Ipomoea carnea spp. fistulosa, Racun Dibalik Bunganya yang Cantik

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

close-upKalau kita pernah melewati tempat-tempat yang basah dan lembab seperti pematang sawah, pinggir sungai atau saluran air, rawa-rawa, atau area basah lainnya, pasti tak akan asing dengan bunga ini. Mungkin saja nama ‘resmi’nya tidak kita ketahui, namun bunganya yang berwarna ungu lembut itu sangat familiar dengan kita. Selain itu, banyak kepik dan kumbang beserta anak keturunannya hidup makmur di situ. Ternyata tumbuhan ini masih saudaraan dengan kangkung sayur yang sering kita konsumsi itu, namanya saja masih berbau kangkung: krangkong, krangkungan, kangkung pagar, kangkung hutan, kangkung bandung dan juga klorak dari familia Convolvulaceae genus Ipomoea.

Dari ngintip berbagai blog, warna bunga Ipomoea carnea spp. fistulosa atau Kangkung dsc04734Hutan atau Lung Londo (Londo = Belanda) yang berasal dari Amerika Tropis (Kolombia, Kostarika, Guatemala) ini, bervariasi, yakni ungu muda, ungu sangat pucat, pink, bahkan putih yang berbentuk terompet. Umumnya sih berwarna ungu muda kemerah-merahan. Warna putih pun dibagi lagi menjadi 2 variasi. Putih murni (pure white) dan putih dengan pink atau ungu pucat pada kerongkongan|tabung bunganya. Bunganya termasuk bunga sehari, yakni mekar pagi hari dan layu saat menjelang sore atau saat bunga kehujanan. Bunga tersusun dalam tandan.

Member dari Familia Convolvulaceae (suku kangkung-kangkungan) sering disebut dengan nama spesiesnya saja seperti Ipomoea fistulosa atau Ipomoea carnea. Dikenal dengan nama Bush Morning Glory atau Morning Glory Tree. Sedangkan nama-nama yang pernah disandangnya (sinonim) sekarang sudah jarang yang mempergunakannya karena dianggap sudah tidak relevan lagi, seperti Ipomoea crassiculatus, dan lain-lain.

Batangnya seperti tipe kangkung lainnya, yakni berongga, herbaceous (lunak atau tak berkayu), bergetah, banyak ruas, bercabang, warna hijau. Meskipun sering ditebas jika masih ada batang yang ada di dalam tanah, akan langsung cepat tumbuh kembali. Batangnya sangat mudah distek. Selain itu, Krangkungan juga berkembangbiak dengan biji.

Meski cantik, namun tumbuhan ini menurut saya, tak cocok hadir di taman kita, kecuali kalau ditanam di kebun atau di halaman rumah yang dekat dengan sawah, perkebunan, atau tanah lapang, baru tanaman ini tampak serasi. Namun kalau anda mencoba menanamnya di taman, saya rasa tanaman ini harus sering-sering dipangkas biar nampak rapi dan tidak tumbuh tak beraturan, karena tingginya dapat mencapai 5 meter dengan julur-juluran cabangnya. Tema landskap yang cocok dengan memakai Kangkung Pagar ini adalah tema pedesaan. Toh meski digolongkan sebagai tanaman liar, banyak orang-orang Barat yang menjadikannya sebagai tanaman hias. Mereka juga menjualnya dengan harga yang tidak murah.

Tumbuh di tempat-tempat yang terpapar matahari namun tanahnya tetap mendapatkan pasokan uap air atau kelembaban, seperti pada tepi sungai, saluran air, persawahan, bahkan pekarangan kita. Bunganya memang cantik. Sayang kalau kita menjadikan sebagai tanaman hias harus berpikir berulang kali. Banyak kelemahannya, antara lain batangnya relatif tinggi, ukuran cabang lumayan panjang. Kedua hal ini sudah memakan area di pekarangan/taman kita. Belum lagi rawan larva kumbang-kepik dan juga belalang, serta cabang-cabangnya yang tumbuh tak beraturan.

Daun, akar, dan bunganya meski beracun, namun juga berkhasiat obat. Daun dapat melegakan perut. Minyak dari bijinya dapat menyuburkan rambut dan obat bisul. Dari resep 4 – 5 lembar daun segar yang telah dicuci bersih-bersih dan diasapkan sebentar di atas api, kemudian dimakan dapat melegakan perut. Dalam daun terkandung alkaioida, saponin, flavonoida dan tanin.

Selama ini Kangkung Bandung dibiarkan tumbuh meliar atau dijadikan sebagai tanaman pagar karena dapat bermanfaat sebagai penahan angin dan erosi. Di beberapa tempat, tumbuhan ini mungkin sudah jarang dijumpai atau bahkan sudah tidak ada. Sayang ya …

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s