Ajeran dan Kupu-kupu Jeruk Papilio demoleus

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mayoritas penyebab langka dan punahnya kupu-kupu adalah karena hilangnya tumbuhan inang, baik bagi kupu-kupu maupun larvanya. Tentunya penyebab terbesar adalah akibat ulah manusia. Namun problem itu tidak berlaku pada Kupu-kupu Jeruk dan kerabatnya dari Genus Papillio. Tanaman rumah utama bagi larva-larvanya, yakni pohon Jeruk masih ditanam oleh manusia. Selama Jeruk Purut (Citrun?) dan Jeruk Pecel|Nipis|Lemon, serta jeruk lainnya masih dibutuhkan manusia, selama itu pula keberlangsungan hidup kupu-kupu ini terjaga kelestariannya, senyampang penyebab khusus tidak melanda mereka.

und1Tingkat keberlangsungan yang tinggi juga ditunjang oleh range food and house plant mereka yang lebar dan tersedia melimpah ruah di alam maupun yang sengaja ditanam oleh manusia. Rentang variasi nektarnya mulai dari bunga-bunga liar hingga bunga Jeruk yang senantiasa ada membuat prosentase kelestarian mereka termasuk tertinggi. Namun perlu juga menjadi perhatian, meski keberadaan tanaman pangan Rumput Ganda Rusa di alam liar masih melimpah, namun karena kupu-kupu ini tidak dapat pergi jauh dari tanaman inang bagi larva-larvanya, maka prosentase nectaring pada bunga-bunga liar juga kian mengecil. Terbukti saat hunting beberapa kali dengan waktu yang berbeda, saya hanya mendapati mereka satu kali saja dengan jumlah individu 2 ekor. Artinya keberadaan pohon jeruk menjadi pertimbangan mereka untuk tidak mencari nektar di alam liar yang jauh dari lokasi tumbuhnya pohon jeruk. Mungkin itulah yang menjadi penyebab kupu-kupu ini menjadi mudah beradaptasi dan familiar dengan keberadaan manusia karena memang keberadaan pohon Jeruk juga tidaklah jauh-jauh dari hunian manusia yang menanamnya. Karena itu juga, kupu-kupu ini sangat easy untuk didekati dan difoto. Namun kepakan sayapnya yang cepat membuat kita kesulitan mendapatkan hasil foto yang baik.

Dari sekian banyak variasi nektar, kupu-kupu Jeruk sangat menyukai nektar bunga Zinnia. Beberapa ratus meter dari tempat tinggal saya ada kumpulan bunga Zinnia yang memang sengaja ditanam pada suatu bedeng/bak semen yang memanjang ± 50 m di sebelah sisi gang. Dan kupu-kupu Jeruk yang datang bisa mencapai sepuluh ekor lebih. Ulatnya ternyata tidak hanya memakan daun Jeruk saja, tapi juga daun-daun lainnya (ada pada Rumah Ulat). Namun rumah inang selain Jeruk semakin lama semakin kian sulit mereka peroleh, seperti Cempaka, berapa banyakkah orang yang menanamnya. Maka dari itu keberadaan Jeruk merupakan prioritas tertinggi mereka, hingga agak sulit menjumpai kupu-kupu ini di alam liar.

lime to zinnia

Dengan warna dan corak yang sangat cantik membuatnya sangat mudah dikenali. Ada beberapa variasi warna, baik warna dasar maupun warna corak. Kupu-kupu jeruk yang saya temukan selain berwarna krem, ada yang cenderung kehijauan. Karena kecantikannya yang khas tersebut, maka manakala sang kupu-kupu terbang berpindah-pindah dari satu bunga ke bunga lain merupakan pemandangan yang indah. Konon, keindahan sayap dari kupu-kupu Jeruk ini membuatnya dinobatkan menjadi kupu-kupu tercantik se-Asia Tenggara. Wow, subhanallah.

pada bunga asyst3

Nama Binomial:

Papilio demoleus 

(Kupu-Kupu Jeruk, Common Lime Butterfly, Lemon Butterfly, Lime Swallowtail, Small Citrus Butterfly, Chequered Swallowtail, Dingy Swallowtail, dan Citrus Swallowtail)

Diskripsi:

Taksiran wingspan-nya 8 – 10 cm.

Tampilan sayap dalam|upperside

up1

Tampilan sayap luar|underside

kj

Perbedaan jantan dan betinanya tidak saya ketahui.

Model terbang:
Cepat dengan frekuensi kepakan sering. Tidak bisa diam, bahkan saat hinggappun sayap tetap terkepak. Termasuk penerbang rendah hingga medium dengan ketinggian terbang antara 0 – 5 m karena memang lebih suka nektar bunga dari tumbuhan yang tidak terlalu tinggi, termasuk rerumputan dan tumbuhan semak dibandingkan nektar dari bunga-bunga pohon.

Rumah Ulat:
Jeruk, khususnya Jeruk Nipis dan Jeruk Purut, Michelia cammpaka, Clausena sp., Citrus aurantifolia, Murraya koeningii, Micromelum minutum.

Rumah Nektar:
Ajeran  (Bidens pilosa), Rumput Ganda Rusa (Asystasia sp.), Jeruk, Soka (Ixora indica), Kenikir Sayur  (Cosmos sp.), Tapak Dara, Zinnia, Asoka, Nona Makan Sirih (Clerodendrum thomsoniae), Impatiens platypetala, Murraya koeningii

Level jepret:

Easy. Kesulitannya kita jarang mendapatkan angle atau foto yang baik karena sayapnya yang terus-terusan mengepak. Namun kalau mau lebih sabar, kita juga bisa kok mendapatkan gambar yang bagus. Mungkin kita akan leluasa menjepret saat kupu-kupu ini sedang asyik ‘ngasin’ (mud-pudding) yakni mengambil mineral dan zat-zat yang dibutuhkannya dari kubangan lumpur, atau buah-buahan busuk, atau tetumpukan sampah, dan lain-lain.

pada bunga ajeran

Populasi:

Meskipun di habitat terbuka saya hanya menjumpai 2 ekor saja, namun saya masih melihat kupu-kupu ini di berbagai tempat – bahkan ada yang mampir pada bunga Asystasia alba koleksi saya – sehingga saya berkeyakinan bahwa populasinya masih banyak.

Kemiripan spesies:

Kemiripan hanya pada variasi antar jenisnya saja yang didasarkan pada tempat persebarannya sehingga digolongkan ke dalam subspesies, yang terdiri dari:   Papilio demoleus demoleus – Benua Asia dari Arab hingga ke Cina; Papilio demoleus libanius – Taiwan, Filipina, Kepulauan Sula, Talaud; Papilio demoleus  malayanus – Sumatera dan Semenanjung Malaya; Papilio demoleus  novoguineensis – Papua Nugini; Papilio demoleus sthenelus – Australia; Papilio demoleus stenelinus – Sumba, Flores dan Alor. Karena itu saya tidak membahas lebih jauh.

pada bunga asyst2

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s