Duh … Sulitnya Membungakan Krisan di Dataran Rendah

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bagi tukang kebun, saat berbunga adalah saat yang membahagiakan. Seakan-akan Krisan Sena Putih - ada juga yg menulisnya Fijiusahanya setelah sekian lama dalam merawat bunga, terbayar. Bunga memang menjadi daya tarik terbesar seseorang menanam tanaman, karena bunga memang indah dan menawan. Bunga memang bagian terindah dari suatu tumbuhan. Karena keindahannya itu banyak pujangga yang merangkai kata menjadi puisi, banyak musisi yang menggubah lagu dengan tema bunga, dan banyak pelukis yang menuang kecantikan bunga dalam kanvas, dan lain-lain. Tak mau kalah, pematung-pematung juga mengukir kemolekan bunga dalam karya-karya seni mereka, begitu pula para tukang kebun yang melakukan segala usaha supaya tanamannya berbunga. Pemberian pupuk misalnya, penyiraman, memasukkan hormon, dan rekayasa habitat adalah beberapa cara yang digunakan para tukang kebun.

krisan remix pinkTidak hanya manusia yang dibuat terklepek-klepek akan kecantikan bunga ini, hewan pun demikian. Itu memang sudah menjadi fitrah mereka atau rangkaian alamiah kehidupan mereka yang bertugas sebagai mediator bertemunya serbuk sari dan putik yang dikenal dengan istilah penyerbukan. Hewan, utamanya serangga ‘diberikan tugas’ untuk membantu penyerbukan – yang merupakan istem perkembangan generatif – agar generasi tanaman tidak musnah. Begitu pun, para serangga juga mendapatkan keuntungan dari tanaman, yakni ketersediaan makanan|nektar bagi mereka.

Bunga memang memiliki daya tarik yang kuat, tidak hanya pada manusia saja, namunkrisan puspita nusantara kah ... juga para hewan. Serangga atau hewan lain yang menjadi pollinator / sang penyerbuk akan mendekat bila ada keterpikatan terhadap bunga, baik dalam hal warna, rasa, atau bau atau gabungannya. Apalagi mata serangga mempunyai kelebihan mampu melihat warna yang tidak dimiliki oleh hewan-hewan lainnya yang hanya mampu melihat warna hitam putih saja.

Terpesona akan kecantikannya, terkadang kita menjadi gelap mata untuk memeliharanya, walau pengetahuan kita mengenai bunga krisan minimalis. Saya contohnya. Saya yang tinggal di dataran rendah yang bukan tempat ideal untuk krisan berusaha untuk ‘menaklukkan’nya. Saya pun membeli hingga 10-an jenis. Hingga beberapa bulan dipindahkan ke rumah, krisan masih mampu mekar. Agar lebih bertahan dalam pemeliharaan saya, mulai awal datang saya sudah memberlakukan perlakuan yang berbeda dengan apa yang ditulis berbagai blog krisan. Cara-cara pemberlakuan tersebut telah saya tulis sebelumnya.

krisan Jaguar kah ...Krisan yang saya beli mampu bertahan hingga tahun kedua. Mereka mampu tumbuh dengan subur memunculkan banyak cabang, tunas, dan kuncup. Namun perkembangan kuncup-kuncup bunga berhenti hanya sampai di sini saja, tidak pernah mekar. Dan saya pun sudah terlambat untuk mengambil langkah penanganannya. Sebelum kuncup-kuncup mekar dan sebelum saya turun tangan krisan-krisan yang jumlahnya ada 10-an jenis itu sudah keburu terserang berbagai penyakit, utamanya kuncup dan daun menghitam. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Dugaan saya karena faktor hujan. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena penanganannya tentu akan lebih rumit lagi. Saya hanya membuang daun dan kuncup yang telah menghitam. Periode kedua memang menjadi titik kesulitan yang sesungguhnya bagi saya dan menjadi PR yang rumit buat saya.

