Trik Berburu Kecantikan Kupu-kupu di Alam Liar

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hampir semua orang akan dengan senang hati memegang – incup, bahasa Jawa – kupu-kupu, namun giliran untuk memegang ulatnya, hii … jijay … Padahal tak akan ada kupu-kupu tanpa ulat, dan tak akan ada ulat tanpa kupu-kupu. Sudah dipaketkan sama Allah, Sang Maha Pencipta. Tapi ya gpp dech … kesenangan dan ketakutan orang kan beda-beda punya.
Sekarang ini, minat dan hobi orang akan sesuatu semakin banyak dan variatif, termasuk berburu – foto – kupu-kupu. Kalau hunting mereka di taman/konservasi kupu-kupu, ya g banget-banget tantangannya. Paling-paling harus sabar nungguin untuk menshoot sang fotomodel alam ini. Nah, yang sulit nih memburu si butterfly di alam liarnya. Repot, susah, dan kesabaran yang tinggi harus dipunyai. Belum lagi kalau cuaca lagi panas menyengat atau hujan deras datang. Plusnya lagi, kulit gosong, baret-baret, bentol-bentol atau gatal-gatal digigit serangga. Itu hanyalah sebagian risiko yang harus ditanggung The Butterfly Hunter. Tapi kalau sudah dapet gambarnya, wow … seneng bgt gitu lho.
Walau nampaknya jinak dan tak berbahaya, namun dibanding capung, belalang, tawon maupun lebah, kupu-kupu lebih sulit untuk difoto. Mereka akan segera terbang terbirit-birit saat kita berusaha menghampiri. Mereka memang tak punya alat pertahanan diri yang memadai. Kalau belalang punya duri dan kaki yang kuat, lebah dan tawon mempunyai sengat yang beracun, kupu-kupu akan segera terbang menghindar dari bahaya yang dirasa mengancam mereka, sebagai cara pertahanan diri. Meski susah, banyak manusia yang hobi untuk ‘menaklukkan’ mereka, karena diakui atau tidak, kupu-kupu adalah serangga tercantik di dunia.
Nah kali ini saya ingin berbagi tentang trik-trik memburu kemudian membidik mereka dengan kamera atau Hp. Saya tak membahas kamera atau Hp apa yang terbaik atau teknik-teknik editingnya. Yang saya bahas hanyalah memburu mereka di alamnya. Yuk … kita simak …
Kesatu, rencanakan lokasi yang akan anda tuju, apakah padang ilalang, pinggir hutan, Kupu sudutsabana, persawahan, sungai, tepi jalan, dan lain-lain. Ini untuk mempertimbangkan baik dan buruknya pilihan kita. Lokasi berupa hutan atau sawah, prosentase bertemu dengan binatang berbahaya seperti ular, akan lebih besar. Walau sebenarnya ular akan segera lari apabila bertemu dengan manusia, namun kasus menginjak atau kejatuhan ular akan membahayakan kita. Kalau memang tak memungkinkan untuk pergi ke alam liar, anda bisa mendatangi konservasi kupu-kupu, taman kota, atau stand-stand bunga. Kupu-kupu juga dapat dijumpai di tempat sampah, lumpur, buah-buah busuk, dan lain-lain.
Kedua, siapin segala peralatan utama dan penunjangnya, Hp atau kamera, mana suka. Penunjangnya semisal jaket etc. menyesuaikan saja.
Ketiga, meluncur ke tempat yang direncanakan. Kalau belum punya planning mau kemana anda dapat menuju ke poin empat.
Keempat, milang-miling atau tengok kanan tengok kiri mencari spot yang ada bunganya. Yee … ya jelas wae, kupu-kupu kan memang suka bunga. Bukaaan, maksud saya tempat itu harus ada bunga favorit si kupu-kupu, tak peduli dia jenis rerumputan liar yang tak punya nilai dagang sama sekali. Misalnya: Tridax Daisy/Songgolangit, Sawi Langit, Ajeran/Bidens pilosa, Lenglengan, dan lain-lain. Untuk jenis perdu yang sangat disukai kupu-kupu yakni Pecut Kuda, Asystasia, Zinnia, Soka maupun Asoka, Kenikir, dan lain-lain. Dari jenis pohon, Kersen salah satu pohon fave kupu-kupu.
