Tips agar Anak Menghabiskan Makanannya

*************************************************************************************

Putri tetangga kami susah sekali makannya. Makanan yang disuapkan ke mulutnya diemut hingga hitungan jam. Saya lihat, baby sitternya pun memakai cara yang baru saya lihat pertama kali ya pada saat itu. Setelah menyuapkan  makanan ke mulut si kecil, tak berapa lama mbaknya menyendokkan air minum ke mulutnya. Jadi agar si anak tak sampai mengemut makanannya hingga jaman, maka mbaknya menyendokkan air putih ke mulutnya agar makanan segera ditelannya. Entahlah apakah makanan yang dikunyahnya tadi sudah lembut atau tidak, saya tidak tahu. Namun kayaknya karena memang hobi ngemut, tentunya makanan yang berada di mulutnya belum halus benar ya …

*************************************************************************************

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kejadian anak susah makan sering kita lihat atau bahkan kita alami sendiri ya. Nah saya mencoba berbagi tips yang selama ini telah saya lakukan pada buah hati kami. Dan yang saya sharing di sini memang bukan membuat anak suka makan, namun hanyalah cara membuat anak menghabiskan makanannya. Kalau anak suka makan, kayaknya kejauhan ya… Jadi saya sebut saja dengan tips menghabiskan makan pada anak. Beberapa tips saya ambil inti sarinya dari dunia kesehatan anak, dan lainnya adalah pengalaman saya sendiri pada putri kami. Yuk mari kita simak tipsnya …!

Usahakan kita sendiri yang menyuapi, bukan orang lain meski eyangnya sendiri.

Pengalaman: Saat makan pagi atau sarapan, si putri lebih banyak bersama saya, hingga saya pun tahu tanda-tanda dia nggak nyaman makan. Apa yang disukai atau tidak disukainya. Untuk itu saya akan mencoba memakan atau meminum apa-apa yang dimakan dan diminum putri saya, kecuali ASI tentunya ya. Jadi saya tahu standar rasa yang disukai putri kami. Saya pernah meminum susu hypo allergenic karena saya pengin tahu rasanya kaya apa. Wuih … rasanya tak enak banget. Putri saya tak suka sayur yang pakai santan, santapan yang keasinan menurut lidah bayi maupun makanan minuman yang terlalu manis.

Untuk usia di bawah satu tahun sebaiknya tidak diberikan makanan dan minuman yang mengandung gula dan garam agar kelak dia menyukai sayur-sayuran.

Pengalaman: Memang berat menjaga anak agar asupan makanan dan minumannya tak terkontaminasi gula dan garam. Yang pertama datang dari istri. Dia nggak percaya. Kedua dan seterusnya datang dari ibu, ibu mertua, dan ibu-ibu sepuh lainnya. Kalau yang ini saya maklumi karena memang beliau-beliau dibesarkan dalam ilmu kesehatan lama. Tetapi alhamdulillah, karena istri jarang masak meski buat anaknya karena harus kerja, maka kami membeli makanan bayi untuk anak kami. Saat saya rasakan – bukan hanya mencicipi saja – rasanya bagi orang dewasa adalah hambar. Garam kayaknya ada ya tapi sedikit sekali, karena saya memaklumi bahwa pelanggannya bukan hanya anak kami saja. Anak usia 1 tahun hingga 5 tahun yang sudah boleh makan garam juga banyak menjadi pelanggannya. Yang paling tidak bisa dihindarkan adalah saat buah hati kami sakit, dan obatnya harus diminum memakai  gula.

Catatan: Banyak merk produk makanan bayi yang mengandung banyak gula. Sebaiknya hindari. Sebaiknya anda masak sendiri untuk bayi anda. Kalau pun terpaksa harus beli jadi, saya hanya percaya pada satu merk saja yang tentunya tidak saya publish di sini.

Hindari memberikan buah lebih dahulu. Lebih baik sayuran, karena bila sudah tahu rasanya buah yang lebih enak dibanding sayur, bayi akan enggan untuk makan sayur lagi.

Pengalaman: Tidak setiap waktu saya di dekat buah hati kami. Orang tempo doeloe sudah memberikan pisang yang dihaluskan kepada bayi usia tiga bulanan. Nah begitu juga dengan ibu mertua. Saat dikomplain bilangnya “Lha wong anak jaman dulu juga diberi pisang gak papa kok”. Namun ada pengalaman dari teman istri, anaknya saat usia tiga bulan sudah diberi pisang yang dihaluskan akhirnya harus masuk rumah sakit. Apa pasal? Sebagian pisangnya  ada yang masuk ke dalam paru-paru.

Jangan memberi suapan yang besar, meski ukuran mulutnya cukup. Bayi nggak suka ukuran yang besar, meski mulutnya mencukupi untuk itu. Mereka suka yang imut-imut ukuran suapannya. Efeknya tentu saja waktu kita untuk mengerjakan hal-hal lainnya akan banyak tersita. Tapi gak papa kan, yang penting buah hati kita sehat.

Pengalaman: Putri kami biasanya bila diberi suapan yang pas dengan mulutnya hanya 3 hingga 5 suapan saja. Setelah itu dia akan memuntahkan makanannya. Kalau sudah begini, saya akan kurangi ukuran suapannya sampai ke seukuran yang dia sukai dan maui.

Bila masih sulit menghabiskan makanannya, beri suapan secara terpisah-pisah. Jadi nasinya sendiri, lauknya sendiri, sayur-mayur yang bermacam-macam juga dipisah-pisah sendiri-sendiri. Bagi bayi mungkin ada sensasi tersendiri ya merasakan berbagai macam makanan secara terpisah-pisah.

