Si Bunga Biru yang Mempesona, Thunbergia grandiflora

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya surprais melihat bunga biru pada kebun tebu 3 kilometeran dari rumah. Padahal setiap harinya saya melewati jalan ini, namun tak tahu kalau ada bunga biru. Ataukah karena kemarin-kemarinnya saya memang belum menyukai bunga, hingga acuh tak acuh saja? Ya bisa jadi.

Karena saya tak melihat adanya buah atau biji, untuk mendomestikasi bunga ini, saya memotong batangnya yang berwarna hijau dan berada di atas tanah. Sayangnya tak berhasil. Batang membusuk atau mengering kecoklatan. Saya coba lagi dengan memotong batangnya yang berada di dalam tanah. Saya coba meniru menanamnya dengan cara mengurugnya dengan tanah. Laamaa sekali menunggu hingga tiga bulanan baru bertunas. Eh, tak tahunya saat saya memotong-motong batang muda yang masih hijau karena tumbuhnya yang tak beraturan kemudian saya tancapkan begitu saja, tak berapa lama hari sudah bertunas. O … rupanya dulu saya tidak tepat dalam perlakuannya.

Setelah dapat bunganya, giliran mencari tahu ID dan info bunga ini. Sulit banget, karena memang tidak tahu password yang tepat. Lama-lama akhirnya ketahuan juga kalau bunga ini bernama Thunbergia grandiflora (bunga biru|blue thunbergia|Blue Trumpet|Akar Ketuau|Bunga Madia).

Ada yang menyebutkan kalau Thunbergia grandiflora adalah sinonim dari Thunbergia laurifolia. Namun ada juga yang menulis keduanya berbeda spesies dengan mengajukan perbedaan ciri-ciri keduanya. Saya setuju dengan pendapat kedua ini. Sedang sinonim dari Blue Sky Vine ini adalah Flemingia grandiflora.

 DSC04706

– Daun –

Daunnya berbentuk hati, jadi tampak indah ya. Berambut (pubescent) dengan panjang tangkai antara 4 – 12 cm berambut juga. Rambut tersebut dapat menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Mungkin karena itu ulat dan belalang tidak suka berpesta di sana. Dari seluruh bagian tanaman, bagian inilah yang paling rentan diserang oleh hama dan penyakit. Biasanya yang menyerang adalah kutu putih yang bisa terbang dan kecil sekali ukurannya. Daun segera menguning dan rontok.

daun

– Batang –

Mampu mencapai panjang 15 – 20 meter. Berambut, walau tak selebat rambut pada daun. Batang ada yang terbenam atau timbul di permukaan tanah. Membutuhkan sinar matahari yang banyak agar tumbuh banyak bunga pada batang dan cabang-cabangnya. Batang muda berongga, mudah patah|tertekuk atau penyet, serta lunak. Dengan keadaan yang fleksibel seperti itu, batang muda mampu membelit apa saja yang ada di sekitarnya. Jadi jauhkan dari tanaman hias lainnya agar tidak menjadi korban belitannya. Bila tidak ada panjatan, batang akan menjalar ke sana kemari di atas tanah. Batang tua mengeras namun tidak bersifat mengayu karena memang tidak berkambium. Apabila ada batang patah akan segera menumbuhkan tunas-tunas baru. Pada pangkal batang terbawah akan mengeluarkan banyak cabang hampir di segala arah jam.

 Merambat pada kanopi

 kanopi

– Bunga –

Indah banget dengan warna biru muda. Rongga bunga berwarna pucat kekuningan|pale yellowish. Rajin berbunga dari batang atau cabang-cabangnya. Selama cabang tidak patah, dia akan terus mengeluarkan bunga dari sana. Saat masih kuncup, semut-semut sangat gemar berkerumun di sana. Mungkin mengandung cairan manis ya … Di musim panas yang terik, siang hari jam 12 – 13 mahkota bunga sudah gosong dan layu. Bila siang tidak terlalu terik, bunga akan terlihat segar kembali pada pukul 14 untuk layu di sore hari. Pada musim penghujan, bunga bisa bertahan selama 2 hari.

DSC04705

– Nektar dan Sang Pollinator –

Lebah hitam besarlah yang paling rajin bertandang ke sana, bersaing dengan lebah Lanceng. Saat matahari terbit dan masih remang-remang lebah ini sudah asyik menghisap nektarnya. Kupu-kupu sangat jarang sekali. Biasanya kupu yang sudah tua atau sakit, atau hanya sekedar ‘mengendus’ saja seperti kupu-kupu Great Mormon, Green dan Blue Jay dan lain-lain. Karena berbunga dan juga disenangi lebah, maka kemungkinan berbuah besar kan ya prosentasenya … namun saya jarang banget melihat buahnya. Pernah sih dua tiga kali berbuah, namun tidak sampai masak sudah gugur|mati.

Lanceng

th

Skipper

skipper

Hipolimnas

hipolimnas

– Perbanyakan –

Dengan biji, namun saya belum pernah melihatnya. Atau dengan stek batang. Bagian batang muda yang tumbuh dari pangkal batang dalam tanah lebih cepat bertunas bila kita jadikan stek. Atau bisa juga dengan batang yang terbenam di tanah|akar. Kedua cara ini sudah pernah saya coba sewaktu mencoba mendomestikasikan bunga ini.

 

– Kemiripan spesies –

Dengan Laurel clock vine (Thunbergia laurifolia). Bedanya, tangkai daun Laurel clock vine lebih pendek dan tidak berambut|glabrous, begitu juga daunnya.

 

– Level gulma –

Very high|90 – 100%. Tumbuhnya yang cepat, batang yang sangat panjang, ketahanannya terhadap hama dan penyakit, cepat pulihnya fungsi fisiologis dan regenerasi dari kerusakan, ditunjang mampu hidup dalam segala kondisi tanah menyebabkan tingginya prosentase menjadi gulma. Saya lihat di tempat asal saya mendomestikasinya, setiap kali dibabat, tak berapa lama minggu sudah tumbuh batang yang bermeter-meter panjangnya. Begitu seterusnya. Selama batang|akar yang berada di dalam tanah tidak mati, dia akan terus hidup mengeluarkan tunas-tunas baru. Jadi penanggulangannya memang harus didongkel. Di Australia dan beberapa negara lainnya, spesies ini menjadi gulma yang serius dan dianggap sebagai tumbuhan liar, bukan tanaman hias. Beda ya dengan negara kita. Saya pernah membaca harga bunga ini mencapai 75K/bag hingga ratusan ribu. Ck …ck … ck …

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

    • Ya rumah2 yg bagus biasanya ditanami bunga ini sbg pagar. Tapi saya dapatnya liar.
      Whoo bu, blognya ibu keren banget. Dulu kayaknya saya pernah baca blognya ibu, tapi lupa … Insya Allah nanti akan saya buka2 blog ibu. Terima kasih sudah mampir.

      Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s