Acmella uliginosa, Bunganya Serupa Subang Nenek-nenek Jadul

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Di Indonesia, utamanya di Jawa Barat ada tiga tumbuhan liar yang bernama Jotang, yakni Jotang Kuda|Gletang Warak, Jotang|Legetan, dan Jotang Kecil|Bunga Subang Nenek yang semuanya tergolong dalam Famili Asteraceae dari genus yang berbeda. Dari ketiganya, Jotang Kuda-lah yang paling mudah kita bedakan karena tidak mempunyai bunga yang berbentuk seperti subang perempuan jadul. Bentuk bunga seperti subang itu juga dimiliki oleh Eleocharis geniculata (Spikerush) dari Family Cyperaceae.

Adapun Jotang (Acmella paniculata) dan Jotang Kecil memang susah dibedakan. Keduanya sering disebut dengan nama yang sama, Jotang, Legetan, Subang Nenek, dan sebagainya. Selain itu bonggol bunga dan daun dari keduanya yang berasa getir pedas|kebas sama-sama bermanfaat mengobati sariawan dan sakit gigi. Makanya banyak tulisan yang telah saya baca isinya banyak yang rancu, baik website berbahasa Inggris, Malaysia, maupun Indonesia. Perbedaan antara keduanya yang termudah adalah bunga Jotang Kecil|Jocong Leutik ukuran bunganya lebih kecil, tepi daunnya hampir rata atau hanya terdapat cuatan|tonjolan seperti ujung jarum|duri dan nampak tidak kentara. Dan untuk ciri-ciri ini telah saya ‘patenkan’ buat diri saya sendiri, sehingga saya pun mengabaikan tulisan-tulisan yang tidak sesuai dengan pedoman saya tersebut. Dan apapun namanya di negara kita, pedoman saya hanya satu, nama Latinnya. Oleh karenanya banyak arsip yang saya delete dan tidak menjadikannya sebagai acuan karena kontennya yang tidak valid (menurut saya).

atas.jpg

Jotang Kecil|Acmella uliginosa di dunia internasional dikenal dengan nama Marsh Para Cress dan bersinonim dengan Spilanthes uliginosa atau Spilanthes iabadicensis. Salah satu tumbuhan liar yang didaerah Jawa Barat daunnya dijadikan lalapan ini dikategorikan sebagai gulma. Namun saya belum menemukan tingkat resiko yang ditimbulkannya. Ada yang melaporkan, kalau terna ini bukan termasuk gulma yang merepotkan. Termasuk spesies flora yang jarang ditulis.

samping.jpg

Tumbuh pada persawahan, perkebunan, lingkungan sungai, padang rumput berawa, baik yang terkena sinar matahari langsung maupun teduh, asalkan kondisinya lembap dan basah, walau masih toleran hidup di tempat yang lebih kering. Saya menemukan tumbuhan ini di sela-sela tanaman jagung yang masih tersinar matahari pagi. Namun apapun tanaman budidayanya, asalkan tanahnya dalam kondisi lembab dan basah, Jotang Kecil ini senang hidup di sana. Berkoloni dengan tumbuhan-tumbuhan basah lainnya. Seringnya sih kita akan menemukan pada sawah-sawah yang habis dipanen bersama rerumputan lainnya.

 

Batangnya bulat, tegak, dan berambut. Tinggi tidak sampai semeter.

 

Bunga bentuk bongkol mengerucut, bertangkai tegak yang tumbuh di ujung (terminal) atau di ketiak daun|batang. Ada yang menyebut bunganya laksana tumpeng mini. Ada juga yang menggambarkannya seperti subang|giwang wanita tua pada jaman dahulu. Bunga tunggal artinya dalam satu tangkai hanya ada satu kuntum bunga saja, berwarna kuning (keruh|terang) dengan mahkota bunga berwarna kuning lebih terang.

 

 

 

 

kuntum dan daun

Saling berhadapan dengan panjang tangkai ±2 cm. Helaian daun jorong.

daun.jpg

= Kemanfaatan =

Sakit gigi, gusi bengkak atau mulut berdarah dapat diubati dengan teh Jotang Kecil ini. Caranya rebus herbanya beberapa batang, jadilah teh yang digunakan untuk berkumur-kumur.

tampak atas.jpg

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s