Serial Bunga Kebanggaan Anak Negeri: Stereosandra javanica, Anggrek(s) Saprofit n Anggrek Misterius

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Rekan the BPGers …

Karena saya sudah berkomitmen pada diri sendiri untuk ikut serta dalam pelestarian kekayaan alam Indonesia, utamanya anggrek dan tumbuh-tumbuhan endemik, utamanya lagi yang berhabitat di pulau Jawa, maka mau tidak mau saya harus lebih rajin browsing untuk mencari data tentang mereka. Dari searching di dunia maya, hasil unduhannya sangat menakjubkan saya. Banyak sekali jenis-jenis anggrek yang mewarnai khasanah kekayaan alam Indonesia. Negeri ini nyata-nyata dianugerahi Allah anggrek yang kaya jenisnya, kaya genusnya, kaya coraknya, kaya bentuknya, kaya ragamnya yang mana hampir semua tipe anggrek ‘dihujankan; di negeri kita yang kaya raya alamnya ini, termasuk anggrek saprofit, yang saat ini belum diketahui manfaat dan ‘kecantikan’nya. Namun sayangnya, data atau informasi mengenai mereka sangatlah minim, termasuk anggrek ke tiga yang saya unggah pada Serial Bunga Kebangaan Anak Negeri ini. Namun apapun alasannya dan apapun keadaannya kita tetap wajib menjaga keberlangsungan hidup kekayaan kita itu. Berpartisipasi dalam pelestarian kekayaan hayati negeri ini yang termudah adalah tidak mengambil langsung dari alam. Dan yang paling besar upaya penyelamatan dari biodiversitas kita adalah dengan tidak menambah kerusakan alam atau habitat mereka. Itulah dua hal penting yang dapat kita upayakan.

Pada post sebelumnya dari Serial Serial Bunga Kebanggaan Anak Negeri lalu memuat dua anggrek yang telah hilang dari peredaran alamnya (Phalaenopsis javanica) dan Eria javanica, yang meski masih banyak ditemukan, namun kalau tidak diambil tindakan pencegahan pe’malak’annya, niscaya anggrek ini pun akan menyusul saudaranya yang lain. Kedua anggrek javanica ini merupakan anggrek epifit/menempel. Nah, post yang ini, saya akan memperkenalkan anggrek javanica yang merupakan bunga kebanggaan kita bersama, yakni dari jenis anggrek saprofit Stereosandra javanica.

b-s-javanica1Tak banyak informasi yang saya peroleh mengenai anggrek saprofit ini. Wiki pun memuat data yang minim banget. Inilah salah satu tantangan bagi kita untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dari salah satu anggota kekayaan hayati kita. Keminimannya mungkin juga disebabkan karena morfologinya yang memang sederhana, termasuk tumbuhan saprofit laksana jamur, sejenis flora sederhana yang tidak berklorofil, tak punya daun maupun cabang atau beraktivitas laksana tumbuhan lengkap lainnya. Meski habitat dari genus Stereosandra tersebar di wilayah Asia Tenggara yang meliputi Thailand, Vietnam, Malaysia, Philippines, dan Indonesia, termasuk juga Papua New Guinea, dan juga tersebar di Asia Utara yakni Yunnan, Taiwan dan Kepulauan Ryukyu, serta Kepulauan Solomon dan Samoa, namun tentunya kita tak bergantung pada negara-negara tersebut untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya mengenai genus Stereosandra, utamanya Stereosandra javanica. Seperti layaknya tumbuhan saprofit lainnya, kebutuhan nutrisi didapatkan dari tanah seresahan yang banyak mengandung humus atau unsur-unsur hara/organik sebagai tempat hidupnya. Meski termasuk tumbuhan saprofit, namun anggrek Stereosandra javanica mempunyai ciri yang tidak dipunyai oleh tumbuhan saprofit lain, yakni mempunyai bunga. Apa artinya? Anggrek saprofit tidak berkembang biak dengan spora. Mereka mempunyai perkembangbiakan generatif melalui biji yang mana tidak dijumpai pada jamur. Umbinya berbentuk oval dengan buku dan bekas penancapan stolon yang jelas. Tangkai pembungaan berwarna putih, sangat lunak dengan panjang mencapai 60 cm. Terdapat 10 hingga 30 kuntum bunga berwarna putih dengan corak ungu di setiap perhiasan bunganya pada setiap tandannya dengan durasi mekar satu minggu.

