Anggrek, Bunga Cantik yang Tersohor Rewel, Padahal Sebenarnya bukan Termasuk Bunga yang Sulit Dipelihara

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh the BPGers

Bagi para pecinta ikan hias, ikan indah Diskus (Symphysodon discus) merupakan ikan yang dianggap momok karena standar hidup mereka sangat tinggi. Apabila kebutuhan hidupnya seperti parameter air tidak terpenuhi jangan harap anda akan dapat menikmati keindahan ikan diskus.

Discus turquoise merah

Discus turquoise merah

Sedangkan bagi para pecinta ikan hias air laut, menurut pengalaman saya yang pernah memelihara ikan hias air laut dengan range jenis terbatas, ikan Rainbowlah yang menjadi ikan terewel. Ikan ini memang termasuk relatif mudah beradaptasi di lingkungan barunya – aquarium – namun dalam hal makan mereka sangat rewel. Ikan ini tidak mau mencari makannya sendiri. Mereka baru mau ‘haep’ jika makanannya ‘berjalan’ menuju mulutnya. Nah tentu saja di aquarium kita harus mampu mengkondisikan aquarium kita sama dengan situasi di laut. Di laut mereka tidak susah-susah untuk makan, karena arus terus-menerus bergerak dengan berbagai variasi arus. Ini tentu saja berbeda dengan kondisi aquarium yang sangat terbatas.

images images2

Dan … di dunia flora hias, anggrek dianggap sebagai biangnya kerewelan. Padahal anggapan ini sebenarnya tidaklah tepat, boleh dibilang salah. Berbeda dengan ikan diskus yang mana anda punya pengetahuan tentang diskus atau tidak, mereka tetap menuntut pemenuhan standarisasi keberlangsungan hidup mereka. Anggrek tidak. Anggrek mempunyai range hidup yang lebih luas. Artinya meski anda tidak begitu paham dengan dunia penganggrekkan, anda tetap mampu memelihara anggrek sebagai bunga kesayangan. Pada postingan Dan si Pemalas pun Bisa Menanam Anggrek Epifit … (Tips Menanam dan Merawat Anggrek bagi Si Pemalas) yang lalu, saya menyinggung tentang mudahnya menanam dan merawat anggrek untuk anggrek jenis epifit atau menempel. Nah pada postingan kali ini adalah untuk mendukung tulisan saya yang lalu.

Beberapa waktu lalu saat Lebaran, saya dan beberapa anggota keluarga dan famili pun ‘njlajah desa milang kori’, keluar masuk desa untuk silaturahim dan halal bi halal ke para famili, kerabat, handai taulan, dan sahabat. Saya juga menerapkan salah satu pomeo ekonomi yakni efisien waktu, tenaga, dan biaya, atau boleh juga disebut sambil menyelam minum air begitulah. Sepanjang jalan ke tempat-tempat kerabat tersebut, saya melirik kanan melirik kiri mengamati bunga-bunga terutama anggrek yang banyak ditanam di sepanjang perjalanan saya. Ternyata anggrek-anggrek yang saya amati tersebut kelihatannya seperti ora kopen atau tidak dirawat. Banyak sekali yang ditempel begitu saja di pepohonan, tidak dalam pot atau wadah. Para pemilik pun membiarkan anggrek-anggrek mereka terpapar sinar surya secara langsung, dan juga membiarkan mereka tumbuh dan berkembang dengan leluasa. Dan yang menakjubkan saya – karena saya terbiasa membaca milis-milis anggrek yang menulis bahwa anggrek tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung, harus diberi pelindung baik kerindangan pepohonan maupun pakai paranet –, anggrek-anggrek tersebut berbunga dengan indah dan banyak.

