Suplir Liar Adiantum tenerum yang Indah Merumpun

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

bersama pteris vitattaAsal kata Adiantum adalah adiantos (Yunani) yang berarti anti air mengacu entalnya yang tak pernah basah bila terkena air. Ada yang mengartikan entalnya yang berwarna hitam mengkilat seperti warna rambut. Yang lainnya mengartikan daunnya yang menjuntai mirip dengan helaian rambut seorang gadis. Dari situ dinamakan Maidenhair Fern.

Ciri-ciri utama Adiantum tangkai daunnya hitam mengkilat, tulang daun tidak tercetak jelas, dan memiliki indusium semu yang melindungi sporangium yang terletak pada permukaan bawah daun yang asalnya dari pelebaran tepi daun yang melipat ke bawah. Mayoritas memerlukan syarat-syarat tertentu untuk tumbuhnya, seperti media yang gembur, kaya nutrisi, lingkungan lembab, ketersediaan air yang tidak boleh kurang dan berlebih, udara bersih, dan sedikit cahaya.

Sayangnya dari kurang lebih 200 jenis Genus Adianthum ini, sebagian besarnya masih hidup liar. Jadi prospek untuk menjadikannya tanaman hias masih terbuka lebar. Sayangnya lagi para pecinta tanaman hias di sini masih ogah-ogahan menanamnya, karena belum mempunyai nilai ekonomis, termasuk Adianthum tenerum ini. Padahal di luar negeri suplir ini juga dijual dengan harga yang tak murah. Apalagi juga sudah dikultivarkan|hibrid.

 daun muda

Adiantum tenerum berasal dari India Barat dan telah menjelma menjadi tumbuhan invansif tingkat tinggi di Indonesia karena populasi yang telah banyak dengan persebaran yang luas. Saking mudahnya Black-stick Maidenhair Fern ini tumbuh, bahkan dianggap sebagai gulma yang tak diharapkan. Di lingkungan sekitar, dapat kita jumpai melekat (litofit) pada rekahan atau cepitan tembok, dinding bata, saluran irigasi buatan, bangunan rusak, dan lain-lain area lembab dan terlindung.

Habitus Suplir Tenerum berupa tongkat (rhizome) yang bercabang-cabang, berukuran habitusantara 30 – 60 cm. Tidak besar memang, namun dedaunannya yang merimbun sungguh mempesona. Selain itu ketahanan terhadap perubahan kondisi lingkungan, sinar matahari, atau aliran angin, lebih tinggi dibanding Suplir lainnya. Juga tidak rewel dalam pilihan media tumbuhnya, karena lebih banyak tumbuh secara litofit yang tidak begitu memerlukan standar media yang njelimet, umpamanya pada rekahan tembok atau cepitan bata. Akarnya yang serabut memudahkannya untuk mencengkeram atau masuk pada rongga-rongga yang sempit. Asalkan tempatnya teduh dan lembab Paku Kelor akan mudah tumbuh di sana, merimbun subur tanpa campur tangan manusia.

= Spora =

Sori berada pada bagian bawah, terlipat oleh tepi daunnya (indusium semu).

= Perawatan =

Fan Maidenhair tidak begitu memerlukan perawatan seperti suplir lainnya. Asal terjaga kebutuhan air (satu hari saya hanya menyiram satu kali saja), suplir sudah bisa hidup dan merumpun. Letakkan pada tempat yang teduh (shade fern). Indoor lebih bagus, apalagi tangkai daunnya juga tidak terlalu panjang. Gampang berkembangbiak maupun bertunas. Sangat cocok bagi pemula.

= Kendala Perawatan =

Hingga kini saya belum menemui kendala yang berarti. Hanya terkadang saya lupa atau malas menyiramnya, hingga Suplir Sumur saya pun mengering dan kemudian menggugurkan semua daun-daunnya. Pada kondisi seperti ini jangan khawatir, asal kita telah rajin kembali menyiramnya, tak berapa lama minggu akan muncul kembali tunas-tunas barunya.

daun

= Perbanyakan =

Kita dapat memunguti Brittle Maidenhair Fern muda yang tumbuh di sekitar rumah, kemudian memindahkannya ke media yang kita inginkan. Atau dengan pemisahan rumpun. Terkadang dalam proses adaptasinya, daun dan ental mengering. Bila kondisi seperti ini tetap jaga medianya selalu lembab, caranya dengan mencipratkan air pada media. Potong ental yang telah mengering. Tak berapa lama hari akan tumbuh tunas-tunas muda.

= Reppoting =

Repotting diperlukan karena tanaman sudah terlalu lebat, sehingga media pot menjadi penuh. Untuk memindahkannya ke pot yang lebih besar, pindahkan tanaman dengan seluruh media tanamnya yang telah melekat pada akar.

Atau bisa juga karena kita ingin memperbanyaknya. Caran ya keluarkan seluruh tanaman dari media yang lama. Bagi-bagi atau potong-potong menjadi beberapa bagian atau rumpun. Sertakan medianya agar gampang beradaptasi. Tanam dalam media baru yang telah disiapkan.

= Problema =
Daun layu. Penyebabnya aliran udara yang kering atau kencang.

Daun layu dan menguning. Stop pemupukan. Tetap siram seperti biasa dengan drainase yang baik.

Daun hangus kecoklatan. Potong pada tangkainya, kemudian pot dipindahkan ke tempat yang lebih teduh.

Rusak terkena semprotan insektisida.

Serangan kutu kebul putih. Potong saja tangkai daun yang terkena. Buang jauh-jauh atau bakar.
= Kemiripan Spesies =

Adiantum raddianum (jenis yang paling sering membuat orang terkecoh karena sangat serupa dengan Adiantum terenum).

= Genus Adiantum =

Adiantum capillus-veneris, Adiantum princeps, Adiantum latifolium (Paku Suplir|Suplir Hias), Adiantum trapeziforme (Paku Sisik Berlian|Diamond Maidenhair), Suplir Gung, Suplir Dolar, Suplir Asam, Suplir Melati, Suplir Kedondong, Suplir Himalaya

 

= BPG’s Nomenclature =

Ental: sebutan khusus tangkai daun untuk tumbuhan paku

Sori: kumpulan|jamak dari sorus

Sorus: kumpulan sporangium

Sporangium: wadah spora-spora, sering disebut kotak spora meski bentuknya tidak kotak

Spora: alat perkembangbiakan generatif atau semacam biji pada tumbuhan tingkat tinggi

Cupule: mangkok wadah anak daun yang berukuran sangat kecil, terlihat seperti cincin yang melingkar pada tangkai anak daun teratas, merupakan wadah melekatnya pangkal anak daun

Cupulike swelling: terminal tempat cupule melekat pada tangkai anak daun (segment stalk)

Frond: sebutan khusus untuk daun pakis

salah satu spot lembab dan terlindung

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s