Karakter Bunga-bunga yang Cocok untuk Taman Vertikal

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kalau anda rajin browsing dan baca-baca blog yang membahas tentang Vertical Garden, anda pasti tahu banyak ya jenis-jenis bunga apa atau tepatnya tanaman apa yang cocok dan bisa tumbuh pada media-media taman vertikal. Banyak pilihannya. Namun karena biasanya yang dipilih adalah tanaman yang sejatinya memang hidup di tanah dan membutuhkan media tanah atau media yang mampu mengganti tanah, maka kita harus membuat semacam kantong atau lubang pada media VG kita. Bagi orang tertentu terkadang merepotkan ya. Apalagi kalau kita harus buat atau beli media tanam semacam pot atau kantong, rasanya kok nggak praktis ya. Bisa sih memakai bahan-bahan bekas, seperti bekas wadah kenduri atau hantaran, gelas atau botol air minum, dan lain-lain. Namun lagi-lagi tidak semua orang mau beribet seperti itu. Untuk itulah, saya mencoba melemparkan pemikiran saya dengan memilih bunga-bunga yang tidak ribet, cocok untuk VG tanpa memakai media tanam tanam. Dan saya juga memberikan beberapa pilihan kelompok bunga untuk VG. Tinggal anda pilih mana yang anda suka dan cocok untuk diterapkan di taman vertikal anda. Tapi, jangan salah memilih bunga ya. Bunga harus sesuai dengan kondisi VG anda yang panas atau rindang.

Di pos lalu, saya sudah tulis sedikit tentang media kebun dan media wadah untuk vertical garden ya. Nah, kali ini saya khususkan untuk menyinggung tentang karakter bunga yang sesuai dengan kebun vertikal. Dengan memahami karakter dari bunga, kita akan dapatkan atau hasilkan kebun vertikal yang tempat, wadah, dan medianya sangat minimalis sekali. Karena alasan itu, bunga-bunga yang saya pilih memang benar-benar tidak begitu membutuhkan tempat atau lahan. Media tanam hanya bersifat sementara saja sebagai pembantu hingga mereka mampu mandiri. Ada tiga kelompok yang saya pilih, satu golongan tumbuhan epifit, satu kelompok tumbuhan epifit sekaligus litofit, dan satu lainnya dari grup tumbuhan merambat. Contoh dari masing-masing kategori tersebut yakni anggrek, berjenis-jenis paku dan pakis, dan Daun Dolar.

Anggrek

Banyak cara dan media yang dapat kita lakukan dengan anggrek sebagai bunga dari proyek vertical garden kita. Jenis anggrek yang kita pilih adalah dari golongan epifit atau menempel, seperti semua jenis Dendrobium, Aerides, Phalaenopsis, dan lain-lain. Medianya bermacam-macam. Media tempelnya juga beraneka jenis. Untuk keterangan lengkapnya dapat anda baca di pos-pos saya lalu …

@  Anggrek pemalas

@  Anggrek rewel

@  Anggrek tetap survive saat ditinggal bepergian

@ dan lainnya

Caranya mudah: Anggrek cukup ditempel di media tempel seperti sabut, kayu apa saja dengan ukuran bebas dan bentuk juga mana suka, atau media lainnya. Anggrek cukup diikat dengan tali atau rafia bekas pada media tempel. Paku atau ikat atau gantung media tempel pada media kebun vertikal. Dalam jangka waktu yang lama, akar anggrek pun akan melekat kuat pada media kebun seperti tembok, pagar, dan lain-lain. Jadilah kebun vertikalnya.

 

Paku dan Pakis

Kelompok tumbuhan ini mempunyai akar perekat dan hebatnya beberapa jenis dari kelompok ini akarnya bisa berfungsi sebagai media tanam atau tempel, baik bagi dirinya sendiri maupun untuk tumbuhan lainnya. Artinya akar pakis dan paku mampu menyerap air dan zat-zat hara yang kita berikan dan kemudian menyimpannya dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum akar media tersebut menjadi kering kembali. Nah, sangat irit bukan? Maka tak akan mengherankan apabila di alam, paku dan pakis termasuk tumbuhan yang mampu melewati kekeringan. Meski daunnya telah kering dan nampak ‘mati’, tetapi saat musim penghujan akan trubus kembali, karena akarnya selain mampu menyimpan cadangan makanan juga mampu melindungi batang pakis yang berbentuk semacam benjolan atau gumpalan atau gundukan itu. Selain itu, semua jenis paku dan pakis mampu tumbuh dan berkembang biak tanpa campur tangan kita. Artinya mereka tidak memerlukan perawatan yang berarti, asalkan kondisi lingkungannya sesuai dengan karakter mereka, hidup dan berkembanglah mereka dengan sukses. Silahkan cek di sekitar rumah anda, di tembok, pagar, sela-sela batu, atau di selokan atau dimana saja akan anda dapati lebih dari satu jenis fern yang tumbuh di sana-sini tanpa kita rawat. Nah, karena kita ingin membuat taman vertikal, maka kita ambil pakis-pakis tersebut. Untuk pakis yang masih berukuran kecil, ambil dengan hati-hati dan usahakan akar beserta sedikit media tempelnya juga ikut kecabut. Untuk yang sudah dewasa atau mapan, akarnya dapat anda kikis dengan memakai cetok, pisau, atau dicabut begitu saja. Pakis dewasa biasanya ditandai dengan akar yang sudah membenjol atau menggunduk. Pakis dewasa relatif lebih singkat untuk adaptasi di tempat barunya.

Apakah jenis pakis yang hidup di tanah seperti suplir dapat dipilih sebagai penghias kebun vertikal kita? Jawabannya saya tidak tahu karena memang saya belum pernah mencobanya. Kalau untuk pakis epifit yang saya tanam dalam pot bermedia tanah, saya pernah mencobanya. Bisa hidup dan berkembang dengan baik. Hanya saja menilik karakter paku pakis yang mudah dan mau tumbuh dalam media yang minim, mungkin saja mereka bisa dijadikan penghias taman vertikal, asalkan tempatnya teduh atau rindang, karena mayoritas pakis tak tahan panas. Pilihan jenisnya mana suka. Kalau media VG-nya kokoh, pilih pakis yang berukuran besar ya Ok-Ok saja. Bila memilih suplir yang masih anakan juga Ok, karena meski kecil sudah mampu menempel pada tembok atau rekahan atau pojokan tembok yang berminim media namun banyak lumutnya. Atau pakis yang memang berukuran kecil itu malah lebih bagus, karena daunnya tidak akan memakan tempat. Agar mudah menempel dengan kuat pada media yang baru/VG kita, sebaiknya diikat dulu pada sabut kelapa yang telah dibuang kulit terluarnya dengan maksud akar pakis dapat segera melekat pada media taman. Jadi fungsi sabut hanya sebagai media tanam sementara. Saat akar sudah melekat kuat pada media taman, sabutpun lama-lama akan hancur meninggalkan pakis-pakis yang dengan cantiknya menghias taman vertikal anda.

Beberapa contoh pakis yang dapat anda pilih

 

 

Si climbing fern di bawah ini juga dapat anda pilih, asalkan ada tempat untuk memanjat atau membelit

 Foto0208

 

Bunga-bunga Merambat

Yang saya maksud di sini memang bunga yang merambat lho ya, bukan bunga yang menjalar. Apa bedanya? Bunga yang merambat itu biasanya mempunyai sulur-sulur untuk mengikat kepada batang tumbuhan lain atau batangnya mampu melilit batang tumbuhan lainnya atau mempunyai akar yang melekat. Contohnya Mandevilla, Thunbergia, Blue Butterfly Pea/Kembang Telon, Daun Dolar, dan lain-lain.

Sedangkan bunga menjalar, batangnya tidak melilit atau tidak mempunyai sulur-sulur. Dia hanya memanjang di tanah, tidak memanjat. Contohnya sebagian besar jenis Ipomoea atau Morning Glory. Untuk bunga menjalar tidak usah dipilih karena akan memakan tempat, kecuali anda mau berkreasi untuk ‘memaksa’ mereka menjadi ‘pemanjat’. Pada pos yang lalu juga sudah saya beri tips cara tanam untuk tanaman merambat.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s