Kemudian saya pun mencoba analisis satu demi satu, apa dan dimana letaknya yang tidak pas. Dengan begitu saya akan dapat mengambil langkah yang tepat untuk memelihara Krisan yang baru, pengganti krisan-krisan lama yang sekarang sudah mati itu.

kuning. bicolorjpg

Berikut daftar kesalahan-kesalahan saya sekaligus alternatif pemecahannya:

  1. Saya menanam dengan teknik sa’enake dhewe. Konsep penanaman dan pemeliharaan yang njelimet pada blog-blog krisan saya buat sesederhana mungkin. Konsep saya ini cukup berhasil, namun gagal pada pembentukan bunga. Dan saya juga terlewat pada hal-hal yang cukup penting juga, yakni Krisan lebih suka pada tanah basa. Saya pun menaburkan abu secukupnya untuk masing-masing pot. Untuk pot besar atau pot dengan jumlah tanaman banyak, takaran abunya juga lebih banyak. Abu ini merupakan bekas bakaran kayu untuk memasak pada ‘pawonan’ bila gas sulit didapat karena sudah malam atau langka atau juga lagi bokek.

    tampilan batang krisan kuning yang tahan hujan

  2. Saya beranggapan Krisan mampu hidup di dataran rendah karena saya melihat beberapa jenis mampu hidup dan berbunga dengan rimbun. Namun anggapan saya keliru. Tak semua jenis Krisan hibrida itu mau berbunga di dataran rendah. Ada dua krisan yang pasti mampu hidup di dataran rendah dan juga tahan hujan karena saya sudah membuktikannya. (gambar ada pada paragraf terbawah). Namun saya tetap akan mencoba lagi dengan teknik perawatan lainnya.
  3. Krisan membutuhkan sinar yang lebih banyak bila ditanam di dataran rendah, karena memang bukan tempat idealnya untuk tumbuh. Sebelumnya Krisan hanya beberapa jam saja terkena sinar matahari karena ternaung pohon jambu dan rumah tetangga. Sewaktu cabang-cabang Jambu dipotong oleh adik saya, Krisan menjadi lebih lebat lagi kuntumnya dan satu persatu mulai membesar. Namun sudah terlambat, krisan sudah keburu mengering karena usianya memang sudah mendekati ajal. Tanaman krisan adalah tanaman semusim|annual.
  4. Manajemen kontrol terhadap hama dan penyakit kurang sering. Harus dipersingkat lagi jarak waktu kontrolnya. Kutu coklat yang bentuknya mirip kerang teritip. Kutu ini selain menempel dengan kuat pada batang atau daun, juga warnanya tersamar sehingga sulit dideteksi. Bila ketahuan, saya hanya membuangnya dengan cara mengerik dengan gunting atau ujung kuku. Selain kutu, belalang dan ulat juga menjadi hama. Kalau ketahuan, belalang saya tangkap dan lemparkan ke jaring laba-laba. Untuk ulat saya hanya membuangnya ke tempat sampah di kebun belakang.

