Figur Ayah Hebat dari Dunia Pewayangan

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

****************************************************************************************

Nominasi ayah teladan:

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

****************************************************************************************

Susah sekali mencari sosok ayah ideal di dunia pewayangan, karena memang tak banyak kisah yang memuat sifat keayahan mereka. Biasanya para laki-laki kalau tidak diceritakan pergi berperang untuk menumpas keangkaramurkaan ya berbuat kejahatan. Kalau mencari sosok seorang ibu gampang sekali. Istri-istri Arjuna itu kan ya seorang ibu yang ideal bagi anak-anaknya. Meski ditinggal suaminya, mereka mampu mendidik dan menggembleng anak-anak mereka menjadi anak sekaligus ksatria utama yang berbakti pada orang tuanya dan kebenaran. Kalau tentang kesaktian anak-anak Arjuna sih biasanya karena diajarkan oleh kakek-kakek mereka atau ayah-ayah mertua Arjuna itu. Kalau perayahan dari golongan para raja atau ksatria sangat sulit, tidak begitu dari golongan brahmana atau resi atau pandhita atau wiku atau sebutan lainnya begawan. Mayoritas brahmana memang menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya. Karena saking ‘mulia’nya mereka, mayoritas permasalahan yang dihadapi mereka berasal dari istri-istri mereka atau anak-anak mereka. Para istri itu misalnya berlaku ‘sedheng’ atau SLI atau selingkuh. Contohnya Dewi Windradi, istri dari Begawan Gotama. Sedang para anak biasanya mengumbar keangkaramurkaan seperti Dasamuka, anak Resi Wisrawa itu.

Karena dunia wayang memang dunia abu-abu banget termasuk karakter-karakter tokohnya, maka tidak ada wayang yang 100% baik banget. Begitu pula tak ada yang full buruk. Setiap karakter mempunyai sisi negatif dan positif yang tergantung pada tingkatannya. Manusia sebagai makhluk utama juga begitu kan ya. Ada sisi plus dan minusnya. Bahkan rajanya para dewa, Batara Guru, kalau dilihat dari jabatan dan derajatnya sebagai raja dari segala raja dunia pewayangan yang seharus senantiasa berperilaku positif juga tidak lepas dari ketidaksempurnaan makhluk, bisa terjerumus pada lembah dosa. Lahirnya Anoman dan Batara Kala bisa disebutlah sebagai contoh. Dan juga terlalu sayangnya pada sang anak, Dewasrani, hingga seringkali keputusan yang diambilnya serta perilaku yang dilakukan Dewa Guru tidak mencerminkan kedewaannya. Padahal secara logika sebagai raja dari segala raja yang ada dalam dunia pewayangan, seharusnya Batara Guru juga menjadi ayah yang hebat. Namun Batara Guru gagal.

Karena sangat abu-abunya membuat saya atau kita susah mencari tokoh ayah yang ideal. Tokoh-tokoh pembela kebenaran seperti Pandhawa juga bukan ayah yang ideal meskipun mereka hebat dalam membela kebenaran dan kesaktiannya. Begitu juga tokoh-tokoh angkara seperti Rahwana, Duryudana, dan lain-lainnya juga mengajarkan keburukan pada anak-anak mereka. Jadi sulit mencari sosok ayah yang pas. Namun meski sangat sulit mencari sosok ayah ideal, ya akhirnya nemu juga sosok yang seperti itu, meski saya juga tidak puas menuliskannya dikarenakan minimnya informasi tentang wayang ini. Karena sulitnya, saya pun berusaha mencari sosok ideal dari sisi dunia wayang itu sendiri, tidak mensyaratkan tokoh ayah tersebut sesuai dengan aturan agama, moral, norma, dan budaya Indonesia. Saya juga akan mencoba mengulas dari kacamata mereka/wayang. Dan beberapa di antaranya memang tidak berasal dari kalangan bangsawan maupun brahmana, namun memegang peranan penting saat berperan sebagai ayah, karena mampu mendidik anak-anak mereka menjadi satria atau raja utama.

Sulitnya mencari sosok ayah ideal, membuat saya terus berpikir sambil memohon petunjukNya, siapakah sosok ideal ayah dari dunia wayang yang dapat dijadikan panutan, atau setidak-tidak pembelajaran bagi kita. Alhamdulillah, akhirnya dapat juga beberapa nominasi calon ayah yang gorgeous. Namun kesulitan selanjutnya telah menunggu saya, yakni tak banyak plot atau informasi yang menceritakan keayahan para nominasi tersebut. Namun meski minim, janganlah menjadikan kita pesimis untuk meneladani karakter dan perilaku para ayah berikut. Inilah nominee-nya.

