Agar Anggrek Tetap Survive Kala Ditinggal Bepergian Hingga Berminggu-minggu

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tukang-tukang Kebun Blue Purple

Kala bengong nggak ngerjain apa-apa karena malas dan otak saya nggak punya ide untuk nulis, saya biasanya suka membaca celoteh teman-teman di forum Kaskus, meski tak menjadi membernya. Atau membaca blog yang ringan-ringan yang saya simpan di storage file. Biasanya dari situ saya mendapatkan inspirasi untuk menulis lagi, termasuk tema ini.

Pada Kaskus, ada yang bertanya gimana ya agar anggrek tetap hidup saat kita tinggal pergi? Yah mungkin saja sekali dalam hidup kita atau bahkan berkali-kali kita harus meninggalkan anggrek kesayangan kita karena sesuatu alasan yang g bisa kita tinggalkan. Ada yang njawab ditaruh saja di tempat yang gelap, karena aktivitas kehidupan/fisiologi anggrek akan melambat. Namun, si penanya menolak cara itu, khawatir anggreknya mati, juga karena khawatir diserang hama dan penyakit. Menilik karakter anggrek dan juga baca-baca berbagai milis tentang anggrek, mungkin cara-cara berikut bisa membantu. Anda dapat mengaplikasikannya secara sendirian atau memixnya hingga beberapa poin.

Pertama, saya akan membagi dulu anggrek dalam dua kategori, yakni anggek yang bermedia mudah dimoving dan anggrek statis yang nggak mudah dipindah dan kebanyakan ditempel di pohon. Berikut cara memperlakukan anggrek golongan pertama agar tetap survive saat ditinggal hingga berminggu-minggu.

Dititipkan pada Nursery/Tetangga/Hobiis

Inilah jawaban yang paling mudah menurut saya dan paling gampang dilakukan. Kita tak perlu khawatir nasib anggrek kita. Nursery pasti tahu bagaimana cara merawat anggrek kita yang bermacam-macam karakternya itu. Mayoritas hobiis anggrek juga akan tahu cara merawat anggrek kita, meski mungkin saja pengetahuannya akan anggrek masuk kategori minim. Gpp, yang penting anggrek anda tetap selamat. Sedang tetangga yang awam dapat juga kita mintai pertolongannya untuk sekedar menyiram saja atau boleh juga diberitahu tahu cara-cara merawatnya. Kalau nggak ribet banget sih, biasanya tetangga mau membantu kita. Bila perlu anggrek didata dahulu, boleh juga dipotret satu persatu, agar kita tahu apakah si tertitip dapat dipercaya atau tidak, karena siapa tahu suatu saat kita pun bepegerian lagi. Paling tidak acara mudik yang setiap tahun sekali itu sering kita lakukan kan? Imbalannya? Yah itu terserah kongkalikongnya saja.

Menyewa Orang untuk Menyiram

Ini juga mudah. Dengan imbalan Rp. 50K untuk satu bulan dengan sehari penyiraman mungkin banyak yang mau ya. Bisa tetangga, atau abang becak yang sering mangkal atau siapa sajalah menurut anda yang dapat dipercaya dan gampang dimintai pertolongannya.

Memakai Timer

Penyetel penyiraman yang dapat kita set sesuai kebutuhan dan kondisi. Namun harganya jauh di ongkos.

Diletakkan di Kamar Mandi/WC

Kelembaban anggrek akan terjaga, sinar matahari tetap masuk dari genteng kaca. Kalau perlu jumlah genteng kaca bisa ditambah, atau kalau lingkungan sekitar aman, genteng dapat kita buka barang 2 atau 3 buah agar cahaya yang masuk semakin banyak. Bak mandi diisi air hingga penuh, masukkan juga ikan cupang/beta seekor saja agar terhindar dari nyamuk.

Meletakkan di Tempat Teduh/Terlindung

Paling gampang adalah diletakkan pada teras atau tempat yang terlindung.

Menambah Media yang Bersifat Mempertahankan Air/Kelembaban

Biasanya para penganggrek memilih sphagnum moss. Namun kita akan terkendala harganya yang tak murah itu. Ada cara yang lebih murah yakni dengan menambahkan sabut kelapa – boleh juga kain atau apalah yang terpenting dapat menyerap air banyak-banyak – pada media atau sekelilingnya. Sebelum ditinggal siram anggrek tersebut basah-basah.

Memperbanyak Wadah Air

Tambahkan wadah air – bisa baskom, kaleng, mika atau apapun yang dapat menampung air – di sekeliling tempat anggrek agar kelembaban terjaga. Lebih banyak dan lebih besar itu lebih baik. Masukkan seekor ikan beta ke tiap-tiap bak. Dengan adanya uap air atau terjaganya kelembaban anggrek mampu bertahan dalam waktu yang lama tanpa penyiraman. Anggrek saya mampu bertahan tanpa penyiraman berbulan-bulan. Anda dapat meletakkannya juga di atas kolam ikan atau bak besar, kalau punya.

 

Untuk Anggrek Statis

Tak banyak cara dapat kita lakukan untuk memperpanjang hidup anggrek yang menempel pada pohon. Sebenarnya pohon merupakan media terbaik bagi anggrek, karena di alamnya sendiri, mayoritas anggrek hidup menempel atau hidup di bawah naungan pohon. Pohon mampu memberikan apa yang dibutuhkan oleh anggrek, yakni keteduhan dari paparan sinar matahari yang terik serta kelembaban – hasil fotosintetis adalah air + oksigen yang mewujud dalam air glutasi atau embun atau uap air yang dapat diserap anggrek melalui akar udaranya –. Jadi masalah kelembaban tak perlu bingung. Namun kalau anda tetap khawatir, boleh diletakkan bak-bak air yang cukup banyak di bawah anggrek. Tak lupa dimasukkan seekor ikan cupang/beta agar tak menjadi sarang nyamuk.

Tempel di pohon, lebih survive

Tempel di pohon, lebih survive

Sebenarnya anggrek mampu bertahan berbulan-bulan tanpa penyiraman, karena memang daya juang hidupnya sangat tinggi, meski range adaptasinya sangat sempit. Kalau sekedar ditinggal seminggu saja, saya rasa kita tak perlu khawatir. Anda cukup menyiram sebanyak-banyaknya dan membasahi lantai atau tanah di bawah anggrek sebelum anda tinggal. Dapat juga ditaburkan atau disebar dedaunan di tanah, kemudian siram sebanyak-banyaknya sampai basah sekali. Dedaunan tersebut akan menghambat penguapan air secara berlebihan, jadi kelembaban akan terjaga.

Oh ya cara-cara itu hanya berlaku untuk anggrek yang telah mapan yang memang mampu survive hingga berbulan-bulan. Untuk perlakuan bibit yang masih kecil atau dalam proses adaptasi atau pemindahan, atau juga anggrek anda yang berharga mahal dan berkarakter ‘manja’ hingga anda tak tega serta khawatir kalau koit, ya mau tidak mau anda harus mempercayakannya kepada orang lain untuk menjaganya.

Mungkin anda juga punya cara lain? Mari berbagi.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Sebelum kelupaan, untuk seluruh post saya, baik yang sudah saya tulis maupun insya Allah untuk post-post yad, anda bebas mencontek, menyadur, mengambil apapun dari post, atau mengcopy pastenya walau tak menyertakan alamat saya. Kecuali kalau di post saya itu ada sumber referensi, alangkah baiknya anda menyertakan sumber referensi itu. Terima kasih, harap maklum.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s