Sidaguri, si Bunga Berlian Kuning

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Di Indonesia disebut Sidoguri dengan versi nama daerah seperti Guri, Sidaguri|Sidagurih |Sidagori, Saliguri, Sadagori|Sadaguri, Sedeguri, Otok-Otok, Taghuri, Kahindu, Dikira, Hutu Gamo, Bitumu, Digo, Sosapu Cubanjute, Medang Melukut, Ketumbar Hutan, Digoguri, Sidaturi, dan lain-lain dengan berbagai versi ucapan|logat daerah. Semuanya nama itu merujuk pada tumbuhan liar berbunga kuning. Sebenarnya jenis Sidaguri lebih dari satu yang semuanya disebut dengan nama sama. Mungkin ada 2 atau 3 jenis yang dapat kita temukan. Meski tak begitu banyak spesiesnya, tumbuhan liar ini diberikan genus tersendiri. Bunganya kuning atau kuning kemerah-merahan tergantung kondisi lingkungannya. Secara umum, Genus Sida sangat mudah diidentifikasi melalui warna bunganya. Selain kuning atau salmon, ada juga yang berbunga putih dan merah pucat. Beberapa spesies dari genus ini mungkin sulit untuk dibedakan. Perbedaan dapat kita lihat pada daun dan (juga) bunganya atau batangnya. Namun prosentase terbesar perbedaan memang pada daunnya. Maka dari itu, apabila kita ingin menulis tentang tumbuhan liar Sidaguri jangan sampai keliru dan terkecoh antar spesiesnya. Sida rhombifolia memiliki tangkai bunga yang panjang dan sebagian tepi daunnya tidak bergerigi. Sida acuta mempunyai ciri-ciri kebalikannya. Sida cordifolia mempunyai daun lebih oval. Sedang Sida elliottii daunnya ramping|sempit. Selain itu tinggi batang juga berbeda. Keempatnya memiliki bentuk dan warna bunga yang serupa.

Sida cordifolia kah ..

Sida rhombifolia

Banyak nama yang disematkan pada tumbuhan liar ini, antara lain Sida Hemp, Yellow Barleria, Wireweed, Arrowleaf Sida, Rhombus Leaved Sida, Paddy’s Lucerne, Jelly Leaf, Cuban Jute, Queensland Hemp, atau Indian Hemp. Sinonimnya: S. alnifolia, S phillippica, S. retusa, S. semicrenata, S. spinosa, atau Malva rhombifolia. Dinamakan Sida rhombifolia karena awalnya nama Sida dalam bahasa Yunani digunakan khusus untuk Water Lily yang memang cantik, namun sekarang digunakan untuk nama genus tumbuhan liar ini. Sedang rhombifolia artinya (daun) berbentuk seperti berlian.

close up

Biasa tumbuh liar di tepi jalan, pekarangan, padang rumput, hutan, ladang, kebun, dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah ataupun sedikit terlindung. Maka tak mengherankan apabila Sida menjadi tumbuhan pengganggu hampir pada semua tempat, baik perkebunan, persawahan, perumahan, dan lain-lain.

tumbuh pada pembuangan sampah dg banyak kupu-kupu

Tumbuhan menahun (kadang hanya semusim) ini tumbuh secara tunggal, merumpun, atau bersama rerumputan lainnya. Awalnya hanyalah satu tanaman saja yang tumbuh di suatu tempat, namun jika sudah mampu membentuk rumpun, mereka tidak segan-segan ‘mengusir’ rumput-rumput lainnya. Apalagi genus Sida mempunyai akar yang kuat seperti kawat membuatnya kokoh mencengkeram tanah.