  1. Mampu mendidik anaknya, Denta Wilukrama dan Trijatha, menjadi ksatria (kelak jadi raja) dan wanita yang cakap, berpendidikan, dan berperilaku utama. Wibisana juga tidak memandang seseorang dari jabatan, harta, maupun wajahnya, hingga dia pun tak segan-segan menerima Anoman sebagai menantunya karena percaya bahwa Anoman meski kera namun selalu menunjukkan sifat keutamaannya.
  2. Mempunyai dilematika yang sangat berat terhadap anaknya, Boma, antara menjunjung kebenaran/kebaikan untuk melenyapkan keangkaramurkaan dari bumi pewayangan ataukah kasih sayangnya sebagai seorang ayah. Akhirnya, Kresna memilih memerangi angkara murka, meski dengan anaknya sendiri. Perang antara ayah dan anak ini terkenal dengan sebutan ‘Gojali Suta’.
  3. Resi Jamadgni. Ayahnya Rama Bhargawa. Tulisan yang lebih panjang ada di bawah ini.
  4. Begitu protektif terhadap anaknya, Aswatama. Dia pun tidak pernah menikah karena hatinya telah tertambat pada Dewi Wilutama dan Aswatawa adalah anak hasil perzinahan, tepatnya Durna yang berzina dengan seekor kuda terbang/sembrani jelmaan Dewi Wilutama yang dihukum Batara Guru.

 

RESI JAMADAGNI

Keluarga/kasta Brahmana mempunyai derajat tinggi dalam masyarakat. Konsekuensinya mereka harus selalu menebar kebaikan kepada sesamanya dan senantiasa berbuat sesuai aturan agamanya. Karena menuruti aturan agamanya, maka terkadang apa yang diperbuat oleh mereka tidak dimengerti oleh khalayak ramai, apa yang diperbuat oleh mereka tidak seharusnya dilakukan oleh seorang brahmana. Begitu juga dengan Resi Jamadgni yang menyuruh anak-anaknya membunuh istrinya, Dewi Renuka, atau ibu mereka merupakan tindakan yang diluar batas kemanusiaan. Begitu menurut penilaian kita. Namun sebenarnya, sang Resi hanya melaksanakan ajaran-ajaran agamanya. Sebagai seorang resi, pantang bagi diri dan keluarganya untuk berbuat maksiat atau dosa. Sekalinya berbuat dosa, maka hukumannya sangatlah berat. Hukum bunuh merupakan konsekuensi tertinggi yang setimpal dengan perbuatan mereka. Apalagi bagi seorang brahmana, sabdanya bagaikan sabdanya mengalahkan sabda para raja.jamadagni

Sang istri telah bertindak nista dengan berselingkuh. Di lakon yang lain, sang istri tidak dapat memenuhi salah satu kewajiban upacara keagamaan yang dilakukan oleh keluarga mereka. Maka, karena tingginya wibawa yang disandang oleh para brahmana, untuk itu sang Resi pun tak segan-segan menyuruh anak-anaknya untuk membunuh ibu mereka karena tidak dapat melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri, seorang ibu, dan seorang anggota kasta Brahmana. Anak-anaknya yang berjumlah 10 – ada yang bilang 5 – terkejut setengah mati mendapat perintah yang demikian berat itu. Semuanya menolak melaksanakan perintah ayahandanya, kecuali si ragil, Ramabhargawa. Dengan kecerdasannya, sang Rama telah menduga-duga apa yang akan terjadi kelak. Apalagi sebelum membunuh sang ibu, ayahandanya akan mengabulkan 2 permintaan apa saja dari sang Ragil. Sebelum itu, sang Resi telah membunuh kakak-kakaknya karena membangkang perintah sang ayah. Akhirnya, dibunuhlah ibunya. Dan sesuai janjinya, sang Resi pun akan memenuhi permintaan anaknya. Ada yang menyebut 2 permintaan, namun sumber lain mengatakan 5 permintaan dari Rama. Permintaan Ramabhargawa tersebut yang saya ingat: Satu, ibunya dihidupkan kembali. Kedua, kakak-kakaknya juga dihidupkan kembali. Ketiga, diberikan kesaktian luar biasa. Keempat, diberikan umur panjang dan hanya dapat mati oleh seorang ksatria jelmaan Dewa Wisnu. Sang ayah pun menurut permintaan itu. Akhirnya, jadilah keluarga mereka sejahtera kembali seperti semula. Namun, setelah kematian ayahnya yang dibunuh oleh seorang Raja atau di cerita lain yang membunuh adalah seorang ksatria, maka Rama pun bersumpah akan membunuh semua darah ksatria. Apalagi pada masa Rama hidup, para ksatria saling mengadu kesaktian untuk mencari siapa yang paling unggul di antara mereka, hingga mereka pun melalaikan tugas utamanya sebagai pelindung dan pembela kebenaran. Maka dari itu, Ramabhargawa pun tak segan-segan membunuh semua ksatria. Rama akhirnya mati di tangan Rama Wijaya, ksatria titisan Batara Wisnu. Dan sukmanya pun menjadi seorang dewa.

