Croton hirtus, Tumbuhan Liar Berbulu dan Berbunga Putih

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

bungaTumbuhan liar berbunga putih mirip belalai yang tergabung dalam familia Euphorbiaceae ini dimasukkan dalam daftar Riceweeds, artinya tumbuhan ini edible. Sepintas tampilannya memang mirip Jelatang, tetapi bukan tumbuhan beracun. Kenapa saya menulis demikian? Karena ada yang memasukkan ke dalam jenis Jelatang (Laportea), padahal keduanya jalur taksonominya berjauhan.

Asalnya dari negara-negara Amerika tropis seperti Kolombia, Kosta Rika, Ekuador (Mainland), Panama, El Salvador, Guatemala, Honduras, Meksiko, dan Nikaragua. Kini, Hairy Croton telah menyebar ke negara-negara tropis Asia dan Afrika, bahkan Eropa. Nama binomialnya Croton hirtus (yang artinya keroton berambut). Nama yang pernah disandangnya atau sinonimnya adalah Croton glandulosus subsp. hirtus, Croton glandulosus var. hirtus, dan Brachystachys hirta. Berdasarkan nama latinnya, tumbuhan ini dapat dipadankan ke Bahasa Indonesia sebagai Keroton|Kroton|Ceroton Bulu. Ada juga yang menyebutnya Jarakan atau Cenderai Gajah.

Kita dapat menjumpainya di pinggir-pinggir jalan, kebun, padang rumput, area budidaya (sawah, kebuh, ladang, perkebunan, dan lain-lain) dengan kondisi cahaya setengah teduh atau pun terbuka. Daun dan batangnya bila kita remas akan mengeluarkan aroma yang tajam. Namun hati-hati dengan batangnya, karena sekujur permukaannya dilindungi oleh rambut-rambut kaku yang runcing laksana jarum. Walau tidak membuat gatal, namun kulit juga bisa pedih.

Batangnya tak berkayu, tegak, tinggi tidak sampai semeter (60 cm, bisa lebih bisa kurang) atau termasuk tumbuhan herba, bercabang dengan warna batang kekuningan yang pada sekujur batang plus daunnya terdapat rambut yang kaku. Adanya rambut yang banyak inilah didapatkan nama hirtus (hirta). Rambut pada daun lunak dan tidak tajam.

Bentuk agak bundar yang tumpul pada pangkalnya. Ujung daun bisa tumpul bisa runcing. Tepi bergerigi dan berbulu pada kedua sisinya.

Bunga inflorescence (bersusun-susun atau berderet-deret dalam tangkai/malai) serupa belalai yang panjangnya antara 1,5 – 4 cm berwarna putih untuk bunga jantan sedangkan bunga betina berwarna hijau dan berada pada dasar rangkaian bunga yang ukurannya lebih kecil dibanding bunga jantan. Daun pelindung kaku berlekuk tak beraturan.

Dapat dijadikan sebagai penutup tanah. Dari beberapa referensi, meski banyak yang menulisnya sebagai gulma, namun tergolong gulma tingkat rendah. Apalagi saya amati populasinya tidaklah begitu banyak. Selain itu pengendalian secara alamiah juga masih efektif untuk dilakukan.

 bunga-betina-dan-buah

Kemiripan Morfologi

Karena morfologinya hampir serupa seringkali tertukar dengan …

Jelatang (Laportea interrupta)

 laportea-interrupta

Sangketan | Heliotropium indicum

 tlale-gajah

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

    • Maksudnya di instansi pendidikan atau pemerintah? Kl itu saya tidak tahu. Namun coba cari di internet dg kata kunci penelitian croton hirtus kalau itu banyak yg mengupload karena setiap artikel saya referensinya ada puluhan, dan seingat saya ada kok hasil laporan penelitian atau eksplorasinya. Mudah2an bermanfaat n terima kasih telah bersilaturahmi, barakallah

      Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s