Mexican Sword Plant, sebagai Centerpiece Keeksotisannya tidak Mau Tersaingi

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

melati airGenus Echinodorus familia Alismataceae berasal dari Amerika Selatan (terbanyak dari sungai Amazon) adalah tumbuhan air (aquatic plant). Seluruh anggotanya dari yang saya ketahui mampu tumbuh pada dua model habitat, yakni darat dengan media tergenang dan habitat bawah air. Para aquascaper dalam membudidayakannya biasanya memakai cara tipe habitat darat. Dibuatkan bedengan-bedengan yang selalu dijaga kebasahannya dengan penggenangan. Ciri khas dari genus ini kebanyakan daunnya tebal, kaku, permukaan sangat kasar dengan tulang daun nampak nyata, tangkai daunnya pun berambut kasar dan kaku, karenanya jarang fauna yang doyan. Karena kelebihannya sangat banyak, semisal gampang tumbuh, adaptif terhadap kondisi media dan air yang buruk, juga kompetitif, serta memiliki daun yang eksotis dengan berbagai variasinya, maka sebagian besar Echinodorus sp. menjadi favorit para aquascaper sebagai aquarium plant, termasuk Mexican Sword Plant ini, meski kepopulerannya kalah jauh dibanding saudaranya, Amazon Sword Plant. Apalagi Amazon Sword Plant kini hadir dengan varian-varian hibridnya. Tambah jauhlah kepopulerannya. Namun untuk pond dan pot, Melati Air masih menjadi salah satu pilihan utama.

Echinodorus yang berukuran besar akan menjulurkan tangkai bunganya melewati permukaan air agar dapat diserbuki oleh serangga atau angin. Namun hampir dipastikan semua jenis genus ini berkembangbiak secara vegetatif alami, yakni dengan rumpun anakan.

Contoh member Echinodorus: Echinodorus argentinensis, E. cordifolius

Echinodorus palaefolius|Melati Air|Mexican Sword Plant

DSC03864Memang di kota-kota kecil dan pedesaan, Melati Air bukanlah tanaman hias favorit. Mungkin karena gampang dipelihara dan juga masih mudahnya kita meminta bibit pada seseorang menjadi alasannya, selain itu kita juga gampang bosenan. Berbeda di kota-kota besar yang sudah sulit untuk meminta kepada rekan sejawat. Kalau beli harganya juga lumayan, jadi ya eman-eman kalau tidak dirawat dengan baik.

sari n putik dari atasKarena saya dari kota kecil, masih mudah bagi saya untuk mendapatkan Sakura Air Putih (orang Malaysia menyebutnya demikian) ini. Meski meminta kepada teman atau kenalan masih bisa dilakukan, namun saya mendomestikasi tanaman air ini secara gratis berasal dari saluran air yang akan digusur untuk pelebaran jalan. Sebelum para pekerja nyampai di lokasi tumbuhnya, saya pun membawanya ke rumah. Kini sudah berkembang biak dengan anakan yang banyak, hasil perkembangan generatifnya. Agar tumbuh subur dan rajin berbunga, Melati Air memang harus mendapatkan siraman sinar matahari yang banyak. Gampang dan rajin berbunga merupakan kelebihan dari sekian banyak kelebihannya.

Dari berbagai jenis, yakni Melati Air Nomor 1, Nomor 2, Nomor 3, Variegata dan Daun Merah, yang saya domestikasi adalah Melati Air Nomor 1. Morfologinya daun lebih tebal dan lebar seperti mangkuk atau sendok raksasa, tepi daun rata tanpa gelombang, bunga dobel atau satu kuncup bisa muncul hingga 3 bunga dengan petal putih yang tipis.