 

DEMANG ANTYAGOPA

antagopa    Mempunyai anak Udawa, Pragota, dan Larasati. Selain itu, sang Demang juga mengasuh dan mendidik 3 anak lainnya. Keenam anak ini dididik dan diasuh sang Demang dengan sebaik-baiknya hingga menjadi raja, ksatria, dan wanita yang utama dan terpuji. Keenam anak ini sebenarnya bukan anak asli sang Demang, namun sang Demang tidak mempermasalahkan hal ini dengan tetap menjadi ayah yang terbaik bagi mereka semua. Udawa adalah anak Nyai Segopi (istrinya) yang ‘sambung peteng’ dengan Prabu Basudewa. Pragota adalah ‘lembu peteng’ – anak hubungan gelap – dengan adik Prabu Basudewa, yakni Arya Prabu Rukma. Dan yang ragil seorang wanita, Rarasati, adalah anak hasil selingkuhnya Nyai Segopi dengan adik dari kedua para raja tersebut, yakni Ugrasena. Ketiga anak yang lain yakni Kakrasana, Narayana, dan Rara Ireng adalah anak keturunan rajanya, Prabu Basudewa dengan istri-istri syahnya. Nyai Segopi/Sagopi ini mulanya adalah seorang emban/dayang – ada yang mengatakan narayoga swara atau penyanyi kerajaan – yang cantik jelita yang kecantikannya mampu menandingi para putri. Karena itu tak heran apabila rajanya sendiri terpikat kepadanya. Agar aib ini tak diketahui oleh khalayak, maka Nyai Segopi pun diserahkan kepada seorang Demang/Antyagopa untuk diperistri secara syah. Namun ‘sambung peteng’ atau hubungan gelap tersebut terus berlanjut, meski Nyai Segopi sudah menjadi istri orang lain. Bahkan 2 adik sang Prabu sendiri pun juga menjalin perselingkuhan dengan Nyai Segopi.

 

SEMAR

semar   Semar – nama dewanya adalah Sang Hyang Ismaya – adalah seorang dewa yang terkena hukuman dari ayahnya, Sang Hyang Tunggal akibat selalu bertengkar dengan saudaranya, Sang Hyang Antaga – kelak akan menjadi Togog – untuk menentukan siapa yang tersakti dan terkuat di antara ketiganya. Sebab itu, keduanya dihukum untuk turun ke dunia menjadi momong para raja, namun berbeda karakter. Togog mengasuh para raja yang berwatak angkara murka, sedang Semar membimbing para raja dan ksatria. Sebagai seorang ‘abdi’ Semar selalu memberikan nasihat-nasihat kepada para bendaranya – junjungannya atau majikannya – agar selalu berbuat di jalan keutamaan dan kebenaran. Tidak hanya itu saja, Semar juga selalu memberikan wejangan-wejangan kepada anak-anaknya agar menjadi wayang utama plus abdi yang berbakti. Jika para raja dan ksatria berbuat menyimpang, Semar tak segan-segan untuk menegur. Jika dengan lisan yang berupa nasihat dan teguran itu ternyata tak mempan, Semar mempunyai cara jitu untuk menyadarkan bendaranya tersebut, yakni dengan ‘memerangi’ mereka secara tidak langsung. Biasanya pembelajarannya itu, Semar atau anak-anaknya akan menyamar menjadi raja atau ksatria yang akan merebut negara junjungannya atau pusaka atau putri atau anggota keluarga lainnya. Setelah mengalami peperangan yang akhirnya Semar atau anak-anaknya menjelma kembali ke wujud semula, barulah pembelajaran itu diberikan Semar. Dan pembelajaran itu tak jauh-jauh dari tindak/laku keutamaan dan kebenaran dari seorang raja atau ksatria. Dan bagi kasus-kasus tertentu yang sangat berat, Semar biasanya akan berubah wujud kembali ke wujud asalnya, yakni seorang dewa yang mempunyai kesaktian yang luar biasa. Kalau sedang marah, tak seorang pun yang berani menentang Semar, bahkan raja dari segala dewa pun, Batara Guru, pun tak berani.

Inilah ketiga figur ayah hebat menurut saya. Di luar Semar, saya sebenarnya sangat tidak puas dengan kedua tipe ayah ini. Namun menilai dua ayah ini mempunyai kelebihan yang tidak dipunyai oleh para raja dan ksatria yang selama ini kita kenal, akhirnya ya saya memasrahkan kepada para ayah sajalah untuk menilainya. Syukur-syukur kalau ada yang mau mencubit saya di blognya yang berisi ayah teladan dari dunia wayang, saya akan sangat berterima kasih sekali. Masukan atau pendapat lain pun saya hargai. Semoga para ayah dapat menimba hikmah dan pembelajaran dari tokoh-tokoh ini. Be gorgeous father!!!

Wallahua’lam bishshowwab, wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sumber gambar: Google search

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s