Bunga Bintang Biru, Platycodon grandiflorus

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Awalnya saya tak tahu sama sekali dengan bunga ini. Sampai suatu saat saya memergokinya pada salah satu stand bunga di pusat bunga terbesar di Kediri, Rembang. Terpesona dengan warna bunga biru ungunya yang cantik, tanpa pikir panjang saya pun membelinya hanya satu pot saja, karena saya belum tahu akan karakternya. Nyatanya memelihara bunga ini mudah-mudah susah. Mudahnya karena dia tak rewel. Susahnya, penyakit yang menyerang bunga ini saya tak tahu sama sekali. Tanaman hanya beberapa hari saja tiba-tiba mengering dan akhirnya mati. Saya sungguh tak tahu apa penyebabnya. Saya duga kemungkinan besar permasalahannya ada di bawah tanah atau media dalam pot. Entah apa.

Kuntum dan bunganya sama-sama menarik. Kuntumnya berbentuk seperti balon, maka tak heran bunga ini disebut Balloon Flower atau Bunga Lonceng|Bunga Balon. Saat mekar bunga biru ungunya yang bermahkota lima helai mirip bintang. Sebutan lainnya adalah Platycodon, Bunga Lonceng Cina, Bunga Lonceng Jepang.

Foto0214

Penanaman
Semua bunga yang saya tanam dalam pot, semuanya saya beri media campuran pasir, tanah, cacahan daun|ranting atau bahan organik lain, pupuk kandang, dan sedikit abu. Akhirnya saya mencoba memisahkan rumpunnya menjadi dua bagian. Berhasil. Namun dengan biji lebih mudah. Biji ditanam sedalam ≤ 1 cm saja dari permukaan tanah.

Perawatan

Paling-paling hanya disiram sehari sekali dan mengontrol dari hama dan penyakit saja. Satu lagi yang terpenting jangan memindah-mindahkan tempat hidup|pot-nya. Letakkan pada tempat yang terkena panas, namun tidak sepanjang hari. Tanaman yang terletak di keteduhan, bunganya akan berwarna ungu pucat. Sedang yang terkena panas matahari agak banyak, warna biru pada bunga akan kentara.

Untuk pemupukan saya tak pernah memberi pupuk pabrik. Karena nutrisi sudah tersedia dalam media. Kalau sudah agak lama, biasanya di atas media saya beri cacahan daun, kulit kacang tanah, remukan kulit telur atau apa saja yang ada.

Karena berasal dari daerah Asia 4 musim, karakter lingkungan yang agak dingin mungkin disukainya – ini hanya dugaan saya saja –. Merawat bunga ini memang mudah-mudah susah. Susahnya hanya kita tak mengetahui penyakit apa yang menyerangnya. Tanpa menunggu lama, tanaman yang sudah terserang akan mati, dan kita tak bisa berbuat apa-apa. Itu pengalaman saya.

Nektar

Disukai lebah Lanceng. Merekalah serangga polinator bagi bunga di pekarangan saya. Beberapa di antaranya menjadi buah dan berbiji. Dari pengalaman, bijinya harus dibenamkan dalam tanah namun masih dekat dengan permukaan tanah. Saya belum pernah menjumpai tunas yang berasal dari biji yang jatuh sendiri. Biji yang saya tanam alhamdulillah kini sudah sepanjang 10 cm-an. Sayangnya, bunga yang mekar dalam satu tanaman hanya satu atau dua kuntum saja. Apa kondisi lingkungan tempat tinggal saya tidak begitu cocok ataukah perlakuan yang saya berikan kurang tepat?

Perbanyakan
Saya pernah mencoba dengan stek batang, tak berhasil. Akhirnya saya mencoba memisahkan rumpunnya menjadi dua bagian. Berhasil. Namun dengan biji lebih mudah. Biji ditanam sedalam ≤ 1 cm saja dari permukaan tanah. Jangan dalam-dalam karena biji bulatnya berukuran kecil.

– Manfaat –

Akar bermanfaat sebagai obat anti melepuh saat penyembuhan batuk dan demam. Atau sebagai bahan salad dalam kuliner tradisional Korea.

– Varietas –

Ada yang bermahkota putih dan pink, atau yang ruffle. Namun saya belum pernah menjumpainya. Saya sudah bersyukur di Kediri ada yang jual bunga ini, meski hanya satu varian saja.

– Level gulma –

Very low|0 – 10%. Tidak berpotensi menjadi gulma. Selain pertumbuhan dan perkembangbiakannya yang lambat, mungkin kondisi iklim dan cuaca Indonesia tidak begitu disukainya. Apalagi tidak semua biji berpotensi menjadi individu baru. Toh bila dirasa populasinya sudah kebanyakan, batang dan akarnya juga mudah dicabut kok.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s