Kelima, jangan memfoto hanya dengan cara standar saja atau ‘mengintip’ di balik lokasiKupu sudutkamera, namun cobalah dengan berbagai cara, walau sekedar tangan kita saja yang menjangkau si obyek. Kalau pake cara standar bisa-bisa si kupu-kupu udah terbang duluan sebelum kita menshootnya. Ambil gambar sebanyak-banyaknya, toh yang jelek nanti bisa kita del. Kalau si kupu-kupu dalam keadaan tenang – umumnya bertengger pada permukaan daun –, anda dapat leluasa memfoto mereka dengan cara standar. Berusahalah membidik dengan sudut dan teknik yang tak lazim. Semisal kamera dijungkalkan, atau obyek tersinar dengan cahaya yang tak biasa. Kalau beruntung anda akan memperoleh gambar dengan sudut tak biasa yang bikin takjub. Insya Allah untuk poin ini akan saya buat lembarnya tersendiri.
Keenam, ada waktu-waktu tertentu dimana sang kupu-kupu lebih mudah kita bidik, istirahatyakni pagi hari. Namun sebenarnya, pada waktu manapun, kita tetap bisa membidik mereka kok, asalkan kita memfoto mereka di tempat-tempat yang terdapat bunga fave-nya. Kalau ragu, rencanakan datang ke lokasi dengan berbeda-beda waktunya, semisal hari ini pukul 6.00 WIB sudah stand by, besoknya pukul 12.00 WIB, besoknya lagi sore hari, dst. Kendala memburu pada pagi hari, belum banyak kupu-kupu yang berada pada lokasi obyek. Memang kupu-kupu lebih jinak, namun jenis kupunya tidaklah banyak. Pada siang hari pada lokasi hunting, akan kita dapati banyak kupu-kupu berbagai jenis. Tentu saja kita harus pintar-pintar memilih lokasi obyeknya, agar usaha kita tak sia-sia.
Ketujuh, faktor luck atau takdir berbicara di sini. Faktor inilah penyebab terbesar keberhasilan kita mendapatkan foto kupu-kupu. Secanggih apapun kamera kita, se-expert apapun ilmu fotografi kita, bila tak ada faktor ini, tiadalah berguna semua itu. Serba kebetulan – yang hakikatnya merupakan takdir Allah – inilah yang senantiasa menghampiri saya. Secara tak sengaja, saya memergoki mereka saat istirahat di tempat-tempat yang tidak saya bayangkan atau di sudut-sudut yang bukan merupakan spot hunting saya. Pada saat itu, kita bisa leluasa membidik mereka. Asal kita tak berisik saja atau bergerak secara mendadak, mereka akan tenang-tenang saja. Kamera sangat dekat pun, mereka ok-ok aja. Kalau dalam keadaan begini, biasanya kita yang bosan atau capek duluan. Hanya saja saya tak bisa mengatakan dimana mereka biasanya beristirahat. Yang jelas, mereka beristirahat tidak di bawah daun, malahan bertengger di atas daun.
Kedelapan, berterima kasihlah kepada mereka – bila ditambah hamdallah malah lebih baik –seusai mengambil gambar. Pada hakikatnya rasa terima kasih kita itu adalah salah satu wujud syukur kepada Sang Maha Pencipta Alam Semesta, Allah swt yang telah mengizinkan kita untuk menshoot si cantik ini.
Kesembilan, berpindah-pindah lokasi. Ya, karena tidak semua lokasi yang kita datangi itu sama jenis kupu-kupunya. Dengan begitu, anda akan mendapatkan lebih banyak varian kupu-kupu.
Inilah beberapa trik yang saya tahu. Saya akan berterima kasih sekali jika anda juga mau menambahkan trik atau berbagi pengalaman.
N o t e:
Untuk jenis kupu-kupu yang suka beterbangan pada pepohonan seperti Great Momon atau Delias, saya belum bisa mengetahui triknya.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
kupu gelap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s