  5. Saya harus lebih ketat lagi dalam memberlakukan pemotongan dan pembuangan bagian tanaman yang tumbuh tidak sewajarnya agar ketidaksehatan itu tidak menular pada bagian lainnya.
  6. Kalau shob mampu dan kondisi area mendukung, jangan tanam Krisan bercampur dengan type tanaman yang mempunyai permasalahan hama dan penyakit yang sejenis karena Krisan akan sangat riskan terkena hama dan penyakit. Hama dan penyakit akan datang silih berganti. Tipe sejenis itu misalnya batangnya sama-sama lunak, hama dan penyakit juga relatif sama, sama-sama menyukai sinar matahari, dan lain-lain seperti Angelonia, Lavender, Torenia, dan lain-lain. Kalau memang ingin memix, pilih tanaman hias yang jauh perbedaannya seperti Palem, Kemuning, Sanseviera, dan lain-lain.
  7. Krisan lebih tahan bila ditanam langsung pada tanah dengan pengontrolan pada media tanahnya dengan menjaga agar media tidak basah terus menerus. Tanah yang basah terus menerus akan mengundang jamur yang menyerang akar dan pangkal batang. Kalau bisa, buat bedengan yang lebih tinggi dibanding permukaan tanah agar genangan dan resapan air bisa segera terbuang.
  8. Menghindarkannya dari hujan. Ini yang tidak saya lakukan. Pikir saya, toh semua tumbuhan kan butuh air, jadi pot tak pernah dipindahkan. Saya tak tahu bahwa tak semua tanaman itu tahan terhadap hujan serta perubahan cuaca mendadak, termasuk koleksi Krisan hibrid saya. Akhirnya, perlahan-lahan Krisan pun menjadi gampang kena penyakit seperti daun dan kuncup bunga menghitam, diserang kutu-kutu coklat tempel, cabang dan ranting mengering, dan lain-lain. Satu demi satu Krisan pun tinggal fotonya doang.
  9. Jangan telat menyiram, agar tak kering. Kalau memang perlu menyiram hingga 3x sehari, sebaiknya tetap dilakukan. Ini rahasia dari seorang ibu yang Krisannya sangat subur dan berbunga lebar. Pokoknya jangan dibiarkan kekeringan deh …

Namun Allah memang Maha Adil dan Maha Pengasih. Dari semua jenis Krisan yang memang tak cocok untuk ditanam pada daerah yang bukan idealnya, nyatanya ada beberapa jenis yang tahan dan malahan berbunga kala ditanam di dataran rendah plus tahan pula terhadap hujan. Saya tak tahu nama hibridnya, namun beginilah tampangnya …

Namun saya tak akan patah semangat dan akan mencoba kembali dengan membeli bunga baru. Mudah-mudahan kelak akan berhasil, aamiin. Dan berhasil tidaknya itu akan diketahui 2 tahun lagi, insya Allah.

kuncup daun tunas saat sehat

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

  1. Wow menarik sekali. Rupanya iklim sedang di Melbourne cocok untuk menanam krisan karena tanpa perawatan khusus juga tumbuh sendiri. Untuk di Indonesia, mungkin kalau bisa mendapatkan jenis varietas lokal (bukan hidbrida) yang sudah lama beradaptasi dgn iklim tropis akan lebih mudah untuk berbunga. Ingat waktu masih kecil dulu sering ikut tante saya ke kios bunga dan bunga seruni/krisan dan aster selalu tersedia, pasti sudah sejak lama sukses di tanam dan berbunga di Indonesia yg mungkin juga bisa mudah berbunga di iklim dataran rendah.
    Dari pengalaman saya, air hujan yang berlebihan hanya merusak bunga yang sudah mekar, tapi tak berpengaruh negatif pada tanamannya.

    Suka

    • yg sudah terbukti hanya krisan kuning bunganya kecil (tumpukannya hanya 4 baris saja kl g salah itung) yg tengahnya hijau yg lama2 juga berubah kuning serta warna putih dg tumpukan yg banyak. ut varian2 lain sulit bu, saya sudah coba ut ‘menghapus’ pengaruh obat2 n hormon2 dari nursery. biasanya di bawa ke rumah saat mekar beberapa minggu kemudian dead dg sukses. Kediri tempat saya panas dg 92 m dpl

      Suka

  2. * curah hujan di Kediri tinggi, selain krisan platycodon juga bermasalah tanamannya
    * Varian lama tidak dijual di kios, saya mendapatkan dari rumah penduduk. Varian putih lebih sulit dibanding yg kuning. Tanaman dewasa yg kita dapatkan belum tentu 1 tahun mengeluarkan bunganya
    * Bunga yg ada di kios biasanya dikirim dari Batu/Malang. Aster dan krisan hanya cantik saat di kios saja

    Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s