Kembang Ashar dan Bang yang Menakjubkan

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

The BPGers

Varian hibrid

Varian hibrid

Kembang Ashar Mirabilis jalapa L atau Four o’clock flower yang berbau harum ini memang mekar sore hari. Disebut juga Kembang Pukul Empat, karena mekar pada kurang lebih pukul empat sore akibat rangsangan cahaya matahari. Sebagian besar umat Islam menafsiri sholat Ashar itu dimulai pada pukul empat, atau beberapa menit sebelumnya. Saya sendiri tak tahu pasti akan hal ini. Namun melihat bahwa sebagian besar umat Islam itu pekerjaannya petani, pedagang, atau para kantoran yang jam kerjanya hingga pukul empat, ya tak heran kalau banyak yang menafsirkan waktu Ashar itu pukul empat. Masjid-masjid Nahdlatul Ulama yang ada di desa atau di perkampungan-perkampungan kota banyak yang memakai tafsir ini. Memang sih menurut perputaran bumi, waktu Ashar bisa saja pada pukul 3 atau kurang atau lebih beberapa menit. Namun kalau waktu datangnya sholat Ashar berpatokan pada jam perputaran bumi, dijamin masjid-masjid akan sepi saat Ashar, karena kebanyakan orang masih di tempat kerjanya masing-masing, kecuali yang bekerja dengan jam bebas.

Dimulainya waktu sholat fardlu/wajib bisa ditengarai dari kedudukan matahari terhadap bumi yang sebenarnya merupakan perputaran bumi terhadap porosnya, atau melihat kedudukan bulan, atau melihat kedudukan bintang-bintang, atau melalui penghisaban/penghitungan. Namun tak semua muslim mampu melihat atau menguasai tanda-tanda itu. Kebanyakan berpatokan kepada kumandang adzan. Ya adzan atau bang merupakan tanda termudah dalam menandai datangnya waktu sholat wajib. Bang memang terus menggema di seluruh penjuru bumi. Berdasarkan perputarannya yang empat puluh jam sehari itu, bang akan terus menggema selama dua puluh empat jam juga. Setelah habis adzan dikumandangkan dari satu tempat, datang adzan lain dari tempat lain yang baru saja masuk jadwal sholat wajib. Menurut ilmu modern, New Zealand – saya lupa wilayah tepatnya – adalah daerah yang pertama kali di bumi ini mencium matahari atau awal matahari terbit. Maka di situlah adzan pertama kali dikumandangkan setiap harinya. Terus begitu, adzan pun bergeser ke tempat yang lebih barat seperti Australia dan seterusnya. Dan adzan akan terus dikumandang mengikuti pergeseran waktu atau perputaran bumi. Karena bumi berotasi selama 23 jam 56 menit 4,096 detik, maka setiap detiknya adzan akan selalu terdengar karena adanya perbedaan di permukaan bumi yang memiliki meridian atau bujur bumi yang berbeda menurut terbit dan tenggelamnya matahari. Apalagi kecepatan bumi beredar pada porosnya sebesar 30 km/detik, maka tak mengherankan apabila setiap detik adzan akan selalu terdengar. Jadi kalau kita mampu mendengar suara adzan dimanapun dikumandangkannya, maka setiap detik kita akan selalu mendengarnya. Dan adzan akan terus bergema hingga alam ini kukut/kiamat. Allah memang Maha Berkehendak dan tiada sia-sialah Allah menciptakan semuanya.

Bang memang ajaib, namun tak semua orang merasakan keajaiban atau kemukjizatannya tersebut, bahkan seorang muslim sekalipun. Ada faktor-faktor tertentu yang melatarinya. Bang akan merasuk ke dalam hati manusia, tak pandang bulu apakah dia muslim atau non muslim jika terpenuhi salah satu atau semua syarat berikut ini, yakni:

  1. Sang Muadzin atau Bilal mengumandangkan adzan ikhlas karena Allah semata. Untuk menjadi seorang muadzin yang muklis/ manusia yang iklas sangatlah sulit. Bisa jadi pertama saat dia mengumandangkan adzan dia ikhlas, namun seiring berjalannya waktu, karena sudah menjadi kebiasaan, maka terkadang dia beradzan sambil lalu saja, tidak dari hatinya atau perasaannya atau keikhlasannya.
  2. Pendengar, baik muslim maupun non muslim dalam keadaan bersih hati atau tidak sedang dikuasai oleh nafsunya. Ini juga sulit, karena nafsu setiap saat akan terus merongrong kita mengajak kepada keburukan. Dan tak semua orang yang beragama Islam itu mampu bergetar hatinya saat mendengarkan adzan.
  3. Takdir Allah, maksudnya Allah menakdirkan dia mendapatkan hidayah, apapun keadaan hambaNya itu, apakah dia seorang pendosa atau golongan orang baik-baik, baik dia muslim maupun non muslim. Bagi muslim hidayah itu berarti dia akan menjadi lebih baik lagi, akhlaknya maupun kehidupan agama/spritualnya. Jika dia non muslim, hidayah itu berarti Allah menghendaki hambaNya tersebut menjadi muslim/bersyahadat.

