Ajeran dan Kupu-kupu Beragam Wajah Hypolimnas bolina

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Terkadang dilematis juga ya, semakin banyak data yang kita unduh berarti semakin banyak pengetahuan dan ilmu yang kita dapat. Namun di sisi lain kita juga semakin puyeng dibuatnya bila data yang kita unduh itu isinya ‘menyesatkan’, termasuk dalam mengidentifikasi kupu-kupu jenis Hypolimnas ini.

Dalam Islam sebenarnya ada juga pepatah seperti itu, ± semakin kita banyak ilmu semakin terlihatlah betapa bodohnya kita. Artinya dalam analisis saya, semakin kita mendapatkan suatu ilmu maka semakin terlihatlah betapa sebenarnya ilmu yang kita miliki itu ternyata sangat sedikit sekali, masih banyak ilmu-ilmu lain yang tidak|belum kita miliki. Jadi terlihatlah betapa bodohnya kita ini, terbengong-bengong untuk mengerti apalagi memahami ilmu baru tersebut. Maka dari itu Islam melarang menuntut ilmu tanpa guru karena prosentase kesesatannya sangat besar. Guru bisa membimbing kita memahami suatu ilmu. Namun sekarang ini, kebanyakan kita mencari ilmu tanpa berguru, yakni tinggal klik “Google” saja. Cara ini sifatnya untung-untungan. Kalau ketemu dengan blog yang baik, maka baik juga pemahaman kita, namun kalau ketemu situs yang ‘sesat’ dan ‘amburadul’ tentu saja pengetahuan kita pun menjadi tak karuan juga.

Dan saya seringkali mengalami yang demikian ini manakala mencoba mengidentifikasi jenis-jenis kupu-kupu atau organisme lain yang telah saya awetkan melalui foto. Namun apa mau dikata, mencari ahli kupu-kupu di Kediri juga sulit. Padahal kalau kita mencoba mengidentifikasi kupu-kupu berdasar foto saja, itu tidak akan bisa mengurai kepuyengan kita. Tapi ya itulah risiko yang harus kita tanggung. Maka kalau kita ingin berjalan lebih jauh lagi untuk memahami organisme yang kita dapat tersebut, tentu kita harus berani meneliti lebih lanjut, mencocokkan antara teori dan praktik di lapangan. Namun saya belum nyampai kepada tahap itu. Yang saya lakukan masih sebatas mengenal kupu-kupu yang telah saya ‘tangkap’ tersebut dan mencoba menuliskannya dalam blog. Dan kupu-kupu Hypolimnas ini hanyalah salah satu dari sekian banyak organisme yang membuat saya pusing karena kesimpang siuran data blog acuan, serta banyaknya kemiripan spesies, dan lain-lain lain problem. But I keep say “alhamdulillah”. Meski biologi termasuk golongan ilmu, yang mana buat penuntut dan penyebarnya mendapatkan pahala, namun kesalahan info tidak akan membuat penulis serta pembacanya menjadi tersesat kemudian masuk neraka. Kesesatan dalam ilmu biologi plus ilmu di luar agama tidak sampai merusak ibadah-ibadah yang memang telah diwajibkan seperti sholat, puasa, dan lain-lain. Paling-paling hanya kepusingan yang kita dapatkan.

Sebenarnya tak ada yang istimewa saat saya hunting kupu-kupu ini. Acara foto-foto berjalan lancar dan biasa-biasa saja. Tak ada yang khusus atau apalah-apalah. Hanya saja pas saatnya identifikasi, baru pusingnya datang. Kalau sudah mendapatkan fotonya kan, tentu kita ingin tahu ID dan infonya bukan? Namun justru blog-blog acuan yang telah saya unduh informasinya tidak lengkap, atau kontennya saling bertabrakan. Apalagi banyak blog yang asal-asalan saja mengidentifikasi kupu-kupu Hypo ini – maklum budaya copy paste –.

Kalau sekedar gambar atau foto saja tentu tidak bisa dijadikan acuan yang valid karena sangat diragukan kedetailannya. Apalagi belum tentu foto-foto yang kita punya pleg aslinya, karena terkadang sudah mengalami perubahan didasarkan kualitas dari kamera kita. Dari foto saja juga tidak akan diketahui ukuran sebenarnya dari spesies tersebut, bagaimana detail-detail sayap, tubuh, maupun coraknya. Selain itu warnanya kemungkinan juga mengalami perubahan, baik karena karakter kameranya sendiri maupun sudah mengalami proses editing. Namun saya tetap mengambil benang merahnya, kemudian menangkap kepingan yang terserak itu menjadi sebuah gambaran yang lebih jelas, laksana puzzle. Dan inilah hasilnya, meski tak 100% valid.

 

Nama dalam Taksonomi:

Hypolimnas bolina

(Great Eggfly, Common Eggfly, Varied Eggfly, Blue Moon Butterfly)

Nama dalam bahasa Inggris itu mengacu pada ciri-ciri yang dipunyai kupu-kupu jantan. Hingga saat ini saya belum menemukan nama lokalnya yang pas. Sedangkan nama sub spesies didasarkan pada ragam warna dan corak. Ini juga berlaku pada kupu-kupu Lemon Emigrant betina yang telah saya tulis artikelnya.

Diskripsi:

Taksiran lebar wings 8 – 10 cm. Ukuran juga bisa berbeda diakibatkan tingkat ‘kerakusan’ makan dan ketersediaan pangan saat masih dalam tahap ulat.

Trade mark jenis bolina, baik jantan maupun betina, tepi sayap berbentuk seperti renda dan berlekuk dalam|tajam.

 betina underside1

Serta, band|pita putih di bawah sudut sayap atas underside-nya.

betina underside

Pada betina renda tersebut ‘dijahit dengan benang putih yang tebal’ mulai dari sudut sayap kiri hingga sudut sayap kanan sebanyak satu hingga dua jahitan.

 betina 5

Jantan warna dasar sayap hitam yang tepinya dihiasi semacam jahitan putih. Terdapat juga lingkaran putih 6 buah yang tepiannya dikelilingi warna biru. Warna ini bisa menghilang|rusak dikarenakan beberapa sebab. Biasanya karena sudah uzur. Tebal tipisnya garis biru tersebut juga bisa berbeda. Di New Zealand garis biru pada dua lingkaran sayap bawah lebih mendominasi dibanding warna putihnya, hingga tak heran kalau di sana disebut Blue Moon Eggfly.

Jantan tampak upperside

 DSC04950

Underside

jantan1

Begini tampang betina underside

ciri betina

Warna sayap lebih pudar. Terdapat semburat warna jingga. Hiasan|jahitan putih pada renda juga lebih tebal dan ramai. Terkadang pita putih sayap bawah juga lebih tebal.

Model terbang:
Dibanding besar tubuhnya kupu-kupu ini terbangnya lambat pada ketinggian 0 – 5 m atau adakalanya lebih dari itu. Lebih suka hinggap dibandingkan terbang dengan posisi sayap menutup saat istirahat. Pada waktu menghisap nektar posisi sayap membuka dengan sesekali digerak-gerakkan, sehingga tampaklah warna-warni dan corak sayap dalam yang memang lebih cantik dan ngejreng.

Makanan ulat:
Acanthaceae – Asystasia sp. (A. intrusa, A.scandens, dan A. gangetica| Zamboangenita), Pseuderanthemum variabile, Dipteracanthus spp., Ruellia spp. (Meadow weed); Convolvulaceae – Kentang|Sweet potato|Kamote (Ipomoea batatas), I. triloba, Merremia hederacea; Malvaceae – Sidoguri (Sida rhombifolia); Portulacacaeae – Krokot (Portulaca oleracea); Asteraceae – Synedrella nudiflora; Papilionaceae – Desmodium triflorum, Phaseolus vulgaris; Urticaceae – Laportea sp., Pipturus incanus, Urtica thunbergiana; Polygonaceae – Polygonum prostratum

Makanan kupu-kupu:
Ajeran (Bidens pilosa), Kenikir (Cosmos sp.), Zinnia; Kaliandra (Caliandra portoricensis); Duranta erecta; Asystasia sp. (A. intrusa dan A. gangetica); Amaranthaceae; Commelinaceae – Dayflower; Moraceae; Convolvulaceae; Papilionaceae; Krokot (Portulaca oleracea); Ipomoea batatas; Urticaceae – Boehremia nivea

Shoot Level:

Very Easy. Tak ada yang istimewa atau trik khusus untuk memotret kupu-kupu ini yang memang bertipe santai.

Populasi:

Banyak dengan ketersediaan pangan yang melimpah juga beragamnya variasi pangan, baik pada larva maupun stadium dewasanya.

Kemiripan spesies:

Sesama Hipolimnas jantan, namun masih bisa dibedakan dengan mudah. Saat posisi sayap tertutup sekilas juga sudah dibedakan antara kupu jantan dan betinanya.

Keistimewaan:

Khusus kupu betina mempunyai kemampuan untuk polimorfisme, yakni dua atau lebih jenis organisme yang berbeda yang hidup dalam populasi yang sama dari suatu spesies atau dengan kalimat lain banyaknya variasi warna|corak dalam satu jenis. Kalau boleh dianalogikan sih seperti tokoh wayang Arjuna dengan istri-istrinya yang seabreg itu. Bentuk-bentuk polimorfisme kupu betina.

Hypolimnas bolina bolina

 betina bolina

Hypolimnas bolina aphrodite

 betina aphrodite

Hypolimnas bolina jacintha – dari Google, arsip sudah hilang

 Hypolimnas bolina jacintha

Kemungkinan besar H. b. philippensis – gambar dari http://pbh-butterflies.yolasite.com/

 Hypolimnas bolina philippensis

Varian bolina betina dari http://www.butterflyhouse.com.au/

 betina var 2

 

Dan saya tidak tahu faktor-faktor apakah yang menyebabkan kupu-kupu tersebut melakukan poliformisme dan mimikri. Bagaimana prosesnya? Apakah sejak ‘lahir’ ataukah di saat datangnya bahaya ataukah tergantung kondisi lingkungannya? Wallahua’lam bishshowwab.

 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s