Serial Aku Cinta Anggrek Indonesia: Eria javanica, Anggrek Kancil serupa Bintang Krem

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

close-upMeski menyandang nama javanica dan bukan endemik Jawa, namun anggrek ini tetap menjadi anggrek kebanggaan Indonesia. Apalagi di negeri ini terdapat dua variasi warna bunga. Untuk yang tumbuh di Jawa bunga berwarna krem pucat atau kekuningan atau putih kotor (putih gading) serta agak kehijauan, sedangkan yang dari Kalimantan bergaris-garis merah kecoklatan atau ada yang mengatakan pink. Labellumnya bergaris-garis ungu. Ciri khas dari bunga The Javanese Eria adalah ujung labellum/lidah terdapat garis ungu berbentuk >. Bunganya memang tidak megah dan elegan, namun eksotik seperti bintang, karenanya ada yang menyebutnya Anggrek Bintang Bumi. Termasuk anggrek epifit atau litofit yang menyukai lingkungan terlindung. Namun di tempat saya yang berada di dataran rendah dan panas, kebutuhan cahaya lebih tinggi dibanding jenis Anggrek Bulan.

foto-0181-newJenis-jenis Eria masih banyak yang menghuni habitat aslinya. Populasinya yang normal tersebut mungkin dikarenakan bunga-bunganya yang tidak showy dan berukuran kecil. Meski bagi pecinta anggrek spesies hal itu tidak menjadi problem, namun permintaan akan jenis-jenis Eria memang sangat rendah. Apalagi untuk hobiis pemula harganya juga tidak murah. Biasanya hobiis pemula lebih tertarik pada anggrek-anggrek hibrida atau anggrek-anggrek spesies yang memiliki penampilan mempesona. Namun ‘bahaya’ lainnya tetap mengancam keberadaan anggrek ini bila tidak ada tindak lanjut untuk melindunginya. Seperti pengalihfungsian lahan atau hutan, penebangan yang tak terkendali, kebakaran hutan, atau pun fenomena alamiah seperti gunung meletus. Walaupun Eria javanica sudah dimasukkan dalam daftar CITES Appendix II, namun beberapa sumber melaporkan keberadaan pada beberapa titik habitat alamiahnya di pulau Jawa masih dalam ambang wajar. Namun ada juga yang melaporkan anggrek ini sudah susah dijumpai di alamnya. Selain di Jawa, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua, Anggrek Kancil juga dapat ditemukan di Tiongkok, Taiwan, India (Sikkim), Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Papua New Guinea pada ketinggian hingga 1200 mdpl. Namun saya lihat gambar-gambar anggrek ini di internet, pada beberapa negara meski namanya sama namun memiliki perbedaan morfologi yang tajam, seperti bentuk atau karakter daunnya, atau juga gagang bunganya, dan juga ciri-ciri pembeda lainnya. Jadi yang saya yakini sebagai anggrek Eria Jawa adalah yang saya tampilkan pada post ini. Bahkan yang form pink, yang katanya juga sebagai anggrek Eria javanica, memiliki perbedaan-perbedaan yang dapat kita lihat dengan jelas.

dsc03774Ciri-ciri Eria van Java orchid yang tumbuh di Indonesia (Jawa) daunnya hanya dua helai saja. Bulbnya seperti umbi berbentuk lonjong dan tidak bersisi/bersudut. Sekilas memang mirip anggrek Coelogyne. Tangkai bunganya muncul di bawah daun yang kedua/daun paling atas/daun yang paling muda/daun terdalam, sedangkan keiki muncul dari samping bulb bagian bawah. Inflorescence-nya menggantung atau tidak tegak (not erect) dengan jumlah bunga dapat mencapai hingga 50 kuntum yang mekarnya tidak serentak atau dalam tempo 2 – 4 kali sampai cadangan bunganya habis. Mulai tumbuh knop hingga bunga mekar memerlukan waktu hingga 2 bulan. Pada sore hari bunga agak menutup (menguncup) dan pagi harinya mekar kembali yang berlangsung hingga satu mingguan sesuai masa mekarnya.

inflorensceTermasuk anggrek wangi, meski tipis. Panjang petal dan sepal sekitar 3 cm dengan panjang gagang kurang lebih 60. Bila cahaya yang diterima semakin banyak, warna bunga akan semakin krem terang. Pada habitat alamiahnya dugaan saya polinatornya adalah sebangsa lebah, karena di tempat saya bunganya didatangi lebah Lanceng. Oleh karenanya prosentase terbentuknya buah memang sangat besar, meski di tempat saya dari puluhan kuntum yang berhasil menjadi buah hanya satu atau dua, bahkan ada yang tangkai tidak menghasilkan buah sama sekali. Buahnya berukuran kecil, 2 – 2,5 cm, berbentuk segitiga yang mana tiga urat merupakan pertemuan dari kulit buah, sedangkan kulitnya sendiri yang berjumlah tiga itu tengahnya mencembung.

Nama-nama sinonimnya lumayan banyak: Callista (javanica, perakensis), Dendrobium (javanicum, perakense), Dendrolirium rugosum, Eria (cochleata, fragrans, inamoena, pseudo-stellata, rugosa, stellata, striolata, vaginata), Katherinea perakensis, Octomeria stellata, Octomeria vaginata, Pinalia (fragrans, rugosa, stellata, striolata), Sarcopodium perakense, Tainia stellata. Namun yang banyak dipakai adalah nama sebagai judul.

Karena Eria dari Pulau Jawa ini termasuk kekayaan negeri kita, maka penjagaan akan keberadaannya mutlak dilakukan. Bagaimanapun ayo kita laksanakan semampu kita gerakan ‘Aku Cinta Anggrek Indonesia’.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

  1. teman d fb kalau anggrek erianya banyak sering di bagi2, kadang jika ada pembersihan taman, banyak anggrek eria yg jatuh atau d buang sering menginformasikan teman fb yang mau mengadopsinya,,
    sayangnya saya belum punya

    Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s