Murdannia nudiflora, Rumput Tapak Burung Berbunga Ungu yang Hilang Kecantikannya saat Menjadi Gulma

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

– Pencarian ID dan Data –
Dibanding Murdannia spirata pada edisi sebelumnya, mencari ID rumput ini susahnya minta ampun deh … Genus sudah ketemu, namun mencari nama jenisnya tidaklah semudah membalik telapak tangan. Kemiripan spesies, data yang tidak sinkron, gambar yang tidak jelas, dan lain-lain menjadi masalah yang tidak bisa saya pecahkan. Namun dengan rajin-rajin membuka dan membaca secara scanning satu demi satu blog yang telah saya unduh, membandingkan antar gambarnya, dan kalau perlu menganalisis datanya, alhamdulillah akhirnya dapat juga IDnya. Untuk itu bagaimanapun pusingnya, saya sangat berterima kasih kepada Wikipedia (beserta turunannya seperti CommonWiki, Wikimedia, Wikiland, dan lain-lain) dan Flickr, 2 website gratis dan blog-blog lain yang telah saya unduh. Ya, ternyata si rumput berbunga muave|lembayung pucat ini punya nama binomial Murdannia nudiflora.

 

– Nama Sinonim –

  • Aneilema malabaricum (L.) Merr.
  • Aneilema nudicaule (Burm. f.) G. Don
  • Aneilema nudiflorum (L.) Sweet
  • Aneilema nudiflorum (L.) Wall
  • Commelina nudiflora L.
  • Murdannia malabarica (L.) Brückn.

– Nama dalam Berbagai Negara –

  • Bangladesh: kundali
  • Brazil: trapoeraba
  • Colombia: pinita
  • India: choti kankaua
  • Indonesia: rumput lidah lembu; rumput tapak burung – meski shob pakai password ini, namun tak akan muncul gambar rumput ini
  • Malaysia: rumput kupu-kupu; rumput sur
  • Mauritius: herbe aux archons
  • Mexico: cohitre; comelina; maclalillo
  • Philippines: alibangon; bangar na lalake; katkatauang; kohasi; kolasi; olikbangon
  • Suriname: gadodede
  • Thailand: kinkung noi; phak-prap
  • Uganda: Mickey Mouse; vanda
  • USA: nakedstem dewflower; spreading dayflower
  • Venezuela: suelda con suelda
  • Vietnam: loa-trai hoa-tran

– Batang –
Tinggi atau panjang batang antara 8 – 115 cm yang mana bagian batang tersebut ada yang tegak, semi tegak, merunduk, atau menjalar pada tanah.

batang berbuku-buku

Bentuk daunnya …

daundaun 1

– Bunga –
Kecil-kecil terdiri 3 helai petal warna ungu kemerahan yang pucat|mauve. 3 pasang putik putih dengan benang sari biru pucat dengan tangkai putik dan benang sari sewarna dengan warna petal.

– Perkembangbiakan –

Secara seksual maupun aseksual atau lebih dikenal dengan istilah generatif dan vegetatif. Generatif melalui bertemunya benang sari dan kepala putik yang dibantu organisme lain atau pun angin. Sedangkan perkembangbiakan secara vegetatif bersifat alamiah yakni dengan merunduk yakni batang yang menyentuh tanah akan menjadi individu baru atau dengan tumbuhnya tunas anakan.

– Habitat dan Persebaran –
Murdannia nudiflora bukanlah tumbuhan asli Indonesia, namun berasal dari daratan Asia tropis mulai dari India hingga China, kepulauan Rukyu – Jepang, dan Malaysia. Di Indonesia, rumput ini sudah tersebar luas di pulau-pulau besar, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Papua. Selain Indonesia, rumput ini sudah berinvasif ke benua Afrika, Asia, Oceania, dan Amerika – Tengah, Utara, dan Selatan – menjadi spesies yang tak diharapkan keberadaannya karena sulit dikontrol atau dibasmi.

– Tempat Tumbuh –
Di daerah tropis maupun subtropis, mulai tanah kosong, sisi jalan, padang rumput, dan lain-lain. Lebih banyak berpopulasi pada tempat-tempat basah, seperti tepian bendungan, tanggul, danau, saluran irigasi, selokan, tempat-tempat yang tergenang air, atau pada area dengan tanaman budidaya seperti sawah, kebun, dan lain-lain karena memang ketersediaan zat hara pada tempat-tempat itu sangat tinggi dikarenakan adanya pemupukan terhadap tanaman budidaya.

– Faktor Persebaran –
Penyebaran ke tempat lain di luar habitat aslinya bisa disebabkan karena terbawa hasil panenan budidaya yang diimpor atau diekspor, terbawa binatang, biji tertiup angin, terbawa aliran air, atau memang sengaja diinvasif oleh manusia karena tertarik bunganya atau kemanfaatannya atau sekedar untuk dikoleksi karena di tempatnya tidak ada rumput ini. Dan nyatanya populasinya membludak melenceng dari anggapan semula.

– Level Gulma –
Sangat tinggi disebabkan banyaknya faktor pendukung seperti mudah dan tingginya daya penyebarannya, mudahnya berkembangbiak secara generatif maupun vegetatif. Dibanding Murdannia sebelumnya, MUDNU (EPPO code-nya) lebih berpotensi menjadi gulma yang sulit dikontrol karena daya tahan dan adaptasinya yang tinggi terhadap kondisi tanah (keras, gembur, atau paduannya), pH (asam hingga sangat asam), kondisi lingkungan yang buruk, tidak tergantung kepada ketersediaan air|tahan kekeringan, sehingga tak mengherankan apabila the Invasive Species Specialist Group pun memasukkannya ke dalam daftar siaga. Holm beserta teman-temannya pun mengklasifikannya sebagai gulma paling buruk bagi lebih dari 16 tanaman budidaya utamanya padi di 23 negara.

– Pengontrolan –
Dengan penyiangan|pembabatan atau dengan memanfaatkannya sebagai makanan gembalaan. Bisa juga dengan pembakaran setelah panen (telah lama kebun tebu diperlakukan demikian), pencabutan secara manual atau mekanik yang dilakukan secara berkala dan teratur dapat mengurangi populasinya. Memang pencabutan hingga akarnya dan pendongkelan lebih efektif menekan populasinya.
– Potensi Tanaman Hias –

Rendah. Namun di Amerika dan beberapa negara Eropa (simbol mata uangnya ini: ) telah diperjualbelikan sebagai tanaman hias atau ditanam dalam pot. Harganya juga relatif mahal.

– Pengambilan Gambar –
Saya menemukan dan memotret rumput ini di pinggir jalan. Walau masih dalam area persawahan namun bertipe sawah kering|ladang karena tanaman budidayanya adalah tebu, ketela, pepaya, dan lain-lain yang bukan jenis tanaman budidaya basah|padi.

– Kemiripan Spesies –

Murdannia loriformis (daunnya lebih pendek) dan Murdannia spirata.

DSC04308

Tumbuh dalam area yang sama dengan Gewor|Commelina benghalensis, Lindernia crustacea, Euphorbia hirta, rumput lainnya serta kacang-kacangan yang belum mampu saya identifikasi

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s