bakal anakan

Dari bunga-bunga yang mekar inilah terdapat bakalan individu baru. Tumbuhan yang berada di bawah air/under water akan menjulurkan tangkainya hingga melewati permukaan air. Oleh serangga – yang paling rajin adalah Lanceng – bunga tersebut akan tangkai bunga yg telah rebah dan mengeringdiserbuki. Bila penyerbukan berhasil, akan timbul tunas pada ‘mangkok’ bunganya yang kian lama kian membesar dan akan menjadi individu baru. Apabila tidak ada campur tangan manusia dengan memotongnya, tangkai bunga kian lama akan rebah karena tidak kuat menopang anakan yang kian besar dan berat. Karena menyentuh tanah, maka akan keluarlah akar-akar dari tunas-tunas ini dan lama-kelamaan tangkainya akan membusuk atau mengering sehingga tanaman baru akan terpisah dengan induknya. Bila kita ingin memindahkan anak-anakan yang masih di tangkainya, dapat dilakukan dengan pemotongan dan kemudian menancapkannya pada media atau substrat. Jika terdapat lebih dari 1 tunas, dapat dipecah-pecah atau ditanam semuanya. Acapkali akan kita dapati daunnya hangus atau kering karena masih dalam proses adaptasi. Yang teraman dalam memindahkan bibit Melati Air adalah dengan menunggu tunas jatuh ke tanah dan menunggu akar-akar kokoh mencengkeram media. Setelah keadaanya seperti itu, kita dapat memindahkannya dengan sebagian medianya. Media terbaik adalah lumpur. Kalau tidak bisa menjumpai lumpur, ya tanah dicampur pupuk kandang (bisa diganti pupuk apa saja). Biarkan beberapa minggu dengan menjaga ketersediaan airnya sebelum siap ditanami.

tulang tampak jelasdaun

Daunnya kaku, bentuknya serupa sendok besar dengan permukaan yang kasar dan ujung daun runcing. Pertulangan daun tampak nyata|jelas. Bagian bawahnya pada alur pertulangan terdapat rambut-rambut pendek dan kaku. Tangkainya berbentuk segilima dengan permukaannya yang kasar berambut pendek dan kaku.

= Hama/Penyakit =

Penyakit utama adalah karat daun akibat terkena air hujan. Advisnya tanaman perlu dihindarkan dari hujan, bisa memindahkan potnya atau memakai atap fiber. Namun saya cuek saja. Saya pun membiarkannya terkena hujan. Nyatanya mereka aman-aman saja. Mungkin banyak faktor yang mempengaruhi mereka terkena karat daun atau tidak. Hamanya ada yang berupa kutu hitam. Namun saya belum pernah menjumpainya. Yang pernah saya jumpai adalah hama belalang dan ulat. Untuk penanggulangan hama ada yang menyarankan untuk menggunakan insektisida Furadan atau Decis, namun para pecinta lingkungan tentu mengharamkan cara ini. Penanganan secara manual/alamiah-lah yang saya lakukan, yakni dengan mencongkel/membuangnya atau dilemparkan pada ayam atau sarang laba-laba agar dimakan.

= Perawatan =

Tak ada perawatan khusus, hanya menjaga air tetap tergenang saja. Bahkan di musim penghujan kita malah tidak repot-repot untuk menuang air ke dalam media.

tangkai daunMenurut salah satu landscapper berpengalaman, Melati Air bisa ditanam di mana saja di seluruh bagian rumah, indoor sekalipun, asal kebutuhan akan cahaya matahari tercukupi. Untuk itu bisa digunakan fiber atau genting kaca agar cahaya bisa masuk. Untuk menjaga agar tetap subur disarankan untuk rutin memberikan pupuk NPK. Namun saya tak pernah memakai pupuk pabrikan. Pupuk yang saya pakai adalah minuman (susu, teh, kopi dan minuman lain) yang sudah basi, potongan ranting, dedaunan kering, pupuk kandang sedapatnya (apakah itu kotoran ayam, kambing, burung, atau lainnya).

