Pilea microphylla, Tehnya sebagai Obat Pegel Linu dan Rematik

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Teh|rebusan dari tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat sakit lutut, jari-jari kaku, badan pegal-pegal, kolesterol, dan rematik. Caranya rebus segenggam herbanya dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Minum saat hangat atau dingin. Boleh juga ditambah madu atau gula. Makanya saat saya bersih-bersih pekarangan, cabutan tumbuhan ini saya buat teh. Ibaratnya sekali dayung tiga pulau terlampaui. Pekarangan bersih, badan juga sehat, aamiin.

koloni bersama

berkoloni bersama pakis, suruh-suruhan, dan lumut pada tembok

Meski tumbuhan berumpun pendek ini sangat familiar, belum tentu kita tahu namanya, apalagi datanya. Yap, nama binomial tumbuhan yang dapat kita temukan di tempat-tempat lembab dan teduh ini adalah Pilea microphylla anggota familia Urticaceae. Sinonimnya lumayan banyak, seperti Adicea herniarioides, Adicea microphylla, Adike allophyla, Chamaecnide microphylla, Dubrueilia microphylla, Parietaria microphylla , Pilea aripoensis, Pilea callitrichoides, Pilea herniarifolia, Pilea microphylla var. trianthemoides, Pilea muscosa, Pilea peperomifolia, Pilea portula, Pilea portulacina, Pilea tenerrima, Pilea trianthemoides, Urtica microphylla, Urtica portulacina, Urtica portulacoides, Urtica trianthemoides). Umum disebut dengan Rockweed, Artillery plant, Gunpowder plant atau Brilhantina. Meski di negara kita tumbuh subur dimana-mana, namun asalnya dari benua Amerika Utara (Mexico hingga Brazil). Sekilas tampangnya mirip paku pakis, hingga sering disebut juga Artillery Fern.

Untitled-1 copy

tumbuh di bawah pot melekat pada tembok

Menyukai tempat lembab, berbayang atau berkabut|halimun, serta tumbuh secara litofit sekaligus terestrial. Secara litofit, tumbuh pada tembok, cepitan-cepitan, tumpukan bata, di sela-sela pavingan, di bawah pot atau benda lainnya. Biasanya berkoloni dengan sesama tumbuhan yang setipe seperti lumut, paku-pakis, dan suruh-suruhan. Pilea akan tumbuh subur pada tembok-tembok yang sudah tua dan rusak serta berlumut. Pada media dengan kondisi ini Pilea mampu bertahan untuk hidup meski terkena sinar mentari langsung.

Secara terestrial, Pilea rupanya mampu hidup dalam rentang kondisi tanah dan tempat yang luas, asalkan lembab dan terlindung. Pilea juga masih mampu bertahan|toleran terhadap kondisi tanah tergenang, alkali, tanah lempung, berpasir, cenderung asam, atau yang bersifat liat. Selama hunting, saya lebih banyak menjumpainya di tempat-tempat yang bertipe litofit. Dan bila hunting ke alam liar, saya belum pernah menjumpainya tumbuh pada saluran-saluran irigasi atau tempat-tempat yang bersifat lembab yang bertipe terbuka seperti persawahan, perkebunan, dan lain-lain, meski kondisi tempatnya juga lembab dan terlindung.

Daun dan herbanya masih toleran terpapar sinar matahari langsung selama beberapa jam. Saya belum menjumpai tumbuhan ini pada area yang full sun. Jadi kalau ingin membudidayakannya harus memakai penyaring sinar|paranet yang sering dipakai pada budidaya anggrek itu. Tingginya sih tidak lebih dari 30 cm, bahkan seringnya kurang dari itu. Meski termasuk sukulen (jenis tumbuhan yang mampu menyimpan air berlebih) namun batangnya yang hijau transparan itu keadaannya lemah, lunak, berair, merebah serta mudah patah atau membusuk.

Karena termasuk tumbuhan tingkat tinggi, tumbuhan ini juga berbunga lho … Bunganya sangat kecil dan tidak menarik atau semarak. Semula berwarna hijau, kemudian berubah menjadi merah untuk bunga jantan dan putih untuk bunga yang berkelamin betina.

Meski tumbuh subur dan mudah dijumpai, namun karena lebih menyukai tempat-tempat lembab maka kategori sebagai gulmanya sangat rendah, tetapi untuk menjadi spesies invasif kategorinya sangat tinggi karena mudahnya beradaptasi dan berkembang biak.

Meski tumbuh subur dan merumpun, herba Pilea ini masih mudah kita ‘musnahkan’. Cukup cabut hingga ke akar-akarnya dan jemur di bawah sinar matahari. Kalau ingin menggunakannya sebagai obat, herba kering tersebut dapat disimpan dalam stoples.

Hama dan Penyakit –

Tidak ada problem yang berarti mengenai hama dan penyakit. Namun adakalanya tumbuhan ini diserang kumbang tepung, kutu laba-laba, bercak daun, dan busuk batang.

tampilan tumbuhan

Level Tanaman Hias –

Untuk Indonesia kategorinya sangat rendah. Yap dapat dimengerti karena bunganya sangat kecil dan tidak cerah. Selain itu kita juga masih gampang menemukannya di lingkungan sekitar kita. Namun tukang kebun bule sudah maju beberapa langkah di depan kita. Mereka sudah menggunakan tumbuhan yang bagi kita tidak menarik sama sekali ini sebagai tumbuhan groundcover, tumbuhan pengisi tema alam, sebagai tanaman hias tahunan, atau untuk taman miniatur. Sebagai ground cover taman indoor disarankan untuk tidak mencampurnya dengan tanaman ground cover jenis lainnya agar keindahannya sempurna. Tapi tetap suka-suka yang nanem aja. Agar tetap kompak, pinching pucuk-pucuknya. Cara memperbanyaknya juga cukup mudah, hanya dengan memotong batangnya|stek, terus tancapkan pada media. Karena batangnya berair jangan sering disiram, cukup jaga medianya tetap lembab saja. Atau bisa menanamnya dalam pot gantung, cukup cantik juga.

rumpun2

Level Informasi –

Rendah. Info yang saya dapatkan mayoritas berasal dari luar negeri. Tentu saja mereka menulisnya sesuai dengan keadaan di lingkungan mereka. Dan tentunya menjadi berbeda bila tumbuh di wilayah tropis seperti Indonesia. Misalnya ada yang menulis tumbuhan ini masih mampu berkembang dalam siraman sinar matahari langsung. Tentunya kondisi fullsun di negara-negara empat musim tidak sama dengan di negara-negara tropis. Karena itu, artikel tentang Pilea ini saya tulis berdasarkan pengamatan saya di lingkungan setempat. Karena infonya yang minim, maka lagi-lagi saya juga kesulitan untuk mencari nama padanannya dalam bahasa Indonesia. Ada yang menyebutnya Katumpangan, namun kalau kita menggunakan nama ini sebagai password yang keluar bukanlah Pilea microphylla.

Thanks to –

http://www.natureloveyou

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s