Dan inilah dua kisah keajaiban adzan.

Dari http://www.belantaraindonesia.org/ dikabarkan bahwa Pratu Asmujiono, seorang anggota Kopassus dari Grup III Kopassus di Batujajar, Jawa Barat berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi dunia, Gunung Everest, setelah melalui Zona Kematian di empat jam sebelum puncak. Dia harus merelakan matanya karena berani membuka masker oksigennya hingga mengakibatkan ¼ otaknya membeku. Dia juga mengalami sinus akut sepulang melakukan pendakian. Saat sampai di Puncak Everest tersebut hanya satu keinginanya. Bukan meneriakkan kecintaannya terhadap Indonesia, melainkan mengumandangkan adzan dan bertakbir. Dari hasil pemeriksaan medis, seluruh dokter di dunia terheran, Pratu Asmujiono masih hidup dan sehat. Jika orang lain, mungkin sudah tewas karena pembekuan otak. Dokter  mengatakan : “Asmujiono, diselamatkan oleh Allah, karena keberaniannya mengumandangkan adzan, memuji kebesaran Allah SWT di puncak tertinggi dunia, tanpa dia menghiraukan keselamatan jiwanya.
“Orang harus mengerti tak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Saya terima (kondisi saya), kalau sampai sesuatu itu harus berkorban. Walaupun sekecil apapun,” kata Asmujiono.

Keajaiban adzan yang lain juga dialami oleh artis Cindy Claudia Harahap dan Tamara Blenzinki. Kedua karib ini suatu sore sedang duduk-duduk di sebuah taman di Australia, kalau nggak salah di Sidney. Cindy terperangah saat mendengar kumandang adzan dari masjid dekat situ. Kalimat-kalimat adzan pun merasuk dirinya. Dan dia merasa saat itulah suatu keadaan yang membuatnya sangat tenang/bahagia. Tak lama setelah mudik ke Indonesia, dia pun berikrar masuk Islam. Tamara menyusul kemudian. Lain lagi yang dialami oleh Chica Koeswoyo. Dahulu dia sangat membenci adzan. Bila televisi sedang menyiarkan adzan Maghrib, dia benci sekali, padahal ayahnya, Nomo Koeswoyo yang juga menonton tv tenang-tenang saja. Segera saja dia meminta ayahnya ganti channel atau dia yang out dari situ. Namun suatu hari, hatinya tersentuh saat mendengar adzan. Akhirnya diapun bersyahadat masuk Islam.

Kisah kedua dialami oleh Neil Amstrong. Anda tahu kan siapa itu? Ya, beliau adalah manusia pertama yang mendarat di bulan. Saat berada di Cairo, beliau terpana ketika mendengar adzan Zhuhur yang berasal dari masjid-masjid di wilayah ini. Dia pun bertanya-tanya ihwal suara itu. Para guide menjelaskan bahwa itu adalah suara muadzin yang mengingatkan orang-orang muslim untuk segera melaksanakan shalat. Neil tak merespon jawaban itu, dan terus hanya dalam keterpanaannya, sehingga para pendampingnya pun ikut kebingungan. Selang beberapa hari ia pun berkata dengan lugas tanpa keraguan bahwa ia pernah mendengar bacaan-bacaan adzan yang sama ketika pertama kali menginjakkan kakinya di bulan.

Kalau pernyataannya itu benar, menurut saya faktor nomor satu berlaku pada Neil. Yakni karena keikhlasan sang muadzin, suara adzan yang dikumandangkannya pun sampai ke sana/bulan. Ataukah mungkin itu suara malaikat atau jin, hanya Allah saja yang Maha Mengetahui. Juga faktor kedua, saat itu Neil sedang bersih hati dan jiwanya. Yang jelas, pada Neil juga terjadi faktor ketiga. Maka Allah pun memudahkan penyebab jalannya Neil masuk Islam. Memang tak lama setelah dari Cairo, Neil pun mendalami agama Islam, dan kemudian berikrar masuk Islam yang menjadi alasan dipecatnya dia dari NASA. Kabar ini pun dipublikasikan di beberapa surat kabar Malaysia dan dilansir oleh media massa yang ada di Ceylon/Srilangka.