 

Memang Dendro menduduki tempat teratas dan favorit pecinta anggrek sebagai anggrek yang mudah dan tak rewel. Tiga jenis dendro dan juga beberapa jenis anggrek seperti di bawah ini juga dikoleksi ibu mertua. Ibu mertua memang menjadi prototype saya untuk menulis anggrek yang tak rewel ini karena anggrek-anggrek beliau praktis tidak dirawat. Penyiraman dilakukan ya seingatnya saja atau sesempatnya kalau lagi tidak malas. Praktis alamlah yang menyediakan air bagi anggrek-anggrek tersebut. Jangan tanya tentang pencahayaannya, karena anggrek hanya asal tempel saja tanpa memperhitungkan kondisi atau kebutuhan cahaya bagi si anggrek. Pot-pot anggrek juga digeletakkan asal-asalan saja. Intinya ibu mertua saya tak mengikuti ‘kaidah’ keanggrekkan bahwa anggrek ini pencahayaan begini kalau anggrek itu pencahayaan begitu, anggrek ini harus ditanam di sini yang itu harus ditanam di situ, dan sebagainya. Inilah beberapa anggrek yang saya ingat ditanam di pekarangan rumah tanpa perawatan yang berarti:

 

Dendrobium phalaenopsis / Anggrek Larat

dendrobium phalaenopsisAnggrek ini memang langka di habitat aslinya. Namun di tingkat pecinta anggrek banyak saya temukan, bahkan di tingkat desa sekalipun. Mungkin yang punya berlebih dapat menyumbangkan ke konservasi anggrek di habitat aslinya. Saya pernah baca, salah satu kegiatan dari forum pencinta anggrek adalah mem’back’kan anggrek-anggrek spesies koleksi mereka ke habitat aslinya. Selain Anggrek Bulan, Anggrek Larat pernah diabadikan ke dalam perangko.

 

 

Anggrek meratus bulu – Dendrobium aphyllum

Dendrobium aphyllum lidah putihDulunya saya pernah punya, namun mati. Mungkin kalah bersaing dengan Golden Shower dan Anggrek Asem yang memang lebih rimbun. Kini saya memiliki beberapa bibit dari ibu mertua yang dulu asalnya juga dari saya. Anggrek jenis ini banyak saya jumpai dimana-mana, mungkin karena memang sangat gampang dalam perawatannya ya. Dibiarkan saja mampu berbunga. Ada dua jenis D. aphyllum yang saya tahu, berlidah putih dan ungu.Dendrobium aphyllum lidah ungu

 

Dendrobium crumenatum

Dendrobium-crumenatum-300x213Anggrek yang tahan banting, tahan kekeringan dan minim air, namun masih mampu mengeluarkan pesona bunga dan keharumannya. Warnanya sangat mempesona, putih bersih dengan lidah warna kuning yang merupakan daya pikat anggrek ini, meski terbilang singkat mekarnya, hanya sehari saja – saya dapat info ada yang mekar hingga tiga hari –. Selain itu bunganya pun sangat harum. Variasi jenisnya ada beberapa, di antaranya merupakan anggrek merpati endemik yang hanya dapat kita temukan di tempat tertentu saja. Perbedaan variasinya memang sangat tipis, kalau tidak kenal secara mendalam tentu kita akan menyangka bahwa nama mereka sama semua.

 

Dendrobium ungu keriting

20150710_101200Pada postingan sebelumnya telah saya singgung sedikit mengenai anggrek ini yang mampu berbunga tanpa perawatan, terkena full sun, maupun dalam kondisi terlindung/teduh. Jadi range kondisi berbunganya sangat luas. Maka tak mengherankan apabila bunga ini sangat jamak kita temukan ditanam di rumah-rumah, bahkan di desa sekalipun. Hingga saat ini saya belum tahu ID dendro keriting ini.

