Watermark, Do You Hate or Love?

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Membicarakan mengenai watermark pada gambar, kalau ada yang pro, tentu ada kontranya ya. Jika kedua kubu digabung dalam suatu forum, insya Allah pasti tidak akan ada habis-habisnya perdebatannya. Masing-masing akan mengajukan berbagai alasan yang kuat agar ‘lawan’nya mau mengakui pendirian mereka.

Foto atau gambar menurut saya memang diperlukan dalam sebuah artikel yang diunggah. Foto atau gambar tersebut dipajang dengan maksud untuk menarik minat pengunjung agar ‘lebih’ membaca informasi yang mereka tulis atau kalau untuk blog-blog fotografi selain untuk ‘pamer’ juga agar pengunjung menikmati foto atau gambar yang mereka hasilkan dengan senang. Karena kita memang tidak tahu pasti tipe atau background para pengunjung blog kita, maka memang tidak ada salah bahkan mungkin suatu keharusan untuk memajang foto atau gambar dalam suatu artikel. Selain itu, dengan adanya foto atau gambar akan memudahkan blog kita dikenal karena gambar atau foto yang kita pajang tersebut akan tampil dalam mesin pencari pada searching image.

Biasanya di awal-awal ngeblog dimana semangat untuk mengunggah apapun masih berkobar-kobar, bloggers akan memajang foto atau gambar terbaiknya. Dan mereka akan sedih luar biasa saat mengecek laporan statistiknya yang memberitahu bahwa jumlah viewersnya hanya seuprit, itu pun sudah dibagi dengan followersnya. Keluhan-keluhan ini banyak saya baca di berbagai tipe blog. Blogger pemula memang tak peduli akan watermark-watermark-an dan juga tak peduli apakah mereka naruh watermark atau tidak dalam foto mereka. Yang menjadi perhatian utama adalah jumlah pengunjung yang banyak, lain tidak. Ini tipe blogger pertama. Namun, saat waktu berlalu dan telah menikmati hasil cring-cring duit, mereka …. .

Blogger yang lain menganggap suatu keharusan untuk memprotek hasil karya mereka. Banyak cara yang dilakukan. Selain menulis larangan mengcopy paste, bisa juga memakai watermark, atau resolusi sangat rendah, atau menambahkan hiasan-hiasan lain agar gambar tersebut tak semena-mena didaku orang lain. Terbanyak tipe blogger ini para blogger dari luar negeri yang hukum copyright-nya memang telah dijalankan dengan ketat. Atau blog yang memang khusus jualan foto. Ada juga sih blog-blog kita yang telah ‘naik pangkat’ dari blog gratisan menjadi blog berbayar. Nah dari blog berbayar inilah kebanyakan keluhan diunggah mereka. Saya pun telah banyak membaca keluhan mereka tentang foto-foto atau gambar-gambar yang telah susah payah mereka hasilkan eh … tak dinyana dan tak diduga foto-foto tersebut beredar kembali di blog lain dan ‘didaku’ sebagai foto si pemilik blog dengan mengganti atau membuang watermark asli. Si pemilik asli tentu saja ‘naik pitam’, karena tentu saja dia telah kehilangan uang ‘sakunya’ untuk menambah biaya langganan blog berbayar karena tidak ada ‘biaya ganti atas jerih payah’nya itu. Namun biasanya mereka pasrah saja, karena ya untuk melaporkan tindakan itu bukanlah perkara yang gampang dan juga membutuhkan waktu dan prosedur|birokrasi. Mereka memilih tak ambil pusing, walau dalam hatinya geram luar biasa. Dan biasanya foto-foto atau gambar-gambar yang mereka hasilkan memang bagus-bagus atau di atas rata-rata.

