Zinnia, I Hate U, but I Love You

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bunga Zinnia memang indah dengan warna-warna cerah mempesona. Merah, kuning, jingga, putih, ungu, pink cerah, pink pudar atau cenderung putih susu dan lain-lain. Baik selapis maupun ruffle kelopak bunganya. Seringkali kita mengira bahwa helai-helai pada bunga yang berwarna cerah-cerah itu adalah bunganya. Ya tidak salah juga. Sepal atau kelopak bunga itu juga termasuk bunga yang sesungguhnya karena terdapat benang sari dan kepala putik berwarna merah. Apabila sudah terserbuki dan kita cabut helaian itu, di bawahnya akan terdapat buah/biji. Bunga aslinya berukuran kecil-kecil berwarna merah atau warna lain dengan benang sari dan putik warna kuning cerah. Karena jumlahnya banyak dan satu bunga hanya menghasilkan satu buah/biji maka disebut sebagai bunga majemuk. Paduan warna yang cerah tersebut membuat serangga-serangga polinator, utamanya kupu tertarik untuk bertandang ke sana. Mulai dari kupu-kupu bersais besar, sedang, hingga kecil. Karena itu banyak ditanam pada konservatorium-konservatorium kupu-kupu. Dan bagi saya tidak ada yang lebih indah dibanding paduan bunga Zinnia dan kupu-kupu. Meskipun tidak masuk ke dalam 10 besar bunga tercantik sejagad, namun di mata saya, kolaborasi antara bunga ini dengan kupu-kupu adalah yang terbaik. Saya juga sangat suka melihat-lihat foto kupu-kupu dan Zinnia di berbagai blog.

Dan satu lagi yang menggembirakan bagi penggemar tanaman hias, bunga ini bisa tumbuh di dataran rendah hingga tinggi, asal intensitas cahayanya mencukupi. Tak rewel pula dalam perawatannya.Hanya saja hama yang terawan adalah belalang. Ulat tidak begitu dahsyat serangannya. Sedangkan penyakit biasanya adalah coklat daun, bercak daun dan karat daun. Namun ini masih mudah diatasi, yakni dengan memotong dan membuang sejauh-jauhnya daun-daun yang terserang dan kemudian kalau bisa membakarnya. Atau bisa juga dengan menjemurnya di bawah terik matahari.

Bunga kertas atau Zinnia Flower yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan ini sudah jamak kita temukan dimana-mana sebagai hiasan pada taman-taman kota maupun rumah-rumah.Namun kayaknya yang banyak ditanam itu varian-varian jadulnya. Kalau di orang-orang perkotaan mungkin bosan ya. Apalagi jenis-jenis hibridnya selalu upgrade dengan tampilan yang sangat atraktif. Bahkan bentuk nyleneh-nyleneh dengan warna-warna ‘baru’ yang dulunya tidak terbayangkan. Bahkan ada Zinnia hibrid yang mempunyai warna yang berubah-ubah mulai dari kuncupnya hingga gugurnya, hampir semirip dengan bunga Yesterday Today Tomorrow. Namun pecinta Zinnia jadul tak usah risau. Meski jadul, toh Zinnia tetaplah bunga yang cantik.

 dsc05050

– Menanamnya –

Cukup dengan menebar biji-bijinya yang diambil dari buahnya (bunganya yang sudah kering) pada tempat yang diinginkan, baik disebar langsung di tanah atau di pot. Tak berapa lama hari Zinnia akan tumbuh dengan cepat. Sudah biarkan saja. Siram kalau perlu.

Terkadang tidak semua biji mampu tumbuh, untuk itu tanam biji lebih dari satu. Kalau ingin lebih simpel dan tak ingin repot-repot, buat lubang sedalam ≤ 1 cm pada pot, isi dengan 1 – 3. Kemudian pot langsung diletakkan pada tempat yang terkena cahaya. Siram secukupnya bila media telah kering. Kalau semuanya bertunas, sisakan satu tunas yang paling baik atau pindahkan yang lainnya kalau mau. Biarkan di tempat tersebut hingga dewasa dan mati. Jadi kita tak perlu repot-repot lagi memindah-mindahkan.

sudah-kering

– Kebutuhan sinarnya –

Suka sinar matahari. Di tempat yang agak terlindung biasanya jumlah bunga tidak begitu banyak, warna lebih pudar, dan ukuran lebih kecil.