Sinonimnya:

  • Stereosandra pendula Kraenzl.
  • Stereosandra javanica var. papuana J.J.Sm.
  • Stereosandra koidzumiana Ohwi
  • Stereosandra liukiuensis Tuyama

Dari beberapa laporan teman-teman pelestari alam, anggrek ini dapat kita jumpai di Pegunungan Menoreh dan Gunung Merapi. Maka dari itu diharapkan kedua kawasan tersebut – pun seluruh wilayah Indonesia lainnya – senantiasa dalam penjagaan dan pelestarian, agar semua flora dan fauna di dalamnya tidak musnah. Yang saya herankan adalah anggrek ini ternyata juga ditemukan di Vietnam, lalu kenapa ya namanya javanica, kalau di Vietnam yang sangat jauh dari Jawa juga ada anggrek ini?

Anggrek(s) Saprofit

Goodyera sp biasanya dijadikan contoh bagi jenis anggrek saprofit. Padahal anggrek saprofit lain yang kita miliki masih banyak, seperti Epipogeum roseum/anggrek Hantu, Didymoplexis pallens, dan Cystorchis aphylla. C. aphylla dilaporkan ditemukan di wilayah gunung Merapi, tepatnya di Bukit Plawangan. Para milis anggrek tersebut tidak salah bila hanya menyebutkan Goodyera sp. saja, karena memang data mengenai anggrek saprofit sangatlah minim. Selain hanya tumbuh di musim penghujan saja yang mana pada saat itu unsur-unsur organik/hara dan air begitu melimpah, anggrek saprofit juga tidak memiliki ‘tampang’ seperti anggrek umumnya. Selain tanamannya berukuran mini juga penampakannya tak mirip anggrek, hingga sangat sulit dikenali. Beberapa contoh lain dari anggrek saprofit dari genuses Arindina, Haemaria, Macodes, Spathoglottis, Calanthe, atau Phaius atau juga Didymoplexiopsis khiriwongensis, Galeola  altissima.

Berikut beberapa penampakans dari anggreks saprofit …

Eulophia zollingeri

Cagar Alam Gunung Picis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur

 Eulophia zollingeri

 

Epipogeum roseum/anggrek Pocong/Ghost Orchid

Taman Nasional Gunung Merapi, Taman Nasional Gunung Ciremai blok Condang Amis, Pegunungan Menoreh Kulonprogo Yogyakarta, dan Cagar Alam Gunung Picis Kabupaten Ponorogo Jawa Timur

 Er copy

Anggrek Misterius

Anggrek ini saya temukan di dua spot yang saling berjauhan ± 1 km jarak antar keduanya. Saya menemukannya di bawah rerumpunan bambu yang di bawahnya terdapat serakan daun-daun bambu dan juga ‘sampah alami’ lainnya. Tentunya banyak zat hara di sana, ditambah lagi dengan hujan yang terus turun menjadi persyaratan yang pas untuk tumbuhnya si anggrek. Hingga saat ini saya tidak tahu apakah tanaman yang saya temukan di tahun lalu itu termasuk anggrek. Namun setelah baca-baca milis tentang anggrek, saya sedikit yakin bahwa yang saya temukan itu sejenis anggrek meski tak tahu ID-nya. Begini ciri-cirinya:

  1. Ada bunga dengan warna putih gading – atau mungkin krem ya … –. Bentuknya seperti apa saya sudah lupa .
  2. Batang berwarna putih kecoklatan – kalau nggak salah inget ya … – dengan panjang tak sampai 20 cm, mungkin sekitar 15 cm-an. Satu tanaman hanya punya sedikit bunga. Tanaman yang saya ambil waktu itu bunganya ada 2 kuntum, satu sudah mekar, dan satunya mekar esoknya.
  3. Punya buah dan ada semacam tepung di dalamnya. Waktu itu saya mengira kalau tepung itu adalah buah yang tidak jadi/rusak. Ternyata anggrek memang punya biji yang sangat kecil seperti tepung.
  4. Akar tidak panjang, jumlahnya pun kayaknya sedikit.
  5. Tak punya daun atau sulur atau apapun yang lainnya, kecuali bunga, buah, batang, dan akar.
  6. Batang mudah patah/rapuh.
  7. Umur tanaman saat saya domestikasi tidak lebih dari 3 hari. Mungkin saja di alamnya lebih dari itu, karena untuk menumbuhkan bud, terus berbunga hingga berbuah dan kemudian mematangkan bijinya tentu membutuhkan waktu yang relatif lama. Saya perkirakan umur tanaman minimal 7 hari.

Sayang saya tak punya kamera maupun Hp yang bisa mengabadikan bunga itu dalam bentuk foto. Namun mungkin saja dia mirip atau termasuk anggrek ini – Didymoplexis pallens

anggrek-imut

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sumber info:

https://4raptor.wordpress.com/

http://www.virboga.de/Cymbalaria_muralis.htm

https://www.mediawiki.org/

https://indonesiannativeorchid.wordpress.com/

http://www.kompasiana.com/wardhanahendra

https://enalgattuso8.wordpress.com/

Iklan

Satu komentar

  1. Ping balik: Domestikasi « bluepurplegarden


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s