= Sebagai Tanaman Utama =

daun n tangkainya

Saran saya kalau menanamnya dalam tema kolam atau pot besar, jangan campur dengan aquatic plant lain yang juga bersifat centerpiece dan unik, seperti Papyrus, Keladi Air, Pisang Air, Teratai, dan lain-lain. Perpaduan cantik adalah dengan tanaman yang tidak setipe, seperti Apu-apu, Eceng Gondok maupun Eceng Sawah atau tanaman air yang berukuran lebih kecil. Andaikan dicampur dengan tanaman-tanaman yang juga bertampang unik, eksotis, dan berukuran besar, Melati Air harus diletakkan lebih tinggi agar tercapai komposisi yang ciamik. Atau boleh juga dengan komposisi Melati Air diletakkan paling depan dan backgroundnya adalah Papyrus atau Pakis Ekor Kuda.

Melati Air akan terlihat kian mempesona bila ditempatkan pada media yang lebar/besar. Makin lebar makin besar wadah, kian bagus tampilannya. Bila digunakan sebagai tanaman aquarium paling bagus diletakkan paling belakang.

Lanceng n sariMelati Air sangat adaptif dalam kondisi air yang buruk sekalipun. Bila asal Melati Air dari media yang tergenang, tanaman jangan langsung dibenamkan ke dalam air agar tidak kaget dan stress, tapi dilakukan secara bertahap. Awalnya mungkin akarnya saja yang terkena air. Setelah satu minggu volume air dapat kita tambahkan hingga bagian bawah tangkai daun terbenam air, begitu seterusnya hingga seluruh tanaman berada di bawah air. Bila tumbuh di bawah air, bentuk daun lebih panjang dan tajam, sekilas sulit dibedakan dengan Amazon Sword Plant.

= Tips Menanam Melati Air =

  1. Lebih besar ukuran potnya lebih bagus. Pot tidak boleh bocor agar media selalu dalam kondisi tergenang.

  2. Lumpur lebih bagus. Sebelum lumpur/tanah dimasukkan, terlebih dahulu saya memasukkan dedaunan atau pupuk kandang ke dalam pot.

  3. Bila lumpur sulit didapat, kita dapat membuat lumpur buatan. Caranya ambil tanah, usahakan jangan tercampur apapun seperti kerikil, batu atau pasir. Rendam hingga beberapa minggu sebelum digunakan.

  4. Bila akar sudah terlalu panjang, tidak usah dipotong. Cukup lingkarkan saja di sekitar dalam pot.

  5. Isi dengan air hingga penuh. Agar tak menjadi sarang nyamuk dapat dimasukkan beberapa ekor ikan.

= Level Penyerap Polutan =

Sangat tinggi. Daya serapnya lebih tinggi dibanding Eceng Gondok, Iris Air Kuning, Bambu Air, Genjer, dan lain-lain, baik logam maupun non logam. Memang tidak semua kategori polutan yang mampu diserapnya secara maksimal. Namun umumnya Melati Air lebih baik dibanding tanaman air lainnya. Kelemahannya, Melati Air termasuk tumbuhan yang membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi, karena itu Melati Air sebelum digunakan sebagai penyerap polutan harus diberikan waktu untuk beradaptasi sebelum kemudian dialiri air yang telah tercemar ke dalam kolamnya. Artinya airlah yang dipindahkan ke tempat Melati Air tumbuh, bukan sebaliknya, Melati Air yang dipindahkan ke tempat tercemar, agar tercapai kondisi penyerapan yang maksimal.

Dari berbagai percobaan, meski mampu menyerap polutan dalam jumlah tertinggi, namun Melati Air tidak mampu berkembangbiak untuk meneruskan keturunannya bila kemampuan penyerapannya sudah diambang jenuh. Berbeda dengan Eceng Gondok dan Iris Air Kuning yang masih mampu bertahan dan mengembangkan keturunannya pada air berpolutan tingkat berat.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s