Ajeran dan Kupu-kupu Harimau yang tidak Jago Menerkam Danaus genutia

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Allah menciptakan segala sesuatunya selain indah juga sesuai dengan takaran|ukurannya masing-masing. Antara satu makhluk dengan makhluk lainnya terjalin hubungan yang seimbang|neraca|tidak jomplang. Kalau shob masih ingat pelajaran di sekolah dulu tentang piramida makanan, ya itulah keseimbangan yang direfleksikan dalam suatu bentuk piramida oleh para ahli sain. Namun seiring waktu berjalan, keseimbangan yang prima tersebut lama kelamaan menjadi rusak. Dan manusialah penyebabnya. Untuk mencapai kebutuhan hidupnya, manusia melakukan segala cara, termasuk merusak alam. Dan salah satu dari sekian banyak korban adalah Kupu-kupu Raja Monarki plus saudara-saudaranya. Makanan utama larvanya yakni Milkweed – termasuk Biduri – dibabat demi kepentingan manusia seperti pembuatan jalan, perkebunan, atau perhunian. Karena itu jumlah kupu-kupu Monarki dan Danaus sp. semakin lama juga kian jauh berkurang. Untuk itu para konservasionis di Amerika sana bekerja keras untuk ‘menghidupkan’ kembali area inang mereka dengan menanam kembali berbagai jenis rumput getah.

Dan kupu-kupu Harimau ini adalah kupu-kupu ke-28 tamu dari tumbuhan Ajeran. Sebenarnya bukan kupu-kupu terakhir karena saya belum bisa menangkap lewat kamera kupu-kupu lainnya seperti Mottled Emigrant, Gram Blue, dan lain-lain. Jadi, insya Allah kalau saya mendapatkan gambarnya saya akan sambung pada tulisan yang akan datang.

CT3

Nama Binomial:

Danaus genutia

Common Tiger | Kupu-Kupu Harimau

Diskripsi:

Bentang sayap 7 – 9 cm.

Mempunyai banyak paduan warna yakni hitam, putih, jingga, coklat muda/krem, coklat tua. Ada dua varian yang saya tangkap, yakni:

Ada noktah putih pada lapis ketiga dari bawah

kupu6
Tanpa noktah

CT4

Model hinggap:
Saya belum pernah mengetahui kupu ini terbang, kecuali saat berpindah dari satu bunga ke bunga lain. Jadi model terbang saya abaikan. Seringnya saya menjumpainya saat hinggap dengan sayap terkatup. Sangat jarang membuka sayapnya, jadi gambar yang saya ambil pun lebih banyak posisi sayap tertutup.

Tumbuhan rumah:

Asclepiadaceae – Asclepias curassavica (Butterfly weed/Bulak/damo), Widuri|Biduri (Calotropis gigantea), Graphistemma pictum, Raphistemma pulchellum, Ceropegia intermedia, Cynanchum dalhousieae, Stephanotis spp., Tylophora tenuis, Mikania micrantha; Genus Concolvulaceae – Ipomoea alba, Ipomoea bona-nox; Sapindaceae – Lepisanthes rubiginosa; Euphorbiaceae – Euphorbia milii; Genus Moraceae – Ficus laevis, Ficus racemosa

Tumbuhan nektar:
Ajeran (Bidens pilosa), Rumput Pecut Ekor Kuda (Stachytarpheta indica), AdelocaryumCosmosCelosia, LantanaZinnia

Level jepret:

Easy. Kesulitan adalah mendapatkan sudut atau momen foto yang baik yakni saat sayap terbuka karena kupu-kupu ini lebih suka hinggap dengan sayap tertutup. Kesulitan lainnya adalah jumlahnya yang sedikit di alamnya, jadi kalau kita tidak beruntung ya tidak akan berjumpa dengan kupu-kupu ini.

CT2

Keistimewaan:

Selain bukan makanan yang lezat bagi predatornya, juga menyerupai spesies-spesies lain yang juga beracun.

Kemiripan spesies:

Mirip sekali dengan Kupu-kupu Raja Monarki (Danaus plexippus) yang terkenal itu. Ya maklum karena masih sodaraan. Penampilan keduanya sangat mirip sekali. Awalnya saya kesulitan sekali membedakannya. Namun dengan terus mengamati akhirnya ketemu jua bedanya, yakni pada bando tepi sayap. Pada Kupu Raja Monarki bando warna hitamnya penuh dan lebih tajam dengan bulatan-bulatan putih. Pada kupu-kupu Harimau pola lingkarannya lonjong dengan warna yang tidak setajam pada Kupu-kupu Raja Monarki. Selain itu wilayah persebarannya jauh berbeda. Kupu-kupu Harimau tersebar di Asia Selatan – mulai India – terus ke selatan melewati Asia Tenggara hingga Australia dan sekitarnya kecuali New Zealand. Sedang kupu-kupu Raja Monarki ada di benua Amerika dan sekitarnya. Jadi keduanya insya Allah tak akan nyasar keluar dari daerah habitatnya, kecuali ada alasan khusus yang mendasarinya.

 

Populasi:

Sudah jarang. Saya duga di sekitar lokasi hunting saya jauh dari tumbuhan inang utama mereka yakni Widuri atau Milkweed yang jaraknya sekitar 10 km dari tempat saya biasa menjepret. Selain itu menurut beberapa laporan jumlah kupu-kupu Danaus sp. memang memprihatinkan. Kita mungkin menjumpainya barang 1 – 2 ekor saja di beberapa tempat.

Hayooo siapa yang mau mengkonservasi kupu-kupu ini? Caranya sangat mudah: 1 – jangan tangkap mereka, 2 – jangan babat tumbuhan Widuri, kalau memang terpaksa bisa dipindahkan ke lokasi lain, namun jangan di pindahkan ke taman lho karena kupu-kupu ini saya lihat tidak suka berdekatan dengan manusia, meski kalau dijepret dia mau.

DSC05824.JPG

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s