Ajeran dan Kupu-kupu Berpola Mirip Batik, Appias libythea olferna

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Artikel sebelumnya berisi tentang bunga Ajeran, bunga yang dianugerahi kekuatan untuk memikat kupu-kupu hingga puluhan jenis. Daya pesona yang kuat ini jarang dimiliki oleh bunga-bunga lainnya. Maka dari itu, mulai artikel ini dan seterusnya saya akan tulis post serial mengenai kupu-kupu yang ‘bertamu’ ke sana. Jumlahnya mencapai 20-an jenis. Yah memang sih sudah buanyak blog kupu-kupu, tapi ya gpp lah kan, ini juga sebagai salah satu perhatian saya terhadap kekayaan biodiversitas kita.

Negara kita Indonesia ini sebenarnya sangatlah beruntung sekali dianugerahi kekayaan hayati yang besar yang diantaranya mempunyai jumlah spesies kupu-kupu terbesar di dunia setelah Brasil. Tetapi kupu endemiknya, Indonesia menempati rangking pertama yakni kurang lebih 1250 jenis. Namun sayangnya, perhatian dan data-data mengenai kekayaan biodiversitas kupu tersebut sangatlah minim sekali. Bahkan puluhan kupu endemik sudah dianggap punah. Walaupun penyebabnya banyak, namun terbesar punahnya kupu-kupu tersebut adalah kurangnya bahkan tidak adanya perlindungan terhadap kekayaan hayati kita. Menurut data yang sudah usang, di pulau Jawa dan Bali saja terdapat 46 spesies kupu endemik atau sekitar 7,3% dari total 629 spesies yang tercatat. Itu yang tercatat lho. Lha yang tidak tercatat tentu lebih lagi kan? Balai konservasi seperti Laboratorium Entomologi, Bidang Zoologi, Museum Zoologi Bogor, dan Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyimpan berbagai jenis spesimen kupu-kupu. Saya terobsesi – mudah-mudahan dikabulkan Allah SWT – mempunyai kebun yang saya tanami full bunga-bunga yang disukai kupu-kupu. Kalau disebut konservatorium sih terlalu jauh ya … mungkin yang lebih pas sebutannya adalah Kebun Kupu-kupu.

Dan inilah tulisan pertama dari serial kupu-kupu dan Ajeran.

Kupu-kupu ini sangat menyukai nektar bunga Songgo Langit lebih dari bunga apapun. Makanya tak mengherankan kalau kita sering melihat kupu-kupu ini di pinggir-pinggir jalan yang banyak tumbuhan Songgo Langit-nya. Kita juga sering melihatnya melintasi kebun kita. Memang sih saya menjumpai serta mengawetkan dalam bentuk file saat kupu-kupu ini sedang menghisap nektar bunga Ajeran. Namun acapkali saya melihat kupu-kupu ini lagi asyik berayun-ayun pada bunga Songgo Langit|Tridax Daisy untuk mencecap sari bunganya. Serumpun bunga Ajeran yang semuanya mekar belum tentu mampu membuat kupu-kupu ini move on dari setangkai bunga Songgo Langit.

betina2

Nama Binomial:

Appias libythea olferna (Striped Albatross) Eastern Striped Albatross

Sinonim: Appias libythea f. sopara

 

Diskripsi:

Taksiran wingspan-nya 5 – 5,6 cm. Menyukai padang rumput dan habitat terbuka karena nektar favoritnya dari jenis rumput-rumputan, walau terkadang terbang juga di antara pepohonan atau melintasi kebun kita. Senang mengambil mineral dari lumpur atau berkerumun dalam jumlah ratusan di dekat garis pantai untuk mud-pudding. Kalau menurut blog yang saya pelajari, saya mengambil kesimpulan bahwa ada dua varian Striped Albatross, yakni Eastern dan Western Striped Albatross. Var. Eastern umum ditemukan di negeri kita ini, sedang var. Western umum dijumpai di India dan sekitarnya. Saya memang tidak tahu pasti apakah analisis saya ini benar atau tidak. Kalau shob berminat mengetahui var. Western Albatross dapat melihat di sini: http://www.ifoundbutterflies.org/home.

Close and open wings of male Appias libythea

 

Underside and upperside of female Appias libythea

 

Model terbang:
Cepat dengan sayap tertutup saat hinggap. Umumnya terbang pada ketinggian 0 – 5 m, walau cukup sering juga terbang dengan ketinggian lebih dari itu.

Tumbuhan inang / houseplant:
Cleome Ungu|Maman Lelaki (Cleome rutidosperma), Capparis spinosa, dan spesies dari Genus Capparaceae

Tumbuhan pangan / foodplant / nectarine plant:
Ajeran (Bidens pilosa), Songgo Langit|Tridax Daisy (Tridax procumbens), Cleome Ungu|Maman Lelaki (Cleome rutidosperma), Kersen (Muntingia calabura), Capparis spinosa, Rumput Pecut Ekor Kuda|The Snakeweed (Stachytarpheta indica)

Level jepret:

Medium. Termasuk aktif mencari nektar pada bunga-bungaan, sehingga agak sulit juga memotretnya. Menurut pengalaman saya, saat istirahat, atau sedang kawin, atau saat sakit|sudah tua itulah waktu yang mudah kita untuk menjepret. Atau bisa juga kala kelaparan yang sangat mereka tak memedulikan kehadiran kita.

Kemiripan spesies:

Kemiripan lebih banyak dengan Western Striped Albatross karena memang masih dalam satu tipe. Namun setahu saya tipe Western ini tidak dijumpai di negara kita.

Populasi:

Jumlah yang saya jumpai di alam termasuk melimpah. Kabarnya meski berasal dari Asia Selatan, namun kupu-kupu ini sudah jamak dijumpai di Indonesia. Persebaran mulai dari Bengal|Bangladesh terus ke selatan hingga Christmas Island|Australia.

DSC04551
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s