 

 

 

 

 

Pada peringkat di bawah jenis-jenis Dendrobium, yang sering saya temukan meski tidak sebanyak anggota keluarga Dendro adalah anggrek-anggrek …

Anggrek Tanah Ungu

Foto0209Inilah salah satu jenis anggrek yang mampu menyaingi jenis Dendro dalam hal apapun. Memiliki karakter yang mampu bersaing dengan Dendro, yakni mudah dipelihara, tahan panas maupun kering, banyak anakan/mudah berbiak, jumlah bunganya banyak yang mampu bertahan hingga berbulan-bulan – 3 bulan lebih bila dihitung dengan bunga terakhir yang layu –, mampu hidup pada ketinggian yang luas, mampu hidup dalam kondisi lingkungan yang sangat luas, dan harganya pun termasuk murah. Meski selama musim kemarau anggrek tak mendapat jatah air sedikitpun, namun tak mati. Batang dan daunnya mungkin akan kering dan rontok, namun umbinya yang di dalam tanah akan dormant. Umbi akan kering, menyusut, dan mengempis. Selama masih mempunya bagian yang masih hidup meski sangat sedikit sekali, namun jika musim hujan datang, bagian umbi yang masih hidup ini akan beraktivitas kembali, mampu bertunas dan kelak mempersembahkan bunganya yang cantik berwarna ungu.

 Foto0231 Picture 017

Scorpion / Arachflos aeris

Anggrek scorpion remaja saya tempel di tembok

Anggrek scorpion remaja saya tempel di tembok

Salah satu anggrek tanah yang mempunyai akar udara/gantung. Jadi akarnya memiliki tiga fungsi yakni menyerap nutrisi sebanyak-banyaknya dari tanah maupun udara, juga dapat digunakan untuk menempel di media agar dapat berdiri kokoh. Batangnya dapat mencapai 3 – 5 meter. Tetangga saya saat memangkas anggrek-anggreknya dibuang begitu saja – tidak ditanam lagi, padahal jumlahnya sangat banyak – akhirnya ya saya minta. Namun saya sudah lupa warna anggrek Scorpion ini. Saya mendapatkannya dari dua rumah, jenisnya sama atau tidak saya tidak tahu karena belum berkembang lagi. Anggrek yang dibuang ke tempat sampah saya biarkan saja, tidak saya ambil karena saya ingin tahu apakah anggreknya nanti mampu berbunga apa tidak. Begini kenampakan anggrek di antara timbunan sampah di sungai.

 arachflos-aeris

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Phalaenopsis amabilis

anggrek bulan putihMeski di habitatnya sudah langka, banyak yang mengkoleksi bunga ini. Bunganya yang cantik putih bersih dan lidah kuning, serta ketersediaan di pasaran yang banyak membuat anggrek ini tidak sulit kita dapatkan. Apalagi harganya pun relatif tidak menguras kantong, tidak sampai 100K. Beberapa variannya sudah sangat langka di habitatnya – saya lupa IDnya, Phalaenopsis amabilis pelaihari? –. Kalaupun ada di nursery, maka harganya pun menjadi gila-gilaan karena kelangkaannya tersebut. Salah satu yang memilikinya yakni Ibu Mufidah Yusuf Kalla.

 

Cattleya

common cattleyaCukup banyak juga yang menanam anggrek ini, meski dari satu jenis saja, yakni yang berwarna ungu dengan lidah ada sapuan warna kuning. Bunganya yang besar dan cantik membuat jatuh hati para pecinta bunga. Saya amati tidak semua orang yang punya anggrek ini merawatnya dengan baik, namun mampu berbunga. Biasanya mereka hanya menyiramnya saja, tak memakai perlakuan yang macam-macam.

 

Cobalah anda juga ‘njlajah desa milang kori’, siapa tahu anda akan menemukan jenis anggrek yang lebih banyak lagi. Dengan begitu anda pun tak susah-susah nyari jenis anggrek apa yang mau di tanam di taman anda, selamat mencoba, barakallah.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Foto-foto ada yang saya unduh langsung dari internet, jadi maaf bila ada yang kurang berkenan jika foto-fotonya saya ‘bajak’ tanpa memejeng sumbernya, terima kasih

Iklan

Satu komentar

  1. Ping balik: Duh … Orkid Q pun Rest in Peace, Innalillahi … « bluepurplegarden


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s