Cara Gampang Mengatasi Kutu Putih pada Tanaman Hias dan Buah

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bunga kesayangan atau pohon buah kita diserang kutu kupu putih?

Ups … sungguh menjengkelkan karena bunga-bunga tak akan cantik lagi.

Buah-buah pun akan berkurang kwalitas maupun kwantitasnya.

Kalau dibiarkan terus bisa jadi kita akan menaburkan kembang pada bunga-bunga kita alias mati. Ihiks …

Karena kita nggak ingin terjadi apa-apa pada bunga kesayangan, maka dicarilah segala cara untuk mengatasi, kalau bisa malah memberantasnya. Kita pun googling mencari tips-tips yang jitu. Ada yang menyarankan memakai pestisida / insektisida. Namun kelemahannya, hewan atau serangga yang bermanfaat pun juga akan mati jika terkena racun ini. Repot kan? Kalau kita sikat satu persatu dengan memakai sabun atau obat-obatan lainnya juga ribet, capek, selain karena waktu kita yang terbatas dengan alasan pekerjaan. Apalagi kalau yang diserang itu pohon buah kita, wah ya gak mungkin lah yao kita manjat-manjat pohon karena orang-orang jaman sekarang kan gak fasih untuk urusan panjat-memanjat, kalau jatuh bisa berabe. Kita pakai tips-tips yang lain gagal juga. Si kutu yang punya lapisan seperti lilin ini adem ayem saja terus-terusan nyam-nyam zat bergizi dari tanaman kita. Lalu gimana dong???? Jangan worry deh … saya ada tipsnya nih … yang sangat mudah sekali, aman, ramah lingkungan, murah, dan nggak perlu buang-buang tenaga. Pakai apa’an tuh? Beberapa sahabat Gardener Blue Purple menyarankan menggunakan musuh-musuh alamiah si kutu putih. Namun saat saya membaca artikelnya, selain sebagian besar tidak mengenal serangga predator tersebut, juga sulit nyarinya. Padahal tempat tinggal saya masih relatif ‘ndeso’ lho, lalu gimana yang tinggal di kota-kota besar yang dimana-mana banyak kita temukan nyamuk? Karena itu saya pakai cara yang lain, alhamdulillah sangat efektif. Pakai apa’an tuh? Yuk kita baca kiat di bawah ini.

Ada dua jenis kutu putih yang saya temukan di taman…

Yang pertama, cirinya:

  1. Badan tambun karena malas bergerak, bentuk seperti elips
  2. Suka tinggal/hinggap di ketiak-ketiak atau bawah tangkai daun atau pun di lipatan-lipatan ujung tunas. Bisa solitaire bisa juga menggerombol.
  3. Badan diselubungi lapisan berasa manis, hingga semut-semut suka mengerubuti kutu-kutu ini untuk memanen ‘gula’.
  4. Menyerang tanaman-tanaman yang berbatang lunak atau tidak berkayu, mulai dari pangkal/batang tua hingga ujung tanaman, tidak pilah-pilih. Kalau di kebun saya, mereka menyerang bunga torenia dan angelonia – dan mungkin juga lavender –. Meski spesies-spesies dari genus Celosia, pun Sutra Bombay juga berbatang lunak, namun saya tak menemukan kutu ini pada mereka.
  5. Cara mengatasinya sih sangat mudah. Sikat saja menggunakan air yang ditambah sabun cuci piring yang lebih aman untuk tanaman dibanding deterjen. Atau cukil saja kutu-kutu tersebut dan masukkan dalam air sabun. Sebaiknya dilakukan di siang hari saat cuaca panas, karena kutu yang luput dari penanganan akan mati bila terbakar sinar matahari. Beberapa hari atau satu minggu kemudian Anda harus mengulangi lagi cara di atas, karena biasanya kita hanya membasmi kutu yang ternampak mata kita saja, sedangkan telur-telur atau larva-larva yang masih berukuran mungil terlewat dari perhatian kita. Bila kita pikir kutu-kutu telah habis, anda tinggal melakukan pengecekan sebulan sekali saja. Menyikatnya pun tak akan membutuhkan waktu lama juga tak akan mencapekkan, karena biasanya jenis bunga yang berbatang lunak biasanya tingginya rendah atau pendek-pendek, paling banter satu meteran lebih. Itupun anda masih leluasa menggapai ujung-ujung tunas yang mungkin ada kutunya

