Kembang Bugang, Tahan dari Kekeringan, Hama, dan Penyakit Plus Rajin Berbunga meski Di Area Teduh

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Berkali-kali menulis tumbuhan liar maupun tanaman hias invansif, alhamdulillah kali ini saya unggah tanaman hias asli Indonesia dengan pusat persebaran di Jawa. Ya, Kayu Gambir atau Kembang Bugang atau Keci|Keji Beling atau Glaseterplant  yang mempunyai nama jenis Clerodendrum calamitosum dan nama sinonim Volkameria alternifolia ini memang tumbuhan asli kita, selain negara-negara Asia Tenggara lainnya.. Masih saudaraan dengan tanaman hias Nona Makan Sirih dan Pagoda. Semasa kecil saya sering melihat bunga ini, namun tidak tahu namanya. Baru-baru ini saja ngehnya, saat saya lebih memperhatikan tanaman hias dan utamanya20150727_090007 tumbuhan liar. Dikelompokkan dalam Familia Verbenaceae – ada juga yang menggolongkannya dalam famili Lamiaceae – ini bibitnya berasal dari tetangga yang menanamnya di pinggir jalan dekat kebun beliau. Karena melihat bunganya yang cantik plus harum, saya pun memberanikan diri untuk meminta bibitnya. Dikasih, alhamdulillah. Saya pun mengambil rumpun anakan dengan cara menggali tanah di sekelilingnya. Pada waktu itu saya memang tidak tahu kalau tanaman berbunga putih cantik ini bisa dikembangbiakkan dengan bijinya. Akhirnya, berbungalah ia dengan rajin meski hanya dua jaman saja tersorot sinar matahari.

Bunga –

Harum, banyak dan rajin lagi berbunganya.

Daun, Hama dan Penyakit –

permukaan daundaun n ranting

Sangat disukai belalang dan berbagai larva dari kumbang dan kupu. Tak ketinggalan kutu tempelkutu coklat tempel, kutu kebul, kutu putih loncat, serta berbagai penyakit seperti embun jelaga, cendawan, dan lain-lain. Sangat sulit menjumpai White Butterfly Bush yang berdaun mulus, apalagi yang tumbuh di area terbuka. Inilah yang beberapa hama yang menyerang Kembang Bugang saya.

Ulat Keket Hijau, ada 2 ekor dan besarnya mencapai dua jari, wow …

ulat

Belalang-belalang yang rajin menggerogoti daunnya

belalang

Oh ya … ternyata daun Kembang Bugang ini dapat dijadikan obat disentri, wasir, kencing tidak lancar, kencing nanah, kencing batu, demam, dan sifilis|lues. Bila digunakan sebagai obat pemakaian luar seperti perut kembung, luka bakar, bisul, borok, framboesia cukup dengan menggiling hingga halus daun White Butterfly secukupnya dengan ditambahkan sedikit minyak. Tempatkan ramuan pada bagian tubuh yang sakit.

Buah –

Buah Kayu Gambir  berwarna hijau saat muda yang kemudian berubah menjadi kehitam-hitaman saat tua. Buah berada dalam ‘tatakan’|petal berjumlah lima helai berwarna merah mengkilap dan mirip bintang.

buah

Buahnya dapat digunakan untuk mengobati penyakit disentri.

Area Tumbuh –

Pinggir jalan, kebun, tepi hutan, atau ditanam di pekarangan karena selain bunganya yang cantik nan harum, juga bermanfaat obat. Saya juga melihat banyak orang yang menanamnya hanya di pinggir jalan sekitar rumah mereka. Alasan utamanya mungkin karena seringnya daun diserang berbagai macam ulat.

Level Gulma –

Rendah|20%. Serangan hama dan penyakit membuat pertumbuhan dan perkembangan Kembang Bugang menjadi terhambat. Meski tahan dalam kekeringan dan juga mampu bertahan hidup dengan baik, namun karena banyaknya hama dan penyakit membuatnya sulit menjadi gulma. Apalagi kemanfaatan herbalnya plus bunganya yang cantik nan harum sangat disayangkan apabila dibiarkan tumbuh liar.

Resep Digigit Ular –

Ambil akar Kembang Bugang seukuran ibu jari, kunyah dan sesap sarinya, sedangkan ampas kunyahan ditempelkan lubang gigitan.

Perawatan sebagai Tanaman Hias –

Tidak memerlukan banyak perawatan. Praktis dibiarkan saja mampu tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Kembang Bugang saya berada di kebun belakang yang minim perhatian. Namun tanaman ini mampu tumbuh baik dan berbunga, rajin lagi walau hanya dua jaman saja terkena sinar matahari langsung. Tahan dengan kekeringan dan tanah keras. Praktis penyiraman hanya di musim penghujan saja.

bunga bersusunKembang Bugang milik tetangga yang bibitnya saya minta, tidak pernah dirawat. Berkali-kali tanamannya gundul karena daunnya disikat habis sama berbagai jenis larva. Juga kena penyakit yang mengakibatkan daunnya gundul plus batangnya mengering. Namun tanaman ini mempunyai ketahanan hidup yang sangat tinggi. Di musim penghujan, bersemilah kembali daun-daun dan tunas-tunasnya yang kemudian memekarkan bunga-bunga harumnya. Bahkan di musim kemarau pun daun dan tunas tetap akan bersemi apabila hama dan penyakit sudah hilang, selama persediaan air di dalam tanah masih mencukupi.

Dapat diperbanyak dengan bijinya, rumpun, atau stek batang. Bunga ini sangat cocok bagi gardener yang memiliki pekarangan ternaung.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s