Cleome rutidospermae, Bunga Ungu Berbenang Sari Biru

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

daun cleome

Fringed Spiderflower tumbuh liar dimana-mana dengan rentang lokasi dan kondisi tanah yang sangat luas, mulai di pinggiran jalan, sawah, tepi sungai, ladang, dan lain-lain. Bisa jadi di depan rumah kita pun ada. Kondisi tanah kering, basah, berpasir, tanah keras, baik tumbuh bersama rerumputan jenis lainnya maupun bersama koloni sejenisnya atau soliter, dianya tumbuh dan berkembang dengan baik. Bahkan Cleome rutidospermae – nama biominalnya, sinonim: Cleome ciliatamampu tumbuh di tempat dengan ketersediaan tanah sedikit, seperti di batu-batu, ceruk-ceruk, lubang-lubang atau retakan-retakan tembok, dan sebagainya atau bersifat litofit. Di sebelah rumah saya, di atap yang retak tumbuh Maman Ungu ini. Mungkin bijinya diterbangkan angin dan terperangkap pada retakan atap. Tumbuh subur di tempat yang disinari matahari. Sangat mudah tumbuh dan berkembang biak dengan bijinya.

Berasal dari Afrika tropis dan kini sudah menyebar hampir ke seluruh dunia, kecuali benua Eropa mungkin.

Dibanding dengan saudara-saudaranya dari genus Cleome Familia Capparidaceae (ada yang menulis familia Cleomaceae|Spider Flower family), Maman Lelaki (orang Malaysia menyebutnya demikian) ini tidak memiliki ‘misai’ atau benang sari yang panjang. Ada juga yang menulis namanya Purple Cleome, namun saat kita gunakan sebagai password, maka data yang tampil bukanlah merujuk pada Maman Ungu, namun Cleome jenis lain yang berbunga ungu kemerahan dan telah dijadikan tanaman hias.

Bagian tanaman dari Maman Ungu jika dihancurkan akan melepaskan isotiosianat (minyak menguap) karena mengandung tioglukosida atau glukosinolat. Glukosinolat ini mampu memacu aktivitas zat antioksidan dan mekanisme detoksifikasi – pembersihan zat-zat racun dalam tubuh –. Mengandung juga zat alkaloid dan flavonoid. Dapat digunakan sebagai antifeedant (pengganti herbisida) untuk hama tanaman Brassica yaitu jenis Plutella xylostella (L.). Hati-hati jika melakukan kontak dengan tumbuhan ini karena minyak menguapnya dapat mengiritasi kulit dan mungkin alergenik. Di Malaysia seluruh bagian tumbuhan digunakan sebagai penawar gigitan kala jengking dan ular. Buahnya – atau tempat biji sebelum pecah dapat menghilangkan penyakit darah tinggi. Daunnya yang ditumbuk dan  ditempel  pada dahi dapat menghilangkan sakit kepala. Khusus untuk penghilang sakit kepala ini jika anda seorang Muslim, saran saya sujudlah lebih lama kala anda sholat, baik sunnah maupun fardlu. Boleh juga sambil baca tasbih lebih dari 3 kali. 5, 7, atau 9 kali. Ada yang menyarankan hingga 10 x. Untuk lebih berhati-hati agar sholatnya tidak rusak, baca tasbih 3 x, selebihnya dibaca dalam hati saja. Itu berlaku hanya untuk sholat sendirian dan sholat sunnah. Bagi imam tak dianjurkan baca tasbih lebih dari 3 x. Wallahu a’lam.

putih

Ditengarai mempunyai kegunaan antikanker dan menghambat pertumbuhan tumor, penelitian-penelitian terhadap tanaman ini pun terus dikembangkan agar dapat dicapai kegunaan yang maksimal dan aman. Lebih baik dalam mengkonsumsi tanaman ini berkonsultasi dengan dokter atau ahli tanaman perobatan.

Morfologi
daun

Herba tegak atau setengah tegak (tumbuh merangkak) dengan tinggi 15 – 80 cm (jarang semeter).

bunga

Mahkota bunga berujung runcing seperti cakar, panjang 9 – 12 mm.

Meski batangnya masih setinggi 15 cmmaksimal 0,8 m – sudah mengeluarkan bunga.

sepal kiri petal rightMekar sepanjang tahun berwarna ungu dengan bentuk mirip cakar. Mayoritas bunga akan menjadi buah berbentuk kapsul melengkung atau serupa busur|paruh dengan biji-biji di dalamnya. Ada yang mengunggah bunga maman putih namun fotonya maman ungu ini. Maman Putih ukuran benang sarinya lebih panjang|seperti cakar. Maman Ungu pun terkadang juga berbunga putih, terpengaruh oleh kondisi lingkungannya. Biasanya yang warna putih ini karena tumbuh di tempat yang ternaung, atau bunganya telah berumur matang|tua. Dugaan saya, warna putih itu merupakan gradasi warna ungu yang disebabkan karena berbeda dalam hal lokasi tumbuhnya, penerimaan zat hara atau/dan intensitas cahaya matahari, atau mungkin juga adanya penyakit/hama. Hal ini saya buktikan dengan melihat bunga Bastard Mustard ini pada berbagai titik lokasi memiliki warna ungu yang berbeda-beda. Ada yang nampak ungu tua, setengah tua, ungu muda, cenderung pink, atau bahkan putih (agak keunguan). Saat saya hunting bunga liar, Maman Putih hanya saya jumpai pada beberapa titik saja dengan populasi rendah. Sedangkan Maman Ungu dengan berbagai warna gradasinya, hampir saya jumpai di segala tempat.

Tipe menjari|menyirip dengan tiga helai anak daun|trifoliolate (satu anak daun berada di ujung tangkai daun dengan ukuran lebih besar dibanding 2 anak daun yang berada di bawahnya) dengan bentuk bulat telur memanjang, menyempit pada ujung dan pangkalnya.

Yang menakjubkan saya, kepala sarinya berwarna biru. Jarang-jarang ada benang sari berwarna biru. Bahkan terkadang bunga yang berwarna biru pun belum tentu mempunyai benang sari dan putik berwarna biru juga.

bsari

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s