Laikkah Mbah Saeni Disumbang Hingga Hampir 300 Jeti dan Pengakuan Mbah Saeni

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Kasus Mbah Saeni yang ‘diobrak-abrik’ petugas PP karena berjualan di siang hari pada bulan Ramadhan mendapatkan simpati dari khalayak. Tak kurang hampir 300 juta dikumpulkan untuk Mbah Saeni.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Islam Melarang Berjualan (Makanan|Minuman) di Siang Hari Bulan Ramadhan

Secara umum, Islam melarang berjualan makanan dan minuman pada siang hari selama bulan Ramadhan berlangsung. Maka kalau tetap ngotot berjualan kelak dia akan mendapatkan siksa di akhirat.

 

Pengecualian Pembolehan Berjualan

Larangan tersebut memang ada pengecualiannya, artinya ada hal atau faktor yang membolehkan berjualan di siang hari namun harus dipenuhi syarat-syaratnya. Kalau tidak mampu memenuhi syaratnya, mending tidak usah berjualan saja. Itu lebih baik baginya dan orang lain.

Syarat-syaratnya:

# Perekonomiannya memang kurang mampu dan terpaksa berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak ingin membebani orang lain. Ini ditempuh bila memang tidak ada mata pencaharian lainnya, tidak memungkinkan berjualan di sore atau malam hari, tidak ada yang menanggung biaya hidupnya selama bulan Ramadhan, tidak ada yang memberi pekerjaan kepadanya, dan lain-lain.

# Hanya melayani orang-orang yang memang tidak wajib puasa atau dilarang puasa atau yang mempunyai keringanan.

# Takaran atau kuantitas jualan sekedarnya saja. Untuk itu alasan Mbah Saeni agar dia bisa mudik (dengan membawa uang cukup) tidaklah dibenarkan. Bukankah beliau bisa menabung jauh-jauh hari?

 

Kategori Orang yang Tidak Berpuasa

ڇ Orang yang tidak wajib puasa adalah anak-anak yang belum baligh, muallaf (baru memeluk Islam), orang yang hilang kesadaran ingatannya – gila, pingsan, pikun, alzheimer –, orang yang berpenyakit berat (termasuk kemungkinan juga ibu hamil) dengan analisis dokter, dan lain-lain.

ڇ Orang yang dilarang puasa adalah wanita yang sedang datang bulan.

ڇ Orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa ditujukan pada orang-orang yang sedang berpergian, tua renta, pekerja berat|kasar, orang lemah karena penyakit atau sebab-sebab lainnya seperti misalnya ibu hamil yang apabila berpuasa dikhawatirkan membahayakan diri dan|atau janinnya, dan lain-lain.

 

Siapa yang Berdosa?

Amir|penguasa dan negara. Negara sudah menjamin bahwa orang-orang jompo dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara, namun ‘janji’ ini memang lebih manis dibanding kenyataannya. Maka kasus Mbah Saeni dan juga kasus-kasus lain yang melibatkan orang jompo dan anak terlantar, para penguasa dan negaralah yang berdosa. Maka sungguh mengherankan orang-orang sekarang senang berebutan untuk mendapatkan kursi nomor satu, mulai jenjang desa hingga negara|presiden. Apa tidak takut pertanggungjawaban nantinya?

Ulama|ahli dakwah. Bila Mbah Saeni berjualan karena memang tidak tahu peraturan dalam agamanya, maka ulama’lah yang berdosa. Mbah Saeni sendiri juga berdosa karena tidak mau menuntut ilmu semasa mudanya.

Mbah Saeni sendiri apabila beliau memang sudah mengetahui hukumnya berjualan makanan siang hari di bulan Ramadhan.

 

Apa Sebaiknya yang Dilakukan Apabila Berjualan?

→ Menutup warung serapat-rapatnya. Kalau dulu perintahnya sih menutup dengan kelambu, namun sekarang warung-warung kan beda-beda macam dan bentuknya, mulai dari warung pinggir jalan hingga warung dalam mall. Maka cara menutupnya pun disesuaikan dengan kondisi warungnya.

→ Memberlakukan pengetatan pembelinya, misalnya harus menunjukkan KTP-nya bagi non muslim dan menanyakan alasan tidak berpuasa bagi orang muslim.

→ Berjualan di tempat-tempat yang memang diperbolehkan seperti terminal, stasiun, bandara atau tempat lainnya semisal posko pemberhentian, dan lain-lain.

→ Tidak memasak pada jam-jam orang berpuasa karena baunya dikhawatirkan mengganggu orang-orang yang berpuasa. Apalagi anak-anak dan remaja yang masih labih tentu akan tergiur oleh bau-bau masakan tersebut.

→ Berjualan secukupnya saja, hanya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari.

→ Berjualan pada waktu-waktu yang ulama’ (MUI) membolehkannya seperti sore hari kira-kira jam 4.

 

Pengakuan Mbah Saeni

Sebelumnya Mbah Saeni sangat berterima kasih sekali atas perhatian dan sumbangan dari netizen Indonesia bahkan luar negeri. Beliau senantiasa berdoa buat semuanya. Kabarnya dan juga laporan dari blog terbaru, seyogyanya Mbah Saeni menerima dua ratus enampuluhan juta lebih. Namun menurut pengakuan Mbah Saeni sendiri yang ditayangkan di TransTV Kamis, 16 Juni 2016 sekitar jam 10-an pagi tadi, uang yang diterima hanyalah sebesar 172 juta lebih. Dan uang sebesar itu sebagiannya diberikan kepada sesama pemilik warung sekitarnya yang juga ikut terazia, ongkos umroh, membayar hutang, dan kuliah anaknya.

Begini kronologis kasus Mbah Saeni menurut Mbah Saeni sendiri.

Pada hari digerebek itu sebenarnya Mbah Saeni baru pertama kali berjualan, dan beliau memang memasak siang hari sekitar jam 1 karena memang tidak ada tenaga yang membantu beliau. Jadi beliau harus memasak jauh-jauh waktunya agar bisa buka pada pukul 16.30. Selesai satu masakan, ganti memasak menu lainnya, begitu seterusnya. Namun tanpa babibu, masuklah banyak petugas dan menghardik “Ibu jualan makanan ya!”

“Iya, nanti sore”

“Lha ini sudah mateng semua!”

“Iya, karena memang tak ada tenaga yang membantu saya”

Petugas tak mau tahu, semua makanan yang telah dimasak itu diangkut semua.

Dan cerita selanjutnya shob tentu lebih tahu dibanding saya.

Ironisnya, saat saya melihat video yang ditayangkan di televisi, saya melihat ada dua piring berisi nasi lengkap, apakah ini milik sang perekam?

Wallahua’lam bishshowwab

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s