambar dan nama, itulah yang akan saya pakai. Dan nama Trabala vishnou-lah yang paling banyak digunakan untuk ngengat ini. Persebarannya meliputi seluruh India, Myanmar, Tiongkok, Taiwan, Ceylon (Sri Lanka), dan Jawa. Sungguh mengherankan mengapa ngengat ini berpopulasi di Jawa yang notabene begitu jauh dari Myanmar, negara yang terdekat. Padahal kalau dipikir-pikir, sebelum Jawa kan ada Sumatra atau Kalimantan, lalu mengapa tidak ada laporan bahwa ngengat ini tidak berpopulasi di kedua pulau ini? Kemungkinannya menurut dugaan saya adalah telur (larva) ngengat ini dibawa oleh kolektor yang tinggal di Jawa.

lappet-4
Penyebaran Trabala vishnou mulai dari China, India, Sri Lanka, Philipina, Myanmar, Jepang, dan Indonesia (Jawa, Bali, Borneo, Sumatera). Selain di Asia, beberapa spesies Trabala berada di Kongo, Kamerun, Kenya, dan Nigeria.

Larvanya memakan daun Populus sp., jarak, jambu, delima, mawar, serta cendana atau Castor, Ricinus communis, Polygonum orientale, Ricinus communis, Eugenia jambolana, Shorea robusta, Acacia confuse, Santalum album (Santalaceae), Castanea, Quercus spp. (Fagaceae), Eucalyptus globules (Myrtaceae), Terminalia catappa, Geranium, rose, dan Quisqualis. Tampang ulatnya yang memakan daun jambu adalah seperti ini (dari html:nikinurhayati.wordpress.com):

ulat
Trabala vishnou dikenal dengan nama internasional Rose Myrtle Lappet Moth. Meski ada lappet-2nama-nama sinonim yang baru seperti Amydona prasina, Amydona basalis, Amydona prasina, Gastropacha vishnou, Gastropacha sulphurea, Trabala mandarina, Trabala mahananda, Trabala obscurior, atau Trabala viridis, namun nama awalnya yakni Trabala vishnou lebih banyak dipakai dibanding nama-nama barunya.
Jantannya ada yang mengatakan memiliki corak yang serupa dengan betinanya, hanya saja warnanya lebih terang dan semburat kehijauan. Ada juga yang mengatakan jantan berwarna hijau muda, atau hijau pucat dan tanpa corak. Untuk informasi terakhir ini, maka jantannya akan lebih sulit lagi dibedakan dengan jantan Trabala lainnya. Dari informasi yang saya anggap paling valid, jantan dan betina dari genus Trabala memang memiliki morfologi yang berbeda.

Biasanya perbedaan jantan dan betina dari masing-masing spesies adalah dengan melihat alat kelamin pada ujung abdomennya (bokong). Sudah beberapa kali saya menulis tentang perbedaan antara jantan dan betina pada serangga. Silahkan melihat post-post yang telah saya unggah. Betina Ngengat Wisnu ini memiliki ukuran yang lebih besar, perut agak gendut dengan antena yang lebih pendek. Dan tampilan ngengat betina memang lebih cantik dibanding pejantannya. Pola sayap ngengat Trabala jantan hanyalah berupa garis-garis saja dengan warna hijau muda, hijau sangat pucat, atau kuning kehijauan.
Pada post ini, Trabala vishnounya berjenis kelamin betina. Karena hidupnya sangat singkat, maka agar terjadi perkawinan, ngengat betina akan mengeluarkan zat kimia atau bau-bauan yang mampu dideteksi oleh antena ngengat jantan dari jarak puluhan kilometer. Wow … sungguh luar biasa ya … subhanallah. Memang ngengat dewasa tugasnya hanya kawin saja dan sama sekali tidak makan dan minum. Masa hidupnya hanya 5 – 6 hari saja. Satu tahun siklusnya berulang hingga 3 kali. Atau satu kali siklus mulai dari telur hingga mati berlangsung selama 4 bulan.

lappet-3
== Musuh Alami ==

Tawon Braconid (Cotesia trabalae), Blepharipa zebina
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s