Ada lagi tipe blogger yang ‘murah hati’. Mereka membolehkan mengambil, mengkopi atau menjiplak tulisan dalam blog sekaligus fotonya secara mentah-mentah. Tanpa menuliskan sumbernya pun mereka ok-ok saja, no problem. Mau mengaku foto itu milik mereka, aku ra papa. Jika pun ada watermark yang dipajang, biasanya tujuannya hanyalah untuk promosi blog mereka. Bahkan kebanyakan malah tak menulis watermark sama sekali. Bagi mereka yang terpenting adalah penyebaran informasi. Syukur-syukur para pengunjung mau mengaplikasi atau merealisasikannya dalam suatu tindakan. Ini yang terpenting. Dan mereka pun tak peduli apakah ada penghargaan atau tidak atas apa yang telah mereka upayakan. Jerih payah mereka tak dihargai pun, tidak masalah. Namun ada minusnya, biasanya foto-foto atau gambar yang diunggah tidaklah eye catching atau tak memenuhi syarat dalam dunia photography. Dan saya salah satunya. Tapi ya sekali lagi, no problem-lah. Namun ada juga yang memang foto-fotonya bagus banget. Namun karena niat mereka adalah penyebaran informasi, biasanya foto-foto diunggah pada situs gratisan seperti Flickr, Kaskus, Plantamor, atau situs-situs gratisan lainnya.

Ada lagi tipe blogger yang memang sengaja memajang foto-foto atau gambar-gambar terbaik mereka karena memang ingin tampil eksis. Watermark mungkin diperlukan bisa jadi juga tidak. Adanya kekaguman atau penghargaan atas foto-foto mereka sudah membuat mereka puas. Mereka juga tak peduli ikut situs gratisan atau malah juga berbayar. Yang penting mereka menemukan tempat atau sarana untuk memajang hasil karya dan kreativitas mereka. Itu sudah lebih dari cukup bagi mereka.

Tipe terakhir, adalah tipe blogger yang tidak termasuk tipe di atas. Untuk tipe terakhir ini, shob sendirilah yang menilainya.

– Mencoba Menganalisis Watermark pada Berbagai Contoh Foto –

2011_adatigapuluhribudibalikbatu_wordpress_011.jpg

Pemilik tahu betul bahwa fotonya bukanlah foto sembarangan. Untuk itu dia memprotek sedemikian rupa dengan menaruh watermark di lima sisi. Dan itu cukup menyulitkan para ‘pembajak’.

Berlari Turun Lereng

Masih karya dari orang yang sama dengan foto di atas. Yang mengherankan saya, obyek utamanya yakni mas pekerja gambarnya mantap banget, padahal kalau dilihat dari hasilnya kayaknya sewaktu mengambil gambar si pemfoto sedang|atau tidak sengaja bergerak atau mungkin kameranya yang goyang. Ataukah foto tersebut telah direkayasa editing, yang mana obyek utama dibiarkan tetap namun sekelilingnya dibuat seakan-akan sang pemfoto sedang labil|bergerak? Karena tahu kalau fotonya tak biasa, sang pengunggah pun menampilkan 5 watermark. Kedua foto dari https://bayugmurti.wordpress.com/.

mythical

Sang pemfoto (https://pleisbilongtumi.wordpress.com/) hanya menampilkan watermark yang seuprit, padahal Bapak ini tahu betul bahwa fotonya rawan pengeditan dan pembajakan. Dan kita sepakat kan kalau foto di atas memang keren punya?

9397549021_d690b3053b_z

Foto keren, tanpa watermark, dan dari situs tak berbayar Flickr, karyanya Nelindah yang saya turunkan resolusinya agar tak memberatkan loadingan

DSC04387

Salah satu foto saya. Jauhan lebih bagus foto-foto di atas bukan?

 

– Himbauan Saja –

Apapun tipe blogger shob, teruslah berkarya. Syukur-syukur mampu menciptakan inovasi atau ide-ide baru. Perbaiki atau perbarui niat dalam mengunggah artikel atau postingan, yakni mengunduh pahala sebanyak-banyaknya. Dan tentu saja balasan dari pahala tersebut kita harapkan untuk diterima ‘di sana’.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s