Oh ya … serangga dewasa dari tungau putih ini sangat cantik lho. Mungil, berwarna putih bersih. Pada bagian belakang tubuhnya terdapat ekor yang njeprak – berdiri/erect – mirip burung merpati kipas. Gaya berjalannya pun juga mirip. Namun dibalik kecantikannya yang mempesona itu tersimpan malapetaka bagi bunga-bunga kesayangan kita.

Nah sekarang cara mengatasi kutu putih yang kedua

  1. Warna sebenarnya dari kutu ini adalah hijau, berbeda dengan kutu pertama yang pure putih. Karena tubuhnya diselimuti lapisan seperti lilin dan juga zat mirip bedak atau kapas yang berwarna putih, maka dari kejauhan warna putih inilah yang nampak dominan, sehingga disebut kutu putih. Meski masih larva sudah punya sayap, walau kecil
  2. Suka menyerang tunas-tunas dan daun-daun muda – daun muda sungguhan lho, bukan kiasannya
  3. Spektrum tumbuhan inangnya sangat luas, mulai dari tanaman berbatang lunak, semi kayu atau pun yang berkayu; berbagai jenis bunga seperti melati, anturium – termasuk kuping gajah –, anggrek, sri rejeki, puring, dan lain-lain hingga buah-buahan seperti mangga, jambu air, anggur, dan rambutan. Saya tidak tahu persis karakteristik apa yang disukai kutu ini dari tumbuhan inangnya. Namun tumbuhan yang berdaun kecil atau sempit, tipis dan sangat menyukai sinar matahari atau tanaman yang beracun atau berbau tajam kayaknya tidak disukai kutu ini. Kalau pun si kutu tetap nekat, biasanya tak berapa lama mereka akan mati, mungkin keracunan.
  4. Bila terganggu, mampu meloncat dengan sangat mengagumkan. Inilah yang membikin kita kerepotan saat ingin memberantasnya. Walau tak berapa lama mereka akan kembali lagi ke tempat semula setelah keadaan dirasa tenang kembali, namun kita sudah merasa ill feel terhadap kutu ini.
  5. Tubuh dilapisi zat seperti lilin dan kapas anti air.

whiteflysweet

Untuk mengatasi kutu yang kedua ini sangat mudah dan murah dengan menggunakan predator alami. Apa sih?

Ini dia penampakan sang animal …

belalangsentadu

Si Walang Kekek atau Walang Kadung atau Belalang Sembah atau Belalang Sentadu, serangga kanibal dan rakus dalam urusan makannya. Korban atau mangsanya adalah serangga-serangga lainnya dengan keluasan jenis makanannya. Meski kalau kita tangkap mereka tampaknya tenang atau santai-santai saja, namun sejatinya mereka adalah predator yang hebat. Klop seperti yang saya inginkan. Inilah cara yang akhirnya saya gunakan untuk membasmi kutu, tepatnya kupu putih biang kerok yang pandai meloncat itu. Belalang sembah sangat cocok menjadi musuh alami dari kutu kebul putih. Tidak gampang memang mencari belalang ini, karena saya belum hafal karakteristik habitat dan cara hidupnya. Alhamdulillah, beberapa kali saya menemukan juga belalang-belalang ini. Walau masih kecil atau anakannya tiadalah mengapa. Saya bawa pulang dan tempatkan di pohon yang terserang kutu putih ini.

Untuk mempercepat pembasmiannya, potong atau jarangkan cabang-cabang pohon, utamanya cabang yang terletak di tengah-tengah pohon bagian atas. Maksudnya agar intensitas sinar matahari akan semakin banyak. Cahaya matahari mampu membunuh larva putih ini. Ternyata hasilnya sangat memuaskan. Kutu-kutu dan kupu-kupu putih ini sudah sangat sangat jarang sekali. Kalau pun ada hanyalah sisa-sisa yang belum sempat dimangsa oleh si walang kekek ini, alhamdulillah.

Oh ya Belalang Sembah ini banyak sekali jenisnya, dan semuanya insya Allah dapat dimanfaatkan untuk menumpas si kutu kebul putih ini.

WARNING!!!

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi yang tentu saja bisa salah. Bila terdapat kesamaan, maka itu hanyalah kebetulan belaka. Namun bila terdapat perbedaan, itu adalah perbedaan yang indah. Tak perlu diperdebatkan, tapi dibetulkan. Dan lagi, mari berbagi pengalaman dengan menulis di kolom komen, terima kasih.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

  1. kutu putih yang pertama, kalau sudah melalui fase, sepertinya akan menjadi cokelat dan menempel di batang,benar kah?
    ada cara lain ? menyikat maksudnya bagaimana ya? karena bandel sekali ini kutu dan membunuh banyak bunga saya.

    Suka

    • entahlah bu, saya tahunya masih dl taraf warna putih, baik yg bisa melompat atau jenis gy tidak bisa melompat. Kalau menempel seperti itu biasanya saya keroki atau congkel karena nempelnya kuat banget. Tapi yg jenis ini biasanya nyerang krisan dan bunga berbatang lunak spt adenium, zinnia dll. Terima kasih atensinya, mungkin lain kali akan saya jawab lebih detail kalau ada pengalaman dan sumbernya, insya Allah

      Suka

  2. wajar bu hama ini bandel untuk dikendalikan, karena kurang tepat sasaran, biarpun menggunakan insektisida baik yang nabati atau pun kimia, kalau pake agen hayati masih mending karena mereka hidup..
    hama ini susah dikendalikan versi pengalaman saya karena ada semacam lapisan yang menutupi tubuhnya, jadi ketika di semprot kalau tidak sampai menembus yan sama saja, jadi solusinya hamcurkan dulu lapisan tersebut, bisa sekalian dengan menyemprot tapi dengan tekanan yang lebih besar untuk alat semprotnya..

    Suka

  3. sebenarnya predator yang lebih baik adalah lady bugs. karna serangga ini memang predator utama dari ordo homoptera. dia bisa makan 200 ekor per hari. tapi hati2 tertukar dengan kumbang yang memakan daun. kalau predator ini tubuhnya mengkilat dan bintik di badannya beraturan, kalau kumbang yang memakan daun tanaman badanya berwarna kusam dan pola bintik di badannya lebih tidak teratur/ abstrak. sharing aja makasih 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    • Wah trims banget advisnya. Menurut yg saya baca memang gila banget nih predator, namun sekali lagi ada pepatah “tak ada rotan akar pun jadi”. Saya jarang nemu kumbang koksi ini, dan saat nemu juga bingung juga bawanya ke rumah. Barakallah for shob yooosss

      Suka

  4. SAYA PUNYA TANAMAN CABE DAN YG LAIN…. SERING DITEMPEL KUTU PUTIH, SETELAH SY SEMPROT DG INSEKTISIDA MALAHAN JADI LAYU. GMN CARANYA SUPAYA TANAMAN TERSEBUT BISA TUMBUH SEPERTI SEMULA

    Suka

    • Saya sebenarnya tidak memiliki pengetahuan ttg insektisida krn saya berusaha senatural mungkin, tp mungkin tulisan berikut berguna ya. Kl tanaman layu krn insektisida cobalah disiram terus menerus pada bagian yg disemprot dan ut seterusnya penggunaan insektisida dosisx dikurangi atau merekx diganti. Kl g puas cobalah cari infox di internet.

      Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s