False Daisy, Tumbuhan Liar Penghitam Rambut

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Karena ingin tampil beda dan kebule-bulean, banyak wanita Indonesia yang sudah tidak bangga lagi akan rambut hitam mereka. Tidak segan-segan mengecat rambutnya dengan warna-warna yang mirip bule, bahkan di luar warna alamiah rambut manusia, seperti biru, hijau, ungu, merah mencolok, dan lain-lain. Dahulu, bagi wanita Indonesia, rambut yang hitam legam merupakan dambaan. Padahal dengan penampilan rambut yang alamiah, kita akan lebih mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Rambut hitam bermanfaat untuk melindungi kulit kepala dari cahaya matahari tropis yang panas. Dan nenek moyang kita telah menemukan formula penghitam rambut secara alamiah dengan memanfaatkan tumbuhan yang ada di sekitarnya. Selain memakai bakaran jerami, ada juga yang memakai tumbuhan liar Goman yang mempunyai bunga kecil putih nan cantik dan termasuk famili Compositae (Asteraceac). Caranya remas-remas daun Te-lenteyan|Daun tinta|Daun sipat|Keremak jantan dalam air, kemudian gunakan untuk mendinginkan kepala sekaligus dapat menyuburkan dan menghitamkan rambut. Seduhan daun White Heads dalam minyak kelapa berguna sebagai minyak penyubur rambut. Dapat juga dioleskan pada kepala bayi. Hingga kini False Daisy tetap merupakan komponen utama dalam pembuatan sampo penghitam rambut.

Meski sering melihatnya di tepi jalan atau sekitar rumah kita, namun tidak banyak yang tahu apa nama tumbuhan ini. Bunganya yang kecil-kecil putih itu memang sudah familiar banget dengan mata kita, namun kalau ditanya namanya mungkin banyak yang akan menggelengkan kepala tidak tahu, padahal kalau disebutkan namanya kita sebenarnya juga sudah ngeh karena tumbuhan ini digunakan sebagai salah satu bahan shampoo yang berguna untuk menghitamkan rambut, Urang-aring yang nama binomialnya Eclipta alba (Eclipta erecta, Eclipta prostrata, Verbesina alba, atau Verbesina prostrata). Meski memiliki kemanfaatan, tak banyak orang yang menanamnya. Pikir kita toh stoknya masih banyak di alam ya. Tanpa kita domestikasi-pun tumbuhan ini tetap ada dimana-mana dengan liarnya. Kita dapat menjumpainya di pinggir jalan, sekitar rumah, lapangan, tempat terbuka, ladang, padang rumput dan lain-lain. Padahal dengan pemikiran yang sama seperti ini, beberapa tumbuhan liar sudah semakin langka dijumpai di alamnya. Ciplukan contohnya.

skipper n orang aring

Herba –

Tinggi 10 – 80 cm, batang bulat, bercabang, berambut putih, ungu.

Daun –

Tunggal berwarna hijau normal, selang-seling berhadapan, panjang 2 – 3,5 cm lebar 5 – 10 mm, lanset, tepi bergerigi, ujung runcing pangkal menyempit, permukaan berambut.

daundaun 1

Bunga –

Termasuk bunga majemuk artinya dalam satu bonggol terdiri puluhan bunga kecil-kecil dengan ‘bunga palsu’ berwarna putih. Bunga berdiameter kurang lebih ½ cm, bertangkai, tumbuh di ketiak daun dan ujung batang. Bunga majemuk itu memang khas anggota Asteraceae|Kenikir-kenikiran seperti bunga Matahari. Bijinya juga berbentuk jarum dengan panjang ± 2 mm dan berwarna hitam. Bonggolnya sebagai wadah bunga dan buah berbentuk cawan|corong bersudut atau ujung bertoreh enam dan berwarna hijau.

bunga

Kelebihan –

Mampu beradaptasi pada lingkungan yang berubah-ubah, berdrainase buruk, daerah-daerah basah di sekitar sungai, parit, atau rawa, namun kaya akan sinar matahari, tanah bergaram, dan juga pada daerah dingin hingga ketinggian 2000 m. Perbanyakan secara generatif (biji). Per individu mampu menghasilkan 17.000 biji. Penyebaran secara alami dibantu oleh serangga dan angin

Kemanfaatan –

Sebagai obat luar untuk penyakit kulit, eksim, kutu air

Mengatasi sengatan hewan berbisa seperti kalajengking, semut, atau ular.

Dimanfaatkan daunnya sebagai lalap, atau diolah menjadi sayur.

Memiliki daya pengobatan terhadap gangguan hati (hepar) dan lambung.

Yang terkenal sebagai penghitam rambut. Selain resep di atas, juga dapat menggunakan resep berikut. Beberapa lembar daun dicuci hingga bersih, sobek-sobek atau gunting daun tersebut, uleg atau hancurkan (manasuka) hingga halus dan keluar sarinya. Saring. Gunakan sebagai semir rambut sampai merata. Diamkan hingga kering (± 1 jam). Kemudian bilas dan keramas dengan shampo biasa. Lakukan tritmen ini seminggu satu|dua kali.

Level Gulma –

Sedang hingga tinggi, seperti di India, Cina, Thailand, Brazil, atau Indonesia.

Budidaya –

Perusahaan shampolah yang terbanyak memerlukan daunnya sebagai salah satu komposisi produk mereka. Karena tidak ada petani yang mau membudidayakannya, perusahaan kosmetika biasanya menanam sendiri tanaman ini. Dalam budidaya dilakukan penyiraman 2 kali sehari, sedangkan di alam liarnya praktis penyiraman hanya mengandalkan air hujan saja. Nyatanya mereka tetap mampu survive pada musim kemarau. Dan dalam pemeliharaan manusia, mereka juga harus ‘steril’ dari gulma, padahal Urang-aring sendiri sebenarnya juga dianggap gulma. Gulma bersih dari gulma. Weleh-weleh.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s