Ipomoea reptans, Sayur Cantik dari Dapur Kita

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

kangdar-bungaPecinta tanaman berbunga putih tentu tak akan melewatkan bunga putih nan cantik ini. Dari jenis Ipomoea (Kangkung-kangkungan) yang selain mempunyai bunga putih cantik juga bergizi dan bermanfaat herbal. Cocok dijadikan sebagai hiasan taman berbagai tema atau dijadikan sebagai tanaman pembatas. Ya, itulah Ipomoea reptans atau yang dikenal sebagai Kangkung Darat.

Secara garis besar Genus Ipomoea (suku Kangkung-kangkungan) terbagi menjadi dua variasi morfologi batang yang sangat berbeda. Agar mudahnya, saya membaginya ke dalam dua grup, yakni Grup Kangkung yang diikat oleh persamaan batangnya yang berongga, dan Grup Ipomoea Rambat yang mempunyai ikatan persamaan dalam batangnya yang kecil, panjang, dan liat. Atau bisa dibagi versi lain, yakni berumbi (Grup Ipomoea Rambat) dan tidak berumbi (Grup Kangkung). Grup Kangkung habitusnya tegak atau lunglai (prostat), sedangkan Grup Ipomoea Rambat habitusnya merambat atau menjalar. Dan Kangkung Darat (Ipomoea reptans) termasuk Grup Kangkung. Mengenai nama binomialnya ini, ada yang menulis kalau nama Ipomoea reptans adalah nama tidak valid, namun blog ini juga tidak menulis nama yang sebenarnya. Oleh karena itu kalau memang nama ini tidak valid, maka saya untuk sementara akan menyebutnya dengan Ipomoea aquatica spp. alba. Dari sumber lain didapatkan nama Ipomoea natans, Ipomoea repens, Ipomoea sagittaefolia, dan Ipomoea subdentata. Namun kebanyakan blog menulis nama binomialnya Ipomoea aquatica atau Ipomoea reptans.

Berasal dari India dan kini telah menyebar luas ke negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Meski spesies invasif, namun dipandang sangat berguna dan bukan gulma.

Kangkung Darat atau Kangkung Cina mempunyai morfologi yang hampir sama dengan sesama grupnya, kangkung-kangkung lainnya, utamanya Kangkung Air (Ipomoea aquatica). Perbedaan utama pada bentuk daun dan warna bunga, juga tingginya. Yang paling mencolok dari Kangkung Darat sebagai pembeda dengan grup kangkung lainnya adalah bunganya yang putih bersih (pure white).

kangdar-daunHabitusnya berbatang tegak atau setengah tegak, beruas-ruas, lunak dan mengandung banyak air (herbaceoeus), berongga, bergetah, bentuk bulat silinder. Permukaan licin, berambut halus, warna hijau dan coklat tua pada batang yang sudah tua. Terdapat buku-buku tempat mengeluarkan daun, tunas maupun akar. Percabangan monopodial. Perennial dengan akar tunggang dan bercabang-cabang yang mampu menembus kedalam 60 – 100 cm,

Bunganya memang cantik. Putih bersih, bentuk seperti terompet dengan lima petal seperti bintang yang disambung-sambung oleh helaian tipis mahkota bunga (sepal).

Daun duduk pada buku-buku, bergagang dengan panjang hampir ½ panjang daunnya. Pada ketiak daun ini terdapat mata tunas sebagai percabangan baru. Bentuk daun seperti mata tombak yang menyempit berujung runcing dan agak sedikit berlekuk pada pangkalnya. Tepi rata dengan pertulangan menyirip atau menjari, permukaan halus dan licin. Warna hijau muda untuk yang muda, dan akan berubah sedikit tua untuk yang dewasa. Daun yang muda inilah yang enak dimakan. Biasanya ditumis atau cah. Daun tua juga bisa dimakan, namun teksturnya kasar.

Perkembangbiakan

Generatif: biji

Vegetatif: stek batang

Kita dapat memanfaatkan bekas potongan kangkung yang tidak dimasak karena termasuk batang bawah yang sudah tua. Tancapkan potongan-potongan kangkung yang ada buku-bukunya (ruas batang) ke dalam media yang lembek. Letakkan pada tempat yang terkena cahaya matahari langsung. Jaga media jangan sampai kering, dan tinggal menunggu masa berbunganya. Member grup kangkung, apapun jenisnya, sangat mudah tumbuh.


Seperti Kangkung Air, Kangkung Darat juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, sitosterol, dan vitamin (A, B1, dan C). Juga bermanfaat sebagai antiracun (antitoksik), antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghentikan perdarahan (hemostatik), dan sedatif (obat tidur). Dapat dimanfaatkan sebagai obat mengurangi sakit haid, mimisan, ambeien, insomnia, sakit gigi, melancarkan air seni, menghilangkan ketombe, sembelit dan mual pada ibu hamil, gusi bengkak, kapalan, dan kulit gatal karena eksim. Namun bagi penderita rematik tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi kangkung.

Kelebihan

Karena tumbuh di daratan, lebih toleran kekeringan dibanding saudaranya, Kangkung Air.

Budidaya kangkung sangat mudah dan menguntungkan karena biaya produksi murah, masa panen pun singkat hanya 1 bulanan bahkan bisa kurang.

Saat ini kangkung darat lebih banyak beredar di pasar-pasar komersial dibanding kangkung air karena budidanya sangat mudah, panen lebih cepat dan relatif tahan hama.

Hama dan Penyakit

Selain ulat, belalang juga hobi banget makan daun dan tunas mudanya.

Tanda kangkung diserang Ulat Grayak (Spodotera litura) adalah daunya bolong-bolong dan tepinya bergerigi tak karuan. Tak jarang juga diserang kutu daun dari jenis Myzus persicae dan Aphyds gossypii). Tandanya tanaman menjadi kerdil dan daun melengkung.

Untuk penyakit, biasanya adalah karat putih (Albigo Ipomoeae Panduratae). Tandanya muncul bercak putih yang kian lama kian meluas. 

Untuk pencegahan dapat dilakukan rotasi tanam, mengatur jarak tanam dan melakukan penyiraman yang tepat. Bila sudah terlanjur terserang, dapat menggunakan pestisida hayati dari daun Nimba, Gadung, atau Sereh Wangi. Bila masih mampu dapat menjumputi ulat, belalang, atau kudu daunnya, serta memotong daun yang terserang karat putih.

Kandungan dan Manfaat Herbal Kangkung

Zat besi: pengontrol darah dan mencegah anemia.

Vitamin C: mencegah kanker, menjaga kesehatan kulit dan jantung, mencegah diabetes dan sariawan, meningkatkan kekebalan tubuh .

Vitamin A: menjaga kesehatan mata dan jantung, mempercepat penyembuhan luka, mencegah kanker, membantu pembentukan sperma, indung telur dan plasenta pada saat hamil, mencegah penuaan, dan menghalangi mutasi genetik penyebab kanker.

Fosfor: membantu kesehatan otak dan menjaga kesehatan tulang (mencegah osteoporosis).

Serat: membantu mencegah diabetes dan kolestrol.

Kalsium: menjaga kesehatan tulang.

Vitamin B1: mecegah katarak, dan membantu kerja otak, memproduksi sel darah merah, mencegah penuaan.

Serat dan lateks: mengobati gangguan pencernaan dan sembelit.

13 jenis senyawa antioksidan: mencegah kanker (payudara, kulit, colon, perut, dan lain-lain).

Minyak esential: Mencegah Bau Mulut

Omega 3: Menjaga Kualitas Otak

Vitamin dan zat-zat tersebut bekerjasama dengan kandungan kangkung lainnya yang juga berperan penting dalam kemanfaatan herbal, seperti klorofil, karotenoid dan beta karoten, serta lutein.

Selain itu Kangkung juga bermanfaat untuk mencegah penyakit kolestrol, diabetes, memperlancar ASI, menjaga kesehatan ginjal, pengobatan penyakit kuning dan masalah hati, menjaga dan menumbuhkan rambut. Juga untuk obat penyakit kulit seperti kurap, kapalan, gatal-gatal atau digigit serangga.

Memiliki Kandungan Protein, Lemak, Karbohidrat.

kangdar-2-bunga

Kemiripan Spesies

Kangkung Hutan atau Kangkung Pagar (Ipomoea fistulosa), Kangkung Air

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

    • Ya Bu, perpaduan ungu dan putih ut kangkung air. Ut dikonsumsi memang lebih aman kangkung darat. Saya menanam dari sisa2 dapur kok bu, sangat mudah tumbuh dan tanpa perawatan, mungkin ibu bisa mencoba di instalasi hidroponik ibu

      Disukai oleh 1 orang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s