biji buah kembang ashar

Bunga ashar atau kembang pukul empat dulu memang sering ditanam di pekarangan atau di depan surau. Ditanam di depan musholla tentunya dengan mekarnya bunga ini dijadikan penanda bahwa waktu telah sore/Ashar. Disebut juga sebagai kederat, segerat, tegerat (Jawa), noja (Bali), pukul ampa (Minahasa), bunga tete apa, bunga-bunga parangghi (Makasar), bunga-bunga parengki (Bugis), lore laka (Timor), kupa oras (Ambon), Cako rana (Ternate), kembang asar (Lampung), kembang pagi sore, kempang pukul empat, bunga waktu kecil (Melayu). kembang pagi sore, bunga waktu kecil (Sumatra); dan Zi Mo li (China). Terkenal sebagai obat jerawat, yakni tepung yang terdapat dalam bijinya setelah dipecah kulitnya. Caranya: pecah buahnya kemudian kumpulkan dalam wadah untuk dibuat tepung bedak. Tepung bedak ini ditambah air, kemudian dioleskan pada wajah yang kena jerawat. Bedak tadi juga bisa digunakan untuk kulit yang terbakar. Bunga pukul empat juga berkhasiat untuk mengobati bisul, keputihan, infeksi saluran kencing/prostatitis, radang amandel, kencing manis, kencing berlemak, keputihan, erosi mulut rahim, dan radang sendi akut.

Dari 4 varian yang sangat familiar – seperti pada gambra utama – karena banyak saya temukan di lingkungan sekitar, Kembang Sore warna kuninglah yang ukuran bunganya paling kecil. Sekarang sudah jarang orang yang dengan sengaja menanamnya. Kalau ada bunga ini mungkin karena biji yang jatuh di pekarangan rumahnya. Atau bisa juga sengaja menanam karena sudah mengetahui kemanfaatannya. Atau bisa juga karena suka wanginya yang memang agak kuat di kala sore dan malam.

Bunga Adzan

EP

Selain bunga Pukul Empat yang mekarnya berbarengan dengan adzan Ashar, ada lagi bunga yang mekarnya berbarengan dengan adzan Maghrib. Sebenarnya bunga ini mekarnya tidak dipengaruhi oleh suara – adzan – namun dipengaruhi oleh peredupan intensitas cahaya sampai batas tertentu. Ya itulah Bunga Evening Primrose warna kuning. Salah satu dari sekitar 145 anggota genus Oenothera yang kebanyakan spesiesnya bunganya memang mekar pada sore hari. CNN menyiarkan video mekarnya bunga ini berbarengan dengan terdengarnya adzan Maghrib. Dalam video tersebut seakan-akan suara adzanlah yang mempengaruhi proses mekarnya bunga. Namun salah satu check pembanding mengatakan seperti yang telah saya tulis di atas, mekar karena pengaruh cahaya matahari yang hampir hilang. Pembanding ini juga mengatakan bahwa bunga Evening Primrose yang jauh dari suara adzan juga dapat mekar dengan sempurna.

Namun menurut saya, dua-duanya betul. Pendapat pertama kalau anda membaca poin kesatu dari faktor keajaiban adzan yakni keikhlasan seorang muadzin bisa jadi bunga ini mekar memang karena faktor adanya suara adzan Maghrib. Saya juga punya saksi akan hal ini, namun peristiwanya lain, yakni binatang anjing. Semasa tinggal di Malang, rumah kontrakan saya berdekatan dengan masjid. Salah satu rumah non muslim – seingat saya Tiongkok keturunan – memelihara anjing 2/3 ekor saya nggak begitu tahu. Nah, menariknya si anjing ini – salah satu atau semuanya juga g jelas karena si tetangga juga hanya mendengar saja tanpa melihat anjing-anjing tersebut – saat mendengar adzan menjawab – mengikuti? – suara adzan tersebut. Tentu saja dengan gonggongan yang memang bahasa sang anjing. Saya juga tak tahu, apakah si anjing berperilaku seperti itu saat setiap kali mendengar suara adzan ataukah hanya sewaktu saya menyuarakan adzan, karena tetangga menceritakan kepada saya sewaktu berbelanja ke tokonya dan sebelumnya memang saya yang mengumandangkan adzan itu. Sedangkan pada pendapat kedua didasarkan pada logika dan research.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Info dicontek dari:

Ahmad, Yusuf al-Hajj, Prof. Dr. 2008. Seri Kemukjizatan al-Quran dan Sunnah: Kemukjizatan Bumi dalam al-Quran dan Sunnah. Yogyakarta: Sajadah_press.

http://khasiat-manfaat-tanamanobat.blogspot.com/

http://erfindimasfernanda.blogspot.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s