Centrosoma pubescens, Polong Cantik Penyubur Tanah Sahabat Petani

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bunganya memang unik punya, khas suku kacang-kacangan, tepatnya polong-polongan. Petalnya berkelepak dengan ‘hiasan gundukan’ pada tengah-tengah bunganya, laiknya kupu-kupu. Meski jenis lain juga ada yang mempunyai gundukan, namun gundukan Centrosoma pubescens ujungnya mencuat. Seperti ini penampakannya.

Warna bunganya ungu dengan berbagai gradasinya berpadu dengan putih. Perbedaan gradasi disebabkan kondisi lingkungan dan penerimaan sinar matahari yang berbeda. Yang menakjubkan bunga ini dapat melakukan fertilisasi (penyerbukan) sendiri walau belum mekar.

Butterfly Pea menjadi tumbuhan invasif Indonesia dari Amerika Selatan (Meksiko, Kolombia). Saya menemukan tumbuhan ini di berbagai tempat yang berbeda. Tepi jalan, pinggir sungai, ladang tebu, kebun, lereng-lereng, area bersemak. Kibesin juga tumbuh di tanah belukar, hutan jati, dan tanah kosong dan dibiarkan tumbuh meliar pada area yang terpapar matahari maupun terlindung sebesar 80% dan mampu hidup pada beragam tipe tanah, mulai tanah pasir, berhumus hingga tanah liat.

Termasuk Leguminosa semak, karena ternanya merambat. Setelah lebih dari 18 bulan akan mengayu.

centro1

Daun hijau, menjari terdiri dari 3 anak daun yang berbentuk jorong atau bulat telur memanjang, atau lanset yang berujung runcing, ukuran terbesar ada pada ujung gagang (teratas). Terdapat rambut halus.

daun1

 

Tiap tandannya terdiri atas 3 – 5 kuntum bunga yang tumbuh pada ketiak daun.

kuncup1

Buah berupa polong, pipih, ujung meruncing. Per polong bisa mencapai 20 biji.

Biji berbentuk kecil memanjang, berwarna coklat kehitaman. Tanaman yang merambat pada pepohonan akan menghasilkan biji yang lebih banyak daripada yang menjalar.

<< Perbanyakan >>

Biji, stek batang atau ruasnya yang menempel tanah. Saya pun telah mencoba mensteknya, dan berhasil.

<< Kemiripan Jenis >>

Beberapa jenis Centrosoma sekilas memang sulit dibedakan, nampak mirip. Namun meski begitu, pasti ada perbedaannya, walau kecil. Ada berbagai variasi yang dapat kita bedakan dari sepal, ‘tonjolan’ bunganya, petal, motif, gradasi, ataupun perpaduan warnanya. Ciri yang paling penting dari Centrosoma pubescens dari pengamatan saya adalah ujung gundukannya mencuat ke atas (silahkan amati gambar-gambar bunga dan bandingkan). Bentuk buah (polongnya) semua sama.

<< Kemiripan Genus >>

Dengan genus Clitoria (Clitoria mariana, Clitoria ternatea, dan lain-lain). Clitoria hiasan bunganya serupa pita, sedangkan Centrosoma berupa gundukan.

gundukangund

>> Keunggulan >>

  • Mudah berbunga dan berbiji
  • Tetap dapat tumbuh meski medianya tergenang air
  • Mampu bertahan pada musim kering hingga 4 bulan.
  • Cepat sekali pertumbuhannya (fast grow plant), karena itu cocok dijadikan ground cover atau tanaman penutup (cover crop) untuk menanggulangi gulma liar, meningkatkan pertumbuhan pepohonan dalam area revegetasi, serta melindungi tanah dari pengaruh hujan dan aliran atau pencegah erosi.

Tanaman penutup yang cocok memang dari jenis kacang-kacangan seperti daunCentrosema pubescens, Calopogonium mucunoides, Puerarai javanica atau Pologonium caeruleum yang memang mampu tumbuh dalam segala kondisi tanah dan tidak tergantung pada ketersediaan hara (karena akarnya mampu mengikat nitrogen dari udara|fikasasi hingga 75 – 100 kg/Ha/tahun). Lahan revegetasi misalnya adalah area pasca tambang, letusan gunung berapi, lereng yang rawan longsor, dan sebagainya. Misalnya mereklamasi lahan kritis bekas letusan gunung berapi di area Gunung Merapi Jawa Tengah.

  • Memproduksi biomassa dan sumber pupuk organik untuk memperkuat agregat tanah dan menyimpan ketersediaan air. Fungsi seperti ini juga dimiliki oleh jenis kacang-kacangan lainnya, seperti Pinto Peanut, Orok-orok, Kacang Panjang, Kacang Tanah/Peanut, Kacang Ucu, dan lain-lain.
  • Musuh para gulma. Bun Teleng mampu bersaing dalam mendapatkan nutrisi dan cahaya matahari. Petani yang bijak akan menanam jenis tanaman yang berselang-seling, salah satunya dari jenis kacang-kacangan ini. Bukan diambil kacangnya, atau daunnya, namun kemanfaatannya yang mampu mengendalikan pertumbuhan gulma dan menyuburkan tanah. Namun kebanyakan bagi petani, tanaman budidaya jelas lebih menguntungkan mereka, padahal menanam satu jenis tanaman secara terus-menerus akan merusak tanah.
  • Sumber pupuk hijau, dan pakan ternak. Petani dan peternak modern (berpengetahuan modern) di kawasan Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, dan Australia sudah sejak lama mengembangkan tanaman ini sebagai HMT (Hijauan Makanan Ternak).

>> Sinonim >>

Bradburya pubescens, Bradburya schiedeana, Centrosema ferrugineum, Centrosema galeottii, Centrosema grandiflorum, Centrosema intermedium, Centrosema molle, Centrosema salzmannii, Centrosema schiedeanum, Clitoria grandiflora, Clitoria schiedeana, Ternatea schiedeana

gu2

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s