Walau saya pernah menjumpai Sidaguri yang tingginya mencapai 2meter, namun yang umum saya temukan tingginya tidak lebih 75 cm. Berbatang tegak, banyak percabangan pada pangkal batang, berkayu, dan kokoh.

daun

sebagian tepi daun tidak bergerigi

Daun tunggal berbentuk bulat telur|lanset, sebagian tepinya bergerigi. Dari bentuk daun yang mirip berlian inilah disematkan nama rhombifolia. Daunnya dapat digunakan sebagai tapel untuk penawar sakit kepala, obat batuk dan melancarkan air seni.

bunga1

Bunga tunggal. Mahkota bunga berjumlah lima helai berwarna kuning cerah yang tenganya kemerahan. Tangkai bunga panjang keluar dari ketiak daun. Mekar sekitar tengah hari kurang lebih pukul 10 siang dan layu beberapa jam kemudian dan tidak sampai sore hari. Mekar sepanjang tahun.

Manfaat

Edible Plant, pemerhati tumbuhan liar terkemuka Amerika, Green Deane memasukkannya ke dalam daftar Eat the Weeds. Daunnya yang mengandung protein 7,4% digunakan sebagai teh di Kepulauan Canary dan Mexico.

Dapat digunakan sebagai pakan ternak. Kuda sangat menyukainya, namun keledai mencuekinya.

Akar yang direbus berkhasiat sebagai obat peluruh air seni juga sebagai obat penurun demam.

Bijinya dapat digunakan sebagai obat batuk.

Akar dan kulit Sidaguri sangat kuat dan biasanya dipakai untuk pembuatan tali.

Batangnya bisa digunakan dalam pembuatan sapu.

Sida acuta dan Sida rhombifolia khasiat perobatan dan penggunaannya sama.

bunga

Warning

Meski kegunaannya sangat besar, seperti menjadi obat beberapa penyakit seperti flu, demam, radang amandel, difteri, TBC kelenjar, radang usus, disentri, sakit kuning, malaria, batu saluran kencing, sakit lambung, wasir berdarah, muntah darah, terlambat haid, cacingan,sesak napas, sakit gigi, sariawan, digigit serangga berbisa, kurang nafsu makan, susah buang air besar (sembelit), dan bisul yang tak kunjung sembuh. Dan yang terkenal adalah sebagai obat Asam Urat|Rematik Gout, namun penggunaannya harus ekstra hati-hati karena adanya zat ephedrine yang dikandungnya. Ephedrine bagi animal atau manusia tertentu dapat menyebabkan paru-paru bermasalah apalagi yang mempunyai riwayat penyakit asma karena akan membuat asmanya semakin parah, hati pun bekerja lebih cepat dalam memompa darah sehingga tekanan darah meninggi. Maka dari itu dianjurkan tidak mengonsumsi sebagai tanaman medikal dengan dosis melebihi 5 mg. Tidak disarankan digunakan pada anak-anak di bawah usia 18 tahun. Ada juga anjuran untuk tidak mengonsumsinya sama sekali. Selain efek yang telah disebutkan di atas, juga ada efek lainnya seperti mengakibatkan penyakit kelenjar tiroid, diabetes, kesulitan buang air yang mengakibatkan pembesaran kelenjar prostat atau penyakit jantung berat lainnya.

batang

Tindakan hati-hati perlu dilakukan. Sebelum mencoba resepnya, sebaiknya mencari dahulu informasi sebanyak-banyaknya. Bila sudah yakin, pastikan mencuci bagian tanaman dan peralatannya hingga betul-betul bersih. Cuci kembali setelah digunakan. Jangan menggunakan ramuan hingga dua kali. Satu kali pemakaian, buang sisanya. Ganti dengan yang baru. Dan perempuan hamil dilarang menggunakan tumbuhan obat ini.

Banyak orang yang menyalahgunakannya sebagai obat-obatan tertentu.

Walaupun termasuk tumbuhan liar bahkan telah dianggap gulma namun di Barat sana Sida fallax (Butterkins) dengan diameter pot 150 mm dijual seharga $15.95. Wow … mahal juga ya. Namun mungkin saja sudah dilakukan treatment khusus.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s