Bidens pilosa, si Cantik Liar Pemikat Kupu-kupu dengan Pesona yang Luar Biasa

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Allah dalam menciptakan sesuatu pasti dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Di balik kelebihan yang tidak atau jarang dipunyai makhluk lainnya, pasti tersimpan kelemahan atau kekurangannya. Begitupun dengan Ajeran ini. Bunganya diberi kelebihan sebagai foodplant yang sangat disukai kupu-kupu. Saat hunting, dalam radius di bawah 2 km saja saya sudah ‘menangkap’ 20-an jenis kupu-kupu. Kalau dihitung se-Indonesia sudah berapa? Kalau level dunia bisa saja mencapai ratusan jenis. Sekedar diketahui tumbuhan Ajeran ini menyebar di Amerika, Afrika dan sebagian wilayah Asia serta Eropa. Nah kalau tembus angka 100 jenis kupu-kupu yang menyukai Ajeran tentu tidak akan aneh kan?

DSC04813

Tumbuhan liar Ajeran – Bidens pilosa – memang mempunyai bunga yang indah. Mahkotanya berwarna putih berjumlah 8 helai dengan benang sari dan kepala putik berwarna kuning yang berkelompok membentuk lingkaran. Tergolong suku Asteraceae/Compositae, seperti halnya bunga krisan dan kenikir. Hingga saat ini Ajeran masih relatif gampang kita temui karena memang tumbuh liar. Paling banyak dapat kita temukan di ruang terbuka yang fullsun seperti tepi-tepi jalan atau padang terbuka. Bunga cantik ini sangat disukai kupu-kupu dan menjadi salah satu food plant favorit. Meskipun begitu, tumbuhan ini belum menjadi komoditas ekonomis. Buktinya di stand-stand bunga belum ada yang menjualnya. Padahal di luar negeri, si Butterfly needles ini sudah menghiasi taman-taman. Bahkan di Hawaii didirikan balai penelitian yang khusus meneliti Bidens alba ini. Mengapa di Indonesia tidak dilirik ya? Apa karena bukan spesies asli Indonesia – invasif dari Amerika tropis – hingga kita-kita ini santai-santai wae tidak mengeksplor si cantik liar ini? Padahal tumbuhan ini bisa menjadi salah satu pilihan bunga untuk konservatorium kupu-kupu seperti di Singapore, selain juga kemanfaatan herbalnya.

ajeranBunganya memang termasuk kecil, kurang lebih berdiameter 4 – 5 cm yang diukur dari ujung mahkota satu dengan ujung mahkota lain. Kalau mekar sempurna, mahkota bunganya akan berjumlah 8 helai. Dan saya sungguh beruntung dapat memotret yang berkelopak delapan ini karena biasanya 3 atau 2 helainya mudah rontok, hingga kita pun jarang menemukan bunga yang mekar sempurna. Terbanyak yang kita temukan adalah yang bermahkota 5 atau 6 lembar.

Saya menemukan bunga ini pada beberapa spot radius < 2 km di dua kecamatan yang berbeda. Entah di kecamatan-kecamatan lain ada apa tidak saya belum mengetahuinya karena memang belum meneliti ke sana. Kayaknya kita perlu juga ya mendomestikasi bunga ini agar tidak punah. Mungkin dikarenakan tidak ada nilai ekonomisnya ya yang membuat bunga ini bisa-bisa menghilang dari pandangan kita. Orang pikir, toh ini tumbuhan yang dianggap sebagai gulma yang harus disingkirkan. Nah, kalau shob ingin kupu-kupu mau singgah di taman, tak ada salahnya kok menanam bunga ini, toh bunganya cantik.

Walau penampilannya mirip bunga Daisy yang terkenal itu, namun padanya tidaklah disematkan nama Daisy. Justru dua bunga liar lain yang punya nama Daisy. Satu, Orang-aring yang di barat sana terkenal dengan sebutan False Daisy, satunya lagi Songgolangit yang dikenal dengan sebutan Tridax Daisy. Sekilas penampilan bunga Tridax memang mirip Ajeran, hanya saja bunga Tridax lebih kecil, juga batangnya. Bentuk daunnya pun berbeda. Bidens gardneri, anggota Genus Bidens lainnya Orange bidensberpenampilan mirip banget sama Daisy. Bunganya full jingga, satu warna yang tidak dipunyai Daisy spesies. Saya tak tahu banyak mengenai bunga Ajeran jingga ini karena memang tak pernah melihatnya secara langsung. Saya hanya ‘ngintip’ di blognya bule.

Hareuga (Ajeran) adalah tumbuhan surga bagi kupu-kupu, lebah & tawon termasuk klanceng, karena menyediakan nektar yang sangat mereka sukai. Itu berarti banyak kupu dan serangga polinator lain yang berkunjung ke sana. Yang sudah saya temukan dan foto ada kurang lebih 20 spesies kupu-kupu. Kalau mau ditambah info dari tempat lain, tentu spesies kupu-kupu yang suka bunga ini bisa lebih banyak lagi.

tawon2

Tidak hanya serangga penghisap nektar saja yang datang, serangga pemakan daun seperti belalang dan ulat pun juga mencari makan di sana, membuat rerumpunan ketul (b. Jawa) ini menjadi rumah singgah. Hal itu juga menarik minat hewan predator untuk ikut nimbrung mencari mangsa di sana, semisal kadal dan laba-laba. Dua ekor kupu-kupu Acraea violae (Tawny Coster) pernah saya lihat terjerat jaring laba-laba.

Meski berbunga cantik, namun saya masih mikir-mikir untuk menanamnya, karena pengalaman sebelumnya, batang Ajeran tumbuhnya tidak beraturan dan setengah tegak tetapi lebih banyak rebahnya. Kalau saya bentuk dengan cara memotong cabang-cabangnya, ya kapan berbunganya? Kalau tidak dipotong, batang dan cabang-cabangnya tumbuh tidak keruan. Mungkin agar lebih rapi batangnya diikat ya … tapi saya belum pernah melakukannya.

Menurut informasi Ajeran berguna dalam pengobatan demam, pencernaan terganggu, rematik (nyeri persendian), selesma, usus buntu, dan wasir.
Dari karakteristik bijinya, di luar negeri sana bunga ini dinamakan shepherd’s needles, Spanish needles, atau butterfly needles karena memang bijinya berpenampakan mirip jarum dengan ujung runcing yang bisa ‘mencubit’ kita. Dengan ujungnya yang runcing ini, biji ini dapat ‘menusuk’ kulit binatang atau pakaian kita hingga terbawa ke lain tempat. Kalau jatuh di tempat yang cocok, tumbuhlah individu baru. Selain itu bijinya juga bisa membuat kita gatal-gatal mirip kutu-kutu di bajunya pengemis atau peminta-minta hingga tak heran bunga ini juga disebut beggarticks atau hairy beggarticks.

DSC04951

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s