Pengalaman: Buah hati kami hanya 3 hingga 5 sendok saja untuk suapan yang lengkap. Setelah itu dia akan memuntahkannya. Kalau sudah begini, saya pakai cara menyuapi dengan suapan terpisah-pisah.

Beri jeda waktu yang cukup lama antara suapan satu dengan suapan berikutnya. Yah, mungkin acara makannya akan lebih lama, apalagi menurut aturan kesehatan bila dalam jangka waktu 15 menit anak sudah tidak mau memasukkan makanan, acara makan harus distop. Saya tidak tahu apa maksud dari aturan seperti ini. Kalau memang harus distop, alternatif pemberian asupan makanan melalui cara apa?

Pengalaman: Biasanya kalau agak lama – tidak sampai 5 menitan – putri saya sudah mau makan lagi. Caranya kalau saat anda suap, buah hati menolak. Jangan paksa. Tunggu beberapa menit untuk kemudian menyuapinya lagi. Cara-caranya bisa anda gabung dengan cara-cara di atas.

Kreatif dalam mencari cara-cara sesuai dengan karakter buah hati anda! Contoh: Kalau anda punya ayunan, anda bisa memangku si buah hati atau juga ikutan berayunan. Selain buah hati makan dalam keadaan duduk, anda pun tak akan capek-capek.

Saran Psikolog: Jauhkan anak dari benda-benda atau sesuatu yang menarik perhatiannya seperti mainannya, TV, gadget, dan lain-lain. Untuk hal ini kita memang tak bisa mengabaikan saran mereka. Kita ambil saja jalan tengahnya, yakni dengan membatasi waktu mainnya dan meminimalisir jenis-jenis mainannya.

Dahulukan asupan gizi mana yang menurut Anda penting!

Pengalaman: Kalau putri kami memang sudah benar-benar nggak mau makan, saya biasanya berusaha mencari cara agar sang putri mau menghabiskan sayurannya, karena vitamin-vitaminnya sangat diperlukan. Apalagi tak semua anak suka sayur. Untuk masalah asupan karbohidratnya, dapat dia peroleh dari biskuit camilannya.

Tandai buah hati  kita lebih menyukai makanan apa dan minuman apa, bagaimana rasanya, dan lain-lain

Pengalaman: Putri kami tidak menyukai makanan bersantan karena memang menu dari penjual makanan bayi tidak memakai santan. Lumayan menyukai sayur. Namun karena sekarang dia sudah merasai lebih banyak variasi makanan apalagi yang snack-snackan, alhasil sekarang ini lebih susah untuk menghabiskan menu sayur-sayurannya. Dulu saya memang sering merebuskan brokoli, atau jagung manis, atau sayur-sayuran lainnya. Merebusnya pun tidak saya tambahi garam. Apa adanya. Namun karena sekarang dia lebih menyukai berada di tempat eyangnya, jadi saya pun sudah jarang sekali merebuskan sayuran buatnya, kecuali jagung manis yang lumayan masih sering saya rebuskan. Apalagi kalau lagi susah makan, maka pengganti karbohidrat dari nasi adalah jagung manis. Karena variasi yang dimakannya sudah banyak, biasanya dia menyukai sesuatu makanan itu hingga dia benar-benar bosan, dan ganti dengan variasi lainnya. Saat umur 2 tahun ke bawah, dia suka sekali agar-agar, namun sekarang sudah tidak begitu menyukai lagi, apalagi kalau kita yang buatkan sendiri, jarang disentuhnya atau dihabiskan.

Jauhkan dari makanan sampah meski anak-anak sangat menyukainya karena dapat membuat acara makan menjadi kacau atau anak menjadi ogah makan, seperti kerupuk, ciki-cikian, jajanan/gorengan, aneka snack, dan lain-lain

Pengalaman: Putri kami saat diberi kerupuk kok sangat menikmati makan kerupuknya dibanding makanan utamanya. Akhirnya saya jauhkan dari kerupuk. Meski ada tetangga yang memberinya, tetap saya tolak. Kalau terlanjur saya pakai segala cara agar dia hanya makan sesedikit mungkin kerupuknya.

Saran dari psikolog:

  1. Jangan memaksa atau memarahi bila anak susah makan, baik secara kasar maupun halus
  2. Perbanyak variasi menunya
  3. Sajikan makanan dalam bentuk yang menarik.

Sekarang sudah banyak dijual makanan dalam berbagai karakter yang lucu-lucu, namun harganya lumayan di kantong. Sebaiknya anda berusaha membuatnya, meskipun sederhana. Ajak si kecil untuk juga ikut menghias makanannya atau juga menentukan menu makanannya.

  1. Biarkan si kecil memilih makanannya sendiri
  2. Upayakan bahwa acara makan itu adalah sesuatu yang menyenangkan, bukan menakutkan atau membosankan
  3. Ciptakan suasana yang nyaman dan baik
  4. Tak ada salahnya juga bila anda berkonsultasi dengan ahli-ahli pendidik atau psikolog anak.

Catatan dari saya: Susu bukanlah pemecah masalah susahnya anak makan. Biasanya saat anak malas makan, orang tua menambah porsi pemberian susunya. Dalam susu memang banyak kandungan gizinya, namun tak semua vitamin dan mineral dapat diganti dengan susu. Dalam sayur dan buah terdapat zat-zat penting yang tidak bisa diganti dengan susu, semisal serat. Jadi saran saya, usahakan anak anda tetap mau makan sayur, walau mungkin sedikit.

Sekian tips dari saya, mudah-mudahan membantu anak anda yang susah menghabiskan makanannya. Oh ya untuk halus kasar makanannya disesuaikan dengan usia si baby ya …

Salam be good father!

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s