 

– Menyiraminya –

Kalau media pot sudah terlihat kering saja, baru disiram. Kalau ditanam pada tanah, malah lebih santai lagi nyiraminya. Tiga kali sehari ndak apa-apa, seminggu sekali ya no problem juga.

 

– Merawatnya –

Hanya menyiangi rumput atau tumbuhan yang tidak diinginkan dan menjaga jarak pertumbuhan pot satu dengan pot lain agar tidak berdempetan.

 

– Hama dan penyakitnya –

Nah bagian ini yang tidak begitu mengenakkan bagi saya. Sebenarnya kalau kondisi lingkungan aman, Zinnia pun relatif aman dari hama dan penyakit. Namun Zinnia di kebun saya, daunnya mudah sekali terserang belalang, ulat, dan penyakit daun. Bahkan mahkotanya tak urung juga digerogoti ulat dan belalang. Tebusannya, rumpun Zinnia saya dulu yang tumbuh makmur akhirnya harus musnah. Tiga makhluk inilah yang membikin saya illfill untuk menanam Zinnia. Namun kalau buka-buka blog Zinnia, keinginan untuk nanam tumbuh lagi. Tentunya saya akan lebih extra menjaganya dengan mengikuti anjuran-anjuran yang saya baca di berbagai blog.

Kerusakan pada daun akibat belalang dan penyakit

 

Rumpun kenangan …

 

 

– Manfaatnya –

Mempunyai manfaat sebagai obat herbal. Untuk pemakaian luar seperti sakit pada puting susu dan bisul cukup mengambil daun Kembang Kertas secukupnya kemudian balurkan pada bagian yang sakit. Untuk payudara bengkak, giling daun secukupnya (boleh ditambah dengan jus Aloe vera|Lidah Buaya), lalu tempelkan pada bagian yang bengkak. Untuk pemakaian dalam seperti penyakit batuk rejan, disentri, gangguan buang air kecil, dan lain-lain silahkan mencari sumber yang shob percayai.

 

– Anjuran –

dsc04760»» Jangan tanam Zinnia di pinggir jalan yang ramai, karena kupu-kupu akan ogah mampir ke sana.Jangan pula menanam dekat-dekat dengan tumbuhan liar yang cantik yang juga disukai kupu-kupu seperti Ajeran, Songgolangit, dan lain-lain karena Zinnia akan kalah bersaing dalam mendapatkan sang kupu-kupu.

»» Agar batangnya tak bengkok sebaiknya tanam biji satu-satu dengan kedalaman ≤ 1 cm. Bisa juga satu lubang 2/3 biji sebagai cadangan, kalau semua numbuh, buang atau pindah salah satunya. Letakkan pot/media pada tempat yang langsung terkena sinar matahari.

dsc05051»» Kontrol hama dan penyakit. Bila didapati penyakit pada daun, segera potong dan buang. Kalau akarnya yang terserang, segera cabut saja dan buang. Saran terbaik daun dan tanaman yang terkena penyakit itu dibakar.

»» Kalau batang panjangnya belum sampai 20 cm atau berumur 1,5 bulan namun sudah mengeluarkan kuncup|kudup (disebut bolting) segera pencet atau potong – istilahnya pinching flower budagar tampilan tanaman lebih kuat, rimbun, dan cantik.

»» Potong atau buang bagian apapun dari tanaman yang tampil atau tumbuh tidak sewajarnya, seperti daun mengecil atau berwarna kuning atau ada bintik-bintiknya, keriting, atau mungkin kuncupnya lembek atau bunganya tidak mekar sempurna, dan lain-lain.

»» Potong beberapa cabang jika jumlahnya berlebihan agar bunga dapat mekar sempurna dan besar-besar. Sisakan yang terbaik.

»» Kalau shob tak ingin ribet tidak perlu melakukan hal-hal di atas. Cukup tanam Zinnia langsung pada tanah, dan biarkan. Siram kalau ingat, kalau tidak ya biarkan embun yang ‘menyiraminya’. Saya amati, Zinnia yang ditanam langsung pada tanah terlihat lebih rimbun dan berbunga banyak, padahal tak dirawat dengan baik.

 

OK artikel tentang Zinnia cukup sekian dulu, insya Allah the next artikel berisi varian Zinnia dan kupu-kupu